
Hay para Reader
Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗
Selamat datang di TCBK.
Happy reading🥰
.....
...
..
.
Aya MA memakan makanannya dengan lahap tanpa menghiraukan Sanco yang memandangnya penuh heran terhadap sang kakak yang tak pernah pulang tapi tiba-tiba ada di rumah. yang jelas saat ini Aya sedang dalam mode jurus bodoh amat yang penting perutnya terisi sebelum berperang dengan sang kakek yang menculiknya.
Ya ... Yang menangkap Aya adalah suruhan sang kakek dan ia terbangun dari pingsannya berada di kamar miliknya dan tubuh nya sudah bersih dari bau busuk telur tadi pagi.
Flashback On.
Wanita itu begitu syok melihat dirinya berada di kamarnya. Kamar yang di maksud adalah kamarnya di rumah keluarga MA. Entah bagaimana bisa ia ada di rumah yang tak ingin ia datangi yang jelas kecurigaan wanita itu menjurus kepada kakeknya.
“Anda sudah sadar Nona?" kata seorang wanita paruh baya yang sudah lama mengabdi di Mansion itu. Sadar nya Aya bertepatan wanita paruh baya itu memasuki kamar milik Nona nya.
“Ada apa ini, apakah ini sebuah penculikan kenapa aku berada di rumah!” kata Aya dengan nada mengintimidasi.
“Anda sedari tadi di tunggu tuan MA Nona!” kata si bibik tidak menjawab pertanyaan Aya MA.
Tiba-tiba seorang pria jangkung menggunakan seragam SMA melintas di kamar gadis itu.
“Sanco!” panggil Aya.
Sanco yang merupakan adik tiri Aya menoleh ke ke arah kamar kakaknya yang tak pernah di tempati meski selalu di bersihkan. Pria 17 tahun itu langsung girang bukan main mendengar suara wanita yang selalu ia rindukan serta wajah kakanya berada di hadapannya.
Sanco membuka pintu lebar-lebar lalu masuk ke kamar sang kakak lalu memeluk kakaknya dengan erat. “Kakak apakah matahari terbit dari arah selatan hari ini? Sehingga kau meluangkan waktu mu untuk pulang?” tanya Sanco girang.
Pria tampan itu sangat menyayangi kakaknya, pada saat Aya buta pria muda ini rajin datang ke rumah Aya untuk sekedar menemani ke gelapan sang kakak. Sanco begitu lengket dengan Aya berbeda dengan kakak kandungnya ia tak begitu akrab dan cenderung tidak cocok.
“Kakak, benar-benar bisa melihat seperti yang aku lihat di tv berapa bulan lalu? Kemana saja kakak selama ini, aku datangin ke rumah kakak, rumah kakak sudah dijual, ke apartemen juga sama apartemen nya sudah di jual, tau tidak bahwa aku sangat menghawatirkan mu! Jika kau bangkrut tinggal telpon aja aku aku akan kirim Kakak uang yang banyak,” omel Sanco panjang lebar.
“Uang banyak dari mana coba sehingga menyanggupi memberikan aku kiriman banyak uang!" kata Aya
“Ya ngepet lah di berangkas kakek, kau belum menjawab ku kenapa kau pulang kerumah?” tanya Sanco.
“Ceritanya panjang aku di culik oleh kakek tua Bangka itu lalu berakhir di kandang ini!" kata Aya memeluk bahu lebar Sanco.
“Nona, anda di tunggu tuan di ruang kerjanya!" si bibik mengingatkan Aya lagi.
“Dek, kau membawa apa ini?" tanya Aya memandang kantong yang di bawa adiknya. Wanita itu tak menghiraukan utusan akik akik yang menculik cucunya seperti penculik saja.
“Oh ini makanan kesusahan kita!” kata Sanco.
“Makan, boleh lah aku ikut makan? Kakak mu ini di culik oleh si tua dari gua keramat! Mana tak di kasik makan lagi, bagaimana aku bisa hidup jika tanpa adanya makanan, kasihanilah hamba mu ini tuan,” Aya berakting lemas tak berdaya.
