Terjerat Cinta Berondong Kaya

Terjerat Cinta Berondong Kaya
Ibu Mertua Mari kita bertarung!


Hay para Reader


Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗


Selamat datang di TCBK.


Happy reading🥰


.....


...


..


.


“Ibu Mertua, mari kita bertarung!” ajak Aya MA.


Iya... Yang menyaksikan kebetulan wanita itu adalah Ibu negara di keluarga WU serta ratu mafia di dunia hitam bukan ratu demit ya tapi ratu mafia serta pendiri QCL yang legendaris. Namanya juga melegenda sebab wanita ini memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi hingga membuat negara I jauh dari kemiskinan dan menjadi negara bebas dari kemiskinan 80%, sebab Wanita yang bernama lengkap Qiana Clarissa Lavina XU itu mendirikan sebuah pulau makmur untuk para orang-orang yang tak beruntung serta membangun lahan kerja untuk manusia yang tarafnya di bawah rata-rata dan beribu-ribu sekolah geratis di kota serta di plosok desa membuat negara I jauh dari kebodohan.


Flashback ON.


“Kakak, aku melihat sinyal menantu di atas gunung perbatasan kota CD.” lapor Rafael kepada iparnya itu.


Mommy Qiana malam ini datang ke markasnya yang berada di bawah gunung kecil dimana Aya MA berada saat ini. Entah mengapa malam ini wanita itu ingin menggunakan mobil didampingi Rafael, sebab Suaminya tengah sibuk membahas proyek dengan putra mereka.


“Sedang apa Aya bermain-main di tempat sepi itu?” tanya Mommy Qiana memangku dagu.


“Entah, apa kita akan berjalan melewati jalan itu atau sebaliknya kita mengambil arah jalan tol?” tanya Rafael.


“Aku ingin melihat menantu ku Rafael, Siapa tau dia sedang mencari jangkrik di tengah hutan!” seloroh Mommy Qiana.


“Baik,” jawab Rafael, ia memutar setirnya ke jalan yang sedikit curam.


“Apa Daffin sudah sampai di rumah?” tanya Qiana.


“Ya, dia sudah sampai dirumah, anak itu baru kembali dari tugas menjaga seseorang yang berharga terlalu lama, sehingga ia terlena hidup dalam ke bebasan padahal yang ia jaga sudah tak berada dalam pengawasannya. Yang ada anak itu menjelajah dunia ini hingga tak memikirkan dirinya yang menjadi bujang lapuk di usianya hampir berkepala empat!” keluh Rafael.


“Biarlah, Daffin tipe suka kebebasan, bahkan meski ia jauh anak itu tetap mengerjakan tugasnya meski ia harus lalai dalam menjaga gadis itu. Sebab yang di jaga Daffin adalah spesies manusia tipe belut,” Qiana membela anak buah nya yang miliki kelebihan yang sama dengan Aruna yaitu jenius Komputer yang selalu bekerja dengan Aruna adik Rafael hampir dua puluh tahun silam.


Gedebuk... Bunyi perkelahian tak seimbang terdengar jelas dalam kesunyian.


“Rafael matikan mesin mobil, kau dorong lah mobil ini kesemak-semak, usahakan semua orang tak melihat keadaan kita, agar kita tak menganggu pertunjukkan yang seru ini!” kata Mommy Qiana dengan mata berbinar.


“Baiklah, kau diamlah didalam, aku akan mendorong mobilnya” kata Rafael.


Dengan hati-hati pria yang memiliki posisi tangan kanan Mommy Qiana sekaligus adik iparnya keluar dari dalam mobil.


Gini amet punya Kakak ipar gak ada akhlak. Gerutu Rafael mendorong mobil itu.


“Oh... Syukur deh aku Bawak cemilan, lumayan menonton pertunjukan tarung bebas ini!” mata ibu dari tiga anak itu berbinar melihat betapa cekatannya menantu nya menggebuki mangsanya, dari Aya MA memulai pertarungannya hingga mengalahkan semua musuhnya.


Flashback off.


“Sepertinya para semut berkepala hitam ini tak membuatmu berkeringat, Aya!” kata Qiana dengan seringai nya yang menakutkan.


“Anda benar, hanya gangster abal-abal yang tak berani menggunakan pistol saja belagu hingga main keroyokan pada anggota nya yang lemah!” kata Aya membenarkan kata sang mertua.


“Sepertinya kau cukup senang bermain-main dengan mereka!” kata Qiana memandang para musuh yang tengah ketakutan, bahkan mereka dengan susah payah saling berpelukan melihat ke datangnya.


“Cukup sedikit menghilangkan rasa dahaga berkelahi ku, akan tetapi aku masih lapar dalam berkelahi ibu mertua?” ungkap Aya.


“Wah, berapa gigi yang lepas malam ini?” tanya Qiana berjongkok melihat satu persatu wajah korban kebrutalan menantunya.


“Hanya lima puluh gigi, Liam belas pasang telur puyuh mereka yang aku tetaskan hingga menjadi telur kocok. Dan ada dua puluh ekor manusia di sini sudah mengalami patah tulang cukup ringan hanya patah tulang paha, sayap hingga rusuk.” jawab Aya enteng seperti pedagang menjelaskan produknya.


“Ampuni kami yang mulia ratu Mafia!” Bos Gangster itu memohon sambil merintih.


“Ada sarat nya, kau harus membebaskan dua pria muda ini sekaligus!” kata Aya MA berjongkok, tangan halus wanita itu mencengkram leher si bos dengan kekuatan lima persen.


“Bababaik... Mulai saat ini kami tak berhubungan dengan mereka!” kata si ketua Gangster.


Sedangkan dua pria yang Aya tolong memandang Aya penuh dengan kekaguman.


