Terjerat Cinta Berondong Kaya

Terjerat Cinta Berondong Kaya
Aya yang kuat


Hay para Reader


Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗


Selamat datang di TCBK.


Happy reading🥰


......


.....


...


..


.


Jeritan Qing Seng memekik telinga semua orang.


“Wow Hot...,” ujar anak buah mereka serempak.


Wajah Qing Seng memucat, ia begitu syok dengan tenaga badak adik ke empatnya.


Glekkk... Air liur Qing Seng langsung surut sepertiga air dalam kloset yang di siram.


Bagaimana jika tadi Aya memukulnya, bisa-bisa aku ko'ih di tempa ini. Batin Qing Seng.


“Kakak, Seng, apakah kau keseleo?” tanya Aya khawatir, wanita itu sigap mengangkat tubuh Qing Seng di lantai.


Klotak... Rahang semua orang menganga. Tubuh Qing Seng yang kekar seorang Aya yang bertubuh kecil mampu mengangkat Qing Seng.


Binar kagum mata Qing Sang bergitu berkilau.


“Qing Ay, apa yang aku lakukan!” teriak Qing Seng memberontak dalam gendongan Aya.


“Diam tidak, jika tetap berontak aku lempar ke bawah saja, rumah ini berlantai tiga, dan di bawah penuh batu, aku yakin paling Kakak akan geser otak,” ancam Aya.


Gadis itu menggendong kakak ke tiganya memasukkan ke dalam helikopter.


“Silahkan masuk ke dalam, gak baik mafia keluyuran di rumah ku!” perintah Aya terhadap semua orang.


“Oh, Kakak ke empat makin hebat!” Qing Seng memeluk Aya dengan riang.


“Kau dari dulu tak pernah berubah Sang, selalu ceria!” Aya sangat menyayangi adik kelimanya.


“Aku sangat merindukan ku kak, aku tau betapa kau tak baik-baik saja di sini aku sedih, akan tetapi ketika aku melihat seberapa kuatnya dirimu aku tak khawatir lagi!”


“Tapi aku harus di khawatirkan setelah ini!” suara Aya serak seperti sesak nafas.


“Kakak sakit?” Qing Sang menggoyangkan tubuh Aya yang berada di pelukannya sangat kuat sehingga kepala itu bergoyang seperti gempa.


“Tidak, akan tetapi aku akan tewas dalam pelukan mu!” Aya seperti ikan nila yang di angkat ke daratan. Mulutnya buka tutup.


“Waduh!” Qing Sang sadar bahwa ia terlalu erat memeluk Aya. Gadis itu melepaskan pelukannya.


“Uhuk...Uhuk... Uhuk...,”aya terbatuk.


“Maafkan aku Kakak ke empat!” Qing Seng penuh penyesalan.


“Tidak apa, sekarang kalian pulanglah!” Aya mengusap Surai rambut Qing sang.


Bagi Aya gadis ini adalah anak kecil termanisnya. Padahal yang di anggap Aya gadis manis adalah psikopat kecil yang ditakuti. Seandainya si Sang di adopsi tante Zia mungkin ia akan menjadi monster mengerikan.


“Pulanglah, seperti nya tangan Kakak ke tiga terkilir, jangan lupa bawa ia ke tukang urut!” nasehat Aya.


“Baiklah kami pulang dulu!” kata Qing Sang.


“Oh ia, apa hadiah dari mantan terindah Kakak sudah Kakak terima?” tanya Qing Sang.


“Huh, mantan tak peka dan kaku baru ia, Sang!” Aya meralat kata-kata adik ke limanya.


“Tau gak ia itu sudah bersusah payah mencari hadiah untuk Kakak! Ya, aku suruh saja berikan kakak berlian atau batu akik yang sangat indah!” jelas Qing sang tanpa beban.


“Uhukkk... Kau ini yang mengusulkan hal gila itu. Asal kau tau pria kaku itu mengirimiku sekotak berlian dan batu akik, satu toko ia borong!” umpat Aya.


Plak... Qing Sang menepuk dahinya.


“Dan si Kaku di dalam helikopter itu mencari berlian dan batu akik sesuai perintah tuannya dan di tuan selalu berlebihan!” Aya melanjutkan kronologi kejadian batu akik dan Belian.


“Hahahahahahahaha.....” tawa ke dua wanita itu pecah.


Qing Sang mengambil bunga di tangan anak buahnya lalu memberikan ke tangan Aya, “Ambillah bunga ini, dia sampai mencabut bunganya sendiri untuk mu, seperti nya jika kalian bersama satu kali lagi tidak buruk!”


“Sudah sudah kalian pulang lah, sampaikan pada guru aku tak bisa bisa kembali karena aku telah menikah!”


“Hey, Kakak ke empat kapan kau menikah!” panggil Qing Sang.


Aya meninggalkan tempat itu, hanya melambaikan tangannya ke belakang.


