Emergency Wedding

Emergency Wedding
Part 42


Sementara itu Tita yang sudah terbebas dari cengkraman Selena, mulai merapihkan rambutnya yang berantakan. Dengan napas yang naik turun Tita menatap tajam pada wanita yang sedang berusaha melepaskan diri dari Liam.


"Sayang kau tenanglah!"


Boy mengambil alih Selena dari Liam, untuk menenangkan emosi wanitanya yang terlihat sudah meninggi.


"Sayang?"


Tita menatap tak percaya saat mendengar Boy memanggil Tante itu dengan sebutan sayang, dan bahkan saat ini pria yang berstatus sebagai suaminya itu tengah memeluk wanita tersebut.


Jika sebelumnya Tita merasa tidak masalah saat melihat wanita itu mencium suaminya, tapi kali ini berbeda saat Tita mendengar Boy Arbeto memanggil Tante itu dengan sebutan sayang. Entah mengapa hatinya terasa sangat sesak dan tidak terima saat kata-kata sayang keluar dari mulut Boy Arbeto untuk wanita lain di depan dirinya.


"Kau jahat B, kenapa aku diperlakukan seperti ini? Aku ini kekasihmu." Selena menangis sambil memukul dada bidang Boy Arbeto.


"Sudah kau jangan menangis." Boy mengusap punggung wanitanya untuk meredakan emosi Selena.


Sementara itu Liam yang melihat tuannya tengah memeluk nona Selena, kini menatap pada wajah nona Tita sambil menghela napasnya.


"Tuan B benar-benar gila, bisa-bisanya dia menenangkan wanita lain di depan istrinya." Gumam Liam dalam hati.


Tita yang masih diam berdiri menatap kearah Boy, mulai merasa kesal karena pria yang menjadi suaminya itu justru menenangkan wanita lain dan bukan dirinya. Tita merasa sikap Boy sangat jauh berbeda dengan ayah unta yang selalu membela dirinya, dan menenangkannya di saat ia sedang kesal.


"Tita mau pulang."


Tita segera mengambil tasnya yang berada di atas sofa, lalu pergi dari ruangan tersebut tanpa menatap kearah dua orang yang membuatnya kesal.


"Tuan, nona Tita ..." Liam menatap kearah Nona Tita yang keluar dari ruangan.


"Biarkan saja." Boy menatap punggung Tita yang sudah menghilang di balik pintu.


"Tapi Tuan—"


"Aku bilang biarkan saja!"


Boy menatap tajam pada asisten pribadinya hingga membuat Liam diam tak berkutik.


Sementara itu Tita yang sudah berada di dalam lift, melampiaskan emosinya dengan mengumpat sambil menendang pintu lift.


"Dasar suami enggak ada akhlak, Tita ajak cod an sama malaikat Izrail baru tahu rasa."


Tita kembali menendang pintu lift yang ternyata sudah terbuka, dan akhirnya tendangan itu mengenai seseorang yang hendak masuk ke dalam lift.


"Aw .. ****."


Umpat pria tersebut sambil memasuki lift dengan mengangkat satu kaki nya yang terasa sakit karena ditendang oleh wanita yang ada didepannya.


"Ya ampun maaf aku tidak sengaja."


Tita menatap pria tampan yang kini berdiri di sampingnya dengan perasaan bersalah.


"It's okay." Agam menatap wanita itu dengan kening yang berkerut setelah menyadari siapa wanita tersebut. "Bukankah dia Tita Anggara, wanita yang dinikahi oleh B." Gumam Agam dalam hati.


Agam mengenali wajah Tita karena pada saat itu Alex memperlihatkan wajah calon istri Boy Arbeto yang sedang melarikan diri di hari pernikahan waktu itu.


"Kau mau naik ke atas atau—?"


"Keatas." Jawab Tita dengan cepat karena terhipnotis pada ketampanan pria asing yang ada di sampingnya, hingga membuat Tita lupa jika seharusnya ia keluar dari lift.


Agam pun segera menekan nomer lantai ruang kerja sepupunya, karena ia tahu wanita itu juga pasti akan keruangan Boy Arbeto.


"Sekali lagi aku minta maaf aku tidak bermaksud menendang Anda, tadi itu aku sedang menendang pintu lift." Lirih Tita sambil menundukkan kepalanya.