Terjerat Cinta Berondong Kaya

Terjerat Cinta Berondong Kaya
Tolong jangan mencintai ku!


Hay para Reader


Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗


Selamat datang di TCBK.


Happy reading🥰


.....


...


..


.


Helikopter membawa pasangan suami istri itu kesebuah Bukit indah yang di bawahnya telah di bangun beberapa Vila berjejeran, orang luar menyebutnya Perumahan distrik QCL, dimana tempat itu terlarang dan jarang dimasuki pendatang karena kawasan itu di jaga ketat di luas dan di dalam, jika dari jalan kawasan itu tak terlihat karena di bangun tembok kokoh dan pepohonan rimbun di sekeliling kawasan. Dipuncak Bukit ada sebuah Vila mewah milik sang ratu Mafia.


Pasangan suami Istri itu diam satu sama lain, tidak ada yang namanya mesra-mesraan seperti biasanya, Aya MA pun memilih memandang Danau dari pada memandang suaminya yang tengah memejamkan matanya.


5 menit kemudian helikopter itu mendarat di sebuah Vila paling terpojok dan paling jauh dari tetangga nya.


Vila itu terdiri dari tiga lantai dengan luas satu hektar.


“Mulai sekarang kita tinggal di Vila sederhana ini,” Ken mengulurkan tangannya untuk membantu istrinya turun.


Aya MA menerima uluran tangan suaminya lalu mereka memasuki Vila, “Ken!” panggil Aya MA, tidak ada sautan dari pria itu.


“Suami!” panggil Aya sekali lagi.


“Kenapa Sayang?” jawab Pria itu.


“Kita pindah kesini, baju-baju kita tidak dibawa sekalian?” tanya wanita itu bingung, karena pada saat mereka pindah ke Mansion ia dalam keadaan tertidur.


“Aku sudah mengisi seluruh rumah kita dengan baju-baju mu jadi kau tak perlu memikirkan barang-barang pribadimu ketika kita berlibur atau memilih menginap di salah satu rumah kita secara dadakan atau terencana,” pria itu membawa istrinya ke kamar mereka.


“Kau lihatlah barang-barang di lemari itu. Setelah itu Kita makan siang dulu, aku sudah lapar sekali.”


....


....


Ruang Makan.


“Ken dari manakah makanan ini berada?” tanya Aya MA, pasalnya mereka baru 10 menit yang lalu sampai di Vila itu.


“Dari para maid lah, tidak mungkin aku memelihara jin karena aku bukan Aladin, maafkan aku yang membuat mu telat makan siang!” ujar Ken.


Sedangkan Aya yang memang tengah kelaparan tak memperdulikan sang Berondong yang memperhatikan wanita itu yang sedang makan, tak lama kemudian makanan di piring pasangan itu pun tandas.


“Aku mau mandi dulu!” Pamit Aya MA.


Aku ikut ah... Ingin bermain di air, sepertinya bermain di tempat itu tidaklah terlalu buruk. Batin Ken.


....


....


Air dari Shower membasahi ujung kepala hingga kaki Aya MA. Wanita itu memejamkan matanya merasakan dinginnya air yang jatuh membasahi tubuhnya layaknya hujan deras dari langit.


Grep. Sepasang tangan memeluk tubuh telan jang wanita itu dari belakang.


“Ken kenapa kau bisa masuk? Tadi aku sudah mengunci pintunya,” ujar wanita itu merasa risih karena ulekan milik suaminya sudah mengetuk Cobeknya dari belakang.


“Pintu apapun yang ingin aku masukin meski di borgol sekalipun dengan mudah aku dapat membukanya,” pria itu mencium bahu istrinya, kedua tangannya bermain di atas dua bola voli sang istri.¹1


“Ahhhh, Ken!” Desa•han Aya mengalun indah di telinga suaminya.


“Ma .... su .... kan!” rintih Aya MA.


“Seperti ini Sayang?” tanya Ken, ia membungkuk kan tubuh istrinya lalu ia mendorong Jeck masuk kedalam sangkar menggunakan sedikit tenaga karena si sumur bor masih baru di gali semalam.


“uhhh.....” Ken memulai pertarungan nya dengan gaya truk gandeng kelebihan muatan.


....


10 menit kemudian,


“Ahhh, Ken lutut ku lemas bisakah kita lanjutkan di kamar saja?” pinta Aya yang tak sanggup mengimbangi tenaga turbo milik Berondongnya itu.


“Baiklah!” jawab pria itu.


Ken menggendong Aya MA seperti monyet mengendong anaknya, tautan di bawah sana tak terlepas meski mereka berjalan.


Kegiatan menggetarkan lutut, melemaskan pinggang, tersambung dari kamar mandi hingga ke atas ranjang menguji ketahanan ranjang mencari pengalaman baru dalam bercinta.


Setelah berapa menit erangan panjang dari keduanya menandakan kegiatan panas itu telah usai.


“Cup! Terimakasih sayang,” Pria itu menarik tubuh istrinya agar tertidur di atas tubuhnya.


....


Padahal tadi mereka berdebat, mungkin benar pepatah mengatakan, jika pasangan suami-istri bertengkar maka akan berbaikan di atas ranjang.


“Kenapa kau tak mencabut si Jeck ketika aku suruh cabut!” wanita itu mencabut sehelai bulu di dada sang suami.


“AW ... Kenapa harus membuang sesuatu yang enak?” pria itu merintih, tangannya mengelus tempat bulunya di cabut.


“Jika aku hamil bagaimana?” ujar Aya, tangannya menulis sesuatu di dada suaminya.


“Kau hamil kan memiliki suami, kita menikah sah Lo ini!” ujar Ken.


“Aku belum siap menjadi Ibu!” jawab Aya jujur.


“Baiklah jika kau belum siap besok aku mencari pencegah kehamilan untuk mu, tetapi bagaimana jika si uncet sudah tumbuh di perut mu ini, kita semalam dan hari ini sudah main 10 kali dan aku menuangkannya di dalam sumur bormu.”


“Nanti kita tanyakan sama dokter.” Aya.


“Aku akan menjadwalkan nya besok!” Ken.


Wanita itu bangun dari acara berbaring manjanya, “Ken, dengarkan aku, aku mohon tolong jangan mencintai ku. Mari kita bercerai setelah perjanjian kita selesai, seperti apa yang kau janjikan terhadap ku!” ujar Aya MA.


“Kenapa kau ingin meninggalkan ku terus Aya! Kau ingin kembali kepada si ikan Salmon itu, hah!”


“Aku rasa kita tak cocok, kau masih memiliki masa depan yang cerah, banyak putri yang menginginkan mu. Percayalah ini yang terbaik untuk kita.”


“Kau selalu bilang mau pergi dari ku. Jika terus seperti ini jangan salahkan aku jika harus mematahkan kakimu agar kau tak lari dari ku, aku pergi dulu! Pikirkan apa yang aku katakan,” pria itu menggeser turun dari atas ranjang mengambil bajunya, meninggalkan sang Isti diam membeku karena mendapatkan bentakan pertama dari suaminya.


Pria yang di liputi kemarahan serta kecemburuan yang merasuki dirinya meninggalkan kamar itu.


BRAK ... Pintu di banting dari luar.


Aya MA memandang punggung telanjang suaminya diam, setetes air matanya merembes lalu di hapus.


Aku tak pantas untuk mu Ken. Kau menikahi ku akan membawa petaka, dan hatiku ini mati akan Cinta. Batin Aya MA.


Emak kasik panas setelah itu mellow 🙈🙈🙈 jangan marah sama Tante aku ya🤣


^^^~To be continued.^^^


Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,


Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