Terjerat Cinta Berondong Kaya

Terjerat Cinta Berondong Kaya
Drama Oskar ke 2


Hay para Reader


Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗


Selamat datang di TCBK.


Happy reading🥰


......


.....


...


..


.


Tok... Tok... Pintu kamar hotel dimana Dokter Dion berada di ketuk oleh seorang gadis yang tengah panik.


Ceklek... Pintu di bukan dan..


“I'ia...,” Dokter Dion gagap ketika melihat wujud wanita acak-acakan hanya menggunakan kemeja pria yang kebesaran di tubuhnya, sungguh pemandangan yang seksi. Bahkan boba milik Nastari tercetak meski hanya samar-samar.


“Maaf saya mengganggu anda, apakah anda dokter pribadi keluarga Sean?" tanya Nastari memastikan.


“Ia kenapa ya nona?" tanya Dokter Dion tak berani melihat ke surga para pria.


“Mohon anda bisa ikut saya, ibu Sean sekarat pak Dokter!” ajak Nastari.


“Bagaimana ke adaan Alana?” tanya Dokter Dion dengan akting paniknya..


Seorang Dokter Dian yang merangkap dokter cinta sudah hafal dong cara ngibulin korbannya, sudah lama tidak merusuh pasti akting ku sekelas dengan si Daffin. Batin dokter Dion berbangga hati.


“Ibu Sean tadi berbusa, maaf di mulut nya keluar busa!” kata Nastari di perjalanan mereka, suaranya gagap.


Waduh... bubuk yang aku kasik tadi, bubuk adem sari apa racun ya? Solanya tempatnya berdampingan. Batin Dokter Dion sedikit khawatir.


“Waduh gawat, Alana tidak boleh sedih dan ini urgent!” Dokter Dion semakin panik menakut-nakuti si Nastari, hingga kaki telan jang gadis itu gemetar.


....


....


Sedangkan di kamar Sean ...


“Lebih kencang lagi sayang ku!” perintah Omma Alana.


Sedangkan Sean memijat Kaki ibunya dengan lembut dan penuh kasih sayang.


Omma Alana merasakan sesuatu di punggungnya, seperti sesuatu yang mengganjal.


“Sean!” Omma Alana mengangkat kaca kuda warna merah terang ke wajah putranya.


“Omma, kenapa Omma lihatin barang itu ke arah ku?" protes Sean.


Milik calon istri ku emang besar. Batin Sean memerah.


Wajah pria itu mengingat seberapa empuk pepaya calon istrinya, Empuk-empuk seperti spons cuci piring. batin Sean melanjutkan.


Calon istri? Wah dedek Sean sudah meng-klaim Tante Nastari sebagai calon istri bukan calon kekasih lagi.


“Jika bungkusnya di sini lalu isinya di mana?” tanya Omma Alana.


Apa karena habis micu (milik cucu) jadinya ia menjadi lemot dan bodoh. Batin Omma Alana gemas.


“Kalog bungkusnya disini berarti isinya ikut gondal gandul di tubuh Nastari,” jawab Sean sebelum bibirnya bungkam dan menarik selimut di samping sang ibu.


.....


.....


Gedebek... Gedebek... Gedebek... Kaki Sean berlari kencang sekencang kijang berlari.


Melihat dari jauh calon istri berjalan tergesa-gesa dengan sang paman. Sean lebih melaju kecepatan larinya.


Sedangkan Dion mengerti ponakan sedang berlari ke arahnya untuk apa. Berbeda dengan prasangka Nastari yang begitu deg degan, takut terjadi tidak-tidak kepada ibu pemuda itu.


Grepp.... Sean memeluk tubuh Nastari begitu erat.


Hosshh... Hossshhh...


“Kamu jangan khawatir Sean, aku yakin ibumu akan selamat, ayo disini sudah ada dokter Dion," ia mengira Sean mengkhawatirkan sang ibu.


Grep.... Sean memeluk sang buk guru begitu erat. Melampirkan selimut agar menutup tubuh gadis itu sepenuhnya.


Jeduggg... Jedugg... Jantung Nastari berdetak seperti disko.


“Se...Sean....” kata gadis itu gugup. Ia sedikit memberontak karena di bungkus tiba-tiba oleh Sean.


“Sean, apa yang kau lakukan, kenapa kau membungkus tubuh ku seperti ini?” ujar gadis itu berkontak.


“Diam lah sayang, menurut lah sekali ini, aku menutup tubuh mu karena kau tak menggunakan apa-apa meninggalkan kamar hotel kita.” kata Sean.


