Emergency Wedding

Emergency Wedding
Part 136


Boy yang saat ini sudah berada di perusahaan miliknya, sedang menunggu kabar dari Alex yang sedang memeriksa kamera CCTV yang ada disekitaran rumah sakit internasional.


Drt .. drt.


"Bagaimana?" tanya Boy setelah mengangkat ponselnya.


"Aku sudah mengecek kamera CCTV, dan melihat Nyonya masuk ke dalam salah satu mobil yang terparkir di pinggir jalan. Aku akan kirimkan rekaman tersebut pada Anda, untuk melihat apakah benar mobil yang dinaiki oleh Nyonya adalah mobil milik Nona Baby. Karena tadi kami cek nomer plat mobil itu yang ternyata atas nama Baby Arbeto."


"Baby?" Boy mengerutkan keningnya dengan wajah yang bingung dan terkejut. "Cepat kirimkan padaku!" Boy menutup ponselnya.


"Bagaimana? Dimana putriku?" tanya Bayu dan Daniela bersamaan, sementara Eve hanya diam saja melihat ketiga orang yang ada di ruangan itu yang terlihat cemas pada adiknya.


Boy tidak menjawab pertanyaan ayah dan ibu mertuanya, karena ia langsung membuka rekaman CCTV yang dikirim oleh Alex.


"Mobil itu benar milik Baby." Ucap Boy setelah melihat rekaman CCTV yang dikirimkan oleh Alex. Dengan segera Boy menghubungi ponsel Baby, untuk mencari tahu kemana adik dan istrinya itu pergi. "Sial ...!" umpat Boy saat panggilan telepon darinya tidak diangkat oleh Baby.


"B bagaimana keadaan Tita?" Bayu kembali bertanya karena dari tadi menantunya tidak juga menjawab pertanyaannya.


"Tita pergi bersama Baby adikku." Jawab Boy.


"Syukurlah kalau begitu." Bayu mengusap dadanya.


"Ayah dan Mom pulang saja! Nanti setelah Tita sampai di mansion, aku akan hubungi kalian."


"Baik kalau begitu." Bayu dan Daniela berdiri dari duduknya.


"Ayo Eve!" ajak Daniela saat melihat putrinya hanya diam saja.


"Mom aku harus kembali bekerja, jam istirahat sudah habis sejak tadi."


"Kau pulang saja! Dan mulai besok kau akan aku pindahkan ke salah satu anak cabang perusahaan ku."


"What? Ta-tapi kenapa?" Eve begitu terkejut mendengar berita kepindahannya yang mendadak.


"Di tempat tersebut kekurangan tenaga sekertaris, itu sebabnya aku pindahkan kau kesana." Jawab Boy dengan raut wajah yang datar.


"Nak sudahlah." Bayu menggenggam tangan putrinya. "Kita pulang sekarang."


"Tapi Ayah ..." Eve menatap sendu pada ayah Bayu lalu menatap Boy.


Sebenarnya ia sudah rela melepaskan pria itu, apalagi setelah mendengar hasil pemeriksaan dari dokter Alana, tapi bolehkah Eve sedikit saja merasa bahagia dengan berada di samping Boy? Hanya untuk melihat wajah tampan pria itu.


"Eve ..." Daniela menggelengkan kepalanya.


Melihat kedua orang tuanya tidak mengijinkan dirinya protes, mau tidak mau ia pun ikut pulang bersama mereka.


Setelah melihat keluarga istrinya pergi, Boy segera menghubungi Alex kembali.


"Apa kau tahu kemana mobil itu pergi?" tanya Boy setelah sambungan teleponnya diangkat.


"Sebentar aku cek." Alex di seberang sana mencari keberadaan mobil nona Baby melalui kamera yang ada di sepanjang jalan yang dilewati oleh mobil tersebut. "Mobil itu sekarang ada di mansion Mateo."


"What? Sedang apa mereka di sana?"


"Maaf Tuan apa perlu aku mencari tahu kembali?"


"Tidak perlu!" Boy menutup ponselnya lalu berjalan keluar dari ruangannya.


"Tuan Anda mau kemana?" tanya Liam yang berpapasan dengan tuannya.


"Kau ikut aku!" Boy terus berjalan sembari menghubungi ponsel Baby.


"Kita mau kemana Tuan?"


"Kau jangan banyak bertanya!" Boy masuk ke dalam lift.


Liam yang bingung ikut memasuki lift tersebut sembari berpikir keras kemana mereka akan pergi.