Emergency Wedding

Emergency Wedding
Part 114


Tita yang terkejut mendengar perkataan kak Eve, sampai membelalakkan kedua matanya dengan tatapan tak percaya.


"Tapi kenapa kak? Kenapa kau menginginkan apa yang menjadi milikku?" tanya Tita tak mengerti, menatap wajah kak Eve yang terlihat begitu marah kepadanya, sangat berbeda dengan wajah kak Eve sebelumnya.


"Karena aku membencimu, sangat membencimu!" teriak Eve dengan penuh amarah. Kali ini ia tidak akan menyembunyikan segala kebenciannya pada Tita, kebencian yang sejak lama ia pendam di dalam hatinya. "Andai kau tidak lahir ke dunia ini, Ayah dan Mom tidak akan pernah bercerai! Mereka pasti masih bersama dan aku tidak akan kehilangan kasih sayang ayah ku."


Deg.


Lagi-lagi Tita terkejut sampai tidak bisa berkata-kata, suaranya seperti tercekat di tenggorokan tanpa mampu ia keluarkan.


"Kau dengar aku!" Eve menggoyangkan bahu Tita dengan kasar. "Mom dan Ayah bercerai karena kehadiranmu." teriak Eve dengan air mata yang mulai menetes di kedua pipinya.


"Benarkah? Benarkah karena aku Ayah dan Mom berpisah?" Tita yang shock sampai menutup kedua mulutnya, untuk menahan isak tangis yang hampir keluar dari bibirnya.


Namun rasa sedih saat melihat kak Eve yang begitu membencinya sampai menangis dengan terisak, membuat air matanya pun ikut menetes dari kedua sudut matanya.


Kini di ruang tengah tersebut tak ada lagi suara teriakan seorang wanita, yang ada hanyalah suara isak tangis yang memilukan hati dari kedua wanita yang ada di ruangan tersebut.


"Kak ..." Tita yang merasa sedih berusaha untuk berdiri dari tempat duduknya, lalu memeluk tubuh kak Eve.


"Lepaskan aku!" Eve mendorong kasar tubuh adiknya, hingga membuat Tita terjatuh kebawah.


"Kak kenapa kau seperti itu? Kenapa kak Eve jahat dan menyalahkan aku sebagai penyebab perpisahan orang tua kita?" tanya Tita dengan tangisnya. "Tidak! Bukan aku, bukan aku penyebab perpisahan Mom Daniela dan Ayah Bayu." Tita bertanya-tanya dari mana pemikiran itu bisa ada di otak kak Eve, sampai memberikan tuduhan sekejam itu padanya, sedangkan kakaknya itu masih sangat kecil saat perpisahan itu terjadi.


"Karena memang kau penyebabnya! Apa kau tahu? Saat kau lahir mom mengalami syndrome Baby blues, dan keadaan itu semakin parah karena Ayah lebih mementingkan dirimu dan mengabaikan Mom." Eve mencoba mengingat kembali kilasan masa kecilnya, saat kedua orang tuanya selalu bertengkar di depan matanya dan itu semua terjadi karena Tita. Selalu adiknya yang menjadi bahan pertengkaran yang terjadi diantara kedua orang tuanya.


Kondisi Tita yang selalu sakit-sakitan membuat Ayahnya lebih memperhatikan Tita, dan selalu mengabaikan keberadaannya. Ayahnya juga selalu menyalahkan Mom karena tidak bisa merawat Tita dengan baik, padahal saat itu keadaan Mom jauh lebih membutuhkan perhatian ayah nya. Setidaknya itu yang Eve lihat dan Eve dengar dari pamannya Daniel saudara kembar dari Mom Daniela.


"Tidak! Itu semua bukan karena aku!" Tita berteriak dengan keras.


"Kau masih tidak percaya?" Eve mendorong kasar bahu Tita hingga adiknya itu terjatuh kembali. "Kau bisa tanyakan itu pada Uncle Daniel dan bila perlu kau bisa tanyakan langsung pada Ayah, apa benar pertengkaran yang terjadi diantara mereka karena dirimu." Eve menunjuk dada Tita.