Terjerat Cinta Berondong Kaya

Terjerat Cinta Berondong Kaya
Maafkan aku!


...Kau seperti matahari di dalam hidupku.....


...Kau kan dia...!!...


...Ia, Pria itu adalah kau......


...Jantung ini berdetak lebih kencang ketika mengetahui kebenaran itu......


...Hati ini menghangat pada saat aku tau kau lah yang memberikan ku kekuatan serta memberikan aku harapan hidup hingga aku mulai lupa rasa sakit itu seperti apa....


Jaguar Kendrick Taksa WU kau bukan pria idaman ku tetapi perlahan aku mulai terbiasa akan adanya dirimu di hidupku.


...Terimakasih telah menjadi pria idaman semua wanita di cerita ku dan pria idaman di ciptakan untuk mewarnai cerita ku yang nestapa ini....


...Genggaman lah tangan ku jangan pernah kau lepaskan, karena di masa depan hidup kita akan melalui banyak rintangan dan aku memiliki seribu misteri yang tak bisa diterka oleh siapapun....


...Terimakasih Suami.....


...(Angelina Aya MA.)...


....


....


....


Aya MA memandang wajah Ken tanpa berkedip, karena pria itu melindunginya dari Qiana sang ratu mafia di daratan Asia atau bisa ia sebut ibu mertuanya, ia mengira riwayatnya tamat malam ini tetapi Suaminya melindunginya.


“Mom ... Aku mau pulang menggunakan helikopter Momy ini besok aku mau ke shangha**i ada perjalanan bisnis sekalian mau honey moon,” terikat Ken sambil bergelantungan di tangga Helikopter yang telah menunggu tuannya.


Sialan bocah kita itu Mom, sudah membegal kendaraan kita malah menampilkan wajah dinginnya. Deddy Taksa dalam hati.


Cup. Mommy Qiana mencium bibir suaminya di depan umum, “Sudah, mau bagaimana lagi gen dingin kita di wariskan kepada putra kita, seandainya dulu kau memilih istri yang...,” bisikan Mommy Qiana langsung terputus karena di bungkam oleh bibir si hot Deddy yang semakin matang.


“I love you dan maafkan aku sayang, menikahi mu adalah anugrah untuk ku, jangan berpikir aku akan menikahi wanita lain sedangkan cintaku hanya terpatri pada wanita gunung es yang menyilaukan seperti matahari. Ayo kita pulang, semau musuh menantu kita sudah di markas, Jery sudah rindu dengan terowongan Kasablanka,” bisik Taksa sesekali ia memberikan kecupan di hidung mancung istrinya.


Cinta Taksa dan Qiana masih terkenang indah dalam segala keromantisan mereka, mereka tak tau malu jika ingin bermesraan di tempat umum, bahkan di lihat anak dan menantunya di atas karena menunggu si asisten Sean masuk ke dalam Helikopter.


....


....


....


Sedangkan di dalam helikopter Aya MA kaget melihat kemesraan mertuanya meski sudah tak lagi muda.


“Jangan lihat mereka sayang, lihat aku saja. Atau kau ingin ciuman dahsyat seperti Deddy dan Mommy ku?” tanya Ken menarik wajah Aya MA.


Cup...Bibir basah itu mengecup bibir istrinya, seketika ciuman mereka sangat berarti bersamaan dengan Capung besi itu meninggalkan lokasi kekacauan.


“Lihat dulu tangan mu!” bisik Ken.


Wanita 25 tahun itu menyembunyikan tangannya di punggung, “Biar aku saja yang mengobati, hanya Luka setitik saja.”


“Jika kau tak mau menunjukkan tanganmu, jangan salahkan aku jika aku mengeluarkan Jeck Daniel agar di saja yang menyuntik istri yang nakal ini.” Ken.


Mata Aya MA terbelalak ia melihat ke depan memastikan anak buah Ken tak mendengar kata go'ib suami super me•sum nya itu. Karena takut sang suami melakukan sesuatu dengan berat hati memberikan tangannya.


Ken dengan wajah dinginnya menyentuh tangan sang istri yang tengah di balut robekan bajunya. Ekspresi pria 18 tahun itu langsung menggelap ketika tangannya menyentuh tangan wanitanya karena rembesan darah di kain langsung mengotori tangan suami Aya MA itu.


