Terjerat Cinta Berondong Kaya

Terjerat Cinta Berondong Kaya
Mimisan


Hay para Reader


Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗


Selamat datang di TCBK.


Happy reading🥰


.....


...


..


.


“Dasar suami tak peka! Istri ngambek malah tak menyusul istrinya! Coba aku punya suami macem di novel pasti suamiku sudah mengejar ku hingga ke kamar.” omel Aya.


Aya mengira suami nya akan menyusul nya malah sampek dua jam ia menunggu di kamar suami triplek nya tak kunjung muncul.


“Dasar suami tripel, kanebo kering, lama lama aku tukar tambah tau rasa pria itu.” omel Aya.


Wanita itu mondar mandir seperti setrikaan di pakai. Sesekali wanita itu mengusap wajahnya ke atas.


Tes... Tes.... Darah menetes dari hidung wanita itu. Tanpa sadar ia mengusap wajah nya ke atas sehingga darah belepotan memenuhi wajah wanita itu.


“Astaga banjir!” Aya langsung berlari ke kamar mandi.


Wanita itu begitu syok ketika melihat wajahnya di cermin sebab ia melihat wajahnya seperti di celupin ke dalam selai yang berwarna merah sehingga wajah itu tak terlihat rupanya.


“Kenapa ini? Apakah darah yang tak jadi muncrat adalah darah yang mengendap tak jadi keluar ketika aku tertembak?” gumam Aya pada dirinya, sebab Aya dari kecil memang sering mimisan tiba-tiba akan tetapi tak sebanyak saat ini.


Aya memutar kran di wastafel, lalu Syorrrrrr... air mengalir, Aya langusung mencuci bersih wajahnya, akan tetapi darah tak kunjung mampet seakan saringan dalam hidung wanita itu bocor.


Tok... Tok... Tok... Suara ketukan pintu kamar pasutri yang tengah berada di fase berantem.


“Astaga, Ken datang, aku tak mau Ken panik melihat ku seperti ini, ayo Aya kau harus mengatasi sendiri. Aku takut suamiku itu menyalakan dirinya ketika melihat ku seperti ini!” gumam Aya sedikit merasakan Panik.


“Sayang, cintaku, penghangat belahan pahaku , Aya ku sayang... Buka dong pintunya,” teriak Ken.


“Astaga kanebo kering itu bikin aku semakin panik, Aya menarik tisu toilet lalