
Hay para Reader
Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗
Selamat datang di TCBK.
Happy reading🥰
......
.....
...
..
.
“Bocah, kenapa kau membunuh badut itu kampret!” maki Qing Kong yang merasa Ken begitu gegabah.
“Karena pria itu jujur!” Jika kita paksakan untuk menjawab kita maka yang ada biang keladi sindikat penculik akan datang ke tempat ini,” kata Ken dengan mata memerah.
Mendengar pengakuan Ken, Qing Kong yang memang mafia tak merasakan kaget jika satu organisasi saling berantai dan saling membantu.
“Geledah tempat ini, aku mau sebuah laptop sekarang juga!” Perintah Ken kepada Anak buahnya.
Anak buah Ken dengan sigap melakukan apapun yang pria itu perintah, sedangkan si Qing Kong hanya memandang pemuda itu dengan mengerutkan keningnya bingung.
Tak lama kemudian anak buah Ken membawa apa yang di mintak tuanya. Layaknya tuan rumah pria itu duduk di kursi tepat di samping jenazah si memiliki rumah.
Semua anak buah Ken keluar menjaga depan pintu, hanya Borax yang menjaga di depan pintu yang terbuka. Pria itu siap menjaga tuan mudanya dari jarak dekat.
Pria itu dengan serius membuka lepotop dan terjun ke dalam organisasi pembunuh Level S.
“Bang... Sat...!” umpat Ken begitu melihat foto sang istri terpampang di halaman Wab, menduduki posisi pertama karena nominal harga yang begitu fantastis.
Siapakah yang melakukan hal itu terhadap Aya, kenapa begitu misterius hingga tak mampu di deteksi dengan otak cerdas Ken?
Pria muda itu begitu marah ketika membaca nama, tempat tanggal lahir serta misi yang harus di lakukan oleh para penerima tantangan.
“Tunggu dulu, kenapa komputer ku dan jaringan ku tak menemukan iklan in?” tanya Qing Kong menunjuk layar monitor laptop canggih tersebut.
“Apakah kau yakin tidak menemukan iklan ini tuan Qing?” tanya Ken memastikan.
“Sumpah, bahkan aku kaget, sebab yang melacak keberadaan Aya adalah aku pribadi, dan aku ini telah berkarir menjadi mafia kelas kakap begitu lama tuan muda WU, selama ini aku tak pernah kalah atau teledor sedikit pun, aku benar-benar tak menemukan iklan ini!" kata Qing Kong mantap. Karena setiap ada misi bagus di dunia gelap aman selalu muncul seperti iklan ketika seseorang membuka situs.
Ken memusatkan Indra ke enamnya baik-baik dan benar Qing Kong bingung dan tak tau dengan situs tersebut...
Otak cerdas Qing Kong langsung berputar dengan cepat, “Jika komputer aku tak dapat mengakses situs ini dan kau pun sama berarti musuh mengetahui hubungan kita dengan Qing Ay!"
Ini yang Ken khawatirkan sedari tadi, apa yang di bilang Qing Kong benar adanya. Semakin kesini semakin pelik pencarian mereka, karena berapa jam yang lalu semua jaringan membeku.
“Ayo kita cepat-cepat menjauh dari bedan itu!” Qing Kong menarik Ken. Sehingga pemuda itu sedikit menjauh dari laptop.
Duarrr.... Ledakan laptop memekik mengagetkan kedua pira tersebut.
“Ayo tinggalkan tempat ini!” ajak Ken.
“Kau meletakkan mobilmu dimana?" tanya Ken.
“Di gerbang belakang, dekat semak-semak!” kata Qing Kong.
“Sebentar!” Ken mengambil pulpen di saku jasnya lalu menuliskan kata demi kata di atas telapak tangannya.
...Paman ajak semua anak buah kita pergi dari sini, aku akan menggunakan mobil lain untuk meninggalkan tempat ini, ingat jangan menimbulkan kecurigaan apapun pada saat meninggalkan tempat ini. Buatlah mimik panik agar musuh dapat kita kecoh....
Tak memerlukan bantahan atau kritik Borax langsung meninggalkan tempat itu membawa anak buahnya.
