
Hay para Reader Emak tersayang🤗
Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗
Selamat beraktifitas 🤗
Selamat datang di TCBK.
Happy reading🥰
....
....
....
....
Empat orang sedang berdiri menunggu sang Tuan Muda keluar dari sarangnya. Tak satupun dari mereka berani meninggalkan halaman Vila itu. Borax yang di tugaskan menjaga Ken sedari kecil pun juga tak berani mengetuk pintu.
Sudah 3 jam merek berdiri di tempat itu ia baru mendapatkan panggilan bahwa sang Tuan Muda akan pulang besok pagi.
Astaga kenapa tidak ada informa sedari Tadi! Mereka tidak tau apa jika betis ku ini hampir bercabang. mana kulit berotot ku ini sudah merah-merah akibat di ciuman cinta dari para nyamuk. Batin Borax menangis.
“Mari kita istirahat dulu, besok pagi kita akan kembali,” perintah Borax itu kepada anak buahnya.
Ceklek...
Belum mereka meninggalkan tempat itu, pintu Vila di buka, “Kita pulang sekarang, ke Mansion pribadiku!” ujar pria itu dingin, tangannya tengah menggendong sang istri yang ia bungkus dengan selimut bekas pergulatan mereka tadi.
“Jika masih Sayang nyawa silahkan kalian memandang ke arah sini.”
Semua orang langsung menunduk takut, karena seorang Jaguar tak pernah main-main dengan perkataannya.
....
Saat ini Helikopter mengudara, Ken memandang wajah pulas sang istri. Bibirnya tak pernah berhenti menyunggingkan senyumnya.
Istriku cantik sekali. Mungkin ia terlalu lelah, padahal hanya empat kali pelepasan sudah tak sanggup dasar Tante lemah. Rasanya sungguh legit, pengen lagi kan aku. Batin Ken berbunga-bunga.
Setelah satu jam Helikopter itu mendarat di sebuah Mansion mewah yang amatlah megah. Ken turun menggendong istrinya bak bayi bayi baru lahir.
Semua Maid berkumpul menyambut majikannya. semua hanya menundukkan kepalanya karena takut membangunkan wanita yang tengah bos mereka gendong. Kaki pria itu melangkah memasuki Lift pribadinya.Ia membawa sang istri kedalam kamar lalu merebahkannya di rajang besar miliknya.
Ken yang merasakan lengket di sekujur tubuhnya pun pergi kekamar mandi. Setelah 15 menit ia membawa seember air serta kanebo kering kearah tempat tidur.
Dengan telaten ia mengelap tubuh istrinya hingga kinclong, “Astaga, luka robek bibir bawah istriku sungguh mengerikan. Mudah-mudahan besok SIM A (surat ijin membuat Anak) ku tidak di cabut besok. Bisa-bisa hancur dunia peranjangan, ku,” ujar pria itu pelan.
Dengan langkah lebar ia mengambil obat pereda nyeri serta obat perekat luka agar yang robek kembali bersatu.
“Sayang, Sayang ayo bangun dulu. Minumlah ini.” pria itu mendudukkan tubuh istrinya, dan menyuapi sebutir obat, karena dilanda kantuk Aya MA hanya menurut apa yang suaminya perintahkan. Setelah beres ia bergabung dengan sang istri mengejar ke alam mimpi.
....
Pagi kiang menjelang, burung-burung pun sudah siap mengepakkan sayapnya untuk mengarungi cakrawala. Matahari terbit dari ufuk timur dengan malunya ia mengintip di sela-sela gorden kamar pasangan suami istri yang tengah berpelukan mencari kehangatan satu sama lain.
“Oh, jam berapakah ini?” tanya Aya sembari memandang wajah pria yang membuatnya menjerit kenikmatan semalam.
Wanita itu masih diam memandang suaminya yang tidur telungkup, selimut di tubuh suaminya melorot sehingga terpampang punggung berotot suaminya.
