Emergency Wedding

Emergency Wedding
Part 41


"Liam cepat kau usir Tante ini!" perintah Tita dengan sangat tegas.


"Tante?" pekik Selena dengan wajah yang terkejut, bagaimana mungkin wanita secantik dirinya di panggil dengan sebutan Tante.


Sementara Boy dan Liam menahan tawanya, saat mendengar Tita menyebut Selena dengan kata Tante.


"Baik nona."


Liam berjalan mendekati Nona Selena.


"Kau diam di situ!" perintah Boy pada asisten pribadinya.


Dan Liam pun langsung menghentikan langkahnya.


"Kenapa kau menyuruh Liam? Kenapa kau tidak melakukannya sendiri?"


"Kenapa aku harus melakukannya sendiri? Kalau aku bisa menyuruh seseorang?" Tita membalikkan perkataan Boy.


Sebenarnya Tita adalah wanita yang tidak pernah mencari keributan dengan orang lain jika orang tersebut tidak memancing kemarahannya. Itu sebabnya Tita lebih memilih menyuruh Liam untuk mengusir Tante itu, karena ia merasa tidak memiliki masalah dengan wanita tersebut.


"Oh my God lama-lama aku bisa darah tinggi menghadapimu." Boy menghela napasnya dengan kasar.


"Sayang kenapa kau menyuruh wanita itu untuk memarahiku?"


Selena yang sejak tadi diam mulai merasa kesal dengan ucapan dan sikap Boy Arbeto padanya, karena ia merasa tidak dihargai sama sekali sebagai seorang kekasih.


"Diam Selena!" sentak Boy sambil mengendurkan dasinya yang entah mengapa terasa sesak dilehernya. "Aku sebenarnya kenapa? Seharusnya aku bahagia jika Tita tidak marah dengan kedekatan aku dengan Selena atau dengan wanita lainnya." Batin Boy bertanya-tanya.


"Sayang ...." Rajuk Selena dengan menghentak-hentakan kakinya di atas lantai. "Aku datang kemari karena merindukanmu, tapi kenapa kau malah diam saja saat wanita tidak jelas itu mengusirku?" Selena menatap sinis pada wanita yang berstatus sebagai istri dari kekasihnya.


"Wanita tidak jelas? Maksud tante aku?" tanya Tita.


"Kenapa Tante mengatai aku wanita tidak jelas? Tita ini wanita yang sangat jelas, apa Tante tidak lihat tubuhku ini?" Tita membusungkan dadanya. "Walaupun tidak sebesar milik Tante tapi Tita punya, apa perlu Tita perlihatkan." Tita hendak membuka pakaiannya.


"Hei apa yang kau lakukan? Kau gila ya?" Boy menghentikan Tita yang hendak melepaskan pakaiannya.


"Habis Tante ini mengatai aku wanita tidak jelas, padahal Tita ini wanita asli seratus persen." Ujar Tita dengan wajah yang kesal.


"Oh my God." Selena tertawa dengan keras. "Sayang kau tidak salah memilih seorang wanita kan?" ia menatap wanita yang ada di depannya dari atas sampai bawah. "Aku pikir kau menikahi wanita yang lebih di atas ku, tapi ternyata kau menikahi wanita yang masih kecil, bodoh, dan aneh." Ejek Selena dengan seringai tipis di bibirnya.


"Apa? Berani sekali Tante mengatai aku bodoh dan aneh." Tita yang merasa kesal langsung berjalan mendekati Tante itu lalu berkacak pinggang. "Tarik ucapan Tante! Kalau tidak aku akan—"


"Akan apa? Aku tidak takut padamu." Selena balik menantang.


Tita yang semakin kesal langsung menarik paksa Tante itu untuk keluar dari ruangan, dan Selena yang tidak mau kalah menahan tubuhnya hingga membuat mereka saling tarik menarik.


"Tuan kenapa Anda diam saja?" tanya Liam saat melihat atasannya hanya diam saja menatap nona Tita dan nona Selena yang sedang saling tarik menarik.


"Biarkan saja, aku ingin melihat sampai sejauh mana mereka memperebutkan aku." Ucap Boy sambil tertawa.


"Memperebutkan Anda? Aku rasa mereka bertengkar bukan karena itu." Sahut Liam. "Mereka bertengkar karena—" Liam menghentikan perkataannya saat melihat tuan Boy Arbeto menatap tajam dirinya.


"Kau jangan banyak bicara, cepat pisahkan mereka!" perintah Boy, saat melihat Tita dan Selena yang sudah semakin panas dengan menjambak rambut satu dan lainnya.


"Baik Tuan."


Liam segera memisahkan kedua wanita itu, dengan menarik tubuh nona Selena menjauhi nona Tita


"Lepaskan aku! Kau jangan kurang ajar." Selena berontak saat Liam menarik tubuhnya, ia belum sempat membalas perbuatan wanita itu yang sudah membuat rambut indahnya menjadi rontok.