“Baiklah, mumpung aku membeli banyak!” Sanco menarik Aya MA keluar dari kamarnya.
“Tapi Nona!”
“Bilang sama pak tua itu, aku mau makan dulu mau ngisi stamina siapa tau mau di ajak adu panco dengan tangan keriputnya itu. Ayok dek,” ajak Aya.
Flashback off.
“Ya kak, sisakan sedikit untuk ku!” gerutu Sanco yang hanya di jadikan penonton saja.
bibir seksi bervolume Aya mengunyah makanan dengan penuh semangat seperti tak makan setahun.
Dalam sekejap satu kotak ayam crispy sudah habis, sekarang mata Aya berbinar ketika melihat sosis besar yang di lapisi roti hot dog dengan lelehan keju dan saus serta mayones sangat menggugah selera, tanpa berpikir panjang Aya mencomot Hot dog itu lalu memasukkan nya kedalam mulutnya.
“Ya, kak itu jatah ku!” jerit Sanco karena hotdog kesayangan di lahap sama si jago makan.
Huh jatah makanan ku aja di makan, tapi kenapa pas hot dog di ambil aku merasa kasian dengan kakak ku ini, apa hidupnya begitu sangat menyedihkan di luar sana. Apa harta kakak di ambil oleh mantan kekasihnya yang rakus itu sehingga selama ini kakak menjadi gembel hidup terlunta-lunta di jalanan. Tapi dari kabar kakak kemarin ia sudah menjadi aktris, tak mungkin kan dia menjadi gembel berarti ia saat ini penyakit rakus nya kambuh. Batin Sanco.
“Kak!" panggil bocah itu.
“Hem!” jawab Aya seadanya, sebab mulutnya penuh akan makanan.
“Jujur kak siapa pria hidung belang yang di kabarkan menjadi teman kencan kakak. Bukannya selama ini kakak tau rahasia ku bahwa aku menyukai ibu guru ku! Ayo cerita padaku rahasia kakak,” bujuk Sanco.
“Sialan, jangan panggil pria itu hidung belang Sanco! Dia adalah kakak ipar mu,” kata Aya mengomel.
“Yak, kakak, kau jadi menikahi si salmon busuk itu?” Sanco menggebrak meja makan.
teriakan Sanco itu membuat sosis Hot dog milik Aya melayang hingga ke atas kepala Sanco.
“Tidak, Hot dog ku!” jerit Aya, Aya begitu kalab memakan makanan yang di anggap sampah oleh suaminya itu. Bahkan ia memandang nanar pada wujud asli milik suaminya yang belum terbangun, besar dan panjang serta warnanya yang coklat membuat wanita itu sangat merindukan Jeck Daniel eh salah Jaguar Kendrick nya.
Sanco berjalan perlahan mendekati Aya MA yang masih meratapi hot dog nya yang melayang, sebenarnya pria muda itu ingin mengumpat akan tetapi ia urungkan sebab wajah imut Kakak nya membuat pria itu merasa iba, ia beranggapan jika hidup di luar sana tanpa uang keluarga amatlah berat berbeda sama kakak kandungnya yang setiap saat menghambur-hamburkan uang yang ia dapat dari fasilitas sang kakek, menurutnya Kakek nya sudah keterlaluan dengan kakaknya yang satu ini. Begitu malang serta di larang terjun di dunia entertainment sedangkan kakak yang satunya di bebaskan mau menjadi apapun.
“Dengar ya San, kakak mu ini menikahi pria lain karena bagiku si salmon hanya krikil yang aku lewati. Jangan ganggu aku makan, sayang ku, sosis hotdog... Baru dua gigitan sudah melayang deh...,” gerutu Aya MA.
“Habiskan Kak, aku sudah memesan makanan itu sepuluh porsi untuk kita, jangan tangisi makanan itu, kasian keponakan nanti ikut sedih," kata Sanco.
Uhuhukk..... Aya terbatuk ketika adiknya menyebut tentang keponakan.