Glek.... Nastari menelan air luarnya. Gadis itu menggigit kukunya, jantung nya begitu dag dig dug der..


Pantas saja aku merasakan fentilasi di bawah sana begitu tidak nyaman dan astaga pantas saja dokter Dion tak mau melihat ku, Batin menjerit.


“Se.... Sean,” panggil Nastari.


“Ia sayang?" tanya Ken.


“Bisakah kau bantu aku memesan tiket ke Korea?" pinta Nastari.


“Kita belum menikah kenapa kau sudah meminta bulan madu kesana, resmikan dulu dong... Apa kau tak ingin bertanggung jawab terhadap ku? Jangan-jangan kau spesies tante-tante yang tak bertanggung jawab ketika mengambil hal pertama seorang pria? Bagaimana perasaan ibuku jika aku habis manis sepah di buang? Bagaimana aku kecanduan!” ucapan Sean langsung di bungkam oleh jari-jari Nastari yang mengapitnya seperti bebek.


Wajah gadis itu bersemu merah, hatinya tak berhenti menggerutu.


Kenapa aku tak merasakan apapun di Bawak sana, apa karena dulu aku pernah jatuh di dari pohon nangka sehingga si perawan jebbol?


Bdw, benar apa kata anak ini, pasti ibunya sedih masa depannya aku renggut, dan sampek sekarang kita tak tau kondisi beliau, mana mereka orang terkaya nomer 1 di negara ini, apa nasib mu akan punah Nastari! Gerutu Nastari dalam hati.


Yes,,, seperti nya ia mulia kepancing. Batin Sean tertawa.


Maafkan aku sayang, aku bukannya mau menjebak mu, mengambil ke untungan dari keadaan mu yang rapuh! Aku melakukan itu karena aku mencintaimu, dan aku akan berusaha merebut cinta mu seutuhnya. Ken saja mampu merebut cinta Aya kenapa aku tidak. Batin Sean.


“Aww..... Sean!” pekik Nastari karena tiba-tiba menggendong gadis itu ala bridal style.


“Katakan padaku kenapa kau ingin ke Korea? Dan siapa-siapa orang yang tadi telah bersisian dengan mu?” tanya pria itu beruntun, dengan tubuhnya yang tegap ia tak kesusahan membawa tubuh mungil Nastari.


“Aku hanya ingin merubah wajah ku, karena aku malu!" cicit Nastari mengeratkan tangannya di bahu Sean ketika melihat ibu-ibu cleaning servis yang tadi bersisian dengan nya.


Pria ini begitu tegap, keberadaan nya selalu memukau dengan postur tubuh tegap. Jika ia tak menggunakan seragam sekolah siapapun tak menyangka jika ia masih berusia belasan 18 tahun.


“Aku tau jika aku tampan Tari, kau jangan khawatir mulai saat ini aku tak akan memaksa mu, aku tau cinta tak harus di paksa, asal kau hidup bahagia aku turut bahagia, sekarang yang ku khawatirkan adalah ibuku!" kata Sean dramatis.


.....


....


Saat ini mereka berada di depan kamar saksi bisu penggerebekan terjadi.


“Om bagiamana ke adaan Omma?” kata Sean ketika melihat sang Dokter rusuh keluar dari kamar.


“Sean, kau adalah anak satu-satunya ibu, om kecewa terhadap karena tak bisa menjaga diri,” dokter Dion itu menghela nafasnya.


Sialan ini mulut tumben bijak. Gerutu Dokter Dion itu dalam hati.


Sedangkan Nastari meremas tangannya merasakan rasa bersalah.


Mendengar Sean tak mau memaksa ku. Kenapa hatiku sakit seakan ada ribuan anak panah menghunus jantungku. Batin Nastari.


“Kau harus menjaga jantung ibumu, jangan buat dia sedih Sean, dan aku hanya berharap kalian mengambil keputusan yang bijak. Ibumu sudah menunggu kalian di dalam, om pergi dulu!” kata dokter Dion melenggang pergi dari tempat itu.


Kriyeekk...


“Omma!” Ken menari Nastari masuk ke dalam kamar.


Mommy Alana merentangkan kedua tangannya. Dua orang itu langsung mendekat masuk kedalam perlukan Alana.


“Maafkan Omma Sean, karena tak mendidikmu dengan baik, dan maafkan Tante nona karena putraku menodai anda, saya tak akan memaksa,” ucapan Alana langusung tercekat seakan menyiratkan kesedihan.


“Saya akan bertanggung jawab terhadap Sean, Tante!" kata Nastari spontan.


^^^~To be continued.^^^


Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,


Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣.