Terjerat Cinta Berondong Kaya

Terjerat Cinta Berondong Kaya
Bulan madu


Hay para reader, bagaimana kabar kalian🤗🤗🤗🤗


lama tak bersua nih emak baru pulang ..


semoga tak bosan dengan cerita receh ala emak online bin sabar...


Yang puasa tidak boleh baca ya, yang udah buka emak kasik lampu hijau.


Happy reading


TCBC story, 🤗🤗🤗😘😘😘


....


....


....


Sebuah hutan yang masih rimbun, ada sepasang anak berlari di kejar oleh beberapa pria dewasa berbaju hitam.


“Lompat lah dulu, kau harus selamat dari tempat ini” ujar seorang gadis kecil 12 tahun pada anak laki-laki yang berusia 5 tahun.


“Aku tidak mau, aku mau kita bersama-sama,” ujar pria kecil itu.


“Apa yang kau minta kepadaku, agar kau mau melompat dari sini?” tanya sang gadis yang lebih besar dari anak Pria itu.


“Baiklah aku akan melompat tetapi kau harus menjadi istriku ketika aku sudah besar nanti dan kau tak boleh menolak ku!” ujar si pria kecil.


“Baiklah, asal kau menjadi pria hebat dan kuat aku akan menikahi mu, tapi saat ini kau harus sembunyi di jurang ini, apapun yang terjadi kau tak boleh keluar meski aku terluka sekalipun. Jika kau keluar aku tak akan melihat ke arah mu lagi,” ujar anak perempuan itu membujuk pria kecil yang keras kepala, janji anak anak hanya isapan jempol menurutnya.


Gadis kecil itu memasukan si Pria kecil ke sebuah lubang lalu membuka kalungnya yang berbentuk bulan sabit di dalamnya ada goresan nama si gadis kecil, lalu si gadis kecil itu memberikan kalung itu.


“Kata kakekku ini adalah kalung keberuntungan makanya aku selalu membawanya, ambillah ini untuk mu. Pejamkan matamu jangan lihat ke mana-mana,” perintah anak perempuan itu, sebelum menutupi lubang kecil itu dengan kayu agar tak terlihat ada seseorang di tempat itu.


Setelah itu gadis 12 tahun pergi meninggalkan tempat itu untuk mengecoh penjahat.


Tolong jangan tinggalkan aku. Aku mohon jangan tinggalkan aku. Batin si pria kecil melihat si gadis kecil itu berlari.


“Itu dia...,” ujar kawanan penjahat.


“Berhenti!” teriak orang orang itu.


“Dor...” gadis kecil itu tertembak di punggungnya hingga darah memenuhi baju yang kenakan.


Jangan ... Jangan...


“Ken! Ken!!! Bangun!” Aya MA menepuk pipi suaminya yang tengah mengigau.


Saat ini mereka berada di kamar jed pribadi milik suami Aya MA itu. Tadi sehabis menjahit luka tangan Aya MA di rumah sakit WU mereka langsung pergi ke bandara karena jed pribadi mereka sudah siap berangkat.


Kerena lelah Ken langsung membawa istrinya ke kamar pribadinya sedangankan sang istri sudah tertidur pada saat di rumah sakit akibat di pengaruhi obat tidur.


“Jangan!” Jerit Ken yang tengah mimpi buruknya hingga membangunkan Aya MA dalam tidurnya. Keringat basah membanjiri kening pria itu.


Karena di bangunkan oleh Aya, Ken pun terbangun dari tidur, melihat sang istri ada di hadapannya, pria 18 tahun itu langusung memeluk istrinya.


Aya MA tau Suaminya lagi bermimpi buruk, ia memberikan kecupan di bibir suaminya agar menenangkan prianya, tak lama kemudian bibir mereka saling menyatu tetapi ciuman yang mendominasi. Ken seakan kesurupan sehingga memberikan ciuman sangat kuat dan menggebu.


“Aku mohon, jangan tinggalkan aku lagi, jangan terluka untuk ku. Aku mau mati rasanya jika kau melindungi ku sekali lagi,” bisik Ken, setelah itu lagi-lagi menyatukan bibi mereka, akan tetapi tak lama kemudian ia teringat bahwa istrinya saat ini terluka, pria itu menghentikan aktivitas mereka di tengah jalan.


Sedangkan Aya MA merasakan sesuatu tertahan dan ingin merasakan kelegaan memanggil suaminya, “Suami!”


