Emergency Wedding

Emergency Wedding
Part 122


Setelah melihat Liam masuk ke dalam ruangannya, Boy segera memberikan perintah pada asistennya itu.


"Lia antar Tita pulang! Dan tugaskan dua pengawal untuk berjaga di depan pintu apartemen!"


"Baik Tuan." Ucap Liam dengan sedikit bingung, saat tuannya meminta pengawal untuk berjaga di apartemen mereka, apalagi saat melihat ekspresi wajah tuan Boy dan nyonya Tita yang menunjukkan kemarahan dan kesedihan.


Padahal beberapa saat yang lalu keduanya terlihat sangat mesra, bahkan mereka melewatkan makanan yang sudah dipesan karena sedang asik bercinta terlihat dari tertutupnya ruang kerja tuan Boy.


"B aku akan terus memohon agar kau mau mengijinkan aku pergi, dan mulai besok aku akan mengikuti terus kemana pun kau pergi sebagai bukti kalau aku bersungguh-sungguh dengan apa yang aku inginkan." Ucap Tita sebelum keluar dari ruangan Boy.


Boy hanya mendengar perkataan Tita dan menatap punggung wanitanya yang mulai menghilang dari balik pintu.


"Sial! Kenapa jadi begini?" umpat Boy. "Ketika aku sudah mencintainya kenapa dia memilih untuk pergi?" Boy mengacak-acak rambutnya dengan kasar.


...🍁🍁🍁...


Setelah tiga hari perbincangan terakhir mereka mengenai keinginan Tita untuk tinggal di Paris, dan keputusan Tita yang akan terus mengikutinya kemanapun ia pergi demi untuk mendapatkan ijin darinya.


Boy pun dibuat pusing dengan kelakuan istrinya selama tiga hari ini, dimana Tita benar-benar melakukan apa yang dikatakannya dengan mengikuti kemana pun ia pergi. Hanya saat dirinya ke toilet saja Tita tidak akan mengikuti, selebihnya wanita itu sudah seperti bayangannya saja.


Seperti saat ini contohnya di mana Boy tidak bisa berkonsentrasi sama sekali selama kegiatan rapat berlangsung, karena matanya terus tertuju pada seorang wanita yang duduk di pojok ruangan.


Wanita yang terlihat semakin cantik dan menggemaskan di matanya itu, dengan santai duduk sambil memainkan ponsel ditangannya tanpa peduli atau risih akan situasi yang ada di sekitarnya.


Dan selama kegiatan rapat berlangsung Tita tidak membuat keonaran sama sekali, hanya sesekali wanita itu menatap dirinya dengan senyum tanpa dosa karena sudah membuatnya tidak bisa berkonsentrasi dalam bekerja.


"Rapat hari ini selesai." Boy yang kesal karena tidak bisa berkonsentrasi, memutuskan untuk menyudahi rapat tersebut.


"Tapi Tuanβ€”"


Seluruh orang yang ada di ruangan tersebut satu persatu meninggalkan ruang rapat tanpa berani untuk protes, mereka berjalan keluar ruangan sambil berbisik mengenai sikap Boy Arbeto, yang sangat tidak profesional karena sudah membubarkan rapat yang baru setengah jalan.


"Rapatnya sudah selesai?" tanya Tita saat menyadari di ruangan tersebut hanya ada Boy, Liam dan juga dirinya.


"Sampai kapan kau akan mengikutiku?" tanya Boy tanpa menjawab pertanyaan Tita.


"Sampai kau setuju aku tinggal di Paris." Jawab Tita dengan senyum dibibirnya.


"Kau ..." Boy yang merasa geram, lagi-lagi hanya bisa mengepalkan kedua tangannya. "Lupakan permintaan konyol mu itu, karena sampai kapanpun aku tidak akan mengijinkan kau pergi." Ucap Boy dengan sangat tegas.


"Kalau begitu aku akan terus mengikutimu dan terus menganggumu." Tita mendekat pada suaminya, lalu memeluk pinggang pria itu dengan sangat erat.


"Tit lepaskan!"


"Aku tidak mau." Tita semakin mengeratkan pelukannya, anggap saja ini sebagai kenang-kenangan baginya, karena jika nanti ia tinggal di Paris maka Tita tidak akan pernah bisa memeluk Boy lagi.


"Katakan padaku apa yang bisa aku lakukan agar kau mengubah keinginanmu?"


Tita meng-gelengkan kepalanya dengan lemah. "Jika kau mencintaiku ijinkan aku untuk tinggal bersama Mom Daniela." Pinta Tita.


Boy menghela napasnya dengan kasar. "Berapa lama kau ingin tinggal bersama Mom Daniela?" tanya Boy.


"Satu atau dua tahunan."


"What?" pekik Boy dengan wajah yang terkejut, tadinya ia pikir Tita akan tinggal di Paris selama satu atau dua bulan, itu saja sudah membuatnya berpikir selama berhari-hari. Tapi ternyata istrinya itu ingin menetap sampai dua tahun lamanya, membuat Boy langsung mengatakan tidak.