
Hay para Reader
Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗
Selamat datang di TCBK.
Happy reading🥰
.....
...
..
.
“Hay tuan Qing, sedang apa kau di tempat kontes pemeran wanita?” tanya si Tari NI sedikit Kepo.
“Hay Nona NI, panggil aku Qing Ay saja, aku menunggu kontes ke dua, Nona!” ujar Qing Ay.
“Maaf Qing Ay, kau tidak salah ucap, kontes pemeran pengganti yang kita cari adalah Wanita!” ujar Tari Heran.
“Oh anda jangan khawatir karena saya adalah seorang wanita!”
Semua orang mendengar pengakuan pria gagah di depan mereka menjadi bingung, karena yang ada di depan mereka jelas-jelas seorang pria tampan yang amat maskulin malah mirip sekali dengan boy band di negara ginseng itu, akan tetapi ada sedikit tambahan aura maskulin nan gagah dari sang pria.
“Tapi,” ucapan Nastari menggantung ketika sesuatu yang di lakukan oleh pria tampan yang akan membuat dirinya patah hati di awal berjumpa.
Pria itu menarik rambutnya yang ternyata palsu lalu tergerailah rambut panjang yang indah. Ketika rambut pria itu panjang, wajah seseorang yang mereka amat kenali dunia permodelan ada di depan mereka.
“Nona MA?” Seru sutradara Coco CI.
Aya MA berdiri lalu membungkukkan badannya 90°, lalu ia berkata,“Maaf saya yang tengah menghambat makan siang anda sekalian, saya datang kesini dengan menyamar karena tidak ingin menjadi perhatian publik karena semua yang ada di sini pasti membaca berita tentang saya sebelum ini. Saya berniat sehabis ini saya akan berganti pakaian wanita saya,”
Semua Reader pasti bingung kenapa Aya ada di kontes ini. Kalian semua ingat permintaan Aya?
Ya, permintaan Aya terhadap suami setelah kejadian tanggul jebol..
Maka ini lah permintaan Aya MA kepada Ken Yaitu di bebaskan menjadi seorang aktris tetapi tanpa dukungan sang Suami, ia berada di tempat itu setelah satu bulan lamanya berlatih dan sinilah ia berada di tempat kontestan pemilihan peran kecil.
Flashback On.
“Sayang bolehkah aku meminta sesuatu?” tanya Aya MA.
“Apakah itu?” tanya Ken masih setia diatas tubuh istirnya.
“Aku ingin meraih impian ku menjadi artis!” ujar Aya MA.
“Apapun untuk mu, besok aku akan mencari sebuah film agar kau memerankan salah satu tokoh di dalam film itu,” ujar Ken.
“No... No... Aku ingin dengan tangan ku ini ingin menjadi yang pertama hingga aku bisa di katakan pantas menjadi istri mu!” ujar Aya MA.
“Baiklah-bailah, aku akan mencarikan naskah untuk mu, dan mencarikan manager artis untuk mu dan kau tak bisa menolak ku sayang,” ujar Ken setelah itu melanjutkan ciuman ke empat hingga ia puas.
Flashback off.
.....
“Oh tidak apa-apa Nona MA, saya tau perasaan anda karena anda berposisi menjadi korban di dalam kejadian itu saya turun prihatin,” ujar si sutradara.
Pria itu tertarik dengan Aya MA karena pada saat berpenampilan pria, wanita itu bersuara berat dan tak ada dari mereka curiga akan identitas wanita itu. Bisa di kata ia tidak memiliki celah jika pria yang tadi adalah seorang wanita dan patut di akui ia dan semua orang di tempat itu seratus persen terkecoh dengan penampilan Aya MA.
Bahkan jika Aya tak melepaskan samaran nya, mereka tak akan tau orang di depan mereka adalah seorang wanita sebab dari suara wanita ini tak ada suara merdu seorang wanita.
Tuhan sungguh tidak adil, ketika aku menyukai seorang pria pada pandangan pertama ia malah seorang wanita.
Dunia sungguh kejam padaku, huhuhuhu..
Astaga, mama aku tak kuat.... Batin Nastari NI.
Gedebuk... Si Nastari NI yang syok bahwa pria yang ia anggap cinta pada Pandangan pertama langsung pingsan di tempat.
“Astaga!” kaget semua orang ketika melihat Nastari NI pingsan.
Aya yang notabenenya orang yang paling dekat dari si Nastari dengan sigap menolong wanita itu, ia mengangkat tubuh wanita itu dengan santai untuk mencari tempat Unit kesehatan di gedung itu.
“Bisakah kalian menunjukkan dimana Unit kesehatan?” tanya Aya MA tegas.
Semua orang yang masih syok dan tak menyangka identitas pria yang memukau tadi adalah wanita, bahkan sutradara hanya mampu menunjukkan arah.
“Aku mau dia memerankan pemeran ketiga sekaligus wanitanya, kita akan memakai tubuh satu orang berperan menjadi dua orang!” ujar si sutradara.
