Terjerat Cinta Berondong Kaya

Terjerat Cinta Berondong Kaya
Melepas Rindu


Hay para Reader


Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗


Selamat datang di TCBK.


Happy reading🥰


.....


...


..


.


Tenggorokan Ken terasa kering, mendengar suara menggoda milik istrinya yang begitu lembut serta menyimpan keagresifan yang membara hingga menelusup di kepala bawahnya.


Tidak Ken, jangan terhasut, istrimu ini tengah mengigau sehingga menyerang mu dengan penuh gairah. Batin Ken pada dirinya sendiri.


"Sayang sadarlah, kau harus banyak istirahat, si Jeck bangun karena antena nya mendapatkan sinyal dari dirimu" ucap Ken mempertahankan kesadarannya yang setipis kulit bawang.


"Tapi aku yang merindukan Si Jeck sayang, dan aku sudah bangun sedari tadi, coba kau rasakan" ucapan Aya membuat Kem tambah kelojotan.


bahkan setan di dalam dirinya langsung berkata "Sikat aja dek, toh ini adalah undangan resmi dari istrimu, Halal ini."


Tidak, tidak istri ku kelelahan akibat penculikan tadi siang.Ucap Ken dalam hati, pria itu berusaha kokoh untuk mempertahan kewarasan nya.


Saat ini, tubuh Ken seperti terjangkit penyakit kejang sebab si Jeck makin ngamuk meminta keluar dari Cavett. Seperti belut benda itu di tangkap oleh tangan selembut sutra dan hal yang tak terduga terjadi karena istirnya menjadikan Jeck Daniel sebagai rokok yang membuat sensasi panas dingin. Wanita itu mulai memberikan servis di dalam goa bergigi miliknya serta belaian lidah membuat petasan siap meledak sehingga pertahanan yang di bangun pria muda itu langsung runtuh.


"Kau nakal sekali istri!" Suara Ken memberat sungguh semakin menggairahkan bagi tate Aya MA.


"Aku sangat merindukan Jeck apakah kau tak rindu dengan pergulatan panas yang sudah beberapa hari kita liburkan sayang, sepertinya aku tak tahan jika malam ini tidak menumbuk lumbung padi bersama dengan mu," bisik Aya dengan nada merajuk serta menggoda.


"Apakah kau tak Rindu menumbuk lumbung dengan ku, sayang?" tambah Aya dengan nada mulai sedih.


" Cup .... Mari kita habiskan malam ini penuh gairah dan aku akan membuat yang mulia ratu ku mengerang sepanjang malam" Ken langsung mengecup kening sang istri untuk memulai ronde pertamanya.


" Cup... Cup..." pria muda itu mencium kedua kelompok mata, hidung dan terakhir mendarat di terang bulan legit milik istrinya.


"Kau adalah candu ku sayang, mari kita memadu kasih melepas rindu hingga esok pagi. karena kau adalah candu ku.”


Tanpa aba aba Aya terlebih dahulu menarik tengkuk suaminya lalu peraduan bibir mulai terjadi awalnya slow...


Lama lama tarik tambang bibir mulai semakin sengit, semakin lama semakin liar, Ken melepas seluruh kain di tubuhnya, dan membantu melepas kain yang menempel pada tubuh sang istri...


Tatapan memuja terhadap bola Voli ranum milik Istri nya yang tambah besar, padat sehingga membuat api gelora dedek semakin mencuat hingga melambung tinggi, mata pria itu sungguh berbinar seakan ia melihat gunung emas yang mampu memberikan kekayaan yang berlimpah hingga tujuh turunan.


Ken melahap rakun sumber kehidupan bayi itu tanpa menyia-nyiakan kesempatan sedikitpun, pria itu menikmati acara menyusu yang tak ia dapatkan kecilnya.


Mohon di maklumi pria itu kekurangan momen ngasi dari enen Mommy Qiana. Begitu banyak gaya pemanasan yang di terapkan oleh Ken sehingga membuat Aya melayang hingga menjerit tak tertahankan.


Ken sudah mengecek Mesin nya sudah siap sedangkan oli milik istrinya sudah tumpah dengan sigap Ken melesatkan si adek yang sudah meronta-ronta karena sedari tadi di mainkan oleh istrinya.


Suara goib milik Aya MA pun terdengar sangat merdu.Ken mencari posisi yang nyaman dan lembut agar sang istri merasakan sensasi menyatukan gairah yang membara.


