Terjerat Cinta Berondong Kaya

Terjerat Cinta Berondong Kaya
Keadaan Aya


Hay para Reader


Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗


Selamat datang di TCBK.


Happy reading🥰


.....


...


..


.


“Ken ... Ken ... Sayang!” panggil Aya berteriak, wanita itu sudah berusaha menghubungi suaminya sekitar dua jam yang lalu. Akan tetapi ponselnya seakan tak memunculkan sinyal. Wanita hamil itu tadi sempat melukai dirinya maka dari itu semua orang tau bahwa Aya dalam bahaya, akan tetapi, akibat ia berpindah lokasi semua orang bingung dengan keberadaan wanita itu.


Saat ini Aya berada di sebuah bukit menyeramkan di tengah kota. Di bukit itu ada Vila kecil dimana ia tengah bersembunyi bersama orang yang sangat ia kenal.


“Kau harus di sini dulu Aya, sebab di luar tidak aman!” kata Qing, guru Aya.


“Apa yang di perintahkan guru itu lebih baik Kakak ke empat, jika kita tak menemukan lelang untuk penculikan itu, kami tidak akan datang ke hotel itu, bahkan kami mengetahui lelang itu di detik-detik terakhir ketika semua musuh sudah siap siaga!” kata Qing Sang.


Bener apa kata mereka. Siapa yang ingin bermain-main dengan ku ini? batin Aya bertanya-tanya.


Flashback ON.


Saat itu Aya sehabis dari bilik kamar mandi, ia mencuci tangannya sambil melihat wajahnya di depan cermin.


“Pipi ini semakin lama semakin gemuk! Ah sayang ibumu ini seperti gajah sekarang, kalian cepatlah lahir, tangan ini tak sabar ingin menggendong kalian!” kata Aya sambil mengelus perutnya yang mulai mengembung.


Tiba-tiba seorang wanita keluar dari bilik kamar mandi dan ikut mencuci bersih tangannya.


“Nona apa anda mengandung?" tanya wanita yang berusia sekita 30 tahun itu.


“Kelihatan ya, Nona?” tanya Aya, sebab saat ini wanita itu membuka jaketnya.


wanita itu menganggukkan kepalaku pelan, wajahnya tersenyum manis.


“Boleh aku mengelus perut anda. Aku telah menikah 8 tahun tapi belum di karuniai momongan, aku melihat orang mengandung, rasanya juga ingin mengandung. Kami sudah sudah program dokter hingga tradisional tapi masih belum ada hasilnya!” kata wanita itu lirih.


“Silahkan!” kata Aya sambil tersenyum ke arah wanita tersebut.


Wanita tersebut mengelap tangannya di baju lalu tanpa di sangka Ia mengeluarkan sesuatu dari saku bentuknya seperti jarum kecil langsung ia Hujamkan ke arah Aya.


Beruntung wanita itu refleks sehingga mampu mengelak cepat se cepat mengedipkan mata.


Sit... Umpat wanita itu.


“Kau kira aku tak tau dengan gelagat mu yang murahan itu hingga mengikuti ku ketempat ini. Heh kau salah memilih musuh sebab aku sudah berkecimpung di dunia mu dari usia ku belia. Kau ingin melawan penjahat kelas kakap ini nona sini kau, akan ku cincang tubuh mu itu!” Kata Aya langsung memberikan satu pukulan kearah wanita tersebut. Akan tetapi musuh Aya juga lentur seperti permen karet.


“Cih, itu hanya dalam mimpi mu, katakan padaku dari organisasi mana yang menugaskan mu ke nangkap ku heh!” Aya melawan gadis itu.


“Sampai matipun aku tak akan mengatakan nya!” kaya si wanita, kedua wanita itu mulai berkelahi..


Brak... Buk ... Buk... Buk... Brak... Kekuatan kedua wanita itu sama-sama tangguh.


“Kau kuat juga nona! Jika kau bukan anak buah siapa siapa, aku akan merekrut mu untuk ku jadikan anak buah!” kata Aya.


“Terimakasih atas pujiannya Nona, menyerahlah!” Gadis itu menerjang Aya akan tetapi sebuah jarum terbang menusuk kulit wanita tersebut.


“Sittt ...,” umpat wanita itu.


“Aku hanya mengembalikan apa yang kau miliki Nona!" kata Aya berjongkok di depan tubuh wanita yang tengah terkapar di lantai, rupanya obat yang berada di jarum itu adalah obat pelebur otot.


Barang siapa yang ditetesi obat itu akan melemas dalam ke adaan sadar.


“Katakan siapa yang menyuruh mu!” kata Aya menarik baju wanita itu.


Kreesss... Wanita itu tewas menggigit lidahnya.


“Sittt....”


Brakkk.... Pintu bilik kamar mandi di dobrak oleh seseorang.


“Qing Seng!" panggil Aya.


“Ayo kak, di luar kita di kepung, kita tak bisa terhubung dengan anak buah, kau dalam bahaya guru telah melawan orang-orang di luar sana!" kata Qing Sang.


Aya keluar dari kamar mandi, melihat mayat seperti ikan pindang. Gurunya tengah memukul musuh.


“Ayo cepat kita harus cepat pergi dari sini, mereka semakin banyak, kiat tak bisa menghubungi Qing Kong dan Qing Seng!” panggil Guru.


“Tapi suamiku?” kata Aya.


“Nanti jika kita sudah aman, kita akan mencari cara menghubungi yang lain!" kata guru


Flashback Off.


Begitulah mereka kabur dari para orang yang mengejarnya.


“Perasaan ku tidak enak, aku harus mencari Ken!" gumam Aya.


“Dapat, mereka ada di pinggiran kota CD kampung Khanctu!!!” lapor Qing Sang.


^^^~To be continued.^^^


Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,


Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