Terjerat Cinta Berondong Kaya

Terjerat Cinta Berondong Kaya
Kegundahan hati Ken


Hay para Reader


Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗


Selamat datang di TCBK.


Happy reading🥰


.....


...


..


.


Ruangan kamar yang luas. Dinginnya AC. Begitu mendukung kebekuan yang tercipta, bahkan dinginnya mampu membekukan Air segelas karena tak mungkin membeku kan lautan terlalu luas untuk di bawa masuk ke dalam kamar.


Ungkapan Ken Aya begitu ambigu hingga membuat Hati Aya gundah. Hingga mampu mengahdirkan begitu banyak pikiran negatif tertuang di dalam jiwa sensitif ibu hamil tersebut.


“Maafkan aku sayang belum bisa menjadi suami yang terbaik untuk mu. Hari ini aku sadar betapa aku belum pantas bersanding dengan mu. Andai saja peluru itu menembus jantung mu. Lalu kau pergi meninggalkan ku selama-lamanya, maka hidupku berakhir sampai disini saja hari ini. Aku tak sanggup membayangkan semua itu,” Ken menangis hingga punggung nya bergetar.


Hari ini Ken yang selalu percaya diri akan kesempurnaan yang ia miliki telah rapuh sehingga ke percayaan diri tersebut sirna dalam dirinya. Ken begitu rapuh dan ketakutan.


Didalam otak pria itu hanya berisikan...


Seandainya sang istri tertembak hingga meregang nyawa maka hari ini ia akan berduka dua kali lipat sebab ada bayi di dalam perut istrinya.


“Hey, Sayang, Tatap Mataku... Semakin dalam .... Semakin dalam .... Lihat mata itu mata di mana dulu tidak memiliki semangat hidup, tidak ada cinta di dalamnya. Penuh kekosongan. Penuh akan dendam. Penuh akan kebencian. Dan mata ini dulu tak bisa melihat karena aku buta.”


“Kau berikan aku mata untuk aku melihat betapa indahnya itu, di cintai dan mencintai. Kau hidup kan jiwa yang telah mati ini. Kau seperti malaikat cinta yang turun untuk membisikkan sebuah cinta yang seharusnya aku kenal dari dulu.”


“Kau membuat kaki ku yang tak sempurna menjadi aku yang sempurna dimana aku saat ini bisa menghadapi dunia untuk mengatakan. HEY ....PARA EMPOK-EMPOK .... BAPAK BAPAK.... KAKAK-KAKAK ... ADEK-ADEK... YANG SELALU MENJULITI AYAM MALANG INI DI MEDIA SOSIAL ATAU DIMANA PUN SAYA BERADA. MAKA AYAM INI AKAN MELAWAN MU HINGGA TETES DARAH PENGHABISAN SEBAB AKU TELAH MEMILIKI KAKI YANG SEMPURNA UNTUK MELANGKAH MENJADI APA YANG AKU MAU TANPA SEBUAH KENANGAN. DULU AKU HANYALAH AYAM TAPI HARI INI AKU SUDAH BERMETAMORFOSA MENJADI BU-AYA.”


(entah ketika si empok Aya meminta dedek Ken menatap matanya, kok ya nyai inget film sketsa komedi yang hipnotis beberapa tahun silam. Keren bukan ungkapan Tante gendeng kita ini,)


.....


Hahahhahaa.... Seketika tawa Pasangan suami istri pecah....


“Kenapa harus Ayam sayang?” tanya Ken, pria itu tak mampu menahan tawanya.


“Panggilan Ayam itu panggilan spesial dari si Marie gabine sahabat ku yang namanya selalu di ingetin oleh semua warga Indonesia Karana namanya cukup legendaris yaitu Produk jajanan tersungkur.”


“Terimakasih sudah menghibur ku sayang!” ungkap Ken tulus.


“Siapa yang menghibur mu, aku benar apa adanya kok mengatakan sesuatu yang di atas sebab aku memanglah sekor Ayam tapi berkepribadian Bu.Aya.”


“Kenapa harus BuAya sayang, bukannya julukan buaya itu kusus untuk pria hidung belang,” ujar Ken mengelus surai rambut sang Istri.


