
Bak ada sebuah petir menyambar ketika Ken melihat ke arah bawah karena di bawah sana sang istri tengah menutup tubuh bagian bawahnya persis orang sunat.
Akibat panik pria itu sampai melupakan celananya yang melorot dan melepaskan genggaman tangan Aya MA sehingga pipi wanita itu mengelembung ngambek.
“Tinggalkan kami!” perintah Ken.
Meski khawatir tetapi perintah Ken adalah yang utama. Setelah Sean dan anak buahnya pergi Aya MA mengambil tisu basah untuk memberikan bibir bawahnya yang habis makan setelah itu mengambil cadar merah untuk menutupi barang pribadi.
Setelah beres ia meninggal Suaminya yang tengah menyelesaikan celana melorotnya setelah itu mengejar sang Istri yang lebih dulu memasuki mobil.
“Ke rumah sakit sekarang!” ujar Ken.
“Ke Hotel!” perintah Aya MA.
“Ke rumah sakit SEKARANG! ” tekan Ken di akhir kalimat.
“Sayang maafkan aku!” bujuk Ken.
“KE HOTEL!” lagi-lagi Aya MA berusaha, wanita dua puluh lima tahun itu masih ngambek. Aura di dalam mobil sangat mencekam, sehingga konsentrasi Sekertaris Sean kurang.
Brukkk... Mobil mereka tanpa sengaja menabrak tubuh seorang wanita yang tengah berlarian mengejar sebuah mobil di depannya.
Suami istri yang sedang berdebat langsung kaget, karena guncangan mereka yang duduk di kursi belakang langsung terjungkal sehingga saat ini tumpang tindih.
Pasangan itu saat ini marah, mereka ingin memarahi asisten Sean akan tetapi Sean tidak ada di kursi kemudi.
BRAK. Pintu sebelah kursi kemudi di buka dan asisten Sean memasukan tubuh seorang wanita manis berwajah Asia kedalam mobil, ada beberapa luka lecet serta kepalanya berdarah, tubuh wanita itu tak sadarkan diri.
“Kenapa ini Sean?” tanya Ken.
“Maaf taun muda saya lalai, saya menabrak wanita ini!” aku Sean, wajah pria itu memucat, padahal Sean terbiasa membunuh tetapi entah mengapa ketika melihat wajah wanita itu, jantung Sean berdetak kencang dan rasa bersalah menyeruak relung hati.
“Ken keluar dari tempat duduk mu, biarkan gadis itu kita rebahkan di belakang, Sean lagi syok tak bisa membawa kendaraan,” Teriak Aya MA, entah sejak kapan wanita itu sudah duduk di kemudi mobil mereka.
Ken turun dari mobil, “Sayang biarkan aku yang membawa mobilnya, tanganmu saki!” ujar Ken mau membuka pintu di samping pengemudi.
“Tanganku tak kenapa-napa, jika kau tidak masuk dalam hitungan lima maka akan ku tinggalkan kau di pinggir jalan. Biar sekalian di bawa oleh tante-tante kesepian,” Aya MA menghidupkan mesin mobilnya.
Bak bebek mengikuti induknya begitulah Ken saat ini. Melihat saudaranya melempem seketika, Sean di belakang sana tersenyum lucu.
“Pegangan!” teriak Aya MA.
Ken yang sudah mulai terbiasa dengan ke hebat berkendara sang istri langsung mengegas laju kendaraannya.
Werrrrrrr..... Bunyi mobil Melaju dengan kecepatan tinggi membelah jalan menyalip beberapa mobil hingga membuat Sean di belakang sana seperti tikus kecebur got alias syok, Pria itu ketakutan hingga memeluk tubuh Ken yang tengah memegang kencan sabuk pengaman.
Rasain orang yang meledekku merasakan di ujung tanduk dan ketakutan akan kematian. Batin Ken bersorak, melihat wajah pucat Sean.
“Aw.. Kakak ipar... Awas... Mobil Bahan bakat di depan!!!” teriak Sean yang sudah menghilangkan keprofesionalan dirinya pada saat jam kerja.
Aya MA seakan tuli, jika ia sudah berada di depan kemudi, bahkan kali ini jalan mobil itu seperti ular hingga celana Sean berkeringat.
Si wanita yang tadi pingsan lagi-lagi pingsan karena pusing akibat guncangan serta syok karena salah masuk mobil. Bukanya mencari pertolongan, Aya MA membuat seorang gadis terluka sekaligus mendapatkan tekanan mental.
....
....
Cekiiitttt.. Mobil mengerem tepat di lobi rumah sakit, para scurity mengejar mobil itu karena ia takut kejadian sebuah mobil menabrak rumah sakit.
Uekkkk... Sean mual, sepertinya lambung pria muda itu masuk angin.
“Sean kau bawalah nona itu ke Dokter aku akan membawa Aya ke dokter karena tangannya semakin parah,” perintah Ken, karena darah dari tangan Aya sudah membasahi setir mobil mereka.
Sedangkan si Sean langsung terbengong karena tak di izinkan bernafas dulu, “Astaga kakak ipar emang mengeringkan, dalam keadaan luka seperti ini bisa membawa mobil secepat angin bagaimana jika tangannya sehat mungkin mobil yang ia kendarai tidak menampakkan rodanya di jalanan melainkan terbang. Huh aku ngeri,” gumam Sean.
