Terjerat Cinta Berondong Kaya

Terjerat Cinta Berondong Kaya
Tongkat Kakek


Hay para Reader


Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗


Selamat datang di TCBK.


Happy reading🥰


.....


...


..


.


Awalnya semua orang mengira semua yang terjadi di depan mereka merupakan sebuah kesalahan pahaman, karena banyak lansia yang menderita pikun sehingga sering bingung dan tak urung mengenali cucu atau anggota keluarganya.


Akan tetapi perkataan si nenek yang mengatakan tentang tompel di bokong Daffin amat meyakinkan dan semua itu juag di dukung dengan kebisuan Daffin. Keadaan itu membuat para fans pria itu berprasangka tidak-tidak terhadap idola mereka.


Apalagi mimik wajah sang nenek sangat terpancar melalui air mata si nenek memancur seperti pancuran alun-alun ibu kota. Kejadian yang tak di duga itu memperkuat ke salah pahaman para fans Daffin semakin meyakinkan.


“Bukannya banyak ya para pemain di dunia hiburan itu lupa daratan!” kata si A.


“Benar tak sedikit artis atau aktor itu menghilangkan jejak masa lalunya!” kata si B.


“Bener ya, bukannya di profil Daffin Hapina Opo adalah seorang yatim piatu,” Kata si C.


“Jika nenek ini benar-benar adalah nenek Daffin yang Daffin telantarkan maka aku bersumpah aku akan menjadi hatersnya!” kata si D.


“Benar itu, benar!” seketika bandara menjadi riuh, pihak bodyguard di dalam bandara berlarian mendekati kerumunan yang hampir menimbulkan kericuhan.


“Aduhhh... Awww... Hey, kalian tolong aku cepat!” teriak Daffin ketika tubuhnya sudah tenggelam dalam lautan manusia, keributan ratusan orang itu memicu para pengunjung lainnya yang juga penggemar Daffin mengetahui kedatangan pria itu.


“Lindungi tuan!” teriak bodyguard itu mengelilingi tubuh Daffin serta tubuh si nenek. Keributan itu semakin memicu hingga menyerupai tawuran masal membuat ruang antara si nenek dan si Daffin semakin terjepit di pusaran lautan manusia.


Seketika Daffin beserta Bodyguardnya terjebak di dalam lautan manusia.


“Peluk tubuh ku bangsatt... Jika tidak bantal punggung ku akan jatuh!” kata seorang gadis yang tengah menyamar menjadi nenek-nenek.


“Sialan kau Angelina Aya MA, gara gara kamu berbuat ulah, aku mendapatkan petaka.” umpat Daffin.


“Salah siapa kau minta aku jemput sialan, aku hanya memberikan kejutan yang tak akan pernah kau lupakan sepanjang hidupmu!” kata Aya MA sambil memegang gigi palsunya agar tak jatuh akibat dorongan kuat itu, apa lagi si Aya saat ini menggunakan sampir (kain batik yang ia beli di pasar loak) serta kebaya kuno agar penyamarannya total.


“Daf!” panggil Aya kencang.


“jangan teriak-teriak di telingaku nyai. Kau mau bilang apa?” tanya Daffin juga tak kalah kencang.


“Kau lihat tongkat yang aku pakai untuk memukulmu tadi tidak?” tanya Aya panik.


“Tidak. Kenapa dengan tongkat itu?” tanya Daffin, Saat ini tubuh keduanya sudah seperti pasangan kekasih di masa warga karena berbuat anu.


“Aku tidak melihat tongkat itu lagi Angel!” Daffin.


“Cepat suruh anak buah mu mengamankan semua penggemar mu ini! Cepat Daffin!” perintah Aya.


Gawat aku akan di cincang kakek jika tongkat itu lecet. Umpat Aya, wanita itu tak peduli dengan punggung yang sudah berpindah tempat yaitu ke perut wanita itu. Wanita itu Tetap berusaha mencari si tongkat.


“Angel, jangan gila kamu!” teriak Daffin.


“Tongkat itu lebih berharga dari nyawa ku Daffin... Awas jika terjadi apa-apa kepada tongkat itu akan ku sambel terong mu biar jadi bujang lapuk selamanya!” teriak Aya, Aya tak berhenti wanita itu mengumpat si Daffin padahal ialah biang kerok masalah yang terjadi saat ini.


Flashback On.


Setelah menggetarkan lutut dan mengencokkan pinggang hingga sore menjelang. Akhirnya pasangan itu turun untuk mengisi perut yang keroncongan.


“Leon kau sudah pulang!” sapa seorang kakek tua renta mendekati meja makan.


“Ken kakek!” kata Ken mengintegrasikan kakek buyutnya yang tua renta.


