
Golden Harem adalah sebuah judul novel bergenre Fantasi timur yang menduduki posisi pertama di dunia PF online yang di gemari semua kalangan dalam tiga tahun berturut-turut.
Golden Harem, menceritakan seorang wanita bangsawan yang harus menerima perjodohan dengan sang raja yang memiliki kelainan dan wanita itu datang akan di tugaskan membentuk Harem istana.
Cerita ini di mulai dari Seorang istri datang ke istana untuk menjadi ratu akan tetapi tak di sambut baik oleh sang Raja, karena si raja tak menyukai wanita melainkan si Raja yang (bernama Gu lay cu) ini memiliki perasaan cinta kepada sang penasehat yang notabene nya Pria (Shau to Mie).
Si raja memiliki kelainan anu. Bisa kita bayangkan si Raja menyukai terong 🤣 dan parahnya si raja mencintai si shau to Mie. Sang permaisuri yang mengetahui kelainan suaminya berusaha mendapatkan cinta sang suami bagaimana pun.
Cinta segi tiga mulai mulai memanas ketika hati sang raja sudah mulai di dapatkan oleh sang permaisuri kenyataan indentitas lain dari si penasehat adalah seorang perempuan yang memiliki dendam besar kepada sang raja karena kakak si penasehat adalah ratu pertama raja yang telah meninggal.
Karena dendam si Penasehat ia menindas si ratu serta menyingkirkan banyak selir di sisi si raja dan menyebarkan bahwa anunya si raja belok.
Ending dari cerita ini Sahu to Mie ketahuan identitas nya dan mati akibat di demo para selir dan Raja hidup bahagia dengan sang permaisuri.
Maka saat ini di sebuah gedung pencakar langit di adakan kontes Pemilihan pemeran utama si putri alias Ratu tahap ke dua karena tahap pertama sudah melalui online.
...----------------...
~Di sebuah Ruangan ON_COM Galeria.
Ruangan yang luas di dalamnya tengah berjejer artis tanah air dari yang terkenal hingga artis baru yang lolos di tahap seleksi ujian pertama.
Semua artis duduk untuk menantikan giliran keputusan di akhir siapa yang mendapatkan pemeran utama wanita yang di lakukan pada jam tujuh hingg jam sebelas sedangkan kontes pemeran wanita ke dua akan di mulai jam satu sehabis makan siang.
“Hey, kita sebenarnya di sini hanya buang-buang waktu karena pemenang nya sudah jelas,” bisik seorang artis di cantik memakai baju kuning telur.
(Kode pakaian kali ini adalah Hanfu.)
“Kau benar, karena pada saat di jalan aku melihat Pancetbuuk Nona Miabi Iria MA ikut audisi pemilihan pemeran utama juga hari ini,” ujar si Selebriti B berbaju ungu.
“Kau benar sekali, sedari tadi kita juga melihat para kontestan keluar dengan wajah sembab bahkan ada yang pingsan karena tak mendapatkan tak dapat menyelesaikan tangan untuk peran pertama yang di idamkan semua aktris ini,” ujar si A berbaju kuning.
“BDW, pria yang duduk di pojok tampan sekali!” imbuh wanita berbaju kuning
“Kau benar, dia itu siapa sih, dari kita datang kesini hingga semua aktris disini di panggil, pria itu tidak bangun dari bangkunya, tadi ku kira ia adalah salah satu manager artis tapi dia duduk tak bicara dengan siapapun. Wajahnya tampan sekali kau lihat itu banyak wanita yang mencuri pandang bahkan terang-terangan mendekati pria itu” ujar Si Ungu.
“Mungkin dia hanya salah satu staf numpang duduk atau menjaga ruangan agar terkendali, sungguh tampangnya ganteng banget, Sampek ingin ku bawa pulang!” ujar si si Kuning.
Prok... Prok.... Prok... Bunyi sepatu memasuki Ruangan itu, Seorang wanita cantik berambut merah bata dengan penampilannya yang memukau di dampingi lima bodyguard dan seorang pria gemulai sebagai asistennya dan tak lupa seorang pria tampan merangkul pinggang wanita cantik berhanfu merah menampilkan kemewahan.
“Omo... Omo... Itu Nona Iria MA dengan tunangannya tuan muda Gin CU.” seru orang-orang, sedangankan si pria yang duduk memegang kertas hanya melirik sebentar seakan ke wow wan pasangan itu sudah biasa tak tak menarik.
Ting ... Tung ... Ting ... Tung... Bunyi panggilan seperti di puskesmas sebelum menyebutkan nama pasien...
“Nona Miabi Iria MA,”
Wanita itu hanya duduk di kursi semenit Namanya sudah di panggil...
“Aku masuk dulu sayang!” bisik Si Iri kepada tunangannya yang sebentar lagi menjadi suaminya.
“Semoga berhasil, sayang!” ujar pria itu mengelus Surai rambut tunangannya.
“Terimakasih!” Wanita itu tersenyum lalu memasuki ruangan ujian akting.
.....
Sesaat kemudian Iria MA keluar dengan wajah berbinar. Semua orang melihat wajah berbinar Ira MA seketika wajah semua orang murung, dan harapannya untuk peran ini tidak ada lagi.
