
Tita yang masih bersembunyi di dalam selimut tiba-tiba saja merasakan sangat sesak karena dihimpit oleh sesuatu yang sangat berat, dengan segera Tita membuka selimutnya dan sangat terkejut saat melihat Boy sudah berada tepat di atas tubuhnya.
"B lepaskan! Tita tidak bisa bernapas." Ia berusaha mendorong dada bidang suaminya.
"Aku tidak mau." Boy semakin mendekat kearah Tita hingga hidung mereka saling bersentuhan. "Apa kau lupa tujuan kita menikah?"
"Tujuan kita menikah?" Tita mengerutkan keningnya dengan wajah yang bingung.
"Membuat anak." Bisik Boy dengan seringai tipis dibibirnya. "Jadi mari kita bercinta."
Deg
Dada Tita berdetak dengan sangat kencang dan pipinya tiba-tiba terasa sangat panas, walaupun Tita bodoh dan manja tapi ia tahu apa itu bercinta. Karena dulu temannya pernah mengirimkan video panas seorang pria dan wanita yang sedang beradegan ranjang tanpa busana dengan judul bercinta di sebuah hotel xx.
Dan saat ini ketika Boy mengajaknya untuk bercinta tentu saja membuat seorang Tita Anggara begitu malu dan ketakutan, ia tidak bisa membayangkan dirinya dan juga Boy saling menindih tanpa sehelai benangpun.
"Tidak ...." Tita berteriak dengan keras.
"Kenapa kau berteriak? Apa kau tidak mau bercinta denganku?" Boy semakin menghimpit gadis di bawahnya, ia begitu bahagia saat melihat ketakutan di wajah Tita, diwajah gadis yang sudah merusak masa depannya bersama dengan para wanita cantik dan sexy.
"Si-siapa bilang aku tidak mau?" Tantang Tita dengan senyum lebar dibibirnya, karena ia teringat pada perkataan ayah unta kalau suami yang dinikahinya itu tidak akan berani menyentuhnya, karena pria itu tidak akan mau bercinta dengan wanita yang tidak dicintainya. "Mari kita membuat anak."
"Kenapa diam? Ayo kita membuat anak?" Tita mendekatkan dirinya
"Hei jangan mendekat!" Boy merasa geli sendiri saat melihat sikap Tita yang terbilang aneh dan gila, ia turun dari atas tempat tidur sambil berjalan mundur menjauh dari Tita
"Kenapa kau malah pergi? Katanya ingin membuat anak?" Tita semakin berani menantang Boy saat melihat kepanikan di wajah pria itu, dan semua itu membuat Tita semakin yakin kalau yang dikatakan oleh ayah unta itu benar.
"Stop jangan mendekat lagi! Aku tidak ingin diperkosa olehmu." Bulu kuduk Boy serasa berdiri saat membayangkan gadis gila itu memaksanya untuk making love.
"Apa? Diperkosa aku ?" Tita langsung mengerutkan keningnya. "Memangnya ada seorang wanita memperkosa pria?"
"Tentu saja ada, dan kau salah satu contohnya." Boy menjitak kepala Tita.
"Aw .. sakit tahu." Tita yang kesal langsung mengigit lengan suaminya dengan sekuat tenaga.
"Aw ..Aw .. sakit!"
Boy berusaha melepaskan gigitan gadis itu, dan membalas dengan menjitak kepala Tita dengan lebih keras hingga membuat gadis itu menangis kejer. Dan semua drama di malam pertama mereka berakhir dengan Boy yang berusaha menghentikan tangis Tita di sepanjang malam pertama mereka.
"Pernikahan ini bukanlah pernikahan yang aku impikan." Boy menghela napasnya saat melihat Tita yang sudah tertidur dengan lelap.