Sanco mengambil segelas air lalu ia sodorkan ke arah kakanya, “Jika makan itu bernafas kak, jangan seperti sapi Brahmos semua yang ada di depan dimakan hingga ludes!”
Plak.... Setelah tenggorokan Aya terkendali wanita itu memukul kepala adiknya.
“Ini semua salah mu, kenapa kau begitu gampang membahas tentang keponakan hah!” omel Aya.
“Emangnya kenapa, kata Kakak sudah menikah apa salah aku membahas ponakan. Apa jangan jangan kakak menikah kotrak dengan pria impoten sehingga kakak belum di coblos?” tanya Sean polos.
“Aww, aduh... Aduh ... Aduh, ampun kak, lepaskan aku!” jerit Sanco karena telinganya di menjewer oleh kakaknya.
“Bisakah aku mintak tolong pada mu dek?” pinta Aya.
“Apa itu? Kakak ingin aku datang ke rumah suami kakak agar ia menjemput kakak?” alibi Sanco.
“Tidak San, kakak hanya ingin makan asinan mangga yang hanya di jual di alun-alun kota H!” kata Aya, wanita itu membayangkan begitu nikmat serta segarnya makanan asam pedas lumer di dalam mulut.
“Kak, kau benar-benar tidak bunting kan?”
“Kakakmu ini hanya sedih karena di culik makanya ingin menghibur dengan makanan lezat, dik.”
Lagian aku selalu minum obat penunda kehamilan jadi aman ketika sedang melakukan ritual gali lubang tutup lubang. Batin Aya.
“Rupanya, Kau begitu menikmati makan mu Angel!” kata seseorang pria tua berusia 70 tahun.
“Eh, Kakek tua!” cengir Aya MA.
“Kak aku pamit pergi membeli asinan itu ya, sampai jumpa!” teriak Sanco.
“Sanco sialan.....!!!!!!” teriak Aya, akan tetapi pria itu hanya melambai tangannya tak menoleh sedikitpun.
“Berhenti, main-mainnya! sekarang kita harus bicara jika dan ini sangat penting sekali!” tekan kakek.
....
....
Ruangan kerja kakek.
“Katakan!” kata Aya MA to the poin.
“Mulai sekarang kau akan tinggal dirumah dan tak di izinkan keluar dari sini!” kata kakek dengan tegas.
“Apah....!!” teriak Aya.
“Jangan teriak-teriak, karena karena aku belum budek!” kata kakek
Tok... Tok... Tok.... pintu di ketuk.
“Masuklah, lit!” jawab kakek.
Seketika ibu Aya masuk ke dalam ruangan membawa secangkir kopi, puding dan segelas jus jeruk.
“Duduklah!” perintah kakek.
“Dengarkan ini, keputusan kau tinggal di rumah ini sudah bulat dan mulai sekarang kau harus belajar bisnis. Berhenti bermain-main dengan dunia hiburan karena kau tidak cocok di tempat itu, aku sudah tua dan kau harus menggantikan ku!” kata kakek.
“Sampai kapan pun aku tak akan mau mengantikan kursi itu, suruh saja Iria mengantikan mu, bukanya dia selama ini hidup dengan kekuasaan keluarga MA ini. Sedangkan aku hanyalah butiran debu di kaki kalian.”
“Aya, tutup mulut mu!” teriak Ibunya.
“Wow anda hanya pajangan di keluarga MA ini! Tetapi bisa teriak juga ya, perasaan pada saat di gebukin oleh si iria anda hanya mampu nangis di pojokan tak mampu melawan,” kata Aya MA mengejek.
“Angelina Aya MA, menurut lah kembalilah ke kamarmu karena mulai saat ini kau di larang keluar seluruh rumah ini dijaga oleh anak buah ku. Dari mulia kamu sadar dari rumah ini maka jalan untuk mu keluar dari rumah itu kecil Aya MA, karena aku punya penjaga alami untuk mu menjaga mu. mereka tengah siap menjaga di selling sungai yang mengelilingi rumah kita yaitu para buaya yang amat ganas.” kata kakek.
