
Author note: Cerita ini hanya fiksi. Jadi jangan dianggap kejadian di dalamnya bersifat nyata. Semua adegannya tidak benar ada! Cerita ini dibuat dari imajinasi author saja.
*
*
*
Malam harinya–
Para anak laki-laki akan tidur bersama di kamar Dennis. Sementara yang perempuannya di kamar Adel. Hanya Yuni dan Mizuki saja. Tapi... kalau Rashino dan Nashira berbeda kamar. Mereka di kamar lainnya di samping kamar Dennis. Sementara yang ada di kamar Dennis hanya Rei dan Akihiro. Tapi sebelum tidur, Rashino dan Nashira berkumpul bersama di kamarnya Dennis yang menurut mereka sangat besar itu.
"Kalian berlebihan. Kamarku ini biasa saja, loh!" Dennis tertawa kecil. Ia sedikit agak malu saat dibilang orang kaya mulu sama teman-temannya.
Akihiro berlarian. Ia melihat sekeliling kamar Dennis. "Kamarmu ini hebat. Lihat! Ada satu rak penuh dengan komik. Hiasan dinding kamar yang bagus, tempat tidur yang empuk dan bisa buat lompat-lompatan. Lalu... waaah! Kau juga menyukai karakter ini?!"
Akihiro mengambil satu pajangan Figure anime yang terletak di rak dekat buku komik. "Bukankah ini mahal, ya? Untuk ukuran figure sebesar ini luar biasa, loh!"
"Ah~ Itu ayahku yang belikan di saat hari ulang tahunku. Dia itu kan...."
"Sakura Dashike, si wanita tangguh!" Dennis dan Akihiro mengucapkannya bersama. Lalu setelah itu mereka tertawa. Dennis senang bisa bertemu dengan sesama penggemar figure tersebut.
"Selain di sini sangat nyaman, ternyata Wi-Fi di rumahmu juga lancar sekali internetnya. Keren sekali, Dennis!" ujar Rashino senang. Ia bisa bermain game online dengan lancar dan Nashira bisa bermain internet sepuas yang ia mau.
Rei juga begitu. Ia memainkan ponselnya sambil tidur-tiduran di atas kasur Dennis yang empuk. Ia juga menyukai kamar Dennis. Saat ini, pemilik kamar tersebut sedang membaca komik bersama dengan Akihiro. Semuanya menyenangkan sampai mereka tidak ingat dengan waktu.
Saat hampir tengah malam, ibunya Dennis datang ke kamarnya Dennis. Ia terlihat kesal karena semuanya belum tidur dan malah berisik. Sampai akhirnya, Ibu Dennis memarahi mereka semua. Rashino dan Nashira langsung bergegas pergi ke kamar mereka yang sudah disiapkan. Sementara Dennis dan Akihiro akan tidur di tempat tidurnya Dennis. Kalau Rei akan tidur di bawah dengan kasur kecil yang terletak di bawah tempat tidurnya Dennis.
Pukul setengah dua belas, mereka semu baru tertidur lelap, sampai pagi pun tiba~
*****
Pukul 9 pagi–
Dennis dan teman-temannya sudah berpakaian rapih. Mereka senang sekali karena akan diajak oleh Dennis untuk pergi ke Mall bersama dengan keluarganya dengan menggunakan mobil kedua milik keluarga Dennis. Karena mobil pertama dipakai ayahnya Dennis untuk bekerja. Jadi untuk pergi ke Mall, mereka menggunakan mobil kedua yang akan di kemudikan oleh Dennis sendiri.
"Selamat bersenang-senang kalian semua!" Ibu Dennis melambai dari depan pintu. Lalu setelah itu, Dennis menjalankan mobilnya untuk pergi ke tujuan mereka.
Setelah keluar dari gerbang komplek, Dennis menjalankan mobilnya sampai ke jalan raya. Tapi di jalan itu masih belum terlihat kendaraan lain yang lewat. Hanya beberapa saja. Karena kawasan itu terdapat banyak sekolah dan rumah-rumah warga lainnya. Di jalan itu juga ada sekolah Dennis yang dulu saat ia masih SMP.
"Woah! Gedung yang besar itu seperti sekolah kita." Ujar Akihiro menatap keluar jendela. "Lebih besar dari sekolah kita, loh!"
"Ooh, itu sekolahku dengan Adel dulu."
"Eeeh? Bahkan sekolahmu juga besar sekali, Dennis!"
"Oh, ayolah, teman-teman! Tolong jangan bilang seperti itu. Aku tidak ingin terlihat sombong dihadapan kalian." Dennis tertawa kecil dan wajahnya sedikit memerah karena malu.
