
Pagi begitu cerah karena sang Surya bersinar terang dari ufuk timur, menyinari vila sang ratu mafia yang megah seperti kastil di negeri dongeng.
Jika matahari bersinar cerah menerangi rumah itu akan tetapi yang diterangi malah kedinginan sebab aura didalam Vila sangatlah angker hingga membuat orang mati di dalam kuburan pun mati seketika.
“Katakan!” kata Aya dengan aura demit yang menakutkan, wanita itu tengah duduk di atas pangkuan suaminya.
Aura Pasutri itu begitu mencekam Sehingga membuat semua orang kedinginan berada di sekitar pasangan itu. Aura kemarahan ini memang pantas menyeruak dari tubuh wanita itu karena asistennya menikah tanpa sepengetahuan darinya. Dia sebagai sahabat wanita berbadan tambun itu tak terima dengan kenyataan yang cenderung mendadak.
Sedangkan Ken tidak memandang horor kearah siapa pun, akan tetapi aura suram dari wajah tampan pria itu begitu berbeda pagi ini. Ken seperti hantu kesurupan sebab ada lingkaran hitam di sekitar matanya, mata pria itu persis mata panda.
Dua orang tengah duduk di atas tikar seperti narapidana di rumah panti jompo tengah resah karena seperti mau di adili siapa yang mencuri si Titin sapi buk Via yang hilang, pasangan itu bungkam karena belum di tanyakan apapun oleh pasangan pasutri itu.
“MARY ROMA!” Tekan Aya.
“Ii, Ia?” jawab Mary gagap.
“Jujur kepada ku mari, apa pria matang ini memaksamu menikah kontrak seperti di novel novel. Karena kita baru mengenal mereka itu baru-baru ini Mary, siapa tau pria ini memanfaatkan mu yang susah mendapatkan suami sebab makan mu se-kwintal serta kau berat jika di gendong, Kau cantik sih akan tetapi tubuh bongsormu itu membuat pria takut kau timpa di atas tidur,” kata Aya pada asistennya. Apa yang Aya katakan adalah kebenaran yang apa adanya.
Bos dan anak buah itu bersahabat tak hanya satu tahun aku tiga tahun akan tetapi sudah sepuluh tahun. Mereka bersabahat apa adanya, mereka sering mengolok satu sama lain, bahkan Mary sering memanggil sebutan Ayam untuk Aya MA. Meski mulut mercon Aya sangat pedas yakinlah wanita itu sangat baik dan mencintainya tulus, takut sahabatnya di manfaatkan oleh pria.
Mata Ken yang penuh bulatan hitam karena habis begadang malam memandang Paman Toni yang diam seperti patung.
“Ceritakan kepadanya, akibat ulah paman saya seperti mayat hidup!” kata Ken dengan nada dingin.
Flashback ON.
“Tunggu Deddy, jika kita manjat sekarang apa kau siap menerima hukuman Aya MA ku?” tanya Aya.
“Oh ia yah, bagaimana nih Ken, aku tak bisa tidur tanpa istriku!” kata Dedy Taksa.
“Aku juga gak bisa tidur jika yang di bawah tidak di tidurkan dulu sama Aya!” kata Ken juga ikut frustasi.
“Kau benar, petaka paling menakutkan yaitu tidak mendapat jatah malam!” Deddy Taksa.
“Yah, dimana tempat untuk membesarkan yang dibawah?” tanya Ken pada sang Deddynya, ia bertanya tertantang tempat membesarkan anunya karena sang istri membicarakan linggis pria lain yang besar melebihi miliknya yang berharga.
“Besok kita akan ke klinik tong seng, sepertinya Zize punya Deddy sudah menyurut karena sudah lama tak aku bawa ke klinik!” kata Deddy Taksa.
“Boleh ini Ded, aku ingin membuat Istriku puas, karena pembinor sekarang ada dimana mana!” kata Ken, pria itu was was sebab mantan istrinya itu banyak dan ada satu identitas mantan istrinya yang tak terdeteksi hingga saat ini.
