
Author note: Cerita ini hanya fiksi. Jadi jangan dianggap kejadian di dalamnya bersifat nyata. Semua adegannya tidak benar ada! Cerita ini dibuat dari imajinasi author saja.
*
*
*
TITUT! TITUT! TITUT!
[ Onii-chan! Ohayou..., Onii-chan! Ohayou! Oni– ]
TUT!
"Nghh...," Dennis mematikan alarm di ponselnya. Lalu setelah itu ia membuka mata secara perlahan. Rasanya malas sekali untuk berpisah dari tempat tidur. Karena sekarang masih sangat pagi. Dan seperti biasa... Dennis harus bangun pagi untuk segera pergi ke toilet dan juga ke kelasnya. Jangan sampai dia terlambat!
"Dennis... alarm apa itu tadi?" tanya Rei sambil mengucek matanya. Nada bicaranya agak lemas karena habis bangun tidur. Ia sudah terduduk di pinggir tempat tidurnya. Rambutnya acak-acakan dan tampang wajahnya masih terlihat seperti orang yang mengantuk.
Dennis tersentak, lalu dengan cepat ia langsung terduduk dan menjawab, "Ah, itu... Akihiro yang memberikan nada dering itu untukku. Katanya, aku harus menggunakannya sebagai bunyi alarm agar sama seperti bunyi alarm di ponselnya dia."
Rei tidak menjawab. Ia menundukkan kepalanya, lalu menggeleng pelan untuk menghilangkan rasa pusing di kepalanya. Lalu setelah tubuhnya merasa baikan, Rei pun berdiri dan beranjak dari tempat tidur. Ia mendekati kopernya yang ada di dekat meja belajar di kamar itu.
"Sebaiknya kita pergi sekarang." Ujar Rei sambil merogoh tasnya untuk mencari sesuatu. Ternyata Rei hanya mengambil handuk miliknya dan shampo dari dalam tasnya. Ia mengalungkan handuk itu di lehernya, lalu kembali berdiri menghadap ke Dennis yang masih terduduk di pinggir tempat tidurnya.
"Ayolah!" seru Rei lagi. Dennis tersentak dan langsung bergegas mengambil handuknya juga yang akan ia bawa ke kamar mandi. Setelah itu, Dennis berjalan pelan menghampiri Rei yang sudah menunggu dirinya di depan pintu.
Setelah Dennis keluar dari kamar, Rei pun menutup pintunya. Lalu Dennis dan Rei berjalan ke tangga menuju ke bawah untuk pergi ke kamar mandi yang terletak tak jauh dari tangga.
****
Saat di kelas–
Masih pukul setengah tujuh pagi dan kelas akan dimulai 5 menit lagi. Saat ini, semuanya sedang berkumpul di tempatnya Rei. Semuanya yang dimaksud itu adalah Dennis, Akihiro dan Mizuki saja. Sementara anak murid lainnya di kelas itu sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Sedangkan kalau Adel dan Yuni, sudah kembali ke kelas mereka sejak 2 menit yang lalu.
Akihiro bersandar di pinggiran mejanya Rei sambil melipat tangannya ke depan. Lalu ia mengeluh dan menggerutu. "Hah... sekarang kita pulang semakin larut saja. Hari biasa pulang jam 5 sore. Dan sekarang kita pulangnya setelah matahari terbenam. Kan kalau begini terus, aku jadi tidak ada waktu untuk melaksanakan hobiku!"
"Iya. Lama-lama aku jadi semakin lelah." Mizuki juga ikut mengeluh. Ia saat ini sedang berdiri di samping Rei. "Semenjak adanya bimbel, waktu kita untuk kembali ke kamar jadi berkurang. Waktu kita untuk bersenang-senang juga berkurang." Lanjut Mizuki.
"Sabarlah. Bimbel ini hanya seminggu saja, kok!" Rei membalas keluhan Akihiro dan Mizuki itu. "Setelah bimbel, baru dimulailah Ujian Akhir Semester kita. Ujian juga hanya seminggu. Dan minggu depannya lagi, baru masa-masa kita untuk bebas, kan?" Lanjut Rei.
"Haduh... tapi 2 Minggu itu waktu yang lama, Rei." Akihiro masih saja mengeluh. "Penderitaan yang berat di 2 Minggu ini. Aku harap tidak ada yang lebih buruk dari ini."
Semua yang ada di dekat Rei pun mengangguk. "Iya. Semoga saja." Rei bergumam. Mereka kembali terdiam. Hening. Yang terdengar hanya suara anak-anak lain yang sedang berbincang.
Lalu tak lama kemudian, ada beberapa murid yang berteriak histeris dari depan kelas. Serontak semuanya pun jadi terkejut. Lalu mereka semua menghampiri anak-anak yang ada di depan kelas itu.
Saat dilihat, ternyata semuanya baik-baik saja. Mereka sedang melihat perubahan Mading hari ini. Tapi... kenapa tampang mereka jadi terlihat kaget gitu setelah melihat madingnya.
Rei paling depan. Di belakangnya ada Dennis, Akihiro dan Mizuki. Mereka berempat memperhatikan perubahan Mading hari ini. Lagi-lagi Mading itu memperlihatkan tentang rangking. Saat Rei melirik ke arah rangking satu, ia sedikit melebarkan matanya karena terkejut. Karena yang ia lihat saat ini, si Rangking satu itu bukanlah dirinya lagi dan juga bukan dari salah satu temannya. Tapi si rangking satu pagi ini adalah... Maulan Aditia!
