Emergency Wedding

Emergency Wedding
Part 78


Sementara itu di tempat yang lainnya disebuah ruang kerja yang berdesain minimalis modern, tampak Boy dan Eve masih membahas kerjasama yang diajukan oleh salah satu hotel terkenal yang ada di Paris, padahal waktu sudah menunjukkan jam makan siang, dan itu artinya mereka sudah menghabiskan waktu selama satu jam untuk membahas pekerjaan tersebut.


Setelah selesai membahas pekerjaan mereka, Boy yang sudah berdiri dari tempat duduknya dikejutkan oleh seseorang, yang masuk ke dalam ruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Ada apa ini Selena?" Boy menatap tajam pada wanita cantik yang berdiri tidak jauh dari tempatnya berdiri.


Boy marah pada Selena, karena ia tidak suka jika ada seseorang yang masuk ke dalam ruangan tanpa ijin darinya.


"B .. tolong lepaskan ini dulu." Selena menatap tangannya yang dicekal oleh Liam.


"Lia bebaskan dia!" Perintah Boy.


"Baik Tuan." Liam melepaskan cekalan tangannya.


Selena segera berlari kearah Boy, dan langsung memeluk pria yang begitu ia kagumi dan cintai.


"B aku sangat merindukanmu." Selena hendak mencium prianya, namun gerakannya terhenti saat tangannya ditarik oleh seseorang. "Hei .. apa yang kau lakukan? Lepaskan tanganku!" ucap Selena dengan penuh amarah, menatap wanita cantik yang saat ini berdiri dihadapan.


"Kalau aku tidak mau?" Eve menantang wanita itu dengan tatapan yang sangat tajam.


Eve tidak suka melihat wanita itu yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan, memeluk dan hendak mencium pria yang berstatus sebagai adik iparnya.


"Beraninya kau? Apa kau tidak tahu siapa aku?" Selena membalas cengkraman tangan wanita yang sama sekali tidak ia kenali. "Aku ini kekasih Boy Arbeto pemilik perusahaan ini, apa kau ingin dipecat!" gertak Selena.


Eve hanya tersenyum sambil terus mencengkram tangan wanita itu dengan kuat, menancapkan kuku-kuku indahnya pada lengan wanita yang tidak tahu diri itu.


"Lepaskan ******! Kau melukai tanganku." Selena meringis sambil menarik lengannya. "B dia menyakitiku." Adu Selena.


Boy menghela napasnya dengan kasar lalu menyuruh Eve untuk melepaskan tangan Selena, dan dengan terpaksa Eve melepaskan cengkraman tangannya.


"Kau yang ******." Bisik Eve dengan senyum sinis dibibirnya.


"Sialan kau." Selena yang tidak terima karena disebut ******, langsung menarik rambut wanita itu dengan kasar.


"Oh ya ampun ...." Liam berjalan menghampiri kedua wanita itu lalu menarik Selena, karena ia melihat tuan Boy sudah menarik Eve terlebih dahulu.


"Liam lepaskan aku!" teriak Selena dengan penuh amarah.


"Nona diamlah! Atau aku akan menarik paksa Anda keluar!" Ancam Liam.


Selena langsung terdiam dengan tatapan tajamnya pada wanita yang ada di samping kekasihnya, ia merasa marah dan tidak terima melihat Boy dekat dengan wanita lain, waktu itu istri pria nya sudah membuat Selena keluar dari ruangan ini, dan saat ini ia tidak mau kembali keluar dari ruangan hanya karena wanita tidak jelas yang baru ia lihat keberadaannya.


"Apa kau baik-baik saja?" Boy menatap Eve dengan intens lalu ikut merapihkan rambut Eve yang berantakan.


"Aku tidak apa-apa." Eve tersenyum pada Boy, lalu menatap tajam pada wanita tidak jelas yang mengaku sebagai kekasih suami adiknya.


"Kau mau apa lagi Selena?" Boy berkata dengan sangat tegas.


"B aku tidak mau apa-apa, aku hanya ingin dirimu sayang aku merindukanmu." Selena hendak mendekat kearah kekasihnya, namun langkahnya terhenti saat melihat tatapan tajam pria itu.


"Ck, apa kau lupa hubungan kita itu sudah berakhir? Jadi aku harap ini terakhir kalinya kau mengganggu ku, dan datang ke Perusahaan ini!"


"Tapi B aku tidak mau putus, aku —"


"Lia bawa dia keluar! Dan jangan pernah ijinkan wanita itu untuk masuk ke Perusahaan ini apalagi keruangan ku!"


"Baik Tuan," Liam menarik tangan Selena.


"B aku sudah bilang aku tidak mau putus!" teriak Selena berontak dari cengkraman Liam. "Apa karena wanita itu kau memutuskan aku?" geram Selena, menatap tajam pada wanita cantik yang berdiri di samping kekasihnya.


"Liam cepat bawa wanita itu keluar!" sentak Boy.


Dengan segera Liam menarik paksa Selena keluar dari ruangan, dan tanpa mereka sadari kejadian tersebut dilihat dan di dengar oleh seseorang yang sejak tadi bersembunyi di samping pintu ruangan yang terbuka.