
Hay para Reader
Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗
Selamat datang di TCBK.
Happy reading🥰
.....
...
..
.
Jika berjalan dengan orang yang paling kau cintai maka kau tak akan merasakan apa itu namanya lelah....
Memegang tangan nya meski pergi ke kandang sapi pun serasa pergi ke kebun binatang.
Begitulah Pasangan Aya dan dedek Ken menikmati kebersamaan nya setelah mereka berpisah Meksi hanya dalam hitungan jam saja.
Perpisahan ini membuat mereka sadar betapa mereka membutuhkan satu sama lain mencintai dengan ketulusan tanpa melihat seberapa banyak yang di milik pasangan mereka.
Asal bisa bersama dan bisa saling melihat itu menjadi anugrah tersendiri bagi pasangan yang memiliki cinta tanpa ada niat terselubung di belakangnya...
Bergandengan tangan mengarungi kehidupan dalam suka maupun duka itu adalah sejati nya kehidupan...
............
Beberapa saat kemudian mereka telah sampai ke puncak pohon tersebut....
“Woooooowwwww.... Indahhhhh...,” teriak Aya kencang.
Ternyata tempat itu berada di sebuah tebing yang memiliki kedalaman yang curam yang di tumbuhi begitu macamnya pepohonan hijau menyita mata wanita itu.
Gunung begitu indah terpampang nyata di depan mata Aya menjadi panorama tersendiri, Apalagi sebuah rumah pohon beratap kaca ultraviolet sehingga yang ada di dalam ruangan itu dapat melihat langit tanpa merasakan panas serta sengatan matahari. tak lupa sebuah ranjang berbentuk Sangkar burung begitu unik.
“Sungguh tempat ini begitu indah aku tak menyangka orang sibuk macem Ken bisa tau tempat seperti ini,” gumam Aya kecil agar tak terdengar oleh suaminya itu.
Aya membuka pintu kaca di satu persatu di setiap sudut rumah kaca tersebut wanita itu berdiri di balkon rumah kecil itu. Saat ini mereka merasakan hembusan angin alami dan aroma pepohonan menyeruak kedalam ruangan tersebut.
Ken membiarkan apa yang istrinya lakukan, ia meletakkan paper bag di atas kasur empuk yang sudah di siapkan oleh anak buahnya.
“Mereka sungguh pandai menyenangkan hatiku...,” Ken memandang sangkar luas yang sudah di sulap menjadi kamar pengantin di ruangan tersebut, sedangkan sang istri menikmati suasana balkon yang sejuk.
Ken melangkah dimana saat ini istrinya berada. Lalu tanpa aba-aba melingkarkan tangannya di pinggang ramping Aya yang tengah merentangkan tangannya merasakan hembusan angin yang begitu sepoi-sepoi menerpa wajah wanita itu.
Ken menikmati momen ini, apalagi posisi begitu intim dengan sang istri. Pria itu memandang wajah istrinya dari samping, Ken semakin erat melingkarkan tangannya di pinggang ramping yang entah mengapa terasa sedikit bersisi dari terakhir kali pria itu memeluk pinggang istrinya.
“Kau menyukainya istri?” bisik Ken di telinga Aya MA.
Bau min dari bibir pria itu sampai di Indra penciuman milik Aya. Aroma tubuh yang maskulin begitu menenangkan jiwa nan raga Aya. Kelembutan yang hanya di tunjukkan pria itu membuat sosok Aya begitu jatuh dalam pesona pria muda tujuh tahun darinya.
“Ia, aku sangat menyukai sayang! Terimakasih,” Aya.
“Untuk?” tanya Ken.
“Untuk segala waktu yang kau berikan untuk ku, ku kira menikahi pria berkuasa akan kesepian karena Suamiku sibuk mencari uang dan mempertahankan perusahaan agar tetapi berada di posisi nomer satu.”
Hidung mancung Ken menyentuh bahu Aya. Pria itu menghirup bau manis nan lembut dari tubuh istrinya.
Mendengar ungkapan cinta membuat pipi wanita itu bersemu merah, ekspresi Aya kali ini seperti anak ABG yang baru mengenal cinta monyet akan tetapi cinta Aya dan Ken adalah cinta kingkong.
“Sayang, kau menggunakan sabun apa?" tanya ken dengan suara rendah hingga terdengar mendayu-dayu di telinga perempuan itu.
“Aku menggunakan sabun yang sama yang kau kenakan!” jawab Aya, wanita itu semakin merasakan debaran dahsyat di jantungnya.
“Masak sih, kenapa wanginya begitu menenangkan, apakah karena itu kamu yang menggunakan sabun tersebut sehingga si sabun berubah aroma,” bisik Ken.
Blusss ....
Jadi makin Baper Tante dek....🤣🤣..
“Kau selalu berlebihan, suami,” Aya memandang ke samping untuk menyembunyikan kegugupannya.
Aya sadar jika semakin hari hidup dengan pria ini membuatnya selalu merasakan jatuh cinta di setiap saat.
Aya belajar di Ken mencintai tulus itu seperti apa.
Cinta yang tak egois adalah cinta milik Ken untuk Aya MA.
Begitu manis bukan, yang nulis karya ini tak pandai merangkai kebaparan yang hakiki karena sejatinya si Nyai Gendeng permanen ini hanya tau ngelawak...🤣
.....
....
Sesaat pasangan itu terdiam merasakan cinta satu sama lain.
Ken menarik tubuh Aya hingga wajah mereka saling memandang. Dua pasangan mata saling memandang, terlihat dari mata mereka bahwa saat ini mereka saling mengagumi satu sama lain.
Aya melingkarkan tangannya di leher Ken dan sebaliknya Ken memeluk pinggang Aya posesif.
Entah siapa yang memulai saat ini bibir mereka sudah menyatu, menyesap manisnya bibir atas dan bawah, membelit penghuni goa bergigi. Tidak ada nafsu dalam ciuman tersebut melainkan ciuman manis yang penuh perasaan.
Setelah beberapa menit Ken melepaskan tautan itu, lalu menempelkan dahi nya dengan milik sang istri.
“Sayang aku ingin jujur padamu!” bisik Ken.
“Apa itu?”
.
.
.
Tetot.. tunggu eps selanjutnya ya🤣🤣🤣
^^^~To be continued.^^^
Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,
Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