Semakin lama pergulatan semakin memanas, Ken mencabut si Jeck Daniel lalu mengubah gaya Guguk Style lalu tanpa aba-aba ia langsung membenamkan si Jeck agar acara menumbuk padi mereka cepat menuai beras. Puas dengan gaya si guguk Ken merubah posisi nya dengan gaya sapi ketiban kandang.


Suara goib milik Aya MA dan Ken membuat author yang nulis merinding hingga butuh bang Adi😂.


setalah 30 menit, si Jeck mulai kerasukan hingga mabok karena kepalanya terbentur dinding milik buk Aya berkali-kali sehingga membuat benda ajaib itu memuntahkan cairan kentalnya di dalam botol penampungan jin iprit milik si Jeck Daniel.


"Hoss... Hoss...." Nafas keduanya terengah-engah.


"Ini sungguh luar biasa istri, malah ini kau sungguh bergairah dan aku merasakan gairah seribu kali lipat di atas Awan sehingga si Jeck keluar dalam jangka waktu 30 menit saja padahal skornya biasanya hingga 40 sampai 1 jam sepertinya si Jeck keenakan hingga ia mabok darah terlebih dulu."


"Kau hebat suami" puji aya lalu ia tertidur.


Ken langsung mengambil tisu basah lalu mengelap tubuh sang istri.


"Cup... tidur lah, terimaksih sayang, aku keluar sebentar, seperti nya ada yang menggedor pintu kamar kita.


Ketika Ken membuka pintu seorang pemuda langsung jatuh tengkurep mencium lantai.


Gedebuk...


“Aw, kakak ipar!" rintih Sanco.


“Sedang apa kau ada disini?" tanya Ken.


“Aku mau memberikan asinan ini, istrimu itu meminta ku membelikannya. Ketika aku mengetuk pintu kamar kalian aku mendengar suara cicitan tikus yang mungkin sedang kawin, sehingga aku bertekad mau menangkap hewan nakal itu. Lihatlah aku membawa jebakan tikus untuk menangkap hewan pengganggu tidur kalian!" Sanco mengangkat jebakan tikus ke depan wajah Ken..


Wajah Ken memerah sebab yang di kira tikus oleh adik istrinya adalah desahhhan mereka, pria itu tidak tau jika kamar sang istri tidak terpasang alat kedap suara.


Ken mengambil jebakan tikus itu,“Biar kakak yang meletakkan jebakan tikusnya. Kau tidurlah kakakmu kelelahan habis olahraga dengan ku tadi, dan buat apa makanan aneh ini?” tanya Ken.


“Jangan macem-macem dengan makanan itu, sebaiknya kita simpan makanan ini mau ia makan atau tidak terserah kakak sebab gara gara makanan ini yang tadi ku kasik orang malah aku disuruh mencari lagi makanan ini lagi padahal ya kak penjualan nya sangat jauh!” kata Sanco memperingati kakak iparnya.


“Baiklah, sekarang kau tidurlah, besok kau akan sekolah bukan?" tanya Ken mengurangi rasa gugupnya. Kerena rasa nikmat, sehingga ia lupa tadi mereka melakukan ritual di rumah mertua bukan rumah mereka yang super canggih.


“Datanglah ke rumah kami jika ingin bertemu dengan kakakmu!” ujar Ken melihat betapa besar kasih sayang adik tiri Aya itu terhadap istrinya.


“Terimakasih kak, apakah boleh?” tanya Sanco polos.


“Boleh karena kau adik istriku!” kata Ken sebelum masuk masuk ke kamar.


“Yes, terimakasih kak!” teriak Sanco girang.


Ken menyunggingkan bibirnya, adik Aya ini begitu lucu sehingga mengingatkannya kepada sifat Leon yang periang seakan tidak ada dunia gelap bagi anak itu.


....


....


Ken memandang wajah kelelahan istrinya, ia masih mengingat betapa liarnya sang istri tadi, seakan wanita itu kerasukan kuda liar sehingga membuat Ken yang memiliki stamina tinggi kewalahan melayani wanitanya.


Aku janji sayang aku akan melindungi mu dan akan menjadi alasan bagi mu untuk tersenyum setiap saat. Apapun akan aku lakukan sehingga kau tetap bahagia. Jika harus melindungi mu dalam jeruji emas maka akan aku buat jeruji emas itu amatlah luas sehingga kau tak merasakan terkurung dan tersiksa. Batin Ken.