Ken bukan tak tau dengan kotak yang Aya terima di malam pembukaan filmnya, istri nya itu memang tak mau menerima bantuan Ken untuk ia mendapatkan peran, akan bantuan pria itu ialah mendukung film yang Aya perankan.
“Mari kita bertugas apa yang kita rencanakan tadi!” kata Deddy Taksa, pasangan anak itu keluar dari kamar sebelah akan tetapi mereka di kejutkan oleh kedua wanita sedang melipat tangannya di dada.
“Eh, istri!” kata Ken.
“Ah, Hon, kau datang ke kamar kita, pasti kau tak bisa tidur tanpa ku peluk juga kan?” Deddy Taksa girang.
“Tidak ada acara peluk sekarang, terowongan Kasablanka lagi mengalami reaksi! Mari kita tidur aku caper sekali!” kata Mommy Qiana memandang wajah suaminya syok.
Deddy Taksa mengangkat tangannya seperti orang berdoa, matanya memandang jari-jari yang ia miliki, seperti orang wiridan Deddy Taksa menghitung masa bersih Istrinya.
“Eh jangan curang Hon, waktunya lagi tiga hari dan hari ini waktunya aku membekali diri agar selama seminggu aku tidak lapar pada saat bertapa!” protes Deddy Taksa.
“Waktunya maju! Mari kita tidur, malam ini kita bermalam di sini, biarkan menantu serta putra kita honeymoon di atas kapal.” kata Mommy Qiana.
Mendengar kata Honeymoon putra pasangan Tersohot itu berteriak dalam hati serta batinnya bergoyang dumang meski sampulnya diam tak ekspresi.
“Turut berduka cita Deddy, kami pamit ke kamar kami dulu!” kata Ken menarik tangan istrinya.
“Dasar tak setia!” dumel Deddy Taksa.
“Jangan bahagia dulu, karena kau berbuat kesalahan kau tak lolos dari hukuman suami!” kata Aya MA.
Glek... Pria itu menelan ludahnya.
Masih aja ada embel embel hukuman. Asal bukan pisah ranjang aku rasa tidak apa-apa. Puasa semalam pun gak papa asal tidak puasa seminggu. kata Hati Ken.
“Malam ini ulekan Jeck Daniel akan puasa membuat sambal, tapi kau bebas memelukku, jika sampai si Jeck Daniel menusuk maka sebulan dia akan cuti!” tekan Aya.
“Hanya semalam kan Sayang?” tanya Ken memastikan.
“Ya, hanya semalam.”
“Baiklah aku tak sabar memeluk tubuhmu, gak papa aku puasa malam ini asal kita tak terpisahkan!” gombal Ken, pria itu mendadak menjadi pujangga..
“Hey, sayang aku mendengar kata hatimu!” ucap Ken berjalan memeluk bahu istrinya.
“Anggaplah kau tak memikirkan apapun, sekali-kali aku ingin merutuk meski ada kau di sampingku, seperti istri istri lain yang mengumpat suaminya sepuas hati,” Mereka sudah ada di dalam kamar pribadi sang putra mahkota, Aya memasuki kamar mandi meninggalkan suaminya begitu saja.
“Ah, akhirnya aku masuk ke kamar ini tapa memanjat seperti perampok, aku tau bagiamana istriku tak bisa meninggalkan suaminya yang cakep, narsis, dan kaya ini, bukan gitu Tante Reader 😂,” Ken berguling-guling merasakan kehangatan kasur empuk itu.
Ceklek ... Bunyi pintu kamar mandi di buka tiba-tiba udara di kamar yang sejuk sesejuk pegunungan berubah menjadi sepanas di atas arang pembakaran sate.
“Sayang!” panggil Ken yang tegah merasakan panas dingin.
“Hem?” jawab Aya.
“Dari mana kau mendapatkan bikini laba-laba ini?” tanya Ken yang merasakan gerah dimana mana sebab istrinya tengah menggunakan bikini yang kaca kudanya hanya menutupi Boba serta berbentuk segitiga mengudara.
