Terjerat Cinta Berondong Kaya

Terjerat Cinta Berondong Kaya
Serangan Tiga Arah


MAAF SLOW UP YA🙏🙏🙏


NYAI KURANG FIT, KERJAAN DI KANTOR MENUMPUK PEMIRSA, DEMI CINTAKU PADA KALIAN AKU TETAP MENAMATKAN KARYA INI SESUAI ALUR YANG BAIK PULA🙏🙏


MAAF YA JIKA KEDEPANNYA KARYA INI SLOW UP 🙏🤧


...----------------...


...----------------...


Hay para Reader


Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗


Selamat datang di TCBK.


Happy reading🥰


.....


...


..


.


Brak...Brak... Bunyi Mobil itu di tabrak mobil dua mobil dari arah depan dan belakang..


Ngeng... Ngeng... Ngeng.... motor saling seperti kampanye pemilihan pak kades di kampung.


Sittt .. Umpat Qing Kong mereka terjebak.


Mereka berada di posisi yang sulit, yang mana posisi mereka saat ini berada di tikungan tajam, jika mereka keluar maka akan langsung jatuh ke tebing jika pintu posisi si pengemudi sama sama sekali tak bisa di buka sebab jarak antara pintu dan pinggiran bukit sangatlah tipis.


Seandainya mereka seperti Spongebob pasti mereka bisa keluar keluar dari pintu pengemudi. Jika mereka keluar dari atap saat ini musuh menembak mereka dari segala arah.


Situasi apa ini???


Adegan ini di mulai sebelum jatuhnya mobil ke dua pria itu.


“Sepertinya kontainer ini memang sengaja dari musuh sebab sebuah kontainer tak mungkin bisa belok di tempat ini!” kata Ken.


“Aku setuju!” jawab Qing Kong.


“Kau hubungi semua anggota kita, kita harus bertahan hingga bala bantuan kita telah sampai. Ken menusuk tangannya dengan pisau kecil agar keluarganya bisa mendapatkan posisinya. Buka pintunya!" perintah Ken.


Dorr... Kap mobil terbuka langsung di sapa dengan tembakan sang musuh.


Dorr... Ken membalas tembakan mereka.


Dorr ...


“Sitt... Lengan Ken tertembak....


Dor... Gedebukkk satu mobil jatuh ke jurang karena supirnya telah tewas di tangan suami Aya itu.


Gedebukkk... Gedebukkk... Tiga motor sekaligus jatuh ke jurang.


Entah emang penyerangan ini di sengaja yang jelas saat ini bantuan para musuh semakin banyak, hingga persediaan amunisi Ken hampir habis.


Dorr...


Dorr... Ken mengamuk menembak musuh di belakang, Qing Kong pun membantu menembak musuh yang ada di depan. Rival itu berkerja sama dengan baik.


“Masuk Ken!” teriak Qing Kong ketika melihat lima helikopter di atas mereka.


Drudut... Drudut.... Drudut... Bunyi atap mobil kedua pria itu. Sebab berpuluh-puluh amunisi dari langit bak hujan meteor.


Beruntung Ken cepat masuk kedalam jika tidak dua pria itu sudah tewas. Saat ini atap mobil merah Qing Kong seperti wajah penyok, untung mobil ini memiliki pelindung kelas dunia, bahkan kacanya tak tembus peluru.


“Dari Kontainer, Helikopter serta tembakan mendesak seperti ini,” ucapan Qing Kong langsung di lanjutkan oleh si Ken, “Berarti dia sudah tau bahwa mobil ini memiliki keamanan yang sangat memukau dan mereka sengaja ingin membunuh kita dengan...,” ucapan Ken terputus.


Brak.. Brak.. Brak... Mobil yang di tumpangi Ken langsung jatuh berguling-guling di tebing yang curam karena Kontainer bahan bakar itu menabrak mobil kedua pria itu hingga jatuh bersaman dengan Kontainer serta mobil di belakang mobil Qing Kong.


“Mereka sungguh gila, mengajak kita bunuh diri!” gerutu Qing Kong dalam mobil, kedua pria itu serasa di kocok seperti celengan.


Sayang, aku mau menjadi ayah! Kenapa harus seperti ini? Aya menanti ku untuk menjemputnya, aku begitu sial hari ini. Apakah ini akhir hidup kami? Batin Ken.


Tilit... Tilit... Tilit... Bunyi ponsel Ken berbunyi.


Pria itu dengan susah payah memencet gelangnya agar bisa terhubung dengan ponsel.


“Halo sayang? Kau di mana? Kau pulang dulu ya?” kata seorang wanita yang di cari oleh ke dua pria itu.


Meski dalam keadaan berguling-guling dua pria itu saling memandang. “Sayang kau tidak apa-apa?" tanya Ken menahan rasa sakit karena benturan.


“Suami kau dimana? Kenapa terdengar seperti sesuatu yang jatuh!” tanya Aya khawatir.


“Kau telponlah Sean, suruh dia menjemputmu karena aku masih ada kerjaan mendadak sayang. I Love you,” kata Ken mematikan panggilan mereka.


Ken tidak mau Aya syok dengan keadaannya.


Aku tidak mau mati sebelum penghianat ini tertangkap! Batin Qing Kong.


Dem... Dem... Dem... Bunyi dentuman keras terdengar begitu besar, bau bahan bakar tipe solar yang tumpah ruang begitu menyengat di Indra penciuman kedua pria itu.


Sett... Sett... Sett...


Dari atas puluhan anak panah dengan api di pucuknya di luncurkan seperti kembang api tahun baru.


Duarrr... Duarrr... Duar...


Seketika jurang seperti api neraka berkobar melahap semua mobil hingga terlihat jelas jurang seperti lautan api.


^^^~To be continued.^^^


Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,


Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