“Ia, Kenapa?”


Aya MA meraih tangan Ken ke salah satu bola Voli miliknya. Ken pun tersenyum memegang candunya memberikan pijatan sedikit lalu bangun dari acara berbaringnya.


Merasa mendapatkan penolakan secara halus dari suaminya Aya bangun dari tidurnya lalu memeluk tubuh suaminya dari belakang.


“Aku mau bercerita sedikit, pada malam pesta lajang ku, aku di khianati oleh tunangan serta sahabat ku. pada saat aku putus asa ada malaikat penjaga jembatan karena malaikat itu menebak isi hatiku, menyadarkan ku, agar tak bangun,”


“Tau tidak? Seminggu yang lalu, aku menemukan tongkat milikku di kamar hotel milik seorang pria?”


“Semalam aku hanya menebak kelebihan kalian dan saat ini telah terjawab bahwa malaikat di jempata itu adalah kamu! Kau harus menjelaskan ini semua untuk ku tuan muda yang berkuasa!” ujar Aya MA menyenderkan kepalanya di punggung Ken.


“Aku juga jatuh cinta pada calon isti orang dan di malam pernikahan wanita itu aku melihat jika wanita yang aku sukai tidak baik-baik saja, aku menyendiri di sebuah jembatan untuk memenangkan hati tetapi siapa sangka wanita yang aku sukai ingin bunuh diri dari sana aku bertekad untuk menjadikan mu istriku tanpa menutupi siapa diriku tetapi siapa sangka istriku malah tak mengenali identitas ku yang membuat semu orang berbondong-bondong ingin menjilat ku! Disana aku pertama kali merasakan bahwa kekuasaan ku tiada artinya.”


“Maafkan aku, aku selama pulang ke tanah air tidak pernah melihat berita bisnis dan aku tak suka bermain-main di dunia hitam semenjak menginjakkan kakiku di dunia modeling.”


“Tidak apa-apa sayang!” ujar Ken mengelus Surai rambut Aya di belakang punggungnya.


“Kau sudah tak ingin berbagi peluh dengan ku?” tanya Aya MA memandang wajah tampan Ken dari samping.


“Bukan tak mau sayang, kau tau bukan seperti apa aku yang selalu menginginkan mu?” tanya Ken mengambil tangan istrinya agar turun di mana sang naga api tengah bersemayam sudah siap menantang lawannya.


“Bawalah aku terbang seperti jed ini yang terbang melintasi cakrawala!” pinta Aya MA.


“Wah sepertinya aku sudah mulai terbiasa dengan long time mu ini tuan per ka sa,” Aya MA mencolek dagu suaminya.


“Kau sakit Aya! Jangan memancing ku!” ujar Ken yang sudah merasakan panas dingin.


“Hanya tangan bukan anu ku yang sakit, tangan bisa di tahan tapi di bawah sudah licin nih dek” bisik Aya MA, sesekali menggigit telinga sang raja setan yang mulai On.


“Seeettt, ohh, kau yang meminta ini sayang!” tekan Ken sambil merasakan betapa hasratnya sudah di ubun-ubun.


Ken membalikkan posisi mereka. Kali ini Aya MA sudah berada di bawah Kungkungan tubuhnya. Pria itu menarik setiap helai benang yang membalut kecantikan Aya MA. Lalu melepaskan apa yang melekat pada dirinya sendiri. Ia meneguk ludah setiap melihat tubuh sempurna Istrinya.


Cup, Ken mencium mencium telapak kaki wanita yang ia kungkung-kung. Hidung mancungnya menelusuri betis indah milik istrinya dengan gerakan slow tapi apa yang Ken lakukan menghadirkan gelenyar tak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata.


Semakin keatas semakin membuat jiwa muda mereka semakin berfantasi ria. Aya MA tak melihat gairah anak muda di atasnya melainkan pria matang yang siap membawanya ke langit ketujuh.


“Aya!” panggil Ken dengan suara seraknya.


“Hemmm, ohhh, ia Suami?” tanya Aya MA yang merasakan kenikmatan yang suaminya berikan di kelopak mawar miliknya.


“Kau mau memberikan ku anak kan di sini?” Ken mencium perut datar Aya sesekali mengelus rumput di taman.


Aya MA yang sudah melayang pun hanya mampu menganggukkan kepalanya.


