Emergency Wedding

Emergency Wedding
Part 141


"Aku keluar dulu, masih banyak pasien yang harus aku periksa." Alana melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut.


"Al kenapa?" tanya Agam pada Boy.


"Ale ..." Boy menghela napasnya. "A tolong temani dia!" pinta Boy tapi lebih kepada memerintah.


Tanpa banyak berkata Agam langsung keluar dari ruangan untuk menemani Alana, karena ia tahu luka hati yang di terima oleh Alana begitu dalam karena adik kembarnya menikah dengan kekasihnya.


"Kau mau kemana?" Boy menarik tangan Baby saat adiknya itu ingin mengikuti Agam.


"A-aku ingin ..."


"Di sini saja temani aku." Boy menarik Baby untuk duduk di atas sofa yang ada di ruangan tersebut. Setidaknya ia punya mainan untuk mengisi kebosanannya saat menunggu Tita yang masih tidak sadarkan diri.


"Kak B aku ingin keluar sebentar." Baby berdiri dari duduknya karena ingin segera keluar untuk menyusul Agam. Karena sejujurnya Baby cemburu jika Agam bersama dengan wanita lain, termasuk Alana yang nota bene masih saudara sepupunya sendiri.


"Aku bilang kau disini temani aku!" Boy menarik tangan Baby dengan kencang, hingga adiknya itu terjatuh di atas sofa dengan kepala yang membentur tembok.


"Kakak ..." Baby mengusap kepalanya dengan wajah yang cemberut. "Sakit tahu! Kalau aku geger otak bagaimana?"


Boy hanya terdiam sembari menahan rasa ingin tertawanya, sungguh menyiksa adiknya adalah sebuah kesenangan tersendiri bagi seorang Boy Arbeto. Karena dulu ia berharap adiknya itu laki-laki tapi ternyata yang ia dapatkan adalah seorang adik perempuan, itu sebabnya Boy begitu kesal hingga selalu membuat seorang Baby menangis. Bahkan ia menjadikan adik manjanya itu seorang gadis yang pemberani dan terkesan tomboi, walaupun sebenarnya Baby memang ada bakat untuk menjadi anak tomboi mengingat sifat dan karakter Mom Luna yang begitu menurun pada Baby.


Plak.


Boy yang tengah melamun terkejut saat merasakan keningnya ditepuk dengan keras.


"Baby apa yang kau lakukan?" sentak Boy dengan kesal karena merasakan panas di keningnya.


"Tadi ada nyamuk kak." Jawab Baby dengan santai sembari menahan tawanya, karena sudah berhasil membuat kakaknya terkejut sekaligus kesakitan. "Rasakan pembalasanku! Makanya jangan macam-macam dengan Baby Arbeto."


"Nyamuk atau nyamuk ..." Boy menatap tajam adiknya.


"Nyamuk kakak ku yang tampan." Baby tersenyum lebar, memperlihatkan deretan giginya yang putih.


"Oh ya ..." Boy yang tahu adiknya berbohong langsung memelintir tangan Baby.


"Kak B sakit." Teriak Baby.


"Sakit mana dengan keningku yang kau pukul?" Boy melepaskan tangan adiknya.


"Tentu saja bukan! Kau itu hanya anak angkat, yang diambil dari salah satu pantai asuhan."


"Kakak ..." Baby yang kesal membalas perlakuan kakaknya dengan menendang kaki Boy Arbeto.


Boy yang tidak mau kalah ikut membalas perbuatan adiknya, membuat kakak beradik itu saling memukul hingga melupakan saat ini mereka berdua ada di ruang rawat dan tengah menunggu Tita yang sedang pingsan.


"B ...." lirih Tita dengan mata yang masih terpejam.


Membuat kedua orang yang saat ini saling memiting di atas lantai menghentikan gerakan mereka. Boy bahkan dengan segera berjalan mendekati ranjang Tita tanpa mempedulikan penampilannya yang berantakan. Meninggalkan Baby yang mengaduh kesakitan karena terjatuh saat dirinya bangun.


"Tit kau sudah bangun?" Boy mengecup punggung tangan Tita.


"B ..." Tita membuka pelan kedua matanya. "B aku ada di mana?"


"Kau di rumah sakit sayang."


Tita mengerjapkan kedua matanya, lalu mencoba mengingat lagi apa yang terjadi padanya. "B ...." teriak Tita saat mengingat apa yang terjadi. "Aku .. aku hamil B?" tanya Tita dengan wajah yang panik.


"Itu .. anu ..." Boy bingung ingin menjawab apa, jika ia bilang yang sebenarnya kalau Tita sedang hamil, Boy takut istrinya itu kembali pingsan.


"Apa benar aku hamil B?" Tita mengulangi pertanyaannya.


Boy memilih menjawab dengan anggukan kepala, dan bersiap untuk menopang kembali tubuh istrinya jika pingsan lagi.


"Ah .. ya ampun aku sedang hamil?" Tita mengusap perutnya yang masih rata dengan wajah yang bahagia, membuat Boy bingung dengan perubahan reaksi wanitanya.


Karena tadi dua kali Tita pingsan saat tahu sedang hamil, tapi kenapa sekarang wanitanya itu justru sangat bahagia saat mendengar kehamilannya.


...🍁🍁🍁...


Mom mau iklan sebentar boleh ya🀭 Yuk yang mau beli novel cetak Mr Arrogant lagi ada promo loh, gratis buku cetak yang lainnya yang dikeluarkan dari penerbit novelindo tentunya. Promo ini berlaku sampai dengan bulan Desember ☺️



Jadi beli satu gratis satu novel seperti di bawah ini. Jadi tunggu apalagi cepat pesan sekarang juga di nomer 0818-331-696 🀩