
Hay para Reader
Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗
Selamat datang di TCBK.
Happy reading🥰
.....
...
..
.
“Suami ku sangat tampan,” puji Aya ketika ia mengancingkan kancing kemeja di tubuh tegap sang suami. Di lengan wanita itu sebuah jas berwarna biru gelap tergantung indah siap membalut tubuh sempurna milik Tuan muda Jaguar itu.
Mata wanita itu melihat sesuatu yang baru di tubuh sang suami. Sebuah tato tambahkan di pinggang Ken yang berbentuk sebuah namanya dan nama Ken.
“Apakah kau suka?” tanya Ken di telinga sang istri.
“Kapan?” tanya Aya. Wanita itu mengelus pinggang sang suami.
Cup.... Ciuman Ken mendarat di kening Aya.
“Kemarin sayang,” bisik Ken lagi. pria itu menghujani ciuman bertubi-tubi di pipi dan keningnya. Wajah Aya memerah.
“Tatonya indah ... Bisa diam tidak sayang?” Aya melemparkan jas sang suami ke atas ranjang. Karena ia susah mengancingkan baju Suaminya yang tidak mau diam.
Sedikit Info...
Ken jarang menggunakan dasi formal jika bukan meeting atau hari-hari penting. Saat ini tubuh nya hanya terbalut kemeja hitam yang begitu mewah melet di tubuh kekarnya.
Ken biasanya menggunakan kemeja polos tanpa dasi atau sweater di dalam jasnya, mungkin karena ia masih muda jadinya penampilan pria itu terlihat Hubble hingga membuat semua wanita mengidam-idam pira itu.
“Istriku sangat cantik,” bisik Ken menggoda. Tangan pria itu berada dapur indah milik sang istri. Sungguh Aya malam ini tampil sangat seksi dengan balutan baju sangat terbuka, dan Ken tak menyukai tubuh istirnya terekspos dan di nikmati oleh mata orang lain.
“Lihat kaca di itu, betapa seksinya Istriku malam in,” bisik Ken. Seketika pasangan suami istri itu memandang kaca melihat penampilan dan pose menantang mereka hingga pipi Aya memerah karena tangan suaminya yang kurang asem berjalan kemana-mana.
Merasakan tangan nakal Ken pemancing gairah nya, Aya cepat-cepat membekas dirinya. Agar tidak ada ritual sebelum berangkat, sebab ia telah berias secantik mungkin.
“Jika kau menggunakan baju itu maka kita ke hotel tak akan menghadiri makan malam itu, melainkan honeymoon ke sekian kalinya di hotel tersebut,” bisik Ken mere mas dapur milik istirnya. Aya mencengkram kemeja Ken yang belum ia kancing dengan sempurna.
“Tidak ada ritual Ken, aku masih takut kegencet dan si kembar butuh bertapa tapa di dalam, Aku masih khawatir kepala anak kita kegencet sehingga terjadi sesuatu kepada mereka, aku tak mau hal buruk menimpa mereka meski setitik saja,” Aya cepat-cepat menyelesaikan pekerjaannya, mengancing kemeja sang suami dan melampirkan jas di tubuh pria itu.
Mau tidak mau Aya mengganti bajunya yang lebih tertutup agar suaminya yang posesif tidak menyeretnya ke dalam kamar hotel.
Saat ini Aya menggunakan dress kembang selutut berwarna biru dengan model Sabrina di atasnya, baju itu berkerah tinggi. Setelah itu ia mengubah tatanan rambutnya berbentuk sanggul ke atas sehingga leher jenjangnya terlihat indah.
Kaki yang panjang nan indah di balut high heels, begitu menyempurnakan bentuk tubuhnya yang elegan dan sangat memukau.
Ken melihat istrinya dari atas hingga ke bawah, dahi pria itu sedikit terlipat, ia berjalan ke arah rak sepatu milik sang istri lalu mengambil sebuah sepatu sport yang modis cocok dengan gaun yang Aya kenakan.
Ken berjongkok di bawah kaki Aya,
“Sayang apa yang kau lakukan?” tanya wanita itu sedikit syok.
“Sayang, orang hamil tidak boleh menggunakan sepatu tinggi, coba pakailah ini.”
Perlahan Ken membuka High heels yang Aya gunakan, pria itu melapisi kaki indah sang istri dengan kaos kaki yang hanya melindungi jari dan sekitar tumit. Ketika kedua kaki indah itu terbalut dengan kaos kaki, Ken memasangkan satu persatu sepatu sport tersebut. Akhirnya gaya elegan Aya berubah menjadi begitu ringan dan modis, seperti gaya anak muda yang kekinian.
Aya membeku merasakan perhatian Ken yang begitu sederhana dan mampu menaklukkan hati. Seorang Ken tak memberikan lautan bunga untuk menunjukkan seberapa ia mencintai nya. Seorang Ken hanya menunjukkan kasih sayangnya dengan caranya yang sangat berbeda dari orang kaya lainnya.
