Emergency Wedding

Emergency Wedding
Part 150


Mansion utama.


Baby mengendap-endap masuk ke dalam mansion sembari menengok ke kanan dan ke kiri, untuk menghindari sosok pria tampan sekaligus mengerikan di mansion tersebut yang tak lain adalah kakaknya sendiri Boy Arbeto.


"Mudah-mudahan kak B sudah berangkat kerja." Gumam Baby dengan penuh harap, namun sayangnya harapan itu tinggallah sebuah harapan belaka saat ia melihat kakaknya tengah berdiri tak jauh dari tempatnya berada. "Kak B ...!" pekik Baby, ingin rasanya ia berlari saat ini juga dari tempat tersebut, namun sayang kedua kakinya terasa sangat berat untuk diangkat.


"Akhirnya kau pulang juga." Boy berjalan menghampiri adiknya dengan raut wajah yang datar.


"A-aku ..." tenggorokan Baby terasa tercekat karena ia merasa sangat takut menghadapi kemarahan Boy Arbeto. "Kak aku mohon jangan marah, aku bisa jelaskan kenapa tadi malam aku—" Baby langsung terdiam saat kakaknya itu justru memeluk dirinya.


"Baru saja aku ingin mencarimu." Boy mencubit pipi adiknya dengan gemas.


Membuat Baby semakin bingung dengan sikap kakaknya yang ternyata tidak marah sedikitpun, dan justru terdengar sangat mengkhawatirkan keadaannya. Namun kebingungan di wajah Baby perlahan menghilang saat melihat sosok yang saat ini berjalan menghampiri dirinya.


"Mom ..." Baby mendorong kakaknya lalu memeluk mom Luna dengan manja, pantas saja Boy Arbeto tidak memarahinya setelah kejadian tadi malam karena melupakan pesanan kakaknya itu. "Kapan mom pulang? Kenapa tidak memberitahu aku? Kenapa mendadak?" serentetan pertanyaan itu keluar dari bibirnya.


"Sayang .. banyak sekali pertanyaanmu itu." Luna menarik hidung putrinya dengan gemas. "Oh ya tadi malam kau tidur di mana?" tanya Luna yang berpura-pura tidak tahu jika semalam putri bungsunya itu menginap di mansion Mateo.


"Aku menginap di mansion Mateo." Jawab Baby dengan jujur.


Luna tersenyum saat putrinya berkata dengan jujur. "Kenapa menginap di sana? Bukankah sudah Mom katakan jangan terlalu sering menginap di mansion Mateo! Kasihan A jika kau ganggu terus."


"Mom aku menginap di sana karena tadi malam —" Baby menatap pada Boy Arbeto yang saat ini tengah menatapnya dengan sangat tajam.


"Karena apa?" Luna menatap pandangan mata Baby yang sedang menatap Boy. "Apa lagi yang kakakmu perbuat?"


"Aku tidak melakukan apapun." Sela Boy lalu memilih untuk pergi dari ruangan tersebut, sebelum mom Luna mengeluarkan jurus bicara tanpa henti.


"Sudah Mom, seluruh keluarga besar kita akan datang kemari besok malam." Ucap Boy lalu berjalan kembali menuju kamarnya untuk menemani Tita yang saat ini sedang tertidur.


"Persiapan? Persiapan apa Mom?" tanya Baby dengan bingung.


"Kita akan mengadakan acara makan malam bersama, sekaligus untuk memberitahu seluruh keluarga kabar kehamilan Tita." Jelas Luna sembari mengusap rambut Baby.


"Oh ..." Baby menganggukkan kepalanya. "Mom boleh aku bertanya sesuatu?"


"Tentu saja boleh, apa yang ingin Baby tanyakan?"


"Em ... "Baby menjadi ragu untuk bertanya apakah boleh dirinya mencintai seorang Agam Mateo.


"Apa yang ingin kau tanyakan?" Luna kembali bertanya saat melihat putrinya diam saja.


"Eh .. tidak jadi Mom." Baby memutuskan untuk tidak menanyakan hal tersebut karena takut Mom Luna marah. "Oh ya Mom apakah Aunty Mini Daisy dan Uncle David akan datang ke acara besok malam?" tanya Baby sengaja mengalihkan topik pembicaraan.


"Tentu saja mereka datang, terlebih lagi mereka akan —" Luna menghentikan perkataannya saat teringat pesan Mini untuk tidak membocorkan semuanya lebih dulu, karena mereka ingin memberikan kejutan untuk seluruh keluarga besar.


"Mereka akan apa Mom?" tanya Baby.


"Tidak ada sayang," Luna kembali mengusap rambut putrinya. "Sekarang cepat kau pergi ke ruang kerja! Daddy sudah menunggumu."


"Oke Mom." Baby mengecup pipi Mom Luna lalu berjalan menuju ruang kerja Dad Dafa.


Sementara itu Luna menatap kepergian Baby dengan senyum diwajahnya, ia tidak menyangka putri kecilnya sekarang sudah beranjak dewasa, terlebih lagi diusianya yang masih belia Baby sudah memiliki karir sebagai seorang penulis terkenal. Sangat jauh berbeda dengan dirinya yang sudah menikah di saat seusia Baby.