Chika'S Terror In The School

Chika'S Terror In The School
Episode 2–Kecelakaan


Author note: Cerita ini hanya fiksi. Jadi jangan dianggap kejadian di dalamnya bersifat nyata. Semua adegannya tidak benar ada! Cerita ini dibuat dari imajinasi author saja.


***


Malam harinya, pada pukul 9 malam, semua pekerja konstruksi di sekolah Beautiful Death High School baru saja akan pulang ke rumahnya masing-masing. Mereka sengaja pulang agak malam karena mereka ingin cepat menyelesaikan pembangunan di sekolah itu.


Di depan gerbang sekolah, terdapat banyak kursi, meja, dan peralatan kelas lainnya yang sudah rusak sebagian. Ada juga tumpukan kertas yang terlihat berserakan di samping pintu gerbang depan sekolah.


Setelah pekerja terakhir pergi keluar dari sekolah, ia pun mengunci pintu gerbangnya, lalu beranjak pergi meninggalkan sekolah dengan menaiki sepeda motor.


Tak lama setelah pekerja terakhir itu pergi, tiba-tiba saja ada seseorang yang muncul dari semak. Orang misterius berbadan gemuk dan besar. Sepertinya, orang dewasa yang ingin mendatangi sekolah itu.


Tapi untuk apa orang itu datang ke sekolah di malam hari? Apalagi, kenapa tepat di saat semua orang telah pergi meninggalkan sekolah itu? Apa yang ingin orang itu lakukan di sana?


Orang berbadan gemuk itu, berjalan mendekati tumpukan kertas yang berserakan di dekat gerbang sekolah. Ia mencari sesuatu di sana.


Lalu tak lama kemudian, si orang gemuk itu akhirnya menemukan benda yang dicarinya. Benda yang ia pegang itu adalah buku absen dari kelas 3-C. Tidak hanya kelas itu saja, tapi buku absen kelas lain juga diambilnya.


Untuk apa orang gemuk itu mengambil buku absen para siswa? Apa dia ingin mengetahui semua nama murid di sekolah itu?


Setelah orang gemuk itu mendapatkan buku absen yang ia cari itu, orang gemuk pun akhirnya pergi menjauh dari sekolah. Ia berjalan melewati jalan sepetak menuju ke jalan raya yang ada di ujung jalan sepetak itu.


Hanya dengan bekal membawa senter saja, orang itu bisa melihat di jalan yang sangat gelap pada malam hari. Tidak hanya gelap, tapi juga menyeramkan. Betapa beraninya orang itu pergi ke sekolah di malam hari. Sendirian pula!


Saat orang itu berhasil melewati jalan sepetak, orang gemuk pun sampai di pinggir jalan beraspal di pedesaan. Jalan beraspal yang lurus dan halus. Tapi ada sedikit lubang juga.


Jalan ke kanan itu adalah jalan masuknya menuju ke pedesaan terdalam. Sementara, jalan kiri adalah jalan menuju keluar desa. Jalan itu akan membawa seseorang yang melewatinya kembali ke daerah perkotaan.


Orang gemuk dengan beberapa buku absen di tangannya itu memilih untuk melewati jalan yang kiri. Apa dia akan pergi ke kota? Dengan jalan kaki sendirian? Ya! Itu sudah diputuskan oleh si orang gemuk. Ia akan kembali ke kota. Mungkin di sana adalah tempat asalnya.


Ia ingin naik Bus. Halte berada tepat di seberangnya. Orang gemuk menyeberang begitu saja sambil berlari kecil. Lalu tiba-tiba saja, sebuah mobil truk besar yang datang dari arah kota melaju dengan sangat kencang datang dan langsung menabrak orang gemuk itu sampai dirinya terpental jauh dan terjatuh di pinggir jalan.


Buku absennya berserakan di tempatnya ditabrak tadi. Sopir truk itu berhenti, lalu ia keluar dari dalam mobilnya. Orang yang telah menabrak si orang gemuk itu terlihat panik karena saat diperiksa, keadaan si gemuk sudah tidak bernyawa.


Sopir truk itu tidak ingin masuk penjara karena perbuatannya. Jadi... Ia pun melakukan hal yang buruk pada jenazah si gemuk yang sudah meninggal itu. Yaitu dengan cara mengubur mayat si gemuk begitu saja di dalam hutan.


Setelah sopir truk itu selesai mengurus mayat si gemuk, ia pun langsung kembali masuk ke dalam mobilnya. Lalu menjalankannya begitu saja. Ia juga sudah menghilangkan jejak bercak darah yang menetes di jalan itu dengan cara menaburkan tanah sampai menutupi bercak darah itu.


