Emergency Wedding

Emergency Wedding
Part 43


"Aku terima permintaan maaf mu." Agam menatap intens wajah wanita di sampingnya. "Tapi kalau boleh tahu kenapa kau menendang pintu lift?" tanya Agam dengan raut wajah yang penasaran, karena jujur saja ia sempat terkejut saat kakinya terkena tendangan.


"Em .. karena aku sedang kesal pada pria menyebalkan itu." Seloroh Tita.


"Pria menyebalkan?" Agam mengerutkan keningnya.


"Boy Arbeto pemilik perusahaan ini dia itu pria yang sangat menyebalkan, dan kau tahu? Aku ingin sekali mempertemukannya dengan malaikat maut, karena dia sudah berani memanggil wanita lain dengan sebutan sayang! Dia itu sangat keterlaluan, padahal aku ini—" Tita langsung terdiam saat menyadari sesuatu. "Eh, kenapa Tita jadi curhat." Tita tersenyum kaku sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Sementara Agam yang mendengar semua perkataan Tita hanya bisa menahan tawanya, baru kali ini Agam melihat wanita polos yang dengan tanpa beban bercerita masalah pribadinya pada orang asing, dan baru kali ini juga Agam mendengar seorang wanita yang ingin mempertemukan Boy Arbeto dengan malaikat maut.


"Oh ya, kenalkan nama aku Tita Anggara."


Tita mengulurkan tangannya.


Agam menatap tangan Tita lalu membalas uluran tangan tersebut.


"Agam Mateo."


"Agam .. nama yang unik." Tita tersenyum menatap pria di sampingnya, dan tanpa sadar enggan melepaskan uluran tangan pria tampan itu.


Tring


Pintu lift terbuka dan menampakkan sosok Boy Arbeto yang tengah berdiri bersama dengan Selena.


Ehem.


Boy berdeham dengan keras sambil berjalan masuk ke dalam lift dan diikuti oleh Selena.


Tita dan Agam yang terkejut langsung menatap kearah sumber suara.


"Kau mengenal B?" tanya Tita pada Agam.


"Dia sepupuku."


"What?" pekik Tita dengan wajah yang terkejut. "Mampus kau Tita, bagaimana kalau Agam menceritakan semuanya pada B?" gumam Tita dalam hati dengan wajah yang pucat.


"A kau mau menunggu di ruangan ku atau—?"


"Aku menunggu diruanganmu." Jawab Agam dengan cepat, ia lebih memilih keluar dari dalam lift dari pada harus terjebak bersama sepupu gilanya yang tengah bermasalah dengan istri dan kekasihnya.


Tita yang melihat Agam keluar dari lift ingin mengikutinya, namun langkahnya terhenti saat pintu lift tiba-tiba tertutup.


Dan disinilah Tita berada, di satu ruangan yang sama dengan suami dan Tante yang berstatus sebagai kekasih Boy Arbeto, keheningan pun begitu terasa di dalam lift tersebut karena ketiga orang yang berada di dalamnya tidak ada yang mau membuka suara sama sekali, hanya terlihat sorot mata yang tajam di antara Tita dan Selena, sementara wajah Boy terlihat tanpa ekspresi apa pun bahkan terkesan dingin.


Begitu pintu lift terbuka Tita segera keluar dengan berjalan cepat tanpa mempedulikan mata orang-orang yang melihat kearahnya, Tita yang terus berjalan dengan perasaan kesal di hatinya hingga tidak sadar jika dirinya sudah berjalan cukup jauh.


"Aku ada di mana?"


Tita yang baru tersadar menatap ke arah kiri dan kanan, dan setelah tahu jika ia masih berada di samping gedung Perusahaan Kenz. Drc, dengan segera Tita mengeluarkan ponselnya untuk memesan taksi online karena ingin segera pulang kerumah.


"Lihat saja nanti Tita akan melapor ke ayah unta dan juga Mom Luna." Gumam Tita dengan wajah yang kesal.


Tin .. tin.


Tita menatap kearah mobil yang berhenti tepat di depannya. "Wow cepat sekali taksi online nya sampai." Gumam Tita dalam hati sambil berjalan memasuki mobil tersebut.


Dan di sepanjang perjalanan Tita hanya terdiam dan lebih memilih menatap kearah jendela mobil. "Loh ini bukan kearah rumah?" ucap Tita saat menyadari jalanan yang dilihatnya. "Pak ini lewat mana? Kenapa kita masuk jalan Tol?" tanya Tita.