Terjerat Cinta Berondong Kaya

Terjerat Cinta Berondong Kaya
Menginap di Mansion Mertua


Hay para Reader


Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗


Selamat datang di TCBK.


Happy reading🥰


.....


...


..


.


“Maaf tuan muda memang kita menghargai anda karena saya masih mengingat betapa besar grup WU membantu grup MA kami pada saat di ujung tanduk. Tetapi ini sudah diluar kerja sama kita, dan kami sudah memutuskan bahwa Aya tidak akan pergi kemanapun, jika anda ingin pulang maka silahkan pulang!”


“Jika istri saya tidak boleh pulang dengan saya maka saya akan tidur di sini hingga anda membiarkan kami pulang kerumah kami.”


“Bisakah kita bicara empat mata?” pinta Ken kepada kakek tua yang keras kepala itu.


“Mari ikut saya keruang kerja pribadi saya.” ajak kakek pada pria muda itu.


“Aku ikut!” kata Aya memegang tangan Ken. Wanita itu takut jika kakeknya akan melukai suami nya, misalnya kakek yang keras kepala berjumpa dengan pria arogan yang memiliki penyakit dingin tak tersentuh hingga membuat jengkel orang yang ada di sampingnya.


“Sanco, bawa kakakmu ke atas bilang kepadanya aku tidak akan melemparkan suaminya ke dalam sungai buaya ku!" kata kakek.


....


Didalam Ruang kerja.


“Katakan!” kata kakek dingin.


“Saya to the poin, apa maksud anda menculik istri saya?” tanya Ken dengan wajah intimidasi.


“Bukan aku yang menculiknya akan tetapi orang lain, mata-mata ku hanya datang pada saat Aya mengadakan acara besar-besaran, seperti tadi pagi, selain itu aku membesarkan anak itu dari jangkauan mata-mata,” kata kakek.


“Anak buah ku merasa ada yang janggal ketika konferensi pers belum di mulai sehingga pihak kami yang bukan mafia ini membuat pengumuman bahwa Hotel WU internasional tengah membagikan sembako. Akan tetapi upaya menyelamatkan gadis itu melenceng sebab Aya terhipnotis hingga mengikuti orang yang menghipnotisnya.


“Anak buah Kami saling kerja-kejaran sehingga di sebuah terowongan anak buah ku sudah menyiapkan sebuah mobil pick up yang sudah terhipnotis, kami melawan hipnotis dengan hipnotis hingga tidak ada jejak menghilang nya gadis nakal itu. Akan tetapi kau sudah menemukan Aya MA begitu cepat.” puji kakek MA.


“Aya hidupku, saya mencintai nya sangatlah lama, apapun yang terjadi saya akan melindungi nya hingga nafas penghabisan. Asal anda tau demi cucu anda saya menggunakan segala kekuasaan yang saya miliki untuk menutup semua jalan dan akses untuk ke kota kita!” kata Ken mantap.


Tubuh kokoh pria itu amatlah berwibawa, kekejaman Dimata pria itu membuat Ken amatlah berbahaya. Wajahnya memang masih baby face tapi dari segi tubuh atau fisik pria itu berdiri kokoh.


“Apakah kau yang mendapatkan mata untuk cucuku?” tanya kakek.


“Ia, selama tiga tahun aku mencari baru aku dapatkan pada saat ia siap membuat surat pernikahan dengan Hendry!”


Setelah itu kakek dan cucu menantu itu bercerita kronologi pertemuan, pernikahan hingga saat ini Ken menjadi suami Aya.


....


Sedangkan di luar sana Sanco menarik Aya ke dapur.


Aya sudah siap-siap mendapatkan omelan dair pria sang adik pasalnya dia memang patut di katai maniak oleh adiknya.


“Astaga kak, tangkapan yang sangat bagus!” Sanco bertepuk tangan girang.


“Ini seribu kali lebih baik dari si Gin CU itu, aku tak sabar melihat wajah kak Iria iri melihat suamimu yang tak ada duanya!” kata Sanco heboh.


Setidaknya jika kau berada di bawah perlindungan keluaga WU, aku tenang kak, setidaknya ada kekuatan besar yang akan melindungi mu!” Batin Sanco.


“Awww... Awwww...,” Jarit sanco sebab pria kecil itu mendapatkan sebuah cubitan di pipinya.


“Sakit kak!" gerutu Sanco.


“Itu pelajaran untuk mu karena sejelek-jeleknya Iria dia adalah kakak kandung mu San!” kata Aya.


“Kau begitu baik kak, padahal kak Iria begitu jahat padamu, aku harap tuan muda WU ini membahagiakan mu karena aku melihat ada cinta besar di antara kalian.


“Tau apa kau tentang cinta bocil!” kata Aya MA mengacak-acak rambut adiknya.


“Aku bukan bocil kak, jangan mengeledek bocil ini sebab suamimu adalah bocil.”


“Ngomong-ngomong milik bocil besar tidak akak, dan bagaimana rasanya? tanya Sanco.


