Emergency Wedding

Emergency Wedding
Part 44


Hening tidak ada jawaban sama sekali dari sang supir taksi online, membuat Tita mulai merasa ketakutan.


"Bapak jangan macam-macam, ya! Nanti Tita adukan ke ayah unta." Ucap Tita dengan tegas.


"Adukan saja aku tidak takut."


"B ...."


Tita yang hapal betul dengan sang pemilik suara, langsung memajukan tubuhnya ke kursi pengemudi untuk melihat apakah benar supir taksi online itu Boy Arbeto.


"Hai Tit." Ucap Boy saat melihat wajah Tita di sampingnya.


"B sejak kapan kau menjadi supir taksi online?"


Tita mengusap matanya karena tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Kau itu." Boy menjitak kepala Tita dengan kesal karena lagi-lagi wanita itu menyangka dirinya sebagai supir taksi online. "Kenapa kau hobi sekali masuk ke dalam mobilku?" tanya Boy tanpa menatap kearah Tita.


"Ish mana aku tahu kalau ini mobilmu?" gerutu Tita sambil mengusap kepalanya. "Hentikan mobilnya aku mau turun!" pinta Tita.


Namun Boy tidak mempedulikan perkataan Tita, ia justru menambah kecepatan mobilnya sehingga mobil tersebut berjalan begitu kencang.


"B Tita bilang berhenti!" teriak Tita.


"Hei kau itu berisik sekali." Boy langsung menginjak rem dan menepikan mobilnya.


"Tita mau pulang sendiri, kau jangan ikut." Ucap Tita setelah mobil yang ditumpanginya berhenti dan segera membuka pintu mobil. "B buka pintu mobilnya!" pinta Tita karena pintunya terkunci.


"Pintunya tidak akan aku buka, dan sekarang kau pindah ke depan!" Boy menatap tajam pada Tita yang ada di kursi belakang.


"Aku tidak mau."


"Tita Anggora aku hitung sampai tiga, jika kau tidak pindah maka aku akan membuka pakaianmu dan kita bercinta disini dan saat ini juga." Ancam Boy.


Tita balik menantang Boy dengan ekspresi wajah yang tenang, karena ia tahu seorang Boy Arbeto tidak akan pernah menyentuh seorang wanita yang tidak dicintainya.


"Baiklah kalau begitu kita jangan membuang waktu."


Boy membuka jas yang dikenakannya dan melemparnya ke sembarang arah, lalu mulai membuka kancing kemejanya satu persatu sambil bergerak menuju kursi belakang.


"Eh .. kau mau apa?"


Tita mulai ketakutan saat melihat Boy sudah berada di depannya, apalagi saat ini kancing kemeja yang dikenakan oleh suaminya sudah terbuka separuh.


"Tentu saja kita akan bercinta bukankah kau sudah setuju? Bahkan tadi kau bilang akan membuka pakaianmu sendiri." Boy menghimpit tubuh Tita yang sudah berada dipojok pintu mobil.


"Stop." Pekik Tita saat Boy hendak membuka kembali kancing kemejanya. "Oh ya ampun, kenapa dia terlihat begitu mengerikan dan hot secara bersamaan?" Tita mencuri-curi pandang pada dada bidang Boy yang terlihat kekar. "Aku akan pindah ke kursi depan." Tita mendorong tubuh suaminya dengan kasar.


"Good girl." Boy segera duduk di kursi pengemudi setelah melihat Tita pindah ke kursi depan.


"Kita mau kemana?" tanya Tita saat mobil mulai berjalan.


"Kau jangan banyak bertanya."


"Ck, dia itu benar-benar menyebalkan." Tita menatap tajam pada Boy yang terlihat begitu tampan dengan kemejanya yang berantakan. "Di mana kekasihmu? Bukankah tadi kalian bersama?"


Tita merasa penasaran kenapa Boy bisa berada di dalam mobil tapi sendirian, dan mobil itu berhenti di tempatnya saat menunggu taksi online.


"Aku sudah bilang jangan banyak bertanya!" Ucap Boy dengan tegas.


"Ish kau itu pria yang menyebalkan, sangat menyebalkan, dan benar-benar menyebalkan." Ketus Tita dengan bibir yang mengerucut tajam.


"Tapi aku tampan, bukan?" Sahut Boy dengan penuh percaya diri.