“Aku tau Leon!” kata si kakek.


“Kek, ini Jaguar cucumu!” ulang Ken sedikit meninggikan suaranya.


“Aku tau, wah ada cewek cantik dini!” kata si kakek WU mendekati tempat Aya duduk.


Kalog ada wanita cantik rabun mata Kakek buyut langsung hilang seketika. Batin Ken menggerutu.


“Bolehkah kakek buyut ini duduk di sebelah Nona?” kata si kakek mendekati Aya.


Aya yang belum pernah bertemu dengan penatua di keluarga WU itu bingung tapi tak urung ia menarik kursi di sebelahnya untuk sang Kakek.


“Perkenalkan sayang, dia adalah Kakek buyut Ken!” kata Mommy Qiana yang baru sampai di dapur, di ikuti Suaminya (Deddy Taksa) yang seperti ekor mengikuti kemana istrinya pergi.


“Kakek, dia adalah istri Ken Aya!” kata Ken memperkenalkan Aya MA.


“Dimana kau membeli Ayam?” tanya kakek yang tak bisa mendengar suara dengan jelas.


“Dia Aya MA menantu pertama kita kakek!” saat ini Deddy Taksa yang mendekati sang kakek untuk mengenalkan menantunya ia berbicara di sebelah telinga kakeknya.


“Dimana beli ayam pakek sepatu?” tanya si kakek bingung.


Makin rumit kan si kakek salah pahamnya.


“Kek, perkenalan nama saya Aya istri Ken!” kata Aya lembut.


“Kau istri Ken sayang!” kata kakek buyut mengelus rambut halus Aya MA.


Deddy Taksa yang berbisik langsung menganga sedangkan Ken yang tengah memegang garpu tanpa sadar ia bengkok garpu tersebut.


Tapi acara umpatan Ken hanya seandainya saja sebab saat ini Mommy Qiana memandang wajah putranya horor tak lupa tangannya menarik kaos suaminya agar duduk di kursi miliknya.


Aya membantu tetua itu mengambil bubur yang sudah di siapkan untuk sang kakek.


“Aya sayang, kakek ini bosan setiap hari makan bubur seperti ini!” wajah kakek buyut sedih.


“Bagaimana jika Aya suapi Kakek buyut makan?” tawar Aya, mau bagaimana pun makanan yang di konsumsi lansia itu amatlah terjaga dan sudah ada Chef khusus untuk memperhatikan kandungan gizinya.


Mata kakek berbinar mendengar tawaran suapan dari menantunya itu. Begitulah drama pertemuan kakek buyut dengan menantunya. Dengan berujung Aya MA menyuapi makanan dengan lembut pada si kakak. Sedangkan sang suami menyuapi istrinya yang memang tengah kelaparan.


“Aya karena kau sudah mau menyuapi kakek tua renta ini, kakek akan mengajakmu ke kamar untuk memilih hadiah apa yang kau inginkan!” kata si kakek.


“Pergilah sayang, seusai tradisi turun temurun, kakek akan memberikan cindera mata pada cucu menantunya. Dulu pada saat Mommy pertama kali bertemu beliau, Mommy di berikan sekotak hadiah oleh kakek sebagai salam kenal pertemuan pertama kami!” Mommy Qiana menceritakan tentang pertemuan nya dengan kakek buyut itu.


“Pergilah Istri, jangan lama-lama, aku mau bertemu dengan rekan bisnis ku malam ini, apakah kau ingin ikut?” tawar Aya.


“Tidak Suami, nantik malam aku ingin ke suatu tempat!”


“Apakah itu harus?” tanya Ken. Lalu di jawab Aya dengan anggukan kepalanya.


“Baiklah, tapi kau harus menggunakan mobil.”


“Baiklah! Aku ikut kakek dulu!” pamit Aya.


....


“Sayang ambillah ambillah apa yang kamu inginkan...,” kakek membuka sebuah pintu di sebelah lemarinya seketika Aya tercengang ketika melihat sebuah ruangan seperti kamar rahasianya yang dalamnya berisikan mas batangan serta perhiasan dan benda-benda yang bernilai fantastis.


“Kakek maaf bukannya menolak tapi aku tak ingin semua yang ada di dalam sana!” kata Aya hati-hati.


“Kenapa kau tak menginginkan nya Sayang?” tanya kakek.


“Tidak apa-apa kakek, Bisakah aku meminjam satu buah tongkat dan meminta satu buah gigi palsu ini?” pinta Aya.


“Oh, kau tertarik dengan tongkat ku ya, ambillah sayang apa yang kau mau, kalog kau mau gigi palsu pilihlah karena aku memiliki satu perusahaan gigi palsu yang deddy Ken belikan untuk membuat stok gigi palsuku tak pernah habis.” kata kakek.