Pria itu menaiki ranjang lalu membawa tubuh istrinya ke dalam pelukan untuk mengarungi mimpi hingga menyambut pagi esok.


....


....


Pagi telah tiba, sinar matahari indah menyinari pasangan itu sebab balkon milik istrinya ini berada tempat dimana arah matahari bersinar.


“Uhhhhhh...," rintih Aya, wanita itu menggeliat dari tidurnya.


Senyum mempesona Aya membuat pria yang sedari tadi berpura-pura tidur itu meleleh seperti es cream yang di letakkan dalam suhu ruang.


Wajah Aya memerah ia menahan kegugupan dalam jiwanya, rupanya di goda oleh pria itu membuat Aya masih belum tahan jantung, karena ia tak bisa memungkiri bahwa ia sudah jatuh juga dalam lautan pesona suaminya.


Mata mereka saling memandang, mengarungi lautan kornea mata satu sama lain, rupanya mereka itu saling memuja dan terkagum dengan apa yang di miliki pasangan mereka masing-masing, pasangan itu sungguh manis buka?.


Wajahnya yang datar saja membaut Aya kelepek kelepek apalagi si datar ini berubah menjadi berubah menjadi seorang pujangga, beh tak ada yang mengalahi pesona seorang Jaguar Kendrick Taksa WU.


Seandainya para gadis-gadis yang memuja suaminya itu tau betapa ganasnya pria itu nganu dan begitu besarnya si anu, tak lupa juga berototnya tubuh suaminya. Meski pria itu hanya romantis di atas ranjang sebab seorang Kendrick itu tipe gunung es Himalaya yang dingin dari pabriknya.


“Ayo kita mandi, aku sudah tak tahan keluar dari rumah penuh buaya ini!” kata Aya menarik tubuh suaminya yang hanya telan Jang setengah ke dalam ke kamar mandi.


“Apakah akan ada ronde ke empat di kamar mandi, Istri?” tanya Ken.


“Tidak ada kita akan mandi cepat-cepat, mulut bawahku dower seperti di kasik makan bon cabe level 50 akibat ulah Jeck yang semakin gendut itu!” omel Aya.


“Katanya kau penasaran dengan benda besar kenapa sekarang kau mengeluh tentang perubahan si Jeck. Padahal aku rela-relakan menyamar menjadi rakyat jelata untuk masuk ke klinik tong seng yang tengah membuka diskon besar-besaran. Sebab klinik itu maat duitan, bayangkan jika kita orang paling kaya dalam satu menit harga pengobatan orang itu 10 juta dan setiap satu pasien memerlukan perawatan satu jam. Berbeda lagi untuk ukuran pejabat negara, mereka mematok harga 5 juta permenit (kalian hitung saja sendiri ya😂). Kalog ukuran PNS satu menitnya itu 1 juta beda berbeda dengan rakyat biasa sebab 1 menitnya hanya sepuluh ribu dan geratis bagi para gembel!” terang Ken.


“Emangnya disana tidak terima BPJS?” tanya Aya.


“Tidak lah, klinik itu kan klinik swasta dari cina yang didirikan oleh Embah Tong sama empok Seng.”


Aya menganggukkan kepalanya mengerti tapi pikirannya melayang ketika membayangkan pengobatan yang dilakukan seperti apa.


“Sudah jangan di pikirkan, mereka tidak mengintip Jeck Daniel kok mereka hanya memberikan obat herbal, mari kita mandi,” ajak Ken.


Pasangan itu akhirnya mandi tanpa adegan plus plus tak lama kemudian pasangan itu sudah siap turun kebawah. Untungnya Ken selalu membawa baju ganti di dalam mobil sehingga ia tak pusing mencari baju.


Dimeja makan semua orang tengah menunggu pasangan muda itu, kakek sedang membaca koran sedang Sanco memegang Ponselnya.


“Selamat pagi!” sapa Ken.


Sean menarik kursi untuk Tuan dan Nona nya.


“Mari kita sarapan!” setelah itu mereka sarapan tanpa sepatah katapun.


....


....


“Ambillah ini, jagalah dirimu baik-baik, jadilah menantu serta istri yang baik!” Ibu Sandalita Suwaloni menyodorkan kantong yang berisikan makanan kesukaan Aya MA sewaktu kecil.


Aya mengambil kotak itu, buat apa ia sok ja'im toh. Makanan tidak boleh di tolak.


“Kak, ini untuk mu!” kata Sanco membawa sebuah ember besar ke arah kakaknya.