Ken langsung membuka kain yang membalut luka sang istri, setelah kain itu di buka mata pria 18 itu berembun.


“Maafkan aku!” hanya kata-kata itu yang sanggup keluar dari mulut pria gagah itu.


Dada pria itu sesak karena demi melindunginya istrinya terluka sedangkan dirinya sengaja tidak memanggil bantuan untuk menguji istrinya. Dia tidak tau jika keegoisannya melukai sang belahan hati.


Pria itu menarik tangan Aya MA yang terluka ke wajahnya lalu mencium tangan berdarah itu dengan diam tetapi cairan bening dari pria dingin itu menetes untuk pertama kalinya.


“Maafkan aku sayang, maafkan aku!” kata maaf berulang-ulang Ken lontarkan dari mulutnya.


Tangan Aya MA terluka di perbatasan ibu jari dan telunjuk, luka memang cukup dalam karena tinggal tiga inci peluru itu menembus kulitnya, dengan santainya Aya MA melukai kulit nya untuk mengeluarkan peluru sehingga tangan Aya Ma bolong serta darah yang di keluarkan sangat banyak.


Melihat luka istrinya yang sangat dalam Ken mengambil kotak P3K dari tangan Sean lalu dengan keterampilannya ia membalut luka meski darah terus keluar sehingga Ken membalur tangan istrinya seperti bola sehingga tangan kecil aya MA tenggelam seperti gumpalan.


“Sean, ke rumah sakit dulu, setelah itu kita akan langsung ke Shanghai,” ujar Ken serak air matanya tak kunjung surut.


“Baik Tuan Muda!” jawab Sean.


“Hey, kenapa kau bersedih Suami? Peluru yang menusuk tanganku itu tadi sudah ku cabut oleh ku sendiri karena hanya luka seperti ini aku tak perlu mengeluarkan rintihan atau jeritan, dulu aku sudah terbiasa,” mulut Aya MA langsung terkunci.


“Jangan katakan apapun, aku bersalah Aya, seandainya aku tak penasaran tentang dirimu kau tak akan terluka, Ambillah pistol ini tembak aku di dada ini, tapi jangan bunuh aku karena jika aku mati maka ada pria lain yang akan mendekati mu, sedangkan aku sangat ingin hidup mati dengan mu!” ujar Ken memberikan pistol di tangan Aya MA.


Prakkk... Pistol jatuh karena Aya MA menepis tangan Ken yang yang menyodorkan senjata itu.


Grepp, Aya MA memeluk tubuh Pria itu mencari kehangatan dari tubuh suaminya, “Seharusnya aku yang bilang terima kasih karena kau adalah pangeran berkuda putih yang melindungi ku dari amukan mertua ku! Lihat aku saat ini sudah terluka, tadi ibumu sudah siap-siap mengeluarkan samurai untuk menyembelih ku padahal hari raya kurban masih lama. Apalah remah rengginang ini mampu mengahadapi sang ratu Mafia,” ujar Aya MA dalam pelukan suaminya.


Suami istri itu berpelukan, ada tangis dan tawa melebur jadi satu, rasanya nano-nano.


Ken memberikan ciuman di kening, mata, hidung dan Terkahir di bibir sang Istri, suami istri itu saling tersenyum.


“Sayang, kau bisa menjelaskan apa yang kau katakan kepada ibuku?” tanya Ken.


“Yang mana?” tanya Aya MA sok tak tau.


“Mulai kapan kau tau kami memiliki Indra ke 6, BISA MEMBACA PIKIRAN ORANG?” Ken sedikit menekankan kata yang sampai saat ini hanya keluarga kecilnya yang tau kelebihan itu meski mereka saat ini memiliki keluarga sangat besar.


Nah lohhh Tante mau menjawab apa ya 😂???


^^^~To be continued^^^


Terima kasih sudah stay menunggu, maafkan emak tak up kemarin karena masih jadelak dari perjalanan jauh.


Emak up 3 eps dengan long eps ya sayang 😘😘😘


yuk komen di setiap eps nya biar emak semangat up-nya 😘😘😘