Terjerat Cinta Berondong Kaya

Terjerat Cinta Berondong Kaya
Keluh kesah Emak-Emak


Hay para Reader


Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗


Selamat datang di TCBK.


Happy reading🥰


.....


...


..


.


~Di Vila Sang ratu Mafia.


“Adik Ipar, pasangan itu hari ini sudah cukup mendapatkan injeksi ke lima, tinggal satu kali suntikan mereka akan tewas!” lapor Yumna.


Mendapatkan info dari Yumna, Qiana berkata,“Zia, suruh anak buah kita melepaskan mereka!”


“Baik!” jawab Zia, lalu wanita dingin itu menjauh untuk melakukan panggilan.


“Kak, apa yang akan kau lakukan kepada kedua orang itu?” tanya Rana penasaran.


“Biar menantuku saja yang turun tangan. Aku hanya membantu sedikit saja. Bagiamana Sekolah si kembar?” tanya Qiana pada Rana.


“Cukup baik, mereka menikmati sekolah dengan baik,” Rana meletakkan gelasnya, Rafael dan Rana membebaskan putri-putri mengenyam ilmu pendidikan dimana saja, sesuai kemauan mereka, karena masa lalu pasangan itu selalu terkekang.


“Kenapa wajahmu di tekuk, kakak ipar?” tanya Qiana melihat wajah Yumna cemberut.


“Biasa Qiana, si Exsis itu habis berbuat ulah terus!” gerutu Yumna, putra Yumna itu mengikuti titisan Deddy Abraham sewaktu muda yaitu Playboy.


“Jika sudah mengomeli si EX pengen sekali aku menjitak bapaknya, Kapan coba anak itu mirip Ken yang selalu membanggakan atau putranya Zia yang sudah mengikuti jejak Colvis di militer, kau tau kan EX putra kami satu-satunya yang jelas dia harapan kami, tidak ada yang lain,” ujar Yumna berapi-api.


“Sabar-sabar, jika sudah Menikah seperti bapaknya itu anak akan insaf,” ujar Qiana mendinginkan hati kakak iparnya.


“Coba kau tanya sama si kucrit itu siapa nama kekasihnya kemarin sore. Pasti itu anak tak ingat! Jika sifat playboy nya kumat, ingin ku racuni itu anak tapi sayang punya anak cuma satu biji.”


“Meski seperti itu, anak-anak kita menjadi anak yang sukses dan hebat dalam segi apapun. EX mampu mengantikan ayahnya meski bocah itu sudah lulus SMA malah mendaftarkan sekolah lagi di sekolah lain,” ujar Qiana, wanita empat puluh tahun itu tak habis pikir juga dengan sang keponakan yang begitu menyayangi sekolah menengah atas sehingga bocah itu lagi-lagi mendaftarkan diri ke sekolah menengah atas.


“Ho'oh, kau bener Padahal dia sudah lulus sekolah dan Sean malah mau santai dengan pendidikannya, kalian tau bukan jika anak itu tak terlalu mementingkan sekolahnya bahkan sekolah Senin kemis, coba seperti Ken, mungkin bocah itu sudah lulus dan tak memikirkan sekolahnya lagi!” ujar Alana istri Mulin itu.


Qiana hanya tersenyum, ia tak menyangka bahwa kehidupan keduanya amatlah manis, ini merupakan diluar ekspektasinya.


“Sudah-sudah, nanti kita mengeluh ke para Suami kita, kalian hanya masalah kecil, tuh lihat putraku yang masih bau kencur diam-diam menikahi anak gadis orang. Kalog hanya finansial ia mampu seribu persen, malah lebih. Sekarang yang aku khawatirkan adalah kesiapan mental, mana istrinya tak biasa. Mungkin sudah tali takdir kita memiliki keluarga yang tak biasa,” Qiana memijat pelipisnya.


“Kita harus bersiap saja kak, karena filing ku berkata mereka akan menemukan rekannya di daratan kita. Entah apa yang terjadi di sana sehingga beberapa anggota inti mereka berpencar. Yang aku harapkan, tak ada sesuatu di belakang mereka, karena jika ada sesuatu dengan kemunculan Qing Ay di daratan kira, kita harus siap tempur sebab ini menyangkut Ekonomi negara barat dan timur akan turun drastis jika semua itu terjadi.”


Ujar Aruna mendekati kakak iparnya, saat ini wanita itu tengah mengandung delapan bulan, jodoh Aruna adalah Zayyan.


