Chika'S Terror In The School

Chika'S Terror In The School
Episode 26~ Selamat tinggal, Mizuki ( Chika's Terror in the School- End)


"Bukan seperti itu, Hiro. Rei tidak bersalah." Mizuki berjalan menaiki tangga dan menghampiri kedua laki-laki yang sedang bertengkar di atas sana.


"E, eh! Mizuki, apa yang kau-"


"Semua ini salahku!" Mizuki menundukkan kepalanya. "Maaf, aku tidak bisa mengerti perasaan Akihiro."


Wajah Akihrio seketika langsung memerah saat Mizuki memegang tangannya. "Wa, waaaaa..., Mizuki, ini bukan salahmu!" Akihiro mengibaskan kedua tangannya.


"Tidak. Ini salahku."


"Sudahlah, Mizuki, ini memang benar salahku. Andai saja aku tidak mengajak Mizuki, mungkin Akihiro tidak akan bersikap seperti ini." Kata Rei. "Dan, yang membuat Mizuki berubah itu, karena aku memberitahu semua peraturan di sekolah ini, dia juga harus lebih tegas. Karena di dalam tata tertib sekolah, ada peraturan yang melarang semua murid untuk tidak berpacaran. Makanya, Mizuki memutuskan hubungannya dengan Akihiro. Maaf. Aku tidak tahu kalau kalian benar-benar berpacaran." Jelas Rei. "Oh iya, dan satu lagi, aku tidak ada niat untuk merebut Mizuki. Karena aku tidak menyukainya, kok!" Lanjut Rei.


Akihiro pun memahami semua penjelasan Rei itu. Ia akhirnya bisa memaafkan Rei. Dan sekarang, semuanya kembali normal seperti biasa. Dennis juga ikut senang.


Jadi, murid yang berpacaran itu tidak sepenuhnya menyenangkan. Pasti ada saja kasulitan diantara kedua pasangan. Hanya karena kesalahpahaman, bisa menghancurkan persahabatan. Tapi untungnya, Akihrio dapat menerima semua penjelasan dari Rei tadi.


"Eh, ngomong-ngomong, Mizuki sedang apa di sini?" tanya Akihiro.


"Iya. Bukankah, kau harus berkemas? Sebentar lagi tengah hari, loh!" Akihrio melihat jam tangannya.


Mizuki melipat tangannya ke belakang dan tersenyum. "Aku sudah selesai berkemas. Sekarang, aku ingin berangkat!"


"Eh? Cepat sekali. Padahal waktumu masih ada 30 menit lagi, loh!" kata Akihiro.


"Tidak apa. Karena, aku sudah tidak sabar ingin menemui orang tuaku di Jepang!"


"Baiklah kalau begitu, kami akan menghantarmu!" Kata Rei.


Mizuki mengangguk senang. Lalu, setelah itu, mereka semua menuruni tangga dan pergi kembali ke kamar Mizuki. Semuanya membantu Mizuki membawa barang-barangnya. Lalu saat di tengah jalan, mereka bertemu dengan Adel dan Yuni.


Adel dan Yuni juga ikut membantu membawakan sebagian barang-barang lainnya. Mereka bersama pergi ke depan pintu gerbang.


Guru penjaga gerbang membukakan pintu. Di depan sana sangat sepi. Ada jalan sepetak untuk menuju ke jalan raya. Di jalan raya di sana itu, Mizuki akan menunggu sebuah Bis yang akan mengantarnya ke bandara.


Jalan sepetaknya sangat sepi dan banyak rumput serta pepohonan dan kebon yang lebat. Tentu saja. Namanya juga sekolah di dalam hutan!


Akihiro jadi kasihan pada Mizuki. Lalu, ia pun berisik keras untuk meminta izin pada guru penjaga gerbang agar dirinya diperbolehkan keluar hanya untuk menghantar Mizuki sampai ke depan jalan raya di sana saja.


Beruntung, guru penjaga gerbang itu baik hati. Akihiro pun diperbolehkan menghantar Mizuki. Lalu, karena melihat Akihrio yang diperbolehkan keluar, Rei juga memaksa si guru penjaga gerbang itu agar mengizinkan dirinya keluar lingkungan sekolah juga. Setelah Rei, semuanya pun juga mau ikut bersama dengan Mizuki.


Guru penjaga gerbang hanya mengangguk-angguk. Dia kebingungan sendiri. Dan akhirnya, Dennis dan teman-temannya bisa keluar dari lingkungan sekolah dan menghantar Mizuki ke jalan raya di depan sana.


****


"Teman-teman, terima kasih untuk bantuan kalian selama ini. Aku senang sekali bisa bersekolah di sekolah itu dan berteman dengan kalian semua. Aku senang sekali." Ujar Mizuki dengan senyumnya.


"Iya. Aku juga senang bisa bertemu denganmu!" Dennis dan Mizuki berjabat tangan.


Lalu setelah itu, Adel dan Yuni memeluk Mizuki. "Kakak jangan lama-lama perginya, ya?" kata Adel.


Mizuki mengelus kepala Adel. "Iya. Aku akan segera kembali secepatnya!"


Setelah itu, semuanya pun juga ikut memeluk Mizuki.