Gedebuk.... Wanita itu melompat dari gedung.


“Kakak ke empat memang terkenal dengan caranya yang menghilang. Ayo kita pulang!” perintah Qing Sang tegas.


.....


.....


Ketika helikopter itu mengudara Aya yang bersembunyi di semak-semak rumah kosong itu pun keluar.


“Ayo kita pulang sayang, mama sudah lelah! Kira-kira anak ku aman gak ya di dalam perut, ketika tadi aku melompat aku lupa jika ada bayi dalam perut ku!” gumam Aya sendiri.


Aya mendekati besi tua yang membawanya ke tempat ini, “Bunga ini menganggu!” Aya melempar bunga itu ke arah kegelapan malam.


“Aw...,” jerit seseorang.


“Siapa di situ?” teriak Aya dengan waspada.


“Hantu!" jawab orang di seberang sana.


“Waduh, apa yang aku timpuk pakek bunga adalah hantu pemilik rumah ini?” Aya panik.


“Ampun si Mbah! Saya minta maaf malam ini berbuat ramai di rumah anda!”


Grenggggg..... Grenggggg.... Motor itu di start dengan kecepatan penuh Aya meninggalkan tempat itu.


Uhuk... Uhuk... Uhuk Komplotan Ken batuk berjamaah.


“Kakak, sebenarnya kau harus menjawab seperti ini... Hihuhihihi, untung kakak ipar tidak menemukan kita jika tidak tamat riwayat kita,” omel Sean.


“Aku itu syok ketika melihat istri ku melompat padahal ia tengah mengandung, dan apa-apaan Istriku menggendong mesra pria lain!” omel Ken, buket bunga mawar itu di lempar mengenai kepala suami Aya itu.


“Kakak hanya membatu karena telah membuat pria itu patah tulang mungkin dan lihat buktinya ia membuang bunga pemberian pria itu tanda nya ia wanita setia, mencintai kakak Seorang!” kata Sean.


Seketika mood Ken sangat baik, dan semua orang ingin sekali mengelus Dadanya tapi tak berani.


“Kita pulang sekarang!” ajak Ken.


....


....


Dengan mengendarai motor butut Aya berpikir jauh, ia tak menyangka secepat ini akan bertemu dengan masa lalunya yang unfaedah.


“Dimana kau kakak ke dua?” tanya Aya pada angin.


“Kau tak ada kabar padahal aku telah mencari mu hingga ke pelosok negeri, melacak mu, aku yakin kau ada di negara ini, lima tahun yang lalu aku dapat melihat mu di sini. Aku telah merahasiakan pesan mu sesuai permintaan mu!” gumam Aya.


Dimalam sebelum Qing Gang berpesan menggunakan surat yang ia berikan kepada Aya. Sungguh keanehan terjadi malam itu, karena di organisasi mereka memiliki alat pengirim pesan pribadi.


“Sepertinya aku tak bisa sembunyi lagi!” gumam Aya,


Akhirnya motor itu telah sampai mesnya. Dan yang ia lihat direktur Koko CI berdiri di parkiran tak tenang.


“Akhirnya kau pulang!” entah kenapa direktur Koko CI mengurut dadanya lega.


“Pak, kenapa?” tanya Aya bingung.


“Aku khawatir kau nyangkut di jalan Ay, ini sudah dini hari, bisa bisa aku di gantung oleh dua bodyguard jadi-jadian mu itu!” Direktur Koko CI.


“Huh, kau sebaiknya museum kan saja pak motor ini, hanya ke Empang saja di minum tiga kali, dan untung aku yang bawa ini motor jika kagak sudah pingsan yang bawa ini motor, tadi aku dapet dorong ini motor sehingga duduk dulu di pinggir jalan!” ungkap Aya memberikan alasan.


“Waduh, kau tak kekurangan satupun kan, bagaimana pun wajahmu ini cantik sekali, siapa tau di jalan ada yang berusaha mencolek mu!” Direktur Koko CI berjalan mengelilingi tubuh Aya.


Yang berani nyolek aku siapa coba? Batin Aya MA.


“Tidak, aku tidur dulu pak, capek!” Aya melempar kunci motor itu kepada pemilik nya.


Klotak... Bunyi stand motor yang Aya tunggangi lepas...


Tubuh direktur Koko terduduk di lantai.


Merasa ada bahaya wanita itu lari meninggalkan tempat itu, buru buru masuk kedalam kamar.


Mata Aya melihat sebuket bunga mawar merah tergeletak di tempat tidur.


Wanita itu mendekati bunga tersebut.


Untuk Istriku sayang, aku rindu, semoga tidurmu nyenyak!


Pertanda Suamimu.


“Kenapa semua pria itu memberikan ku bunga?” Aya mencium kelopak bunga mawar tersebut...


Tes... Tes... Tes... Darah keluar dari hidung wanita itu.


^^^~To be continued.^^^


Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,


Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