Dia tampan sekali. Astaga punggungnya pasti sangat perih, lukanya seperti di serang binatang buas. Batin Aya MA malu, ia masih mengingat betapa ia buas mengimbangi gerakan ajian mengulek ranjang, menggetarkan lutut, melemaskan pinggang mencoba gaya amatir hingga gaya hengkang pun mereka peraktekan, selama rasa tusukan itu nikmat gaya kura-kura kawin pun mereka peraktekan.
“Sudah puas memandang hasil jerih payah mu semalam sayang!” ujar Ken dengan mata terpejam.
“Kau lapar sayang?” tanya pria itu langsung duduk di samping istrinya.
“Benar aku lapar, aku itu memiliki suami yang kaya raya tetapi semalam istrinya tak di berikan makan sedikit pun, sehabis,” ucapan wanita itu menggantung.
“Sehabis kita bercinta sayang!” pria itu melanjutkan ucapan sang istri.
Ken memencet tombol di kamarnya tak lama kemudian ketukan pintu terdengar, “Lihatlah makanan mu sudah siap! Kau diam lah jangan bergerak sedikitpun,” bisik Ken, pria itu juga menekan remote sehingga pintu kamar otomatis terbuka.
“Permisi Tuan dan Nona Muda, kami mengantarkan sarapan Anda,” Dua orang maid mendorong troli tanpa melihat kearah majikannya, setelah itu mereka keluar dari kamar tersebut.
“Ken, Kita ini dimana?” tanya wanita itu yang baru tau bahwa mereka telah berada di tempat berbeda.
“Suami, Sayang! ini adalah rumah kita” ia mengingatkan istrinya.
“Maaf lupa, aku mau sikat gigi dulu,” wanita itu menyingkap selimut yang menutupi tubuh polosnya.
Gluk ... Ken menelan air liur kering, bahkan ulekan nya mengajaknya membuat sambal.
“Kau ingin menggoda ku sayang!” Ken memandang tubuh istrinya seperti macan lapar.
“Astaga!” wanita itu langsung menyambar kaos over size suaminya, lalu mengenakannya begitu saja.
“Aku akan membawamu ke kamar mandi,” pemuda itu turun dari kasur lalu mengangkat tubuh istrinya.
“Aw, kau membuat ku kaget,” protes Aya, tangannya reflek memeluk leher Suaminya.
“Selamat pagi, Istri.” Pria itu memberikan sebuah kecupan manis di kening istrinya.
Mendapatkan ciuman manis, bibir wanita itu bungkam, ia pasrah di gendong oleh sang suami hingga di kamar mandi.
Pria dingin yang memiliki ekspresi berubah ubah itu mengambil sebuah sikat gigi baru lalu mengoleskan pasta Gigi dan menyerahkannya ke tangan sang istri.
Tangannya dengan cekatan mengambil gelas kumur-kumur di berikan kepada sang istri.
“Suami, aku bisa melakukan semua ia ini sendiri.” wajahnya memerah karena perhatian sang suami yang berlebihan karena ia di perlakukan layaknya bayi oleh suaminya.
“Diam lah, kau lagi sakit,” Ken membantu istrinya mengelap wajah Istrinya lalu ia membersihkan dirinya sendiri.
....
....
....
Dalam sekejap makanan telah tandas, “Aku akan menyiapkan air hangat untuk mu mandi, diam lah disini.”
Karena Si Aya yang tak suka diam ia berdiri, “Aw, kenapa sakit sekali? Seakan ada yang mengganjal di bawah sana. Aku harus mencari cermin untuk memastikan apakah keadaan di bawah sana longsor hingga tak tertolong lagi,”
Aya MA berjalan ngangkang, kakinya perlahan melangkah mendekati meja rias untuk mengambil kaca di tempat itu.
“Sayang kau dimana mana?” jerit pria itu bingung karena istirnya tidak ada di tempatnya.
“ASTAGA!” pasangan suami istri itu sama-sama berteriak bersamaan.
^^^~To be continued.^^^
Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen kalian. Karena tanggapan kalian adalah mood booster buat emak tersendiri.
Yang berkenan memberikan Vote, bunga, Kopi untuk karya receh emak silahkan, emak sudah siapkan kantong semar, seberapapun di kasik kantongnya muat kok 🤣🤣🙈