“Buat apa kau menanyakan hal seperti itu?” tanya Aya berkacak pinggang.


“Jangan berpikir Omes dulu berpikir lah bahwa pertanyaan ini sebagai rasional sebab aku hanya mencari bahan promosi kepada buk Nastari agar ia bisa menerima ku yang lebih muda ini,” kata Sanco gagah berani.


“Kau harus nekat dek jika ingin menjerat wanita lebih tua dan sensasinya menjerat wanita lebih tua itu luar biasa di jamin tak akan menyesal karena kita bisa bermanja ria.” entah dari mana datangnya Ken tiba-tiba sudah menyambung begitu saja dengan obrolan kakak dan adik itu.


“Sudah susah, San dimana asinan tadi yang ku minta?” tanya Aya MA.


“Sudah ku kasik sama bibik Suketi, Bang Ocol, Sama bik Kunti tadi kak, katanya kau tiba-tiba jijik dengan asinan itu!” jawab Sanco.


“SANCO MAHA MA.....” Jerit Aya menggelegar...


“Kakak tak mau tau lima belas menit harus ada asinan baru di sini, aku ingin memakannya titik, Ayo kita ke kamar saja, Sean ada di kamar tamu,” Aya menarik lengan Suaminya.


“Makannya jika dimasa depan itu jadikan pelajaran, jika bukan milik sendiri jangan berikan kepada orang lain!” kata sambil mengomel.


Cih... Yang benar saja, yang beli aku, uang uang ku malah mengomel macem emak tiri meski emak tiri ku tak pernah galak macem kakak ini.


....


....


Saat ini Ken tengah berada di dalam kamar istrinya, pria itu memeluk tubuh istrinya dari belakang. Angin sepoi-sepoi menerpa wajah keduanya, dingin serta hangat bersamaan dari tubuh pria yang merengkuh tubuh wanita itu.


“Taukah kau sayang, ketika kau tak bisa ku jangkau diri ini, jiwa ini akan seperti mati seketika. Aku tak bisa membayangkan jika aku tak bisa melihat mu lagi!”


Ken menarik tangan istrinya lalu mengecup luka yang di balut, “Kali ini aku berterima kau terluka sayang!”


“Kau mendoakan aku terluka?” dahi wani itu melipat.


“Karena luka ini aku menemukan mu sayang!” terang Ken dengan penuh kasih sayang.


“Maksudnya?” tanya wanita itu bingung.


Ken membuka pembalut luka Istrinya, “Maafkan aku menyakiti mu!” kata Ken menekan sedikit luka itu sehingga darah keluar dari jari istri Ken.


Wah mintak di geplak ini anak, main tekan tekan yang telah luka. Gerutu Aya dalam hati.


Sedetik kemudian jam tangan pria itu berbunyi serta sirene kecil terdengar.


“Lihatlah jam ku ini sayang!" Ken memperlihatkan jam itu yang tengah bersinar dan sebuah peta lokasi posisi orang yang tengah mengalami luka dengan beberapa tulisan detai sebab luka terjadi dan kode nama di dalam jam adalah Angelina Aya MA.


“Wow, Daebak... Sayang jujur pada ku kau menanamkan benda di tubuh ku, sehingga ketika aku terluka kau bisa mendeteksi keberadaan ku!” kata Aya MA.


“Aku tidak akan memasang apapun di tubuh mu sayang karena aku tak ingin ada benda apapun di dalam ini. Jam ini mulai terhubung dengan mu pada saat kau melakukan operasi pencangkokan mata kami hanya mengambil DNA mu lalu menyambungkan ke alarm bahaya, jika hanya luka ringan maka jam kami hanya berkedip jika terjadi luka besar maka alarm yang berhubung dengan gelang ini akan berbunyi besar.”


Mata Aya memandang takjub gelang suaminya, begitu keren jika terjadi sesuatu makan posisinya akan di ketahui hanya dengan melukai organ tubuhnya sedikit.


“Semua anggota keluarga kita jika terluka makan akan ada sinyal seperti ini. Semua ini kami ciptakan untuk menghindari nasib buruk karena memakai alat pelacak di tubuh itu sudah lumrah maka akan mudah musuh menghilangkan jejak kita tetapi ini hanya melukai tubuh kita sedikit maka lokasi kita akan terlacak.” jelas Ken panjang lebar.


Kukira takdir memisahkan kita akan tetapi lagi lagi takdir menyatukan kita. Sungguh luka di tangan yang tak ku sengaja malah membawamu datang pada ku begitu cepat.


Aku tau kakek ku bukan orang sembarangan karena dia adalah pemain taktik yang gak mudah di tebak. Sepertinya keluargaku ini begitu pelik, hanya pemanahan ku dirumah kakek mengadopsi para buaya ganas.


Ada apakah gerangan?


...


“Sudah jangan di pikirkan. Malam ini kita akan menginap di sini besok kita akan pulang!" bisik Ken di telinga sang istri.