“Mari ikut aku ke markas. Kita akan berkelahi di sana!” ajak Mommy Qiana.


“Kakak, bolehkah kami ikut denganmu?” pinta Jin Su Mo.


“Pulanglah, mulai sekarang kau sudah terlepas dari geng ini,” perintah Aya, ia memandang pria berusia enam belas tahun yang usianya sama persis dengan adik tirinya yang sangat ia sayangi.


“Aku adalah anak jalan tidak punya rumah, bisakah kau memberikan ku pekerjaan?” pinta Jin Su Mo.


“Lalu temanmu?” tanya Aya.


“Dia punya keluarga, aku tak mungkin numpang di rumahnya!” cicit Jin Su Mo menunduk, seperti nya keluaga kawannya tak begitu menyukai si Jin ini.


Mommy Qiana mendengar ungkapan serta aduan keburukan putranya hanya menghela nafas. bagaimana pun wanita itu tau muka tembok Ken di wariskan dari dirinya serta kesombongan yang hakiki di warisi oleh suaminya. Jika keposesifan semua Reader tau dari mana sumbernya jika bukan dari yang Mulia Taksa Tyaga Danendra WU pria konyol yang memberi warna di dalam kerasnya hati Mommy Qiana.


“Bahkan jika aku ajak bicara ia hanya menjawab Hem dan Hem, hanya dalam keadaan Wikwik saja yang cerewet!!” lanjut Aya MA.


Uhukkk... Qiana terbatuk setelah mendengar Aya MA mengungkit kekakuan putranya.


“Hey anak muda kau bawalah motor Aya, ikuti mobil kami, kau mulai besok akan hidup dengan warga ku!” kata Mommy Qiana.


“Rafael kau urus merek hingg beres!” perintah Qiana.


“Baiklah, sebentar lagi anak buah kita akan sampai, kau ke markas lah dulu!” Kata Rafael.


“Ayo kita pergi dari sini, kita akan ke markas untuk mengadu kekuatan!” ajak Mommy Qiana.


....


....


....


“Pilihlah pertarungan apa yang kau inginkan!” kata Mommy Qiana, saat ini pasangan menantu dan mertua itu tengah menggunakan baju putih khusus bertarung.


“Saya ingin beradu pedang dengan anda!” Aya memandang dua samurai dengan mata berbinar.


“Kau siap mendapatkan luka karena bermain-main dengan samurai menantu!” kata Qiana, tapi tak urung wanita itu mengambil dua samurai indah dan melemparkannya ke tangan Aya yang berjarak tiga meter.


Greeppp... Aya menangkap pedang itu dengan cekatan.


“Wow, tangkapan sangat bagus!” puji Qiana.


“Terimakasih atas pujiannya, Mommy!” kata Aya.


“Ini bukan pujian, kau belum melihat kebolehan mu dalam memainkan benda tajam yang mampu memenggal kepala seseorang!” Mommy Qiana memasang kuda-kuda, siap mengangkat pedangnya.


Begitupun Aya juga memasang kuda-kuda serta mata kedua orang itu saling memandang dengan tatapan tajam seakan musuh ada di depan mata.


Hiaaatttt... Aya menyerang terlebih dulu..


Ting... Bunyi pedang saling beradu. Qiana menangkisnya dengan cekatan.


Trang... Pedang Mommy Qiana menyerang ke arah leher akan tetapi tangan Aya langsung menangkisnya..


Pedang mereka tengah membentuk silang, kaki keduanya bergerak memutar perlahan sehingga posisi mereka bertukar yang tadinya Aya di sebelah kiri saat ini ia berada di sebelah kanan.


Trang.... pedang itu berpisah sebab peraduan pedang mereka tadi adalah bentuk salam untuk memulai peperangan mereka.


Kedua kaki mereka selebar bahu, dengan ketenangan serta kewaspadaan terhadap lawan ..


Mommy Qiana melakukan serangan ke depan ke atas kepala, dan ditangkis oleh pedang Aya MA. Tubuh mereka saling mudur dua langkah... Trang.... Trang..


Trang... Pedang mereka saling bertarung saling mengayun satu sama lain.


Karan serangannya selalu di tangkis oleh mommy mertuanya, Aya mengambil jarak cukup jauh lalu berlari serta melompat serta tangannya mengayunkan pedangnya ke arah sang Mommy mertua.


Trannnngggg.. Suara peraduan pedang sangatlah sengit ...


Sreeettttttttttt..........


^^^~To be continued.^^^


Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,


Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣


Rekomendasi Author:



Seorang gadis miskin nan bodoh yang terjebak untuk menyelesaikan misi dalam sebuah game. Rasa frustasi yang memuncak membuat Mila nekat memakai uang hasil kerja kerasnya kemarin untuk membeli kuota. Bermodalkan ponsel lawas dan beberapa giga kuota, Karmila berhasil mendownload sebuah game yang berjudul 'My Kepet pet'. Game ini adalah sebuah game pertarungan hewan dan permainan misi dengan iming-iming berhadiah uang.


"Keren nih game, bisa dapet duit beneran nggak ya? Coba aja lah, aku lagi frustasi."


Ponsel Mila telah menyala, menampilkan gambar-gambar dengan warna dan suara yang menarik. Mila sangat asyik bermain game tersebut, beberapa saat kemudian notifikasi gagal terdengar keras.


Tet Tot !!!


What?! Aku kalah? Bahkan game pun nggak rela aku menang?" Mila melongo melihat kegagalannya.


"Aaaa ... inj sungguh tidak adil!!!" Teriak Mila.


Bagaimakah cara Karmila menyelesaikan semua misinya demi mendapatkan hadiah uang tunai? Siapakah pemilik game tersebut?