“Kau benar, tetapi yang aku lihat Qing Ay tak memiliki tujuan lain terhadap keluarga kita,” ujar Qiana, karena ia sudah membaca isi hati dan segala sesuatu tentang wanita itu. Tetapi Qiana belum menemukan penyebab orang nomer empat kesayangan Qing itu berkeluyuran di dunia bebas dan memiliki latar belakang hebat juga di negara I ini meski hidupnya selama tiga tahun amatlah gelap, mereka cukup kecolongan karena Aya MA sudah delapan tahun di negara mereka.


Qiana adalah peretas hebat tetapi susah membobol data Aya MA. Entah lambat laun ia bisa menemukan titik terang tentang gadis itu.


Kring... Kring... Bunyi ponsel Qiana berbunyi membuat para ibu-ibu langsung senyap.


“Hem, katakan!” ujar Qiana pada anak buahnya yang ia ambil pada saat tragedi bom di Hotel WU internasional dulu.


“Baiklah, pantau mereka, aku ingin tau pasangan itu berusaha sampai mana!” ujar Qiana.


....


Pasangan itu tidak tau bahwa dalam seminggu ini menjadi tahanan di penjara VIP milik Qiana.


Sebenarnya luka sepasang kekasih itu hanya ringan dan beberapa goresan serta sakit tulang habis di gebukin tetapi agar bisa mengelabui sang musuh, dua orang itu di Vonis patah tulang padahal obat yang di berikan kepada mereka adalah obat pelumpuh yang amat canggih serta mematikan sistem imun.


Ibarat kata Dua orang itu di pelihara dulu sebelum di eksekusi, seperti Sapi di pelihara dulu baru di jagal. Ini hanya menunggu jagalnya yang masih di luar negeri.


....


....


Sedangkan di lokasi tempat pasangan yang tengah syok akibat hilangnya perusahaan A.P.E.S entertainment.


“Pak supir bisa saya meminjam ponselnya sebentar?”


Ini namanya penumpang ngelunjak. Sudah menyuruh aku ngerem mendadak, eh malah sekarang minjem hp sama kuotanya juga. dumel si Supir dalam hati, tetapi tak urung menyodorkan ponselnya ke tangan si Hendry.


Cetuuuttt.... Cetuuutttt.... Bunyi ponsel dari aplikasi Waslap yang berwarna hijau yang menandakan panggilan terhubung.


“Halo, tuan Gil?” sapa Hendry ketika telpon seberang sana di pecat.


“Ia?” tanya Pria di sebrang sana menjawab lemas.


“Tuan Gil, ia saya Hendry!” ujar Hendry.


“DARI MANA SAJA KAU TOM BAJIL, GARA-GARA KAMU PERUSAHAAN KU BANGKRUT, KAU AKU PECAT...,” Teriak orang di sebrang sana sehingga Hendry yang kaget tanpa sengaja melempar ponsel si pak supir.


Cepluk.... Ponsel jatuh di atas bebatuan sehingga kumis si sumpit berdiri, jika bukan di berikan tugas mengantar si tahanan sudah dari tadi ia menggebuki dua orang ini.


“Sudah di kasi pinjam malah ngelunjak, lihat hp saya rusak, jika bukan kenalan tuan Borax sudah saya tagih Anda Menganti hp saya!” omel Si supir.


“Saya akan ganti ponsel murahan anda itu, jangan belagu deh!” ujar Marganie tak suka dengan ucapan si supir.


Sedangkan si supir taksi langsung mengambil ponselnya lalu memasuki mobilnya..


“Pak, pak, anda mau kemana, pak!” panggil Hendry mengejar si pak sopir yang langsung menancap gas.


“Sial, Hanya seorang supir taksi sungguh belagu!” teriak Hendry mengeluarkan sumpah serapah.


“Ini semua gara-gara kamu Rine! Jelas aku yang salah kenapa kau masih bicara ketus seperti itu. Lihat kita mau menggunakan kendaraan apa untuk pulang,” marah Hendry kepada kekasihnya.


“Bukanya yang salah itu disini itu kamu Kan, kenapa kau melepaskan itu ponsel murahan yang baru hari aku melihat ponsel merek Sungsang itu,” balas Marganie tak terima di salahkan.


“Kau, ahhhhhh, berengsekkkk...” teriak Hendry menendang tugu yang di atasnya sudah di letakkan plang yang bertuliskan.


...TANAH INI MILIK PT LANCER GRUP....


Brukkk...., entah kekencangan atau bagiamana tugu itu roboh hingga menimpa kaki Hendry.


Aaaahhhhhhhhh......


^^^~To be continued.^^^


Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,


Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