Truk itu pergi memasuki pedesaan. Ternyata rumah si sopir truk itu berada di dekat rumahnya Neenknya Dennis. Rumahnya hanya beberapa meter saja dari rumah Neneknya Dennis. Intinya tidak jauh, kok!


Tak lama setelah si sopir Truk itu menjalankan kembali mobilnya setelah ia membunuh orang, tiba-tiba saja ada mobil lainnya yang juga melaju melewati jalan itu.


Mobil Van berwarna hitam. Tak salah lagi, itu mobilnya keluarga Dennis. Saat ini, mobil itu sedang dikendarai oleh Ayahnya Dennis. Beliau baru saja pulang kerja. Dan sekarang ia sedang menyetir mobil itu sampai ke rumahnya. (Sebenarnya rumah ibunya alias rumah Neneknya Dennis.)


Saat melewati jalan gelap yang sepi itu, tepat di depan jalan sepetak menuju ke sekolah Dennis, Ayahnya Dennis menemukan beberapa buku absen yang tergeletak di sana.


Ia turun dari mobilnya untuk memeriksa buku absen itu. Saat ia membuka buku absen dari kelas 3-C, ia menemukan ada nama anaknya di sana. Ayah Dennis berpikir kalau buku absen itu adalah milik anaknya. Makanya, sekarang juga ia akan mengembalikan semua buku itu pada Dennis.


Tapi saat Ayahnya Dennis menaiki mobil itu, tiba-tiba saja terlihat dari kolong mobilnya, ada sosok kepala yang mengintip. Wajah dari si orang gemuk yang sudah meninggal itu. Orang gemuk itu berada di kolong mobil ayahnya Dennis.


Tampangnya sangat menyeramkan. Mata melotot berwarna putih tanpa pupil hitamnya. Mata kanannya juga terlihat nyaris ingin keluar. Muka yang berdarah-darah dan penuh luka. Sosok itu berdiam diri saja di kolong mobil Ayahnya Dennis.


Sampai akhirnya, Ayahnya Dennis kembali menjalankan mobilnya, dan sosok menyeramkan itu pun pergi mengikuti mobil Ayahnya Dennis juga....


****


Saat sampai di rumah–


Ayah Dennis membuka pintu, lalu mengucapkan salam. Ia juga tidak lupa mengambil kembali buku absen yang ia bawa di mobilnya tadi.


“Ayah pulang!” teriak Ayahnya Dennis setelah ia menutup kembali pintu rumah.


“....”


Tidak ada jawaban. Ayah Dennis merasa rumahnya ini sepi sekali seperti tidak ada penghuninya. Kalau begitu, ia akan pergi memeriksa dan mencari penghuni rumah ini.


Setelah Ayah Dennis membuka sepatu, ia langsung melangkah masuk ke ruang tamu. “Anak-anak! Ayah pulang! Ibu? Dennis?” panggil Ayahnya sambil berteriak. Tapi tetap saja tidak ada sahutan. Rumahnya benar-benar sepi.


Kalau begitu, Ayah Dennis akan memeriksa ke ruang televisi. Siapa tahu saja semuanya sedang berkumpul di sana sambil menonton televisi. Volume Televisinya dibesarkan, makanya tidak ada yang mendengar.


Tapi sebelum Ayah Dennis kembali melangkahkan kakinya, tiba-tiba saja ia dikejutkan dengan suara gorden jendela yang bergeser. Lalu dengan cepat, Ayahnya Dennis berbalik badan dan langsung menatap ke arah jendela yang ada di belakangnya. Lebih tepatnya, jendela itu berada di samping pintu depan.


Ayah Dennis menelengkan kepala karena bingung, lalu ia bergumam, “Loh? Bukankah tadi sudah aku tutup gordennya? Kok bisa kebuka lagi?”


Ayah Dennis mendekati jendela itu, lalu kembali menutup gordennya. “Mungkin angin yang telah meniupnya.” Setelah kembali bergumam, Ayah Dennis pun berbalik badan, lalu ia akan pergi ke ruang Televisi untuk mencari keluarganya yang tinggal di rumah ini.


Tapi setelah Ayah Dennis pergi, tiba-tiba saja ada angin berhembus dan kembali menerbangkan kain gorden jendelanya. Tapi gorden itu tidak bergeser, hanya saja sebagian kaca jendelanya dapat terlihat.


Tidak hanya kaca jendela, tapi juga... dibalik kaca jendela itu kembali muncul sosok si gemuk dengan wajah menyeramkanya berdiri di depan pintu rumah Dennis.


*


*


*


To be continued–


__________________


Follow IG: @Pipit_otosaka8