Emergency Wedding

Emergency Wedding
Part 52


Melihat putrinya yang diam saja dengan tatapan mata mengarah pada sosok di sampingnya, Bayu berdeham lalu berjalan memeluk Tita sambil mengusap pelan rambut putri bungsunya.


Bayu tahu Tita pasti terkejut saat ia datang bersama dengan seorang wanita, dan Bayu yakin putrinya pasti sudah salah paham dengan berpikiran yang tidak-tidak pada wanita yang dibawanya.


"Ayah unta rindu sekali." Bisik Bayu.


Hening tidak ada jawaban sama sekali dari putrinya, membuat Bayu mengurai pelukannya lalu menatap kearah belakang di mana wanita itu masih berdiri diam dengan senyum diwajahnya.


"Kemari sayang!" Bayu mengulurkan tangannya pada wanita cantik tersebut.


Wanita cantik itu tersenyum lalu berjalan mendekat, menerima uluran tangan dari pria yang ada dihadapannya.


"Tita, kenalkan dia —"


"Tidak mau, Tita tidak mau berkenalan dengannya."


Tita sangat marah saat ayah unta memanggil wanita cantik itu dengan sebutan sayang, yang semakin memperjelas dugaannya kalau ada hubungan khusus yang terjalin diantara ayah unta dan wanita cantik tersebut.


Tita tidak ingin ayah unta memiliki hubungan dengan wanita manapun di dunia ini, karena sejak dulu Tita berharap jika Ayah unta tidak lagi menikah, apalagi menikah dengan wanita muda yang ada di hadapannya, wanita yang Tita perkirakan usianya hanya berbeda beberapa tahun darinya.


"Tita dia itu—"


"Aku tidak mau dengar, aku mau pulang." Tita hendak keluar dari ruangan namun tangannya ditahan oleh seseorang.


"Hai adikku, apa kau tidak ingin berkenalan dengan kakak mu." Eve tersenyum menatap wajah adiknya yang terlihat marah.


"Iya sayang dia kakak mu Eve."


Bayu menggenggam tangan Tita lalu menyatukan tangan tersebut dengan tangan Eve putri tertuanya.


Tita yang masih terkejut hanya terdiam sambil menatap wanita yang bernama Eve dengan sangat intens, dan baru ia sadari wajah wanita itu mirip sekali dengan wajah Mom Daniela yang ada di dalam foto, yang artinya mirip juga dengan wajah dirinya hanya saja wanita itu terlihat lebih dewasa karena perbedaan usia mereka.


"Aku sangat merindukanmu Tita." Eve memeluk adik yang baru pertama kali ditemuinya.


Tita membalas pelukan kakaknya dengan perasaan campur aduk, ada rasa bahagia karena pada akhirnya ia bertemu dengan kakak kandung yang selama ini tidak pernah dilihatnya.


Namun ada rasa sesak saat menyadari kakaknya hanya datang sendiri tanpa Mom Daniela. Padahal Tita sangat ingin bertemu dengan wanita yang melahirkannya, ingin melihat wajah nya saat ini seperti apa, karena yang Tita tahu hanyalah wajah Mom Daniela ketika dulu masih bersama ayah unta


Dan tanpa sadar air mata mengalir dari kedua sudut matanya, saat sebuah fakta terlihat jelas di matanya bahwa Mom Daniela tidak pernah merindukannya, karena wanita yang melahirkannya itu tidak ikut datang ke Indonesia. Tita kadang berpikir Mom Daniela tidak pernah menyayanginya, karena dari kecil sampai ia menikah Mom nya tidak pernah sekalipun datang untuk menemuinya.


"Hei .. kenapa kau menangis?" Eve mengusap air mata di pipi adiknya.


Tita meng-gelengkan kepalanya lalu berganti memeluk ayah unta, menenggelamkan kepalanya di dada bidang tersebut sambil mengusap air mata dan ingusnya di pakaian yang dikenakan ayah unta.


"Tita kau itu jorok sekali." Bayu yang sadar perbuatan putri bungsunya, mengurai pelukan tersebut lalu membersihkan kemejanya.


Tita tertawa sambil mengusap sisa air mata yang ada dipeluk matanya, sedangkan Eve yang melihat perbuatan adiknya juga ikut tertawa.


"Apa kalian sudah selesai?"