Sean menoleh kesamping ia melihat seorang gadis manis masih pingsan.
Deg... Jantungnya berdegup kencang tak beraturan. Batinnya ingin memeluk tubuh lemah wanita itu. Sesaat Sean menggelengkan kepalanya untuk menjernihkan pikirannya.
....
“Bagaimana keadaan wanita ini Dok?” tanya Sean, tanpa sadar ia memegang tangan gadis itu.
Dia tak cantik tetapi wajahnya sangat enak di pandang. Batin Sean.
“Pasien hanya mengalami luka lecek tuan, sepertinya dia syok! Besok wanita ini akan sadar karena saat ini masih terpengaruh obat,” terang si dokter.
“Baiklah, terimakasih.” ucap Sean.
“Sama-sama, ini adalah resep obat untuk nona ini, semoga lekas sembuh,” si dokter menyodorkan kertas lalu membungkukkan badannya untuk pamit dari tempat itu karena si dokter tau identitas Sean.
“Aku mohon sadarlah. Maafkan aku yang telah menabrak mu, namaku Sean, nama mu siapa?” Bisik Sean pada wanita yang di perban kepalanya itu, tangannya melepaskan genggaman tangannya, matanya tak lepas memandang wanita pucat itu.
BRAK... Pintu rawat itu di buka dengan kasar, seorang pria tanpa bertanya langsung menarik Sean siap melayangkan tinjunya. Namun, tangan tertahan saat melihat wajah Sean yang akan pria itu tinju.
"Mr. Sean, apa yang Anda lakukan pada istriku?" Sentak Dave.
"Lepaskan dulu Mr. Dave! Nanti akan aku jelaskan," Sean meminta Dave untuk melepaskan cengkraman di kerah bajunya.
Dave pun langsung melepaskan cengkeramannya karena seingat dia sedari pagi mereka terus bersama membahas kerjasama di antara dua perusahaan besar. Kenapa bisa sekarang malah bersama istrinya di rumah sakit. Dave mencium kening Sevia sekilas sebelum dia menghampiri Sean yang sudah duduk di sofa.
"Jadi, Nona ini istri Anda?" tanya Sean memastikan.
"Iya, kami sudah memiliki seorang putri!" tegas Dave.
Sayang sekali, wanita yang aku sukai ternyata sudah memiliki suami dan seorang putri. Padahal aku berharap dia lupa ingatan seperti di novel-novel setelah kepalanya terbentur aspal. Kenapa aku harus menyukai seorang wanita yang sudah bersuami? jerit hati Sean.
"Sebelumnya saya minta maaf Mr. Dave. Tadi saat kita akan pergi makan siang, mobil saya tanpa sengaja menabrak Nona ini. Lebih tepatnya, istri Mr. Dave berlari ke tengah jalan saat mobil saya tiba di sana. Entah apa yang dikejarnya, tiba-tiba dia berlari seperti mengejar seseorang," jelas Sean.
"Apa kejadiannya di depan Disneyland?" tanya Dave, ia terdiam untuk sesaat.
"Tidak jauh dari sana," jawab Sean, hatinya teriris, dia kalah sebelum berperang.
"Dokter mengatakan apa tentang keadaan istriku?" tanya Dave kemudian.
"Keadaannya baik, mungkin besok juga sudah bisa pulang. Dia masih dalam pengaruh obat tidur yang diberikan dokter," jelas Sean.
"Syukurlah! Aku sangat khawatir saat tadi mendengar kabar kalau istriku hilang. Dia baru pertama kali datang di sini. Bahasa asing pun dia tidak lancar," ucap Dave sendu.
"Anda tenang saja Mr. Dave! Jika mengalami kesulitan selama di sini, silakan bicara pada kami. WU internasional, pasti melindungi rekan bisnisnya. Apalagi perusahaan Mr. Dave memiliki kontrak kerjasama yang bernilai fantastis dengan WU Internasional. Sudah pasti dalam perlindungan kami," ujar Sean .
Meskipun cintaku layu sebelum berkembang, tapi aku pasti akan menjaganya dari jauh. Tante cantik, kamu membuat bunga bermekaran di hatiku tapi sekaligus harus ku petik hari ini juga. Batin Sean setelah itu berpamitan mencari Tuanya.
....
Sedangkan di luar bangsal si Sean yang lagi patah hati mencari bangsal dimana pasangan Tak ada akhlak itu berada.
“Sean, kau kemana saja? Dan wajahmu ini seakan habis di tinggal lari calon istrimu!” ujar Ken.
Nyesssss.... Seperti menyiram air garam di atas luka, begitulah perasaan Sean.
“Ken waktu kerja ku sudah habis, mari kita bertarung!” ajak Sean melipat bajunya hingga siku.
^^^~To be continued.^^^
Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,
Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣
Nah kali ini masih gue nyomot pemeran di rumah SIMPANAN BERONDONG TAJIR, Kali ini aku pulangkan saja lah si Sepia ke rumah mu, biar dedek Sean gak sakit hati tuh.
Jika ada yang penasaran dengan cerita Dave sama sevia kalian bisa cari judul di atas. Nih karena emak online bin sabar penulis gendeg bersertifikat Mak otor baik hati nih emak kasik wajah sampul si Dev🤣