
Kisah ini Flashback tiga belas tahun silam.
“Hay dek, kau sedang apa di tempat ini?” tanya Aya ABG.
Sudah tau berdiri disini masih nanyak. Sewot Ken kecil dalam hati.
“Kau Lagi sedih ya?” tanya Aya sok tau, gadis berusia dua belas tahun itu memandang pohon di bawah jembatan.
“Jika aku sedih aku akan berdiri di tempat ini, ketika sudah lebih baik aku akan pulang, yakinlah jika kita menghilangkan keluh kesah di tempat yang sunyi ketika kita kembali ke tempat ramai, pikiran kita akan plong.” kata Aya yang memejamkan matanya merasakan hembusannya angin di atas jembatan.
“Apa yang kamu lalukan jika kamu memiliki kelebihan yang mengerikan dan di jauhi oleh semua orang?” tanya Ken memandang gadis cantik itu tanpa berkedip.
Dia cantik seperti peri kecil. Batin Ken kecil.
“Jika aku memiliki kelebihan aku ingin mengasah kelebihan itu agar berguna untuk ku dan aku ingin menjadi yang terbaik dan akan mengatakan kepada dunia, Hei dunia lihat aku yang luar biasa ini, aku berdiri kokoh dan sangat memukau dengan kelebihan ku!” kata Aya MA dramatis.
Melihat kelucuan Aya meragakan gaya Selermoon, film yang di sukai adik perempuannya di rumah, pria kecil itu terkekeh.
“Sudahlah kakak mau pulang dulu, nantik ibu kakak bingung mencari kakak yang telat pulang,” Aya mengelus rambut halus Ken.
Andaikan ibu mengkhawatirkan ku, aku mungkin menjadi gadis yang penuh akan kasih sayang. Ah, mungkin matahari terbit dari barat jika ibu ku berubah. Batin Aya.
Dasar gadis aneh, bilang akan di cari ibunya akan tetapi ibunya tak pernah memikirkan keberadaannya. Batin Ken. Dalam hatinya ia turut sedih dengan apa yang menimpa gadis itu.
“Makanlah permen ini, maka kau akan merasakan begitu asamnya permen ini akan tetapi kita yang memakannya tidak akan membuangnya malah memakannya hingga habis.” Aya membuka sebuah permen lalu menyodorkan ke mulut Ken kecil, pria kecil itu seperti terhipnotis membuka mulutnya hingga permen itu berada di dalam mulutnya.
“Memakan permen asam ini ibarat masalah yang menimpa kita, berapa peliknya keadaan yang kita alami kita tak akan bisa kabur melainkan kita di paksa menghadapi masalah kita suka maupun duka. Sudah lah anak kecil mana tau masalah orang besar, tapi ku ucapkan terimakasih sudah mendengar keluh kesah ku yang tak berharga ini, ” kata Aya.
Cup.... Aya mencium pipi Ken yang sangat menggemaskan, bagi anak ABG seperti Aya mencium anak balita merupakan hal yang wajar.
“Hey, kau menciumiku? Kata Mommy hanya istriku wanita selain keluarga yang boleh menciumiku!” protes Ken kecil.
“Omo, Omo, maaf adik kecil aku hanya gemas kepadamu, biar aku menjadi istrimu di masa depan, ini kakak tambah permen asamnya, jangan adukan aku pada Mommy mu ya sayang, kakak pergi dulu, bay” Aya melambaikan tangannya meninggalkan Ken yang tengah menggenggam sepuluh permen pemberian Aya MA.
“Mom, aku punya calon istri dia seperti bidadari-bidadari, aku harus menyimpan permen ini agar nanti aku bisa menyuruh paman Toni membelikan aku pabrik permen ini.
....
....
Keesokan harinya Ken datang ke jembatan itu akan tetapi Aya tak kunjung datang.
Sudah seminggu Ken uring-uringan memikirkan calon istrinya di masa depan, ia rindu Aya, seketika otaknya langsung berputar ia meretas CCTV dunia untuk mengambil gambarnya dengan Aya seminggu yang lalu.
“Nah aku dapat, dia ternyata nona muda keluarga MA, Anggelina Aya MA, Namanya begitu cantik dan berartikan malaikat, aku harus menemuinya di sekolahnya besok.” gumam Ken gembira.
Ceklek....
“Mom!” pekik Ken, anak kecil itu langsung menyimpan iPad nya di bawah bantal.