“Karena buaya itu predator mematikan, dan apesnya aku paling takut pada hewan yang bernama BuAya ini. maka dari itu aku akan menjelma menjadi binatang yang paling aku takuti. jika sudah menyangkut tentang menyakiti seluruh keluarga ku termasuk anak yang aku kandung ini....,” ungkap Aya tegas.


“Sungguh kami begitu amat beruntung mendapatkan mu sayang! Ayo tidur dulu, anak kita pasti lelah karena habis atraksi sama Maya nya!” Ken merebahkan kepala sang istri di lengannya yang kekar.


Pria itu membelai lembut kepala dengan lembut hingga Aya terbuai dengan sapuan tangan yang lembut tersebut. Perlakuan Ken saat ini seperti seorang ayah menidurkan putrinya.


“Entah kenapa Aroma ketiak mu membuat ku nyaman suami,” bisik Aya, ia lalu menempelkan hidung di ketiak Suami nya.


“Sayang, ini geli dan buruk rasanya!” komplain Ken.


Suami Aya itu tak mampu komplain lagi jika menyangkut bayi dalam perut istrinya.


Dasar berudu nakal. Didalam perut Maya mu kau begitu nakal dan apa kau juga yang ngajarin Maya mu berpaling dari papa dan lebih memilih dua buah mangga yang menyebalkan. Batin Ken menggerutu.


Pria itu memandang lampu kamar begitu dalam. Pikirannya menerawang jauh. Tangan nya masih sibuk mengelus rambut sang istri.


Satu jam kemudian Aya telah terlelap pria itu perlahan menurunkan kepala sang istri , lalu perlahan dengan gerakan perlahan juga menuruni ranjang.


Pria itu keluar dari kamarnya lalu mengayunkan kakinya ke ruang kerja sang Mommy ternyata ibunya itu tengah sibuk menangi sang nenek buyut.


Ken memutar haluan, ia melangkahkan kakinya ke sebuah ruangan yang tak jauh dari tempat sang Mommy berada.


Saat ini Ken tengah membuka sebuah pintu berwarna coklat yang berisikan ribuan Wine yang bermacam merek rumah mereka.


Ken mengambil sebuah anggur kesukaannya dan tak lupa menyambar sebuah gelas kosong lalu membawa wine tersebut ke arah balkon yang ada di ruangan tersebut.


Pria itu mengisi gelasnya dengan cairan merah lalu mengambil sport ternyaman untuk memandang luasnya danau yang tak pernah bosan ia pandang sedari kecil.


Tangan pria itu menggoyangkan gelasnya lalu menghirup aroma khas anggur tersebut. Setelah itu menencipi anggur dengan begitu elegan. Sesekali pira itu menghembuskan nafasnya untuk menghilangkan sesuatu yang sesak di dalam dada.


Rupanya Ken tengah gundah dan memikirkan step demi step masalah yang ia hadapi.


Masalah kali ini sangat beruntun, dimulainya berita trending topik lalu hilangnya Aya dan menjalar ke penyerangan di tutup serta di tutup oleh kado kehamilan Aya.


Semua ini masih menjadi guncangan di jiwa Ken. Jujur perasaan pria muda itu seperti memakan rujak yang amat asam dan pedas yang tak mampu mereka lewatkan.


Kenapa kau harus hadir saat ini anakku...


Sedangkan saat ini nyawa ibumu tengah terancam...


Bagaimana jika hadirnya dirimu membawa sesuatu merugikan nyawa ibumu...


Apakah aku sanggup memilih di antara kau dan dirinya...


Mulutku ini hampir mengatakan ingin merelakan mu untuk saat ini karena hadir mu pada saat masa riskan terhadap ibumu.


Akan tetapi melihat bagaimana mata indah yang paling aku cintai membangun tekat kokoh melindungi mu membuat ku urung mengungkapkan pendapat ku ini....


Aku harus apa tuhan...


Apakah aku harus merantai tubuh istriku didalam sangkar ini? Agar tidak ada bahaya menyakiti istriku ....


Apakah aku harus memaksa Istriku mengubur cita-cita nya ....


Semua itu tak mampu aku lakukan karena Istriku berhak atas dunia. Karena dunia nya telah direnggut ketika kedua orang tuanya pergi meninggalkan nya. Apakah aku sebagai suami mampu merenggut dunia istriku?


Itu tak adakan terjadi ...


“Kau disini...,” kata seseorang mengangetkan ken yang tengah melamun.


^^^~To be ,continued.^^^


Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,


Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