Menantu ku begitu murni dan sederhana. Aku yakin masa depan keluarga WU di masa depan semakin makmur. Batin kakek terharu.


“Bawalah kotak ini juga, yang ini tidak boleh di tolak karena ini tradisi!” kata kakek mengambil satu buah kotak indah di dalamnya.


“Apakah harus?” tanya Aya.


“Ini harus!” kata kakek meletakkan kotak itu di tangan aya. seketika Aya terbelalak sebab kotak itu berat nya sekitar lima kg dan kakeknya yang sudah tua rentan santai mengangkat benda itu.


Terimakasih kakek, Aya terima sebagai tanda bakti, akan ku simpan pemberian kakek. Aya pamit dulu,” Aya mencium pipi kakek lalu meninggalkan tempat itu untuk menjemput sahabatnya itu.


Flashback off.


Suara toa dari bandara membuat semua orang terdiam seketika.


“Selamat malam, di ruangan CiDi mohon tertib, jika ada keributan lagi maka pihak bandara akan menangkap kalian semua laku kami akan mengantar semua orang ke kantor polisi dengan hukuman 6 tahun penjara!!!” begitulah bunyi toa di seluruh penjuru bandara itu.


“Permisi, bisakah sayang numpang lewat?” pinta Daffin yang sudah berantakan.


“Astaga nek, Nenek sih membuat Daffin marah, sudah ku suruh diam dirumah malah keluyuran, mana setiap malam nenek cari Berondong di pinggiran jalan. Jangan salahkan Daffin ngambek sama nenek,” kata Daffin dramatis.


“Daffin sayang nenek kok!” Cup ... Daffin mencium kening Aya MA.


“Oh tadi hanya drama toh, ku kira Daffin kita cucu durhaka tetapi nyatanya dia adalah cucu berbakti.” seru kerumunan.


“Hey penggemar ku! Ada yang menemukan tongkat nenek ku tidak?” tanya Daffin dengan pesonanya ia menggendong neneknya.


Wajahnya yang tampan membuat semua terpesona. Sehingga dengan terhipnotis orang yang menemukan tongkat itu memberikannya kepada Daffin.


“Waduh neneknya Daffin kita seperti nya patah tulang tuh, lihat Bungkuk nya pindah ke arah depan!” kata kerumunan itu.


Wajah Aya memerah sebab sahabatnya ini berani-beraninya mencium keningnya.


Gedebuk.... tubuh itu jatuh hingga Daffin ikut jatuh. Sebab Aya melompat ketika sudah berada di kawasan sepi.


“Dasar sahabat lucnut, sialan main cium-cium di depan umum!” Omel Aya memukul Betis Daffin.


“Aw... Aw... Kau jadi wanita bar-bar, bagaimana kau mau dapet suami jika galak seperti ini,”


“Terserah, terserah, bujang lapuk macem dirimu ini masih mengungkit pasangan, dah ah, aku mau pulang tak baik wanita keluyuran malam bukan. Nantik yang ada aku di culik lalu di anu sama preman!” kata Aya enteng.


“Cih, yang ada para preman yang akan kau jarah hingga celananya melorot, entar malam ada judi besar mari kita berduel!” kata Daffin.


“Tergantung mood ku aja guru! Aku pergi dulu, Dada!” Aya perjalanan tanpa menoleh tangannya ia lambaikan untuk say goodbye pada kawannya dari jauh.


Astaga, bagaimana jika Ken tau aku di cium cowok!..... Jerit aya dalam hati.


^^^~To be continued.^^^


Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,


Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣


Rekomendasi Author:



Blurb :


Seorang siswa SMA yang punya penyakit terbelakang mental bernama Soejono alias Jono hidup dengan kemiskinan yang terpaksa harus mencari nafkah untuk keluarganya dengan cara yang haram, sebagai pengedar narkoba untuk membeli obat untuk ibundanya yang sakit-sakitan, disamping itu ayahnya juga sudah lama wafat dan dia adalah anak pertama dari 4 bersaudara yang keseluruhannya juga terbelakang mental, Tak hanya itu dia juga harus dibully teman-temannya di sekolah, Alex Felixius si ketua geng di kelas XII Bahasa anak seorang pegawai Freeport yang kaya raya, dia selalu pamer dengan orang-orang di sekitarnya, dia musuh bebuyutan Jono dan dikenal sebagai trouble maker di setiap tempat, untungnya ada wanita cantik jelita bernama Salma yang tak tega melihat pengorbanannya, dan Salma pun akhirnya jatuh hati padanya