
"Dia kenapa?" tanya Boy saat melihat adiknya pergi.
"Baby bilang tidak mau menjadi setan." Sahut Tita dengan asal.
"Dasar aneh." Boy memeluk Tita dengan erat. "Kita ke kamar." Bisik Boy sembari mengusap perut istrinya.
"B acaranya belum selesai, di sini seluruh keluarga berkumpul dan rasanya tidak enak jika kita pergi ke kamar."
"Aku tidak peduli." Boy menggendong tubuh Tita, hingga membuat wanita itu menjerit karena terkejut dan seluruh anggota keluarga pun melihat kearah mereka. "Mom .. Dad aku harus membawa Tita masuk ke dalam kamar." Ucap B menghampiri ke-dua orangtunya.
"Loh memangnya Tita kenapa?" tanya Luna dengan cemas.
"Tita harus beristirahat Mom." Jawab Boy.
"Oh ya sudah Mom yang akan menemani Tita di dalam kamar."
"Mom .. Luna ..." Ucap Dafa dan Boy bersamaan.
"Biarkan mereka pergi ke kamar!" Dafa menarik pinggang istrinya, lalu memberi kode pada Luna untuk tidak menganggu anak dan menantunya.
Luna yang mengerti akhirnya membiarkan Boy dan Tita masuk ke dalam kamar, ia juga sempat menarik Bayu yang hendak mengikuti anak dan menantunya.
"Biarkan mereka berdua." Bisik Luna.
"Tapi Lun tadi Boy menggendong Tita, aku takut putri kesayanganku kenapa-kenapa." Ujar Bayu dengan khawatir.
"Tita baik-baik saja dia hanya ingin beristirahat." Jelas Luna.
Bayu yang sebenarnya masih penasaran kenapa putrinya meninggalkan acara lebih dulu, sampai harus di gendong oleh menantunya. Memilih untuk mengikuti perkataan Luna untuk membiarkan Tita beristirahat, dari pada ia kehilangan saham yang dijanjikan Luna karena tidak mengikuti perkataan sahabatnya itu.
*
*
Sementara itu Boy yang sudah masuk ke dalam kamar, membaringkan Tita dengan perlahan di atas tempat tidur.
"Kau mau apa?" tanya Tita saat melihat suaminya naik ke atas tubuhnya.
"Aku ingin ..." Boy mencium bibir tipis wanitanya, menyesap rasa manis yang membuatnya candu. "Aku ingin menengok baby kita." Bisik Boy lalu mengecup jenjang leher Tita, meninggalkan jejak kemerahan di kulit putih tersebut.
"B ..." Tita mendorong dengan perlahan dada bidang suaminya. "Bukankah tadi kau bilang aku harus beristirahat?"
"Kau memang harus beristirahat, biar aku yang yang bekerja." Boy kembali mengecup bibir istrinya, dengan tangan yang mulai melepas resleting gaun yang dikenakan oleh Tita.
"B tunggu dulu!" Dengan susah payah Tita mendorong kembali suaminya. "Apa kau mencintaiku?"
"Jawab aku!" pinta Tita.
"Aku mencintaimu Tita Anggora."
"Anggara."
"Sama saja." Jawab Boy dengan cuek, karena konsentrasinya saat ini menatap tubuh istrinya yang polos tanpa sehelai benangpun.
"Kalau kau mencintaiku pasti akan menuruti apa yang aku katakan." Ucap Tita dengan seringai tipis dibibirnya.
Boy yang curiga dengan perkataan Tita hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan lemah.
"Aku ingin beristirahat jadi menyingkirlah!" Tita mendorong dengan keras tubuh suaminya lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya. "Enak saja dia memintaku melayaninya, bukankah kemarin malam kami sudah melakukannya." Gerutu Tita dalam hati.
"Tit sebentar saja." Boy menarik selimut yang dikenakan istrinya.
"Kau bilang mencintai aku, jadi biarkan aku beristirahat aku lelah." Ucap Tita dari balik selimut.
"Aku memang mencintaimu, tapi ini bagaimana?" Boy menatap miliknya yang sudah menegang.
Tita hanya diam tidak menjawab perkataan suaminya, membuat Boy semakin frustasi.
"Baiklah kau istirahat aku ke bathroom dulu." Boy memilih mengalah dari pada Tita meragukan rasa cintanya.
"Tunggu B!" Tita keluar dari balik selimutnya lalu memeluk pria yang sangat dicintainya itu.
"Tit kalau kau seperti ini, aku tidak bisa menahannya." Lirih Boy saat merasakan tubuh Tita mendekap tubuhnya.
"Kalau tidak tahan maka lakukanlah." Ucap Tita dengan malu-malu, tadi ia sengaja menggoda suaminya untuk tahu apakah memang Boy memilih cintanya atau nafsunya.
"Kau yakin?" Boy menatap tubuh Tita yang polos.
Tita menjawab dengan anggukan kepala, dan Boy yang bahagia langsung memeluk Tita dengan erat. Dan tanpa membuang waktu ke-duanya larut dalam pergumulan panas di atas ranjang, dengan ******* dan kata-kata cinta yang mengiringi percintaan panas mereka yang menggema di setiap sudut kamar.
Itulah perjalanan hidup dari seorang Casanova yang bernama Boy Arbeto, yang hidup berbahagia setelah menemukan cintanya pada seorang wanita yang bernama Tita Anggara.
...🍁 Tamat 🍁...
🍃 Akhirnya novel Emergency Wedding Tamat juga🥳 Mommy mau mengucapkan rasa terima kasih untuk semua pembaca Mom yang sudah mengikuti dari novel Menikahi jd yg ke 2 sampai ke Emergency Wedding ❤️ Untuk novel Agam& Baby akan mom up dengan judul Love You A dengan cover seperti di bawah ini.
🍃 Jangan lupa untuk mampir di novel Agam dan Baby, dan seperti biasanya Mom akan mengadakan give away🤩 jangan lupa klik favorit, tinggalkan komentar, dan like nya😘