“Kau hanya bercanda pak tua!" geram Aya.
Kakek berdiri lalu membuka pintu menuju balkon ruangan kerjaanya, seketika angin sore serta senja mulai menunjukkan keindahannya.
Entah sebuah remote seperti remote control AC yang kakek tua itu tekan dan tak lama kemudian satu gerobak ayam yang baru di potong di bawah ke pinggir sungai. Beberapa orang langsung melemparkan beberapa ekor ayam utuh itu ke dalam air.
Kraaap.... beberapa puluh mulut buaya menganga siap meminta jatah makan.
“Jika tak percaya kau lompat lah ke dalam air itu apakah kau masih selamat atau nasibmu seperti para Ayam itu.”
Kaki Aya bergetar, hewan yang paling di takutkan oleh wanita itu adalah baya. Dan kali ini kakeknya tak main-main untuk menangkapnya sebab Aya adalah manusia belut yang sangat susah di tangkap, demi Aya dia membangun sungai besar mengelilingi mansion dan kakek Aya itu tak pernah bermain-main dengan semua perkataannya.
Plok ... Plok ... kakek menepuk tangannya lalu tiga orang bertubuh kekar memasuki ruangan.
“Bawa nona masuk ke kamarnya, jangan sampai dia pergi dari kamar!” perintah kakek.
“Anda tidak bisa menyekap saya karena saya sudah punya suami, dan hak suami adalah memiliki saya!” teriak Aya.
“Kapan kau punya suami, bahkan tidak ada satupun batang hidung pria datang untuk meminta mu kepada kami dan kau belum berpamitan kepada leluhur mu untuk keluar dari marga MA kita!” kata Kakek menusuk di dada Aya MA.
“Kakek syuting ku sebentar lagi selesai biarkan aku melakukan apa yang aku inginkan..," Jeritan hilang karena wanita itu sudah di ringkus keluar dari ruang kerja kakek.
Ibu Aya berjalan mendekati kakek, lalu memijat bahu pria tua yang usianya sudah mulai renta. Waktu begitu cepat berlalu.
“Apakah ini tidak terlalu kejam untuk Aya ayah?” tanya Sandalita Suwaloni.
“Ini yang terbaik!” kata pria tua itu.
“Apakah Angel bener menjalin hubungan dengan pria yang tengah di beritakan itu ayah?” tanya wanita itu.
“Hanya seorang aktor ingusan yang tak mampu melindungi dirinya lebih baik aku mencarikan pria gagah dan kuat yang bisa melindungi putri kita. Aku tak bisa membayangkan betapa bahayanya kejadian saat ini, jika penjaga kita tidak sigap dengan kecurigaan di acara itu entah apa yang akan terjadi pada anak itu. kejadian ini mungkin selama nya kita tak bertemu dengan anak itu.”
“Nyawanya saat ini tengah terancam dan ia seharusnya anak buah ku tidak di kenali, karena semua ini hanya akan mengundang saja!” kata kakek.
^^^~To be continued.^^^
Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,
Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣
Blub:
Aditya Farasyah, pria usia 22 tahun . Ganteng?jangan ditanya benihnya siapa dulu kalau bukan Vano papanya, pria muda humoris juga ceria namun memiliki sifat usil juga bar-bar keturunan Lala mamanya . Dari kecil hingga dewasa ia tinggal di LN bersama kedua orang tua nya dan tiba lah suatu hari drama keluarga dimana Aditya meminta izin untuk merantau ke Indonesia untuk mencari pengalaman atau lebih tepatnya jati diri seorang mandiri,Namun apa jadinya baru pertama kali ke Indonesia Aditya sudah berbuat ulah? "TANTE Love You."
Gimana jadinya persahabatan yang terpisahkan begitu lama karna beda Negara di satukan kembali oleh anak mereka?kisah cinta dari novel(Pembantu Cantiknya Sang Casanova) versi anak mereka. Simak yuk!!