"A–Adit jadi rangking satu? Ini tidak mungkin!" Akihiro benar-benar tidak percaya dengan Mading yang ia lihat itu. Adit mendapat rangking satu, sedangkan Rei mendapat rangking ke dua. Dennis turun satu peringkat. Mizuki naik dua peringkat dari sebelumnya. Sedangkan Akihiro... lumayan. Naik satu peringkat.
"Hai, apa tadi ada yang memanggil nama Adit?" Orangnya ternyata muncul!
Sontak semuanya langsung menengok dan menghampiri Adit. Mereka semua senang sekali karena si peringkat satu itu adalah Adit dan bukan Rei lagi. Sekarang, semuanya malah memuji Adit karena kepintarannya dan rangkingnya yang bisa naik drastis begitu.
"Adit. Kenapa dia bisa rangking satu, sih?!" geram Akihiro. Lalu ia menengok ke arah Rei yang ada di sampingnya. "Rei!! Apa kau tidak kaget melihat si Adit berhasil mengalahkan dirimu?"
Rei terdiam. Pandangannya masih menatapi kerumunan yang sedang mengerumuni Adit itu dengan ekspresi datar. Lalu tak lama kemudian, ia melirik ke arah Akihiro dan menjawab, "Aku sudah merasa puas dengan rangkingku. Dan sekarang, yang membuatku terkejut adalah... kenapa Adit bisa dapat rangking satu itu dan bukan salah satu dari kalian?"
Dennis, Akihiro dan Mizuki terdiam setelah mendengar jawaban dari Rei sambil melirik ke arah kaki mereka masing-masing. "Aku harap, kedepannya nanti, kalian bisa mengalahkan aku. Sekarang, aku masih ada di posisi teratas dari kalian. Aku tidak suka itu. Aku ingin... minimal kalian bisa mengalahkan aku." Lanjut Rei. Lalu secara perlahan, ia berbalik badan dan menatap ke arah Mizuki dan Dennis, juga Akihiro. Ia mengeluarkan senyumnya dan kembali berkata, "Untuk di bimbel selanjutnya, usahakan untuk dapat nilai yang terbaik, ya? Teman-temanku!"
Semuanya terkejut. Lalu perlahan, mereka bertiga mengangguk. Lalu setelah itu, Rei kembali masuk ke dalam kelasnya. Diikuti oleh ketiga temannya di belakang. Tak lama setelah itu, Bel masuk pun berbunyi. Semua murid kembali ke kelas dan duduk di tempat duduknya masing-masing.
Tak lama, guru yang mengajar pun datang. Untuk mata pelajaran pertama hari ini adalah Bahasa Indonesia. Dan untuk bimbel sore ini adalah IPA. Dennis dan teman-temannya akan berusaha untuk mendapat nilai terbaik dan bisa mengalahkan Adit dalam rangking kepintaran.
****
7 hari telah berlalu. Hari demi hari, mereka selalu menghabiskan waktu untuk belajar dan belajar dan belajar! Semuanya telah berusaha untuk mendapat nilai terbaik setelah bimbel setiap pulang sekolah.
Hasilnya semakin membaik. Semua murid kelas 3-C sudah mulai terlihat kepintaran mereka. Semuanya benar-benar telah berusaha sampai Mading di depan kelas mereka itu selalu mengubah-ubah rangking setiap murid. Setiap hari, pasti ada yang naik rangking dan ada juga yang turun.
Tapi sampai sekarang, secara perlahan, rangking Dennis, Mizuki dan Akihiro masih terus naik. Dan di posisi 3 besar, Rei dan Adit seperti sedang bertarung dalam kepintaran mereka. Kedua murid itu selalu mendapat rangking yang sama setiap harinya. Adit selalu dapat rangking satu dan Rei rangking dua.
Sementara Dennis, masih bertahan di rangking 4. Ia berhasil mendekati Rei di rangking ke 3 saat mata pelajaran IPA. Tapi setelah bimbel IPA berakhir, Dennis kembali menurun. Untung tidak drastis. Ia tetap bertahan di rangking 4. Sepertinya... bidang keahlian Dennis hanya ada di IPA. Semuanya dia pasti bisa, kok!
Kalau Akihiro, rangkingnya terus meningkat. Tapi... ia tidak pernah berhasil mencapai rangking 5 besar. Saat ini, ia masih terus bertahan di rangking ke 7. Itu sudah lumayan bagus. Bidang keahlian Akihiro adalah mata pelajaran IPS.
Mizuki juga semakin bagus! Ia pernah mengalahkan Dennis. Dirinya pernah masuk rangking 4 saat bimbel Bahasa Indonesia. Lalu ia kembali turun lagi dan menetap di rangking 5 sampai sekarang. Bidang keahliannya adalah mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Dan sekarang... karena semua murid telah mengikuti bimbel seminggu itu, mereka bisa kembali bernafas dengan tenang. Istirahat sejenak karena guru-guru masih memberikan waktu dua hari (Sabtu dan Minggu) untuk mengistirahatkan otak mereka sebelum memasuki Ujian Akhir Semester yang katanya super sulit dibanding dengan bimbel yang telah mereka ikuti.
Semoga saja, semuanya bisa berjuang untuk mendapatkan nilai yang terbaik dan bisa lulus dari kelas mereka saat ini!
*
*
*
To be Continued-
Follow IG: @Pipit_otosaka8