Terjerat Cinta Berondong Kaya

Terjerat Cinta Berondong Kaya
Pulang


Hay para Reader


Di manapun kalian berada semoga sehat selalu, selamat beraktifitas 🤗


Selamat datang di TCBK.


Happy reading🥰


....


....


....


....


Seorang wanita usianya 43 tahun bergaun merah bata tengah duduk dengan anggun di taman belakang rumah nya, wajahnya yang cantik tengah meminum teh dengan anggun meski ia memiliki ekspresi wajah datar. Matanya memandang aliran air Danau yang selama ini menyaksikan perjalanan hidupnya.


“Nyonya, Tuan Muda pertama sudah sampai,” lapor Xavier.


“Hem, suruh masuk, Jika orang itu tak mau bicara jujur lemparkan saja ke tempat para piranha ku, aku sudah tau rahasianya,” ujar wanita itu meletakkan gelas ditangannya dengan anggun.


Pria itu pergi setelah mendapatkan perintah dari sang ratu mafia.


“Selamat siang, Mommy,” sapa Ken.


“Sayang, mana menantu Mommy?” tanya Qiana menyambut putranya.


“Istriku ada di Mansion milikku, dia belum siap bertemu mommy,” Ken melangkah mendekati ibunya, lalu duduk di samping sang ibu.


“Kau itu sama persis dengan Deddy mu, nikah paksa atau dadakan tanpa pacaran dulu sayang!” Wanita itu menarik tubuh putranya agar lebih dekat.


“Mom, masih ingat tidak? Alasan aku pergi ke luar negeri dan cepat-cepat menyelesaikan sekolah ku, semua itu untuk dia. Aku ingin memilikinya, mendengar ia mau menikah hatiku tak terima Mom. Dia yang aku inginkan menjadi istriku Semenjak usiaku 5 tahun,” ucap Ken memandang wajah cantik sang ibu yang tak termakan usia.


Ken meletakkan kepalanya di paha sang Mommy mumpung sang Deddy tidak ada. Jika ada ayahnya itu ada ia hanya akan menjadi penghalang kemesraan ibu dan anak itu.


“Kau masih mengingat tentang masa lalu sayang. Mommy kira kau sudah melupakannya,” Qiana membelai rambut putranya yang sebenernya manja karena kurangnya kasih sayang. Demi adik-adiknya ia menjadi pribadi dingin, apalagi peristiwa penculikan yang ia dapatkan sewaktu kecil, membuat pria itu penuh ambisi dan ekspresi wajah datar.


“Aku tak pernah melupakan gadis berusia 12 tahun yang melindungi ku dari tusukan pisau itu Mom,” pria itu mengakui segalanya kepada sang Ibu.


“Tapi kau harus sabar menunggu cinta istrimu sayang, karena menikah tanpa cinta itu kita harus sabar,” Qiana masih ingat betapa lama ia membuka hatinya untuk sang suami, meski ia sering di coblos setiap hari oleh si Jery, bahkan pada hari dimana Qiana mengungkapkan cintanya hampir menewaskan kakek sang suaminya karena kehebohan pria yang menadi ayah ke 3 buah hatinya.


“Aku sudah siap lahir batin mencinta dalam satu pihak, Aku telah memilikinya hanya cintanya yang masih dalam tahap proses dan aku percaya seorang Jaguar mampu menaklukkan apapun itu.”


“Dasar narsis,” ujar seorang Pria yang tak lain adalah Deddy Ken.


“Ded, aku kira kau pergi kekantor.”


“Dasar putra nakal, jika aku ke kantor kau mau mencuri istriku? Tidak akan aku biarkan itu terjadi.”


Mom, bisakah kau mencarikan Deddy baru untuk ku? Deddy ini terlalu pelit untuk ukuran seorang Ayah untukku. Batin Ken.


Jangan bilang seperti itu, dia adalah cinta Mommy mu ini. Kau akan merasakan perasaan apa yang Deddy mu rasakan ketika istrimu memiliki cinta yang lain yaitu anak kalian. Batin Qiana membalas putranya.


