
"Seperti yang kau lihat! Di sini tidak ada Alena itu berarti Mom Daisy dan Dad Antoni belum memaafkannya." Ucap Alana dengan raut wajah yang sedih, saat teringat kedua orang tuannya marah dan terkejut saat mengetahui Alena dan kekasihnya Abian berada di satu kamar villa yang sama dengan keadaan tanpa busana.
Dan di saat itu juga kedua orang tuanya memutuskan untuk menikahkan Alena dan Abian, lalu setelah mereka menikah Dad Antoni mengusir Alena dan mencoret nama saudara kembarnya itu dari keluarga besar Ricardo. Hingga detik ini Alana tidak tahu keadaan Alena, yang ia tahu adiknya masih tinggal di Singapura, itu sebabnya Alana memilih tinggal di Jakarta karena tidak ingin berada di satu negara yang sama dengan keduanya.
"Kau sendiri apa sudah memaafkan mereka?" tanya Baby.
Alana hanya menjawab dengan senyuman tipis sembari mengangkat kedua bahunya. "Eh lihat itu Uncle David dan Aunty Mini sudah datang!" Ucap Alana saat melihat keluarga Mateo masuk ke dalam mansion.
Baby segera menengok kearah pintu dan langsung tersenyum saat melihat kedatangan Uncle David dan Aunty Mini yang tak lain adalah calon mertuanya. Namun senyum di wajah Baby menghilang saat melihat sosok yang tadi siang marah-marah kepadanya berjalan masuk dengan menggandeng seorang wanita yang sangat cantik.
"Ayo Baby kita sambut mereka!" Alana menarik tangan sepupunya, membuat Baby mau tidak mau mengikuti langkah Alana.
"Aunty apa kabar?" Alana menyapa Aunty Mini dengan pelukan.
"Kabar Aunty baik sayang ..." Mini membalas pelukan tersebut, lalu matanya menatap pada gadis yang berdiri di samping Alana. "Baby kau terlihat sangat cantik." Mini memeluk putri bungsu Luna dengan penuh kasih.
Baby membalas pelukan Aunty Mini tanpa bersuara sedikitpun, karena hati dan pikirannya saat ini tertuju pada wanita yang ada di samping Agam.
"Di mana Mom Luna dan Dad Dafa" tanya David sembari mengusap kepala Baby.
"Ayo kita ke dalam Aunty." Ajak Alana.
David dan Mini menganggukkan kepalanya lalu berjalan masuk ke dalam ruangan, sementara itu Baby hanya terdiam saat melihat seluruh keluarga Mateo masuk ke halaman belakang, meninggalkan dirinya yang masih terpaku di tempat tersebut.
"Siapa wanita itu?" gumam Baby dalam hati, terus menatap punggung wanita yang berjalan berdampingan dengan Agam sembari mengingat-ingat sesuatu, karena rasanya ia pernah bertemu dengan wanita tersebut. "Lebih baik aku masuk dan bertanya langsung pada A, siapa wanita itu?" Baby segera masuk ke halaman belakang di mana seluruh anggota keluarga berkumpul.
Dan saat ini di halaman belakang mansion di penuhi oleh seluruh anggota keluarga besar Arbeto, Mateo, Richard, Graham, Ricardo, dan tidak lupa keluarga Bayu Anggara. Mereka semua hadir untuk memberikan selamat dan doa atas kehamilan Tita, dan berharap kehamilan menantu keluarga Arbeto itu berjalan dengan lancar hingga nanti pada saat melahirkan.
"Oh ya Mini kau bilang ingin mengatakan sesuatu pada seluruh keluarga kita?" tanya Luna dengan senyum penuh arti, karena sebenarnya ia sudah tahu apa yang akan di sampaikan oleh Mini.
"Oh ya aku hampir lupa," Mini menatap seluruh anggota keluarganya. "Aku ingin mengenalkan kalian pada calon menantuku."
Uhuk.
Baby yang begitu terkejut saat mendengar perkataan Aunty Mini, sampai tersedak makanan yang sedang dimakannya, membuat semua orang menatap kearah Baby dengan cemas. Tapi tidak dengan Tita dan Lea karena mereka tahu apa yang membuat Baby sampai tersedak makanan seperti itu.