Anak ini Jenius. Batin Qing Kong.
“Tegakkan tubuh mu Qing, jangan membuat curiga. Siapapun bisa mata-mata, kita butuh bicara berdua!” bisik Ken.
“Ayo kita pergi!" ajak Qing Kong, kedua pria itu tiba-tiba akur, dan memahami maksud dari Ken tanpa penjelasan apapun. Tadi Qing Kong menarik Ken karena melihat percikan api di belakang laptop. Ledakan Laptop itu bukanlah konslet melainkan ada sesuatu kejanggalan.
Dua pria itu perlahan berjalan menjauhi kamera hingga keluar dari rumah besar itu. Saling menganggukkan kepala.
Gedebukkk... Dua pria tampan itu melompat.
“Kau sudah siap dengan amunisi pistol mu?” tanya Qing Kong, . Matanya memindai tempat tersebut.
“Aku selalu siap dalam apapun tuan Qing, sekarang jalankan mobil mu!” kata Ken membuka jasnya. Ada begitu banyak amunisi di dalamnya dan tak lupa dua pistol tipe Glock sudah siap tempur.
“Ternyata kau pandai sekali.”
Brummm.... Mobil melaju 1 menit tiba-tiba...
Duarrr.... Mansion si gendut itu langsung runtuh. Seperti ada bom waktu yang tertanam di sana. Entah anak buah Ken bisa selamat atau tidak Sebab jarak tempuh meninggalkan bagian halaman Mansion luamayan jauh.
Sittt.... Umpat Ken. Dua pria itu saling memandang... Seakan ada komunikasi batin. Qing Kong melaju mobilnya kencang. Sedangkan Ken memastikan amunisi terpasang utuh di dalam pistol.
Dorr... Satu tembakan langsung mengenai belakang mobil.
Qing Kong menekan tombol di dalam mobil, seketika atap mobil pira itu terbuka.
Dorrr... Dorr ... Tembakan beruntun milik Ken melesat ke arah lawan.
“Sepertinya dari pertama kali kita menginjakkan kaki kita di tempat ini telah di intai! Atau ini hanya jebakan agar kita di giring ke satu arah,” kata Ken duduk memasang sabuk pengaman
“Kita harus lolos dari maut hari ini. Di depan ada jurang besar serta tikungan tajam, jangan sampai musuh mengejar kita!” kata Qing Kong yang terlebih dahulu lewat di tempat itu.
“Aku sedari tadi ingin mengatakan kepadamu. Sepertinya kita memiliki musuh dalam selimut. Aku ingin bicara pribadi dengan mu tapi berujung seperti ini,” kaya Ken.
“Benar, aku juga curiga ketika organisasi kita yang besar tak mendapatkan info misi penculikan Aya, sedangkan di tempat tadi kita muda mendapatkan link misi kelas S!” kata Qing Kong.
“Kau benar tapi kita belum tau siapa musuh kita sebenarnya!” Ken.
Dorrr.... Dorrr... Tebakan beruntun mengenai badan mobil lagi, seperti nya mereka tengah di kejar oleh begitu banyak mobil di belakang mereka.
Dorrr... Dor... Dor...
Dorrr ....Dorrr...Ken membalas musuh, saat ini mereka saling beradu senjata. Karena jalan curam semakin dekat, dan musuh semakin banyak yang mengejar, mau tidak mau Qing Kong mempercepat laju mobilnya.
Ken menelpon anak buahnya tapi tak ada yang menjawab. Qing Kong juga menelpon anak buahnya tapi tak tersambung seakan semua orang lagi rekreasi keluar bumi.
“Pegang sabuk pengaman mu!” perintah Qing Kong.
“Ok," sanggup Ken..
Sittt .. Umpat Qing Kong ketika dari arah berlawanan sebuah mobil kontainer yang memenuhi jalan yang sempit melaju kencang menarik mobil dua pria tersebut.
Brak.. Brak.. Brak... Mobil yang di tumpangi Ken langsung jatuh berguling-guling di tebing yang curam
^^^~To be continued.^^^
Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,
Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