“Kalian tengah membicarakan ku ya?” tanya Taksa kepada dua orang yang saling memandang.


“Baiklah, ada apa Mommy menyuruh ku pulang?” tanya Ken, ia sudah merindukan istrinya.


“Kemarin Leon menelpon Mommy, tak lama lagi akan ada pendatang baru negara kita, ia akan bersisian dengan keluarga WU kita sayang, musuh kita kali ini akan seimbang, makanya aku meminta mu pulang.”


Adik laki-laki Ken itu memiliki kemanapun meramal masa depan, sedangankan adik perempuannya bisa mendeteksi penyakit cukup hanya melihat pasien. Maka dari itu Qiana sebagai ibu sangat menjaga ketiga anak-anaknya.


“Baiklah demi keselamatan istriku aku akan membawanya ke Vila pribadi kami.”


“Deddy tau bukan aku tak suka keramaian, Mansion ayah yang aku tempati saja tak ku izinkan para pelayan berkeliaran,” ujar Ken.


“Kau itu sama persis dengan Mommy mu, suka kesunyian. Istrimu kau tinggal sendiri?” tanya Taksa duduk di tengah-tengah antara putra dan sang istri.


“Ia yah, aku yakin istriku saat ini masih tertidur karena sakit.”


“Menantuku sakit apa, Kak?” tanya Qiana.


“Sakit anu mam, habis malam pertama,” pria itu menjawab to the poin.


“Astaga boy, kamu menikah 3 bulan baru sekali nyoblos, dasar lelet, ayah aja nikah 10 menit langsung kawin.”


Merasa tersindir wajah Ken memerah, “Oh ya sudah aku mau cari Ayah Susu, Ayah punya hutang cerita tentang malam pertama Deddy dan Mommy.”


Uhuk ... Uhuk ... Qiana batuk mendengar ucapan putranya, wajahnya memerah.


Dasar Dokter Ember. Batin Qiana.


“Boy, kau meninggalkan istrimu sendiri tanpa pembantu satupun?” tanya Taksa berusaha mengalihkan perhatian putranya.


“Ia, Ded, kenapa lagi?” tanya Ken.


“Kau tak melupakan sesuatu kan Boy?” tanya Taksa.


“Sesuatu apa Ded?” tanya Pria itu.


“Jos!”


Mendengar nama kesayangannya di sebut Ken langsung menegakkan tubuhnya.


“Kau tak lupa bukan ia sering keluyuran di rumah itu dengan santai, menyerang orang baru hingga tewas. Dan dari semua orang ia hanya mau di sentuh ibumu dan kamu saja. Maka dari itu kau selalu membawanya dari sini, karena para saudaranya selalu di ajak berantem jika di satukan.” Taksa.


“Astaga, kenapa aku harus lupa, mungkin efek malam pertama membuatku bodoh sektika, Mommy bunda aku pulang dulu.” pamit Ken.


...----------------...


Ken berlari menabrak Rafael, ia tak mengucapakan maaf karena terburu-buru, Ken yang di dingin tiba-tiba cemas membuat semua orang kaget, dan bertanya-tanya ada apakah gerangan.


Melihat sang pewaris seperti mau kehilangan perusahaan nya semua orang pun bersiap siaga.


Bahkan Rafael langsung mencari sang Nona untuk menanyakan apa yang terjadi kepada sang tuan muda.


“Pulang sekarang!” teriak Ken kepada anak buahnya, ia langsung masuk ke dalam helikopter dengan jantung yang tak karuan, tangannya merogoh pistol di kantung bajunya, memastikan didalam berisikan amunisi.


“Sayang, aku pulang. Aku mohon kau bertahanlah.”


“Bisa cepat tidak helikopter ini Sean!” Jerit Ken.


“Ini sudah ada di batas maksimal tuan Muda.” jawab Sean.


“Setelah sampai rumah kau belikan aku pesawat tempur Amerika untuk ku jadikan kendaraan, Helikopter baru beli 3 bulan lalu terbangnya seperti kumbang.”


“Baik!” Jawab Sean.


Tegang kan emak aja tengang ini🙈🙈🙈🙈


^^^~To be continued.^^^


Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,


Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