
Yang belum baca bab sebelumnya mohon kembali ke depan dulu ya gaes,,, Nyai minta maaf karena nyai cutikan dulu karya ini karena eror beberapa hari yanga lalu🙏..
Ok selamat datang di TCBK....
Dimanapun kalian berada, semoga sehat selalu 🤗
.....
.....
.....
Mendengar kabar atas kegagalan anak buahnya. Seketika pria itu ketakutan. Kepercayaan dirinya seketika hilang mungkin di gondol maling. Iming-iming uang besar di kepalanya langsung runtuh tinggal bungkusnya saja.
Pria itu tidak tau jika Angelina Aya MA ini adalah kekasih dari orang berpengaruh di negaranya. Padahal ia hanya mendapatkan misi dari seseorang untuk menculik Aya MA yang ia tau gadis itu hanyalah seorang artis kecil.
Karena iming-iming begitu besar pria itu tanpa berfikir panjang menyuruh anak buahnya menculik Aya. Siapa sangka menculik seorang wanita yang ia sangka remahan akan membuatnya kehilangan apa yang dia punya termasuk nyawanya.
Telpon dari anak buahnya tadi, membuat tak bisa mengelak dari pria itu. Jantungnya berdegup kencang dua kali lipat ketika melihat kemarahan besar dari mata pemuda yang mengaku kekasih gadis itu.
Akan tetapi ketakutan itu mengikis ketika matanya menangkap sosok lain yang sama kuatnya dengan keluarga WU, siapa lagi jika bukan Qing Kong. Seketika harapan baru dari pria itu langsung terisi penuh.
“Anda datang ke sini mencari kekasih anda tuan muda? Maafkan saya, jika tau nona Angelina Aya MA adalah kekasih anda maka saya tidak akan menyuruh anak buah saya menculik wanita tuan muda WU dan anda bisa memastikan kami gagal menculiknya, silahkan cari di tempat lain atau nona saat ini berada di kamar anda! Atau anda ingin mencicipi koleksi wanita-wanita saya dulu sebelum pergi? Saya begitu tersanjung jika anda mau menikmati jamuan saya. Tadi kami kedatangan barang baru loh” Pria itu berani menawari Ken karena pria tampan berwajah polos ini sudah memiliki kekasih simpanan seorang artis, di dunia ini sangat lumrah ketika pembisinis menyimpan seorang aktris di atas ranjangnya. tandanya pemuda di depannya tak jauh berbeda dengannya yang memiliki istri di rumah sebagai pencetak anak, sedangkan ia memiliki ribuan selir untuk memuaskan kebutuhan seksualnya yang tengah mendekati tahap maniak.
“Mari tuan Qing juga duduk,” ajak pria itu mempersilahkan tamunya dengan hormat.
“Dari mana keberanian mu hingga kau berani mengusik anggota kami!” Qing Kong menodongkan senjatanya.
“Anggota?” tanya pria itu.
“Angelina Aya MA adalah Qing Ay, dan Qing Ay adalah adik ke empat ku!" kata Qing Kong semakin mendekat.
Begitu pula Ken, pria itu bergerak mendekat tersangka utama. Aura dari kedua pria itu sangatlah mencekam hingga membuat bulu kuduk semua orang meremang.
Sorot kekejaman tanpa ampun begitu menusuk hingga ke sumsum tulang pria tersebut, bahkan wanita yang menemani si tua ketakutan hingga mencoba melarikan diri.
“Tu.. Tuan muda, ini ada kesalahpahaman, mohon turunkan senjata kalian!" pinta pria itu dengan tubuh gemetar.
Dorrrr ... Satu tembakan mengenai punggung wanita itu. Hanya hitungan detik wanita itu tewas seketika.
Sedangkan si Toge Cang memencet tombol panggil darurat..
“Sayang sekali tuan, kau tak bisa menelpon anak buah mu karena mereka telah tewas di tangan anak buah kami, kau tau bukan dua organisasi kokoh melenyapkan organisasi semut macam kalian ini, hanya hitungan detik ... Hussss... Kalian ko'id!” kata Ken mencium pistolnya yang masih mengeluarkan asap.
“Ap ... Apahhh.......!” Seketika rasa takut semakin menyeruak di tubuh pria tambun yang sudah basah dengan air kencing.
Flashback ON.
Jari-jari Ken lincah mencari posisi Aya, ia meretas semua CCTV yang ada di sekitar tempat itu.
Sedangkan si Qing Kong mencari Aya dengan jaringan yang ia miliki sendiri.