"Tenang saja. Itu semua memang fakta dan hal seperti itu tidak termasuk sombong, kok!" Rei tersenyum. "Iya! Orang tuamu kerja apa? Sepertinya penghasilan keluargamu banyak sekali, ya?" Mizuki menimpali.
"Ah, Ibuku tidak kerja. Tapi dulu beliau sempat menjadi guru. Tapi sekarang sudah menjadi ibu rumah tangga biasa saja. Kalau ayahku... bekerja sebagai... wakil pemerintah." Jelas Dennis agak ragu. Ia tidak ingin menjelaskan tentang pekerjaan orang tuanya. Tapi karena teman-temannya selalu bertanya, jadi Dennis harus menjawabnya.
"Wow, wakil pemerintah. Itu pasti penghasilannya besar sekali." Ujar Akihiro. Dennis mengangguk senang. Lalu setelah itu, ia meminta teman-temannya untuk diam agar dirinya bisa fokus menyetir.
****
Beberapa menit kemudian, akhirnya mereka sampai di tujuan. Lagi-lagi teman-temannya Dennis merasa takjub saat memasuki terowongan besar yang menuju ke tempat parkir untuk mobil. "Nah, kita sampai. Di atas terowongan ini adalah gedung Mall-nya, loh!" ujar Dennis sambil melirik ke sekitar untuk mencari tempat parkir yang masih kosong.
"Iya... tempat ini besar dan banyak mobil di mana-mana. Keren sekali!"
"Ah, itu di sana ada yang kosong sepertinya." Rei menunjuk. Dennis tahu tempat itu. "Ah, terima kasih, Kak Rei! Kita akan parkir di sana. Tapi sebelum itu, bisakah kalian semua keluar dulu?"
"Oke!"
Dennis menekan rem dan mobil pun berhenti. Lalu setelah itu ia membuka kunci pintu mobil, dan langsung saja semuanya membuka pintu mobil. Setelah semuanya keluar, mereka menutup pintu mobilnya lagi. Dennis membuka jendela pintu mobil, lalu mengeluarkan kepalanya. "Aku akan memarkirkan mobilnya ke sana dulu. Kalian tunggu di sini. Aku akan kembali!"
"Baiklah!" semuanya mengangguk.
Beberapa menit kemudian, Dennis berhasil memarkirkan mobilnya. Ia mematikan mesin mobil dan mencabut kunci mobilnya. Lalu setelah itu Dennis keluar dari mobilnya. Ia berjalan mendekati teman-temannya yang sudah berkumpul.
"Ayo! Langsung saja kita masuk ke dalam." Ajak Dennis. Lalu ia memasukan kunci mobilnya ke dalam saku. Ia yang akan memimpin jalan teman-temannya. Karena hanya ialah yang tahu jalan di sekitar Mall.
****
Setelah masuk lewat pintu Mall yang terbuka secara otomatis, seketika hawa jadi terasa dingin karena banyaknya AC yang tersedia di Mall itu. Ini baru pertama kalinya bagi Rei, Yuni dan Akihiro. Mereka terlihat senang. Tapi hanya Rei dan Akihiro. Kalau Yuni... tampangnya tetap cuek.
"Ramai sekali orang di sini." Gumam Rei sambil melirik ke sekitarnya. Ia memperhatikan jelas keadaan isi Mall itu. Tak lama, Dennis menyentuh tubuh Rei lalu bertanya, "Di sini semuanya ada. Jadi kak Rei mau beli apa?"
"Emm... boleh aku lihat-lihat dulu?" tanya Rei balik. Setelah Rei bertanya seperti itu, seketika semuanya jadi pengen ikutan seperti Rei. Mereka juga ingin pergi ke tempat lain di Mall itu.
Dennis mengangguk untuk mengizinkan teman-temannya keluyuran di sekitar Mall. Tapi ada satu peringatan dari Dennis. "Tapi jika kalian ingin pergi, jangan lupa untuk kembali bersamaku, ya? Aku takut kalian tersesat. Kan lingkungan di sini luas sekali."
Semuanya saling melirik ke teman sebelahnya. Lalu mulai memilih. "Adel mau sama Yuni saja!" Adel sudah mendapatkan teman seperjalanannya. Ia menggandeng tangan Yuni.
"Kalau aku tetap sama Nashira pastinya." Ujar Rashino. Nashira mengangguk. Tentu saja, si kembar itu tidak bisa dipisahkan.