Seorang wanita cantik mengenakan baju formal keluar dari ruangan seleksi.
“Selamat siang semua! Saya ucapkan banyak terimakasih kepada semua rekan rekan aktris yang berkontribusi dalam pemilihan pemeran utama yang telah berjalan hikmat hingga selesai, pemenangnya akan di umumkan seminggu setelah ini. Para rekan-rekan aktris kami persilahkan pulang.”
....
Semua penguji saat ini tengah keluar untuk mencari makan siang mereka di lestoran terdekat.
“Tuan, pemilihan pemeran utama wanita sudah usai, anda menunggu apa? Jika ingin ikut pemilihan pemeran utama pria silahkan ke gedung sebelah.” ujar wanita yang memberikan pengumuman tadi.
“Ada apa ini Anti MO?” tanya seorang pria berusia empat puluh tahun yang tak asing di lihat oleh semua orang di dunia entertainment kerena pria itu adalah sutradara film tersohot di tanah air hingga manca negara.
“Ini tuan, sepertinya pria ini salah memasuki gedung, awalnya saya kira dia adalah asisten atau saudara para aktris akan tetapi pemilihan aktris sudah tutup dan akan di buka jam satu siang nanti itupun untuk para pemeran wanita kedua yang akan menjadi pemeran sampingan untuk pemeran kedua pria.” ujar si Anti MO.
Pemeran setelah ini adalah pemeran wanita yang tidak penting sebab hanya mucul sebentar sebentar saja di bagian tertentu ketika si pemeran pria kedua membuka identitas nya sebagai wanita.
“Ada apa ini?” tanya orang wanita dua puluh tujuh tahun berparas cantik bak model majalah akan tetapi wanita itu bukanlah berasal dari dunia entertainment melainkan seorang penulis besar yang karyanya selalu spektakuler hingga sepuluh tahun lamanya, banyak novel wanita itu di angkat menjadi film.
Karena jiwa penasarannya tanpa sengaja kaki si penulis Novel tergelincir dan tak seimbang sehingga membuat wanita itu jatuh ke lantai.
Buk.... Wanita itu syok hingga memejamkan matanya, ia bingung karena tak merasakan sakit di tubuh, mata wanita berkepala tiga itu terbuka seketika ia terpesona karena seorang pria dengan wajah tampan tak memiliki kekurangan hingga mendekati sempurna menangkap tubuh nya dengan sigap.
Bibir seksi, pandangan mata yang tajam serta aura sang pria tangguh terpancar nyata di depan mata.
“Anda tidak apa-apa Nona?” tanya pria itu dengan suara khasnya yang maskulin sehingga menghipnotis orang ya tengah di tolong.
Sedangkan semua orang di tempat itu melihat adegan seorang pria tampan menolong seorang wanita cantik, seperti menonton film yang berjudul Terjerat Cinta Berondong Kaya.
Karena tak ada jawaban dari si wanita, pria itu menggendong tubuh si wanita ala bridal style ke arah kursi sebab tadi pria itu reflek melompat untuk melindungi si cantik dari kerasnya lantai.
Wajah wanita itu bersemu merah ketika sudah berusaha menenangkan detak jantungnya yang gemuruh. Saat ini pesona pria itu semakin memikat dirinya ketika si pria berjongkok.
“Apakah ini sakit?” tanya pria itu mengangkat kaki kiri si novelis. wanita itu hanya mampu memberikan jawaban dengan anggukan kepala nya.
Sang Pria membuka sepatu hak si Novelis lalu memijatnya dengan penuh kelembutan serta ketelitian di kaki mulus wanita itu.
“Tahan ya, Setelah ini kau akan sembuh!” ujar si Pria dengan nada penuh kelembutan. Semua orang yang melihat kejadian itu malah ikut juga terhipnotis dengan pria yang ada di depan mereka.
Krekk... Aw.... Jerit wanita itu sehingga menyadarkan semua orang.
“Selesai!” ujar Pria itu menurunkan kaki wanita itu ke lantai. Dan tak lupa si pria mengambil sebuah sandal jepit dari ranselnya.
“Pakailah sandal ini, kakimu sakit agar tak mendapatkan cidera berlanjut.” Pria itu memasangkan sendal itu di kaki si wanita, lalu si pria kembali ke tempat semula ia terduduk.
“Terimakasih!” ujar si wanita.
“Sama-sama!” jawab pria itu menyunggingkan senyuman nya yang rupawan.
“Perkenalkan nama ku Nastari NI!” wanita itu menyodorkan tangannya ke depan pria tampan itu.
“Panggil Aku Qing!” ujar pria itu menerima sodoran tangan si wanita.
“Hay Qing, sedang apa kau di tempat kontes pemeran wanita?” tanya si Tari NI.
Kira-kira sedang apa cogan duduk di tempat itu ya????😂
^^^~To be continued.^^^
Emak ucapakan minal aidzin wal faizin Mohon maaf lahir dan batin untuk kalian semua, emak upnya slow ya, soalnya lagi di luar kota karena keluarga emak ada yang masuk RS🙏.
Yang mendapatkan ampau kemarin mohon Ed FB emak dan kirim pesan kalian di MS, setelah urusan emak di kampung selesai barang kalian emak kirim🤗🙏🙏🙏