Pria itu sudah memberikan seluruh kenyamanan kepada sang istri tanpa meminta, bahkan semua yang ada di wall in close ini adalah bentuk cinta kasih Ken, karena ia memilihkan desainer ternama yang Kusus menjahit bajunya limited edition dan bermacam-macam gaya sehingga Aya tak lagi minat untuk membeli baju di luar sana. Ken tau selera seorang Aya MA tanpa wanita itu tunjukkan seperti apa yang ia sukai dan tidak ia sukai.
“Ba... baiklah, aku berangkat dulu,” Aya gugup merasakan pipinya memerah.
“Tunggu ada sesuatu yang tertinggal,” Ken menarik tangan sang istri.
“Apa sayang?” tanya Aya bingung.
Ken mendekatkan wajahnya di ceruk leher sang istri, lalu... Cup... Satu hisapan sedikit kuat Ken berikan di sana pasti setelah ini leher Aya memiliki tanda merah, Jika gadis itu menundukkan kepalanya, warna itu akan terlihat. Karena hanya sedikit tertutup kerah baju yang ia kenakan.
“Hanya sebuah tanda agar jauh dari mata jahat sayang,” bisik Ken. Aya langsung berlari meninggalkan sang suami dengan pipi memanas.
....
....
[Hotel Cavet]
Hotel ini adalah satu hotel bintang lima yang sangat memukau karena suasana di dalam begitu nyaman dengan taman buatannya di dam gedung..
Di ruangan itu terdapat sepuluh meja bundar dengar 6 kursi di dalamnya. Jarak Meja satu ke meja lainya sedikit jauh. LCD proyektor sudah siap menayangkan suasana syuting untuk bernostalgia.
“Halo selamat malam semua,” sapa Aya kepada rekan-rekan.
“Hay Aya, kau begitu cantik malam ini," puji si A.
“Padahal ia menggunakan sesuatu yang sederhana, sungguh aku ingin mendekatinya tapi sayang jika dekat secara pribadi gadis itu tak memberikan sambutan kepada setiap kawan pria,” keluh si B.
Tanpa Aya sadari ada seorang pria memandang Aya tanpa berkedip sehingga sang kekasih memergoki dirinya.
Sialan, dia selalu merebut perhatian. Batin Iria MA, tangan wanita itu terkepal di balik gaun malam yang ia kenakan.
“Aya sayang, kau sudah datang?” kata seorang gadis cantik yang sudah lama tak ia jumpai, karena kesibukan nya Nastari tak Memiliki waktu untuk mengunjungi Aya. Akan tetapi pertemanan mereka semakin erat dimulai pembukaan syuting, mereka saat saling berkomunikasi melalui media sosial setiap ada waktu luang.
Aya menarik tangan Mary agar ikut dengan mereka.
“Mar, kau kok kurusan?” tanya Nastari.
“Entah akhir-akhir ini aku itu kurang nafsu makan,” kata Mary jujur.
“Apa paman Toni tak memberikan mu makan dengan benar Mar?" tanya Aya, ia baru dasar jika sahabat nya ini tambah kurus dan wajahnya sedikit sayu.
“Dia itu selalu perhatikan kepadaku, Bella pun sama, semenjak kamu menikah nenek ku jarang mau pergi dari rumah seperti dulu lagi, jadinya aku tenang meninggalkan nya,” kata Mary jujur.
“Sepertinya kau terlalu sibuk Mar, selama Suting ku, kau begitu sibuk mengurusi ku, bdw gimana rasanya menikah sama pria matang?” tanya Aya dan wajah Nastari juga antusias ingin mendengar pengalaman di dunia pernikahan, mereka bertiga menjadi sahabat semenjak pembukaan pembuatan film ini. Nastari yang hanya perlu menunggu hari H untuk pernikahan begitu antusias.
“Suami ku itu memang persis kanebo kering, tapi dia itu punya sisi manis yang membuatku tak akan berpaling, nantik aku akan cerita ketika kerjaan selesai dan kita harus keluar bertiga, kita sudah lama tidak ke mall sama sama,” kata Mary.
Plok ... Plok... Sebuah tepukan tangan merebut perhatian semua orang di ruangan itu.
“Perhatian-perhatian, mari kita sambut perwakilan investor ke dua kita, Grup BH,” ungkap direktur Koko CI.
Semua orang berdiri untuk menghormati tamu. Grup BH adalah sebuah perusahaan raksasa yang induknya berasal dari Rusia. Dalam berapa tahun mereka maju pesat dalam negara I ini.
Seorang Pria gagah, dengan rahang yang tegas, mata yang tajam, wajahnya yang sangat tampan, serta rambut peraknya yang menjadi daya tarik tersendiri dari pria itu. Si pria ini versi ke dua dalam kesempurnaan setelah keturunan keluarga WU XU.
“Bunga cantik untuk, Nona Aya MA,” pria itu menyodorkan sebuket bunga ke hadapan Aya.
“Halo tuan muda Kong Guan Yu,” dua pria tampan menyapa pria yang menyodorkan sebuket bunga terhadap Aya.
Ada apa ini, dua mantan ku bertemu dengan suamiku. Jerit Aya dalam hati.
^^^~To be continued.^^^
Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,
Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