
Tita yang diantar pulang oleh Boy, segera masuk ke dalam rumahnya yang lumayan mewah dan luas walaupun tidak semewah apartemen milik suaminya.
"Bi Nah ...."
Tita memanggil pelayan yang paling dekat dengan dirinya, juga pelayan yang selalu menemui Tita saat ia tidur.
"Eh Non Tita kok pulang ke rumah?" Bi Nah menatap kebelakang majikannya. "Non sendirian? Suami Non di mana?" serentetan pertanyaan itu langsung keluar dari bibirnya karena merasa aneh nona mudanya pulang tanpa suami. "Apa jangan-jangan non Tita dipulangkan oleh suaminya? Karena non Tita tidak bisa apa-apa dan hanya bisa membuat repot orang lain." gumam Bi Nah dalam hati, karena melihat gaun pengantin kemarin yang masih melekat di tubuh nonanya.
"Bi Nah Tita ini sangat lelah sekali dan ingin tidur dulu, jawabannya nanti saja ya." Tita berjalan menuju kamarnya yang berada di lantai atas. "Eh tunggu dulu!" Tita kembali berjalan menuju pelayannya. "Ayah Unta mana? Kok Tita tidak melihatnya?"
"Tuan Bayu sudah berangkat kerja, Non."
"Oh iya aku lupa ini sudah jam sembilan." Tita menepuk keningnya lalu berjalan kembali ke kamarnya.
Sementara Bi Nah yang melihat punggung Non Tita, hanya bisa berharap dugaannya tidak benar kalau anak majikannya itu diusir oleh keluarga suaminya.
...🍀🍀🍀...
Sementara itu di tempat yang lainnya disebuah markas besar milik anggota tim Delta berkumpul, tampak Boy berdiri dengan tangan yang berkacak pinggang menatap tajam pada semua anak buahnya.
"Di mana Alex?"
"Kami tidak tahu Tuan, dari semalam Alex pergi tanpa berkata apa pun pada kami."
"Brengsek!"
Boy menggebrak meja yang ada dibelakangnya dengan sangat keras.
"Berani sekali dia kabur!"
Boy segera mengambil ponselnya untuk menghubungi Agam, namun nomer sepupunya itu tidak bisa dihubungi. Ia lalu menghubungi nomer Liam tapi lagi-lagi nomer yang ia tuju tidak aktif.
Empat puluh menit kemudian.
"Tuan kami menemukan keberadaan Tuan Agam, Liam, dan Alex." Ucap Andreas salah satu satu hacker terbaik yang dipunya oleh Boy Arbeto.
"Bagus! Sekarang bawa anggota tim Delta, dan jemput ketiganya!" perintah Boy dengan seringai licik dibibirnya. "Mati kalian!" umpat Boy.
"Baik Tuan."
Andreas menghubungi anggota tim Delta, dan memerintahkan kepada semuanya untuk membawa ketiga orang tersebut tanpa luka sedikitpun.
Sementara itu Boy memilih untuk pergi ke apartemen milik Selena, dari pada harus menunggu ketiga orang itu di markas yang isinya para pria, Boy butuh menyegarkan matanya dengan tubuh yang sexy dan cantik bukan dengan tubuh kekar milik para anggotanya.
Setelah setengah jam berlalu akhirnya Boy sampai di apartemen milik Selena yang terhitung menjadi kekasih terlamanya memecahkan rekor yang semula dipegang oleh Roselin.
"Sayang kenapa kau diam saja?"
Boy bingung dengan sikap Selena yang sejak kedatangannya, hanya diam dan cuek dengan keberadaannya.
"Untuk apa kau kesini? Bukankah seharusnya kau sedang bersenang-senang dengan istri baru mu itu." Selena membuang wajahnya tidak ingin melihat wajah tampan Boy Arbeto.
"Hei kau cemburu?" Boy meraih wajah cantik Selena dan mencium bibirnya dengan lembut.
"Tentu saja B ...." Selena memukul dada bidang milik kekasihnya. "Aku yang selalu berada di sampingmu dan aku yang selalu memuaskan hasrat mu, tapi kenapa kau menikah dengan wanita lain? Lalu hubungan kita selama ini kau anggap apa?"
"Tentu saja hubungan kita hanya sebatas untuk bersenang-senang." Sahut Boy dengan santai.
Deg
Selena mengepalkan kedua tangannya, menahan amarah yang sedang bergejolak di dalam dadanya.