“Emangnya si kakek tua itu mengizinkan aku pulang?” Aya membalikkan tubuhnya saat ini ia memeluk leher sang suami.


“Hem, terimakasih sudah baik-baik saja!” bisik Ken parau, seakan wanita itu berkata bahwa ia sangat takut kehilangan Istrinya ini.


Hatinya sungguh bahagia menemukan sang istri dalam keadaan selamat tak kurang satupun.


“Ayo kita tidur, kau pasti lelah sekali bukan? Aku ingin tidur dalam pelukan mu agar aku merasa hari ini hanyalah sebuah mimpi buruk!” kata Ken, lalu mereka mengambil posisi tidur yang nyaman.



...


Ken memandang wajah lelap sang istri dari arah samping ia takut menyentuh sang istri karena takut membangunkan belahan jiwanya yang tengah kelelahan karena hari ini begitu berat untuk wanitanya.


Sejenak Ken memandang tidur di samping dipan. Ia memikirkan semua pembicaraan serius dengan kakek tadi.


“Apakah kau siap mengorbankan nyawamu demi Aya kami?” tanya kakek serius.


“Saya serius dengan cucu anda seperti empat tahun lalu saya dengan keberanian yang kokoh datang ke hadapan anda jika saya ingin menjadikan Aya MA istri saya sekaligus nyonya WU satu-satunya karena keluaga WU kami selama ada di bumi ini tidak ada sejarah keluaga WU memiliki skandal dengan wanita serta memiliki satu istri hingga akhir hayat!” kata Ken mantap.


Pria muda itu begitu santai datang ke Mansion MA karena ia merasa tak menikahi Istri nya tanpa ia pinang karena sejatinya pria itu sudah meminta restu kepada keluaga istrinya, akan tetapi permintaan pria itu tidak di terima atau di tolak.


Bukan salahnya dedek anak gadis orang begitu saja karena seba menurutnya ketika ketika pria itu tidak menolak lamarannya maka jalan untuk pria muda itu sudah di bukakan pintu oleh pria tua tersebut.


Padahal kakek Aya takut menolak pria muda yang ingin meminang cucunya sebab latar belakang pria itu sendiri. Si kakek beranggapan jika si pria kecil itu hanya mengalami cinta monyet.


Akan tetapi kejadian ini begitu mengejutkan pria tua ini. Sebab kesungguhan seorang Jaguar yang mau menjadikan Aya sebagai istrinya. Meski masih muda aura dewasa menyeruak dari pria tampan itu serta pria yang berada di depannya adalah pria sukses di usianya ke delapan belas tahun sehingga secercah harapan di hati pria tua itu dari pria muda ini sebab pria tua itu tau latar belakang mafia hebat di belakang pria itu.


“Ambillah ini, jika hatimu kokoh terdapat cucuku maka silahkan buka buku itu. Jika dalam hatimu tersimpan keraguan maka jangan pernah kau buka buku ini karena kau tak sanggup menerima beribu-ribu kenyataan dari asal usul istrimu ini dan silahkan besok anda pulang saja serta lupakan cucu saya!” kata kakek menyerahkan sebuah buku yang sedikit usang kedepan Ken.


“Seperi apa istri saya, saya menerima nya meski asal usul wanita itu adalah seorang siluman atau seorang hantu sundel bolong yang anda palu kepalanya untuk anda jadi cucu!” pria itu membuka buku tersebut seketika jantung nya hampir copot melihat bait demi bait dan begitu kenyataan yang membuat pria itu hampir menitikkan air mata.


Setelah lima belas menit kemudian pria itu sudah membaca buku itu.


“Bagaimana?" tanya Kakek.


“Selama nafas ini masih melekat dalam raga dan kaki ini masih berdiri kokoh saya tidak akan membiarkan Aya menderita dan merasakan sakit." janji pria itu.


“Baiklah, sekarang Istirahat lah besok kau boleh membawanya pulang!" kata kakek.


....


Lamunan Ken buyar ketika istrinya berbalik memeluk tubuhnya mengcari kehangatan di dalam dekapannya.


“Aku janji sayang, hingga darah penghabisan aku akan selalu melindungi mu!” bisik Ken mencium mulut terbuka milik Aya MA.


Bibir Ken membentuk seperti bulat sabit ketika melihat kepolosan istrinya.5 menit kemudian Ken pun ikut terlelap selama 1 jam.


"Ahhhh... lebih cepat sayang" Ken meracau tak karuan.


"Tunggu dulu kenapa mimpi ini seperti nyata ya" gumam Ken .


Ia langsung mengumpulkan nyawanya agar bisa sadar dari tidurnya.


"sayang kau sedang apa?" tanya Ken syok ketika ia melihat si Jeck sudah siap tempur sedang di urut biar gak keseleo oleh tangan BuAya yang sehalus sutra.


"Si Jeck bergerak-gerak menusuk nusuk ku, dia bangun dari tadi, mungkin dia kangen dengan ku Suami," ucap Aya MA sangat menggoda.


^^^~To be continued.^^^


Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,


Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣


...----------------...