“Sayang, kata pengawal kau akhir-akhir ini suka datang ke jembatan itu?” kata Mommy Qiana mengelus Surai rambut putranya, Ken sedari kecil adalah pria yang mandiri sebab di usia yang masih bayi sudah memiliki dua adik.
“Mom, jika suatu hari aku meminta sesuatu yang terbilang mustahil akankah Mommy menyetujui permintaan itu?” tanya Ken pada sang Mommy.
“Oh, putra Mommy sudah besar nih, memangnya putraku yang mandiri ini mau minta apa?” tanya Mommy Qiana dengan senyum yang merekah, sebab putra yang ia lahirkan di hutan ini amat berbeda dari yang lain, dan pira kecil ini memiliki kelebihan yang mewarisi dirinya yaitu membaca pikiran orang lain serta ketenangan milik Deddynya.
“Nanti aku akan pikirkan Mom, aku hanya ingin meminta saja!" kata Ken dengan mata yang berbinar.
“Selamat tidur sayang!” Mommy Qiana mencium kening putranya.
“Selamat malam ,Mom!” jawab Ken, pria kecil itu sangat bahagia karena besok sehabis pulang dari sekolah ia ingin menemui calon istrinya itu.
....
....
“Paman!” panggil Ken pada kedua pengawalnya.
“Bisakah kau membelikan es krim yang rame itu?” tanya Ken pada penjaganya yang selalu mendampinginya.
“Baik tuan Muda, saya akan membelinya, anda di dalam mobil saja.” kata Bodyguard A.
“Paman bisakah kau membelikan jajanan Semprul yang rame itu, aku menginginkan makanan itu, sekarang!” kata Ken memandang gerobak pentol yang ada tulisan merah besar SEMPRUL ikan, telur gurih.
“Tapi tuan muda, si Upin lagi keluar!” kata si Ipin bodyguard B.
“Aku gak papa di tinggal sendiri, toh bodyguard kita amatlah banyak di belakang, ini pun di tempat rame!” kata Ken meyakinkan si Ipin.
Karena kedua pria itu botak makanan Ken memanggilnya Upin Ipin.
Akhirnya mereka keluar juga.Batin Ken.
Ken perlahan keluar dari mobil, kebetulan mobilnya berada di depan sekolah Aya MA.
Ken berjalan perlahan lalu bersembunyi di sebuah semak-semak belukar agar tak di ketahui. Tak lupa ia meninggalkan Note yang bertuliskan.
...Mom aku pergi bermain dulu, jangan mencari ku, sebab keberadaan ku sudah ku hapus, aku janji jika terjadi sesuatu aku akan mengaktifkan keberadaan ku!....
...Begitu isi surat Ken....
“Yey, itu Aya! tidak sia-sia aku sembunyi selama tiga jam di semak-semak ini” Wajah pria itu sudah di kotori tanah agar wajahnya tak di kenali oleh orang-orang yang menjaganya.
Sebuah mobil Limosin tiba-tiba terparkir di hadapan Aya seketika empat orang bertubuh kekar mendekati Aya yang tengah kaget melihat wajah seramnya empat orang.
“Ini lutung atau pantat panci lewat ya?" gumam Aya memundurkan langkahnya.
“Ayo nona, saya disuruh menjemput anda!” kata salah satu pria yang tubuh nya penuh dengan tatto.
“Jangan kesini!” teriak Aya, wanita itu berlari akan tetapi tubuh nya sudah di ringkus oleh tiga orang berbadan besar.
Karena Aya MA masih kecil ia tak bisa melawan sebab gadis itu lemah, dengan sekali biusan gadis kecil itu sudah di gotong ke dalam mobil.
Ken yang bersembunyi di semak-semak untuk memberikan kejutan kepada Aya pun keluar, karena melihat kejadian penculikan itu.
“Hey, kau mau apakan calon istri ku!” teriak Ken berkacak pinggang.
“Waduh ada balita bos!” kata salah satu di antara mereka.
Mendengar kata-kata Ken semua pria besar itu tertawaan serempak.
Hahahahahahhahaha....
“Nak perkutut mu masih sebesar kelingking, mau membobol gawang pasti langsung patah tulang...,” kata si bos.
“Sepertinya bocah ini nilai jualnya juga bagus, ayo kita tangkap juga, lumayan lah beli satu geratis satu!” kata si bos menyentuh kuminsya yang lebat.
^^^~To be continued.^^^
Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,
Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣
Sambil nunggu dedek Ken di culik yuk mampir di karya kawan satu ini.