“Kau meragukan mataku ini? Mataku tidak salah! Lihatlah si Nastari pingsan karena syok karena sosok pria Nona Aya sudah menjerat nya dengan cinta pada pandangan pertama, bukannya bakat seperti ini kita belum pernah melihatnya. Aku yakin dia datang kesini sudah mendapatkan ujian lolos di ujian pertama, setelah ini kita uji dulu dia di ruang ujian, aku ingin melihat aksi dia.” putus si sutradara.
“Baiklah... Baiklah...,”
.....
Setelah drama identitas itu beres saat ini Aya MA duduk di tengah para penguji..
“Nona, MA, Aku ingin kau mencoba memerankan tokoh si pria pemeran ke dua pria sekaligus wanitanya, kami memberikan anda waktu tiga jam di tempat ini, nanti ada orang kami mengantarkan makanan siang untuk mu!” ujar si sutradara.
“Tapi tuan, saya mendapatkan urutan pertama makanya saya datang paling pertama, dan saya baru pertama kali memasuki dunia perfilman.” Aya MA mengucapkan kebenaran.
“Cobalah, nantik kami ingin melihat aksi mu, jangan kecewakan aku karena tertarik dengan bakat mu ini,” kata sutradara.
“Baiklah, saya akan mencoba dengan kemampuan saya tuan!” ujar Aya MA sanggup, setelah itu para penguji dan rekannya pergi makan siang, tinggallah Aya di ruangan itu.
....
....
....
kontes pemeran sampingan wanita sudah di mulai, satu persatu peserta keluar dan masuk, saat ini giliran Aya MA yang maju..
Ting tung Ting ... Nona Aya MA, Aya ma yang menggunakan celana jean serta kaos oblong tanpa riasan bangun dari duduknya.
“Lihat, bukannya dia si model Aya MA!” ujar salah satu kontestan.
“Dia datang ke tempat ini mengikuti kontes apa mau bermain-main, lihat pakaian nya santai sekali,” ujar kontestan satunya yang menggunakan pakaian bling-bling hingga menyilaukan mata.
“Sudah jangan macem macem sama dia, Kalian tidak ingat si Marganie menyingung dia hingga jatuh ke dasar neraka.” ujar wanita bergincu ungu sama dengan warna bajunya.
.....
Didalam ruangan.
Aya memakai Hanfu pria sembarangan tak lupa ia mengikat tinggi-tinggi rambutnya ke atas lalu membawa topi perdana menteri masuk kedalam ruangan.
“Maaf menunggu lama!” ujar Aya dengan suara merdunya, lalu ia menggulung rambutnya dan mengenakan topi di depan semua orang hingga para wanita terpesona melihat gadis cantik tadi menjadi tampan dengan hanya menyembunyikan rambutnya.
Adegan 175, Shau to Mie menolong ratu yang akan terjatuh ke dasar kolam.
Pemeran ratu diragakan oleh salah satu artis senior yang baru bergabung di ronde ke dua dalam pemilihan.
“Baikalah, action!” teriak sutradara Coco CI.
Adegan
“Kenapa ujian masuk istana ini begitu berat tuhan! Aku ingin pulang kerumah!” ujar sang ratu sedih, kakinya menendang-nendang kerikil kecil di sekitar danau, akan tetapi tanpa sengaja kakinya menendang batu besar hingga si wanita itu melompat kesakitan.
“Ah,,, Ah,, sakit!” rintihan sang ratu, karena bajunya yang panjang wanita itu tak bisa mempertahankan posisi nya sehingga tubuhnya akan terhuyung ke kolam yang berada di sampingnya.
Awww... Greep... Sebuah tangan kokoh menangkap tubuh wanita itu.
“Yang Mulia tidak apa-apa?” ujar Shau to Mie sang perdana menteri dengan nada dingin dan karismatik seperti yang tergambar di cerita bahwa Shau To Mie ini pria berdarah dingin yang mempesona.
Aya memerankan karakter pria nya, sepertinya wanita itu sudah terbiasa menggunakan identitas pria karena tidak ada kegugupan samaran wanita itu netral.
Mendengar suara maskulin pria itu sang artis papan atas langusung syok bahkan dia membeku seketika.
“Cut...,” teriak si sutradara.
Mendengar suara Cut dari sutradara, Aya membenarkan tubuh wanita itu agar berdiri sempurna dengan mudah.
“Mira DO, kenapa kau berhenti sayang?” tanya si sutradara.
“Coco CI, biasa aku membongkar baju kontestan kita, aku ragu jika sebenarnya kontestan kita ini adalah Pria!” Mifa DO.
“Trus kau akan apakan kontestan kita ini, jika kau bongkar bajunya?” tanya sutradara.
“Aku ingin memastikan dua gunung Himalaya dan anunya!”
^^^~To be continued.^^^
Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,
Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