“Sittt,,,, Kenapa bisa CCTV dunia bisa mati secara global seperti itu, siapa dalang di balik semua ini!” umpat Ken.
Tok... Tok.... Seseorang mengetuk pintu kamar hotel milik Ken.
“Masuk!” perintah Ken.
“Tuan, saya mau melapor!” kata Borax yang telah berdiri di hadapan Ken.
“Semua orang telah menggeledah tempat ini, kita mendapatkan sebuah keanehan tuan muda!” kata Borax
“Aneh?” tanya Ken.
“Benar tuan muda, saya menemukan jenazah dari anggota organisasi penculik dan ada juga anggota dari organisasi rahasia gajah duduk serta anggota dari kuda liar di sekitar hotel! Apakah semua organisasi tengah mengadakan tawuran tuan muda?" tanya Borax.
Buku jari Ken menggenggam erat hingga kulit tangannya putih, “Ayo kita datang ke tempat musuh yang formasinya paling mendekati istriku!” Pria itu berdiri, Umma Alana tadi langsung kembali ke markas untuk mendeteksi kekacauan ini begitupun Ayah Dion.
.....
Sedangkan di sisi lain tempat Sean berada..
“ia tuan muda!” jawab Sean.
“Bagaimana kak Aya bisa hilang?” pekik Sean.
“Baik Kak, sekarang aku akan ke organisasi Kuda liar!” tutup Sean.
Wanita yang berapa menit lalu menjadi istri Sean itu memegang belakang kemeja suaminya. Dengan raut wajah yang cemas, “Aya kenapa?” tanya Nastari.
“Kak Aya menghilang. Maafkan aku sayang, sepertinya kau harus pulang sendiri di dampingi anak buah ku, ketika sudah ada titik terang kita akan menjenguk kakak ipar ya!” kata Sean mengelus rambut Nastari.
“Sean aku akan membantu mencari Aya!” pinta Nastari.
“Tidak sayang, jika kau ikut yang ada aku tak tenang. Nanti aku akan menjemput mu di rumah mertua!” kata Sean memberikan ciuman di bibir Nastari tanpa sungkan dan tanpa malu-malu.
Pria itu mengantar sang istri ke dalam helikopter, sedangkan Sean memasuki mobil yang sudah siap membawanya.
Begitulah strategi mereka masing-masing membagi tugas.
Saat ini Ken berada di depan sebuah bangunan organisasi penculik, pria itu bersama anak buahnya berdiri di depan pintu gerbang.
“Ada apa ini!” kata penjaga utama, sebab Ken membawa begitu banyak mobil dan alat tempur, rupanya pria itu datang tak main-main, ia tak datang untuk menyuap, melainkan menabuh genderang perang.
Dor... Timah panas tepat di kening sang musuh.
Suara tembakan yang memekik mengundang perhatian orang yang berjaga dan anggota arogansi itu.
“Maju...,” perintah Ken.
Setttt... Settt... Ribuan nyamuk milik Ken memansa para musuh...
“Awww,” rintih orang yang terkena gigitan nyamuk tersebut.
Dor... Dor... Dor.... Seketika semua musuh lumpuh mereka memasuki rumah, memasuki ruangan satu persatu...
Dor.... Dor... Dor.. Setiap manusia yang mereka jumpai lumpuh dengan timah panas milik kelompok Ken.
“Hati-hati!” perintah Ken kepada anak buahnya. Pria itu membalikkan tubuhnya lalu....
“Sialan!” umpat Qing Kong.
“Kau mengikuti ku, Berengsek!” maki Ken.
“Kau sialan, gara-gara nyamuk mu anak buah ku tumbang, aku masuk melalui pintu belakang dan kau pintu depan, apanya yang mengikuti mu bocah edan!” maki si Qing Kong.
“Syukurlah mereka tewas, tapi sayang kenapa si nyamuk tidak membunuh mu sekaligus!” kata Ken blak-blakan.
“Musuh sama musuh adalah kawan, mari kita eksekusi orang yang ada di dalam ruangan ini!" kata Qing Kong.
“Ok!” jawab Ken, lalu Brakkk.... Pintu mereka tendang bersama-sama.
Flashback Off.
“Ampun Tuan, ampuni nyawa manusia bodoh ini, kami hanya tergiur dengan iklan penculikan misi kelas S dengan uang jaminan 10 juta USD.” aku si pria tambun.
Dorrr..... Peluru Ken langsung melubangi kening si pria tambun.
^^^~To be continued.^^^
Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,
Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