"Berarti sekarang... Dian sama Mizuki, ya?" ujar Rei menunjuk Akihiro dan Mizuki. Seketika Mizuki dan Akihiro tersentak bersamaan. Mereka tidak ingin berjalan berdua. Tapi... karena semuanya telah mendapatkan teman pasangannya, jadi apa boleh buat.
"Ya sudah. Aku sama Mizuki saja, deh!" gerutu Akihiro sambil melemaskan badannya.
"Kau jangan macam-macam padaku, ya?!" Mizuki tiba-tiba saja membentak. Akihiro terkejut dan langsung membalas bentakan Mizuki itu. "Ehh? Ge'er! Memangnya aku mau ngapain sama kamu? Huuuh!"
"Ah, bodo amat!" Mizuki melipat tangan ke depan dan membuang muka dari Akihiro. "Intinya kau jangan menyentuhku! Jaga jarak denganku!"
"Cih! Siapa juga yang mau megang kamu. Tentu saja aku akan jaga jarak!"
"Huh!"
"Walah kalian seperti ini, kalian jangan memisahkan diri, ya?" Dennis memperingati Akihiro dan Mizuki. Ia merasa cemas karena Akihiro dan Mizuki selalu bertengkar. "Kalau ada apa-apa, kalian telepon kami saja, ya?"
"Iya, iya! Aku tahu." Akihiro mengangguk. "Jadi sekarang apa kita bisa jalan? Kebetulan aku ada barang yang ingin kulihat."
"Oh? Apa itu?"
"Ada deh... rahasia!"
"Aku juga ada." Ujar Mizuki setelah Akihiro diam.
"Kau ikut-ikutan saja sama aku!"
"Eh, bodo amat!"
"Ah sudahlah kalian berdua. Di tempat umum seperti ini jangan bertengkar!" tegas Rei. "Sekarang ayo kita jalan saja."
"Oke!"
Semuanya pergi melangkahkan kaki mereka. Rei dan Dennis pergi ke arah barat. Kalau Rashino dan Nashira mendekati eskalator untuk sampai di lantai dua. Kalau Adel dan Yuni berjalan lurus ke depan. Akihiro dan Mizuki ikut dengan Rashino dan Nashira. Mereka juga ingin ke lantai dua.
Ke arah barat itu telah membawa Dennis dan Rei sampai ke pintu utama. Aula gedung Mall itu yang terdapat layar besar yang selalu menampilkan iklan dan diskon dari suatu produk.
Lalu mereka berjalan mendekati sebuah benda besar yang berbentuk seperti meja dengan layar sentuh di bagian alasnya. Layar itu menunjukan peta lingkungan Mall. Dennis memberitahu Rei. "Ini petanya, Kak Rei. Sekarang kita bisa melihat setiap tempat dan toko yang ada di Mall ini jika kita sudah lihat petanya."
"Ooh begitu~"
"Lalu sekarang, untuk pertama kali, kita mau ke mana dulu, Kak Rei?" tanya Dennis.
"Emm... tempat yang ada benda-benda keren itu di mana, ya? Kayak seperti alat elektronik yang canggih gitu. Apa di sini ada yang jual?" tanya Rei.
"Tentu saja. Benda-benda itu ada di Toko Elektronik. Toko itu ada di... ah! Di sini." Dennis menemukannya. "Kalau dilihat, sepertinya Toko itu berada tidak jauh dari sini, Kak Rei."
"Oh, bagus, dong! Sekarang bisa kita pergi?"
"Em... sebentar, kak. Aku foto dulu peta ini agar kita bisa mengingat jalannya."
"Oke."
Dennis membuka kamera ponselnya, lalu mengambil gambar peta itu. Setelah ia selesai memotret, Dennis memasukan kembali ponselnya ke saku. Lalu setelah itu, Dennis dan Rei kembali jalan ke tujuan mereka berikutnya.
Tapi sebelum itu....
*PATS!
DING DONG~ DING DONG*~
Dennis dan Rei terlihat terkejut saat tiba-tiba saja layar besar yang ada di depan mereka itu berganti siaran menjadi berita live. Siaran langsung yang sepertinya ingin menyampaikan informasi penting. Karena... tidak hanya di layar itu. Tapi... siaran langsung itu juga muncul di semua televisi, layar lainnya yang ada di sana. Ah, intinya muncul di mana-mana. Dan katanya, layar besar yang ada di tengah kota juga menyiarkan berita tersebut.
Judul berita yang akan dilaporkan adalah....
[ Pelajar Takut Bersekolah Lagi Karena Terror Internet ]
*
*
*
To be Continued-
Follow IG: @pipit_otosaka8