Emergency Wedding

Emergency Wedding
Part 131


"Eve ..! Mom tidak pernah mengajarkanmu bersikap seperti itu! B itu suami adikmu." Daniela mencoba menyadarkan putrinya.


"Tapi aku mencintai B Mom, aku ingin dia menjadi suamiku."


"Diam Eve ..!" bentak Bayu. Ia sudah tidak sanggup lagi menahan emosinya yang sejak tadi ditahannya saat melihat kesedihan di mata Tita. "Buka mata dan hatimu, wanita yang ada di depanmu itu adikmu sendiri. Dia lahir dari rahim yang sama denganmu, darahnya sama dengan darahmu! Kenapa kau tega pada adikmu sendiri?" Bayu sampai meng-gelengkan kepalanya.


"Tapi aku mencintai B Ayah."


"Cinta kau bilang? Eve dia—" perkataan Bayu terhenti saat tangannya dirangkul oleh Tita.


"Ayah ..." Tita meng-gelengkan kepalanya, agar Ayah unta tidak memarahi kak Eve lagi.


"Tapi Tita dia —"


Tita memberikan isyarat pada Ayahnya untuk diam, lalu ia menatap pada kakaknya yang masih duduk di samping Mom Daniela.


"Kakak aku sangat menyayangimu, karena kau satu-satunya kakak yang aku miliki. Tapi aku tidak bisa memberikan B, karena dia bukan barang yang bisa aku serahkan pada orang lain. B itu suamiku dia pria yang sangat aku cintai, jadi aku minta maaf karena tidak bisa memberikan apa yang kakak mau."


Eve pun tertawa sinis mendengar jawaban Tita. "Lihat anak kesayangan Ayah! Dia begitu egois tidak mau memberikan sedikit kebahagiaannya untukku!"


"Aku tidak egois kak, aku hanya tidak ingin kakak tersakiti dengan memiliki pria yang tidak mencintai kakak, dan aku juga tidak ingin menyakiti B setelah semua yang dilakukannya untukku." Tita teringat dengan semua pengorbanan Boy yang sudah mendatangkan Mom Daniela ke Jakarta, dan membuat kedua orangtuanya kembali bersatu. Jadi Tita tidak ingin mengecewakan suaminya untuk yang kesekian kalinya. "Lagi pula saat ini aku sedang mengandung, apa kakak tega memisahkan anak dari Ayahnya?" Tita mengusap perutnya dengan perlahan.


"A-apa? Kau hamil?" Pekik Eve dengan wajah yang terkejut, begitupun dengan Bayu dan juga Daniela yang sama terkejutnya saat mendengar berita kehamilan Tita.


"Anak unta benarkah kau hamil?" tanya Bayu dengan raut wajah yang bahagia.


"Iya Ayah."


"Ah .. akhirnya aku akan mempunyai cucu seorang sultan, cucu dari keturunan Arbeto." Teriak Bayu sembari mengangkat tubuh putrinya dengan hati-hati.


"Aku bahagia Daniela, kau dengarkan? Putri kita saat ini sedang mengandung." Bayu menatap mantan istrinya setelah menurunkan Tita.


"Pasti dia bahagia karena ada sesuatu yang berkaitan dengan uang? Daniela menghela napasnya dengan kasar. "Sayang selamat nak." Daniela memeluk Tita lalu mengusap perut putri bungsunya dengan perlahan.


"Daniela aku akan mengadakan syukuran tujuh hari tujuh malam atas kehamilan Tita." Janji Bayu dengan senyum yang bahagia yang terus terukir di wajahnya, karena sudah membayangkan kekayaannya akan semakin bertambah dengan kehadiran cucu yang selama ini sangat di tunggu-tunggu olehnya.


Daniela tidak mempedulikan perkataan Bayu, karena saat ini ia sedang menatap putri tertuanya yang terlihat bersedih. "Eve kau dengar bukan? Adikmu sedang mengandung, apa kau tega memisahkan anak Tita dengan ayah kandungnya?" ucap Daniela dengan penuh kelembutan, agar hati Eve luluh dan melupakan cinta yang dirasakan putrinya itu terhadap adik iparnya.


Eve hanya diam saja sembari menatap Tita yang sedang tersenyum bahagia, lalu menatap perut adiknya yang terlihat masih rata. Ada rasa iri dihatinya tapi lebih banyak rasa tidak tega jika ia memaksakan kehendaknya untuk merebut Boy dari Tita. Dan Eve bukanlah wanita yang keji yang bisa memisahkan seorang anak dengan kedua orang tuanya.


"Kau tidak bohongkan tentang kehamilan mu?" tanya Eve penuh selidik.


"Kak mana mungkin aku berbohong, untuk apa juga aku berbohong?" sanggah Tita.


Eve terdiam sesaat untuk menimang apa yang akan dilakukannya. "Selamat Tita." Eve memeluk adiknya dan berusaha untuk melepaskan semua dendam dan rasa iri dihatinya walaupun itu terasa sangat sulit.


"Terima kasih kak." Tita akhirnya bisa bernapas dengan lega karena kak Eve sudah mau menerima dirinya, walaupun ia tahu masih ada rasa kebencian di hati kakaknya.


"Anak unta apa B sudah tahu kau mengandung?" tanya Bayu dengan penuh semangat.


"B .. em .. dia belum tahu, karena Tita sengaja ingin memberitahunya nanti sebagai sebuah kejutan." Jawab Tita dengan senyum tipis dibibirnya.


"Tidak ada nanti-nanti, sekarang juga kita ke perusahaan B dan memberitahukan berita bahagia ini." Bayu menggandeng tangan Tita.


"A-apa tapi Ayah, aku ...."


Bayu tidak mendengarkan perkataan Tita, dengan penuh semangat empat lima ia menggandeng putrinya keluar dari rumah, tidak lupa Bayu juga memerintahkan mantan istrinya dan juga Eve untuk ikut menemui Boy Arbeto.