“Jawab sayang!” bisik pria itu parau, gairah sudah membakar seperti lilin yang di nyalakan apalagi Ken lagi-lagi menyesap sari putik bunga mawar milik sang istri.


“Siramlah, penuhi diriku akan dirimu, aku sudah tak tahan suami... Ohhh...,” Aya MA menjambak rambut suaminya ketika sudah mencapai puncak kenikmatan.


“Terimakasih sayang, aku akan membawamu melihat awan serta mengajak mu terbang melihatnya.”


Ken membawa tubuh sang istri ke kaca dikamar mereka dan terlihatlah bintang-bintang bertaburan indah, cahaya bulan yang keemasan memerangi suami isteri itu, awan yang seperti ombak membuat mata terpesona.


Kecupan di bahu dan gerakan sensual membangkitkan gairah yang membara dalam suasana romantis.


“Sayang aku datang.”


Ken membenamkan cintanya di relung asmara. Sambil tangannya berpegangan keindahan yang lain. Secara perlahan Jeck Daniel yang memabukkan melesat seutuhnya. Perlahan suara indah dari keduanya, Ken yang biasanya lebih menyukai aktifitas kuat dan menuntut kali ini ia menusuk dengan penuh kelembutan agar Aya MA terbuai indahnya penyatuan mereka.


Kamar yang temaram hanya menerima sinar rembulan dan suara gesekan kulit dan rintihan nikmat dari keduanya membuat api asmara semakin berkobar.


“Rasakan lah sayang, seberapa aku menginginkan mu. Dan dia hanya milikmu dan ini adalah milik ku... seetttt...,” Ken mulai semakin cepat mengerakkan tubuhnya ke depan dan ke belakang. Sedangkan Aya MA hanya mampu menerima pemberian dari sang suami dengan penuh keikhlasan dan rasa cinta kasih, mungkin saat ini mulut wanita itu belum mengucapakan rasa cinta tetapi mulai melihat tongkat itu ia mulai menerima takdirnya dengan sang Berondong.


Setelah puas memandang bukan Ken merebahkan tubuh istrinya di atas kasur dan memberikan lagi cintanya kedalam sumur cinta sang Istri, kali ini permainan makin brutal dan memabukkan, seperti busa Wine dalam Jeck Daniel sudah siap untuk meluncur karena sudah lama di kocok oleh si pemilik.


“Aku datang Aya! Siap siap ku hamil kau! Ohhhh legit.”


“Datanglah hamili aku....”


Setelah jawaban Aya MA tubuh mereka mengejang busa yang di tahan kini berhamburan keluar menyerupai gelembung udara yang melambung tinggi.


Cup...


“Terimaksih sayang! Tidurlah!” bisik Ken di telinga istrinya yang sudah kelelahan karena mereka bertarung dua ronde yang pertama bertarung di Medan perang yang ke dua bertarung di atas ranjang.


“Suami!” panggil Aya.


“Hem?” jawab Ken.


“Jika aku ingin menjadi aktris apakah kau akan setuju?” tanya Aya MA.


“Apapun yang kau inginkan maka dengan dukungan penuh aku akan berada di belakang mu!” bisik Ken merenggut tubuh polos istrinya.


Senyum di bibir Aya merekah sehingga Ken juga ikut tersenyum.


“Jangan memancing sayang? Kau masih minta nambah lagi?” tanya Ken.


“Ishhhhh, dasar suami mesum yang pikirannya nganu melulu...,” omel Aya MA.


“Kita itu 1:1 sayang, coba tanyakan sama para emak-emak Reader tuh yang baca meski menegangkan urat dan gigit ujung daster merek. Para Tante reader tambah dong dukungannya, likenya jangan di tahan bunganya biar cinta kami semakin bermekaran. Kopinya biar makin rajin begadang si otor gendeng kita nulis cerita ini, si emak dah sudah up 3 eps nih loh ya. Vote nya jangan lupa biar emak kita makin hot bikin adegan nganunya.” Ken.


“Terimakasih suami!” lalu mereka tidur mengarungi mimpi di atas ketinggian jed pribadi mereka.


...Aku tak tau dimasa depan kau mampu memegang tangan ku dan selalu berada di sampingku tetapi batin ini menginginkan sebuah kebebasan dalam melakukan apapun dan menghadapi semuanya dengan berdiri tegak tanpa memikirkan orang lain.....


...Bolehkah aku egois......


...Angelina Aya MA....


^^^~To be continued.^^^


Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,


Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