“Buat apa kau membawa ember besar itu Ken?" tanya Aya bingung.


Sanco dengan susah payah membawa ember itu ke arah kakaknya dengan susah payah.


Apakah adiknya semalam merampok berangkas kakek sehingga memasukan emas serta dolar di dalam ember untuk ia jadikan bekal kakaknya ketika pulang kerumah suami.


“Apa itu Sanco?" tanya Ibu Sandalita.


“Asinan, pagi buta aku menyuruh Pembantu kita memborong nya kemarin kakak aku belikan tapi ia sudah tidur, aku tak mau kakak memakan barang kemarin dan ini aku ganti yang banyak biar gak nyusahin kakak ipar ketika meminta asinan yang ada di alun-alun kota H itu,” ungkap Sanco.


Pria itu membuka tutup si ember sehingga asinan yang menggugah selera itu wangi hingga Aya ingin meneteskan air liurnya.


Sanco mengambil kan mangkok dan sebuah garpu yang ada di tangan kirinya sehingga dengan sigap Aya mengambil asinan itu lalu memakannya dengan lahap.


“Sayang, bawa ember itu aku ingin membawa nya pulang!” kata Aya dengan mata yang berbinar menyiapkan asinan itu kedalam mulutnya.


Sensasi asam manis melebur dengan rasa pedas yang pas membuat wanita itu girang bukan main.


“Sayang ini begitu banyak!” kata Ken.


“Jika kau tak mau membawanya maka aku tak ingin pulang!” Aya MA merajuk.


“Aya bisakah kita bicara sebentar?" pinta ibu Aya MA itu.


“Kau bicaralah sama Mama, aku akan membawa barang ini dulu ke mobil!" kata Ken membawa tiba putih yang berlabel Avian itu.


“Jujur sama Mama, kau lagi isi kan?” tanya ibu Aya MA itu.


“Isi apa?" Aya menanyakan balik ke arah sang ibu.


“Hamil!”


“Kau sama Sanco ngawur mana ada aku hamil!” kekeh Aya MA.


“Ya bisa lah jika gudang mu sering di obrak Abrik menggunakan tongkat baseball milik suamimu, jika belum kawin mana berani aku tanya kamu bunting apa tidak!” kata ibu Aya MA sarkas.


“Tidak, aku tidak hamil karena aku tengah menunda kehamilan untuk satu tahun ini dan aku mengikuti program KB!” kata Aya mantap.


“Oh seperti itu. Baiklah, sekarang kau pergilah suami mu pasti menunggu!”


“Baiklah, kau berhati-hati disini, jika sudah lelah bilang padaku, jika kau ingin pulang kampung Mami Liana pasti lebih bahagia sebab adiknya pulang ke tanah air apalagi saat ini kabar Yuki mau melahirkan sebentar lagi membuat kebahagiaan nya berlipat ganda bagi mommy Liana. Apalagi ke hadiran anda di rumahnya!” pesan Aya sebelum meninggalkan wanita itu.


....


Bruuummmm.... Bruummmm... Bunyi mobil yang di tumpangi oleh pasutri itu berjalan dengan mulus.


Stop!” teriak Aya.


Cekiittttt... mengerem mendadak sehingga sehingga pasangan itu terjatuh tumpang tindih.


“Kau ingin mati Sean!!!” teriak Ken menggelegar.


“Maaf tuan muda sayang hanya syok ketika Nona muda menyuruh saya berhenti!” ucap si Sean..


“Apa apa sayang?” tanya Ken dengan suara kelembutan selembut puding.


“Aku menginginkan buah mangga di rumah yang ada tulisannya OPEN BO tadi itu sayang.” Kata Aya dengan wajah memelas.


Kira-kira kenapa ya Mpok Aya kita🤣


^^^~To be continued.^^^


Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,


Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣


Rekomendasi Author:



Bercerita tentang manis pahitnya kehidupan seorang wanita cantik bernama Sashi yang harus berjuang membesarkan putranya seorang diri setelah kematian suaminya karena kecelakaan. Sashi yang seorang desainer harus mampu mengelola dan mempertahankan perusahaan peninggalan suaminya dari sifat tamak adik iparnya.


Seiring waktu, Sashi berubah menjadi seorang CEO wanita dan seorang Ibu serta akan menguak misteri kematian suaminya. Apakah ketika semuanya terkuak Sashi masih sendiri, atau ia berhasil menemukan pendamping hidupnya?