Sedangkan di bawah modelnya juga sama di depan bentuk segitiga di belakang tali spaghetti, tak lupa stoking jaring laba-laba menutupi kaki indah mantan sang model.
Glek.... Beberapa kali pria itu menelan ludahnya, sungguh cobaan yang amat menyiksa batin sebab kepala atas dan bawah pria itu cenat-cenut.
“Oh ini? Aku dapatkan dari Mommy, karena ia memiliki satu kamar khusus untuk pakaian dinas peranjangan.” Aya berputar lalu mengangkat kakinya ke atas udara.
gelekkkk... Sialan, jika seperti ini malam ini aku mati frustrasi. Batin Ken menjerit.
“Mari kita tidur.” Aya berjalan dengan gaya menggoda mendaki sang suami.
“Sayang, bole hukumannya dilakukan besok?” tawar Ken.
“Boleh, asal kau siap cuti satu bulan!” kata Aya merebahkan tubuhnya di samping Ken.
Pria itu serba salah, jika ia menyentuh istrinya maka taruhannya cuti sebulan jika tidak maka hanya susah tidur malam ini.
“Suami, kau tak ingin memelukku?” tanya Aya.
“Nanti sayang aku mau olahraga dulu!” kata Ken, pria itu melakukan senam sit up .
“Aku akan menemani mu olahraga!” Aya juga melakukan apa yang Ken ragakan sehingga membuat pria itu menjerit dalam hati. Bahkan dibawah langusung berotot dengan instan dengan sekali gerakan.
Reader bayang kan saja Aya menggunakan bikini Laba-laba ikut berolahraga di samping suaminya yang tengah gusar.
Begitulah malam paling mengerikan bagi Ken. Bahkan ketika Aya tidur saja ia tak berani menyentuh, malah wanita itu lengket kepadanya seperti lem tikus. Hingga pagi sekali mereka turun dari kapal lalu mengintrogasi pasangan yang seperti tersangka di depannya itu.
Flashback off.
“Maaf tuan muda, saya tak bisa menyimpannya terlalu lama. Cepat atau lambat Nona muda harus tau kebenarannya!” kata Paman Toni memandang wajah Ken yang menatap juga kearahnya.
“Baiklah saya akan mengaku, empat tahun lalu tuan jaguar pulang dari Amerika, ketika baru sampai di tanah air saya di tugaskan mencari tahu tentang anda!” kata asisten Toni, tangannya menggenggam tangan mary, terlihat jelas pasangan itu saling mencintai satu sama lain.
“Stop... Stop... Kalian keluar dulu! Sayang aku mohon setelah ini kau harus janji kepadaku jika kau tak akan meninggalkan ku meski kau marah serta kecewa kepadaku,” Ken menyela ucapan paman Toni.
“Waduh ada some Ting nih... Ada yang penasaran tidak?” 🤣
^^^~To be continued.^^^
Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,
Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat misteri yang akan terungkap.
Sambil nunggu Aya dan dedek Ken up yuk mampir di karya kawan emak satu ini.
Judul : Ibu Izinkan Aku Bahagia
Napen : Sutihat Basti Wibowo
Blurb :
Ditinggalkan oleh sang ayah dengan dalih mencari pekerjaan di usianya yang baru 2 tahun, membuat Ananda Shaka, yang kini telah berusia 6 tahun memendam kerinduan yang mendalam pada sang ayah. Setiap hari dalam angan Shaka adalah serba ayahnya. Keinginan Shaka untuk bertemu sang ayah menorehkan pilu dalam dada sang ibu.
Di tengah deruan rasa rindunya pada sang ayah, tanpa sepengetahannya ternyata sang ayah telah menceraikan ibunya lewat sepucuk surat yang dikirimkan melalui sahabat ayahnya. Kenyataan pahit itu membuat sang ibu tak berdaya. Di sisi lain, sang ayah berpesan agar Shaka tidak mencari dan menemuinya lagi.
Akankah kerinduan Shaka pada sang ayah berakhir dengan sebuah pertemuan?