Lalu, tak lama setelah itu, Bis yang akan menghantar Mizuki ke bandara pun datang. Semuanya melepaskan pelukan Mizuki. Lalu setelah itu, Mizuki mengangkut semua barangnya ke dalam Bis.


"Sampai jumpa, Mizuki!"


Semuanya melambai pada gadis di dalam Bis itu. Dari dalam Bis, Mizuki juga melambai pada teman-temannya.


"Sayonara, tomodachi!"


Mereka semua melihat Mizuki yang perlahan menjauh. Semuanya senang melihat Mizuki bisa bertemu keluarganya lagi. Semoga dia bisa selamat sampai tujuan. Mereka juga berharap, Mizuki bisa menemui teman-temannya lagi!


****


2 hari kemudian-


"Hei! Teman-teman! Lihat ini aku dapat apa!" Akihiro berlari tergesa-gesa memasuki ruang kelas 3-C. Kebetulan, semuanya sedang berkumpul di sana.


"Apa yang kau dapatkan?" tanya Rei penasaran.


"Lihat! Ini surat dari Mizuki. Dikirim langsung dari Jepang, loh!"


Semuanya terkejut sekaligus senang. Lalu, yang lainnya beranjak dari kursi dan menghampiri Akihiro.


"Bacakan, Kak Hiro!" pinta Adel.


Akihiro pun mengangguk. Lalu, ia membuka amplop berisi surat itu.


"Dear my Friends! Lama tidak bertemu ya? Padahal baru dua hari saja, tapi secepatnya seperti ini, aku malah rindu dengan kalian. Komunikasinya sangat jauh dan sinyal di tempatku sedang tidak baik. Jadi, kemungkinan besar, kita tidak bisa berkomunikasi lewat ponsel.


Aku sudah sampai di kampung. Aku bisa bertemu dengan kedua orang tuaku. Di Jepang, bunga sakura sedang berguguran dan sebentar lagi musim dingin. Bawain aku syal hangat dong, hehe...


Salam dariku, -Mizuki."


"Mizuki...," Semuanya bergumam.


Di dalam amplop itu tidak hanya ada surat dari Mizuki. Ternyata, di dalamnya ada beberapa foto yang diberikannya. Akihiro pun mengambil foto itu.


Semuanya berusaha untuk menahan tawa. Ternyata, semua foto itu adalah foto wajah lucu Dennis dan yang lainnya. Ada foto Dennis yang sedang tidur, Akihrio yang wajahnya seperti orang yang sedang buang air, lalu ada beberapa foto lainnya yang tak kalah lucu.


Dan yang terakhir, foto bersama. Sepertinya, foto itu yang paling bagus. Di sana semuanya ada. Tersenyum manis menghadap ke kamera. Berfoto bersama sebagai kenangan. Dennis yang akan menyimpan foto itu dan ia akan memajangnya di kamar.


Tak lama setelah semuanya tertawa karena foto-foto itu, tiba-tiba saja, ada seseorang yang sempat lewat di depan kelas mereka. Semuanya menengok.


Ternyata, hanya seorang gadis. Tapi, gadis itu terlihat berbeda dari yang lainnya. Ia memiliki rambut panjang berwarna putih dan baju merahnya. Ia berjalan menuju ke ruang guru. Apakah dia murid baru?


"Eh?! Ce, cewek itu! Cewek itu! Dia kan... seharusnya sudah mati!" Batin Dennis.


Dennis benar-benar terkejut melihat gadis berambut panjang putih itu. Lalu, gadis itu menengok. Lewat jendela, ia menatap sinis pada Dennis dan tersenyum....


"Ketemu, kamu! Hihihi...."


Bersambung~~~


*


*


*


****


Hai, semuanya! Makasih udah baca "Chika's Terror in the School" sampai akhir!


i Miss you Minna!


Oh iya, satu pengumuman lagi....


Sebagai kejutan, author akan membuat lanjutan dari cerita ini dengan judul yang berbeda!


Judul: "Diana's Terror in the School"


Sinopsis: "Perempuan itu seharusnya sudah mati!" Entah kenapa, setiap Dennis melihat gadis berambut putih itu, ia langsung merasa ketakutan.


Gadis yang telah menjadi anak baru di sekolah itu, ternyata memiliki sosok yang baik dan ramah. Ia telah membuat perubahan pada sekolah itu.


Tapi, pada suatu hari, "Kau harus mengakui kesalahanmu. Atau aku akan memulai permainanku!" ujar Gadis itu pada Dennis. Dennis benar-benar ketakutan. Ia serasa selalu di terror oleh gadis itu. Sebenarnya, rahasia apa yang disembunyikan oleh Dennis?


***


Cerita baru ini, akan Author tulis pada tanggal 1 Desember 2019!


Jadi ditunggu ya :)


Art Fanart- ♥️


Nah, Minna..., Ini adalah Dennis! Cakep gak? :v



Lalu, ini adalah Rei :)



Dan ini adalah Adelia-



Mereka ber-3 adalah tokoh utama dalam cerita ini!


Oke, sampai di sini saja ya!


Kalau ada yang ingin bertanya, tanyakan saja di kolom komentar! Author akan menjawabnya dalam kumpulan Q&A nanti :)


Dan jangan lupa juga, baca novel Author yang lainnya :3


Follow akun Instagram punya Author ya :)


@Pipit_otosaka8


oke, bay...