Emergency Wedding

Emergency Wedding
Part 128


Setelah pergulatan panas yang dilakukan Boy dan Tita, kini keduanya masih terbaring di atas tempat tidur dengan posisi Tita yang bersandar di atas dada bidang Boy sambil memeluk tubuh kekar suaminya itu. Tubuh mereka yang masih polos tanpa sehelai benangpun, memberikan sensasi kehangatan bagi keduanya di sela-sela napas mereka yang masih memburu.


"B terima kasih sudah membawa Mom Daniela untukku." Tita mengecup dada bidang suaminya.


"Emm .." jawab Boy sembari mengusap wajah Tita. "Apa kau masih berniat untuk pergi meninggalkan aku?" tanya Boy dengan penuh penekanan.


Tita dengan cepat menggelengkan kepalanya. "Untuk apa aku pergi jika Mom sudah ada di sini, dan apa kau tahu? Aku begitu terharu dengan cara mu mencintaiku? Kau bahkan mendatangkan Mom Daniela kemari, hanya karena tidak ingin aku pergi." Ucap Tita dengan senyum diwajahnya.


"Ck ..kau itu percaya diri sekali kalau aku mencintaimu."


"Kalau tidak cinta kenapa melarang aku pergi? Bahkan sampai mendatangkan Mom ke Jakarta." Sindir Tita.


"Aku melarangmu pergi karena tidak ingin kehilangan malam panas kita seperti ini." Boy menindih tubuh Tita, dengan tangan yang sudah menjalar ke seluruh tubuh istrinya.


"Otakmu itu mesum sekali, aku pikir kau berbuat seperti itu karena —"


"Karena aku mencintaimu, aku memang mencintaimu Tita Anggara." Sela Boy, lalu mengecup bibir istrinya dengan penuh kelembutan.


"B kau bisa menyebut namaku dengan benar." Pekik Tita saat ciuman mereka terlepas. "Akhirnya aku mendengar kau memanggilku Tita Anggara." Tita mengusap rahang keras suaminya.


"Tit kau bahagia mendengar aku menyebut namamu, tapi kenapa kau tidak bahagia saat aku mengatakan cinta padamu?" tanya Boy dengan wajah yang bingung.


"Oh iya .. tadi kau mengatakan cinta padaku, ya?"


Boy menghela napasnya lalu kembali mencium bibir Tita dengan menuntut, bagi Boy lebih baik menyalurkan gairahnya dari pada menanggapi perkataan Tita yang hanya akan membuatnya kesal.


"B tunggu dulu!" Tita menahan wajah suaminya agar menatap dirinya. "Apa rencanamu akan berhasil? Bagaimana jika Ayah dan Mom tidak mau kembali bersama?"


"Rencana aku pasti berhasil, Ayah Bayu dan Mom Daniela akan kembali bersama."


"Jika Ayah dan Mom kembali bersama, apa itu bisa menjamin Kak Eve akan berhenti membenciku?" tanya Tita dengan ragu.


"Ck .. dengarkan aku Tita Anggara, kalau pun Eve masih membencimu aku yang akan mengurusnya dengan cara mengirim dia ke kutub Utara."


"B .." Tita menepuk bahu suaminya." Kau tega sekali ingin mengirim kak Eve ke kutub Utara! Memangnya dia itu beruang kutub?"


Dengan sedikit memaksa akhirnya Boy bisa menguasai tubuh Tita, membawa wanitanya itu untuk kembali merenggguk nikmatnya surga dunia.


Dan di saat keduanya tengah bergelung kembali dalam satu selimut yang sama, tiba-tiba saja pintu kamar tersebut dibuka dan terdengarlah suara teriakan seorang wanita.


"Akh ...." teriak Baby.


Agam yang berdiri di belakang dengan segera menutup kedua mata Baby dengan satu tangannya, lalu tangan yang lainnya menutup pintu kamar milik Boy.


"A itu tadi apa?" Baby yang masih shock sampai kesulitan untuk bernapas. "Mata ku ya ampun, mataku sudah ternodai." Baby mengusap kedua matanya.


"Sudah lupakan yang tadi!" Agam membawa Baby ke ruang tengah.


"Tapi A tadi .. tadi mereka ... "


"Mereka sedang bercinta dan itu wajar bagi sepasang suami-istri." Sahut Agam dengan santai.


"Ih ... " Baby menepuk kasar bahu Agam. "Tapi aku jadi penasaran rasanya seperti apa ya?" Baby mulai membayangkan yang tidak-tidak.


"Hapus pikiran kotormu itu." Agam berdiri dari tempat duduknya.


"A kau mau kemana?" Baby menarik tangan sepupunya.


"Pulang." Jawab Agam dengan singkat.


"Aku ikut."


Agam menaikkan satu alis matanya. "Ikut? Tempat tinggal mu itu disini!"


"Tapi aku ingin menginap dimansionmu." Pinta Baby.


"Tidak boleh!" jawab Agam dengan tegas, sembari melangkahkan kakinya keluar dari mansion utama tanpa mempedulikan teriakan Baby. "Kakak adik selalu menyusahkan." Gerutu Agam sembari masuk ke dalam mobilnya, mengendarai kendaraan tersebut keluar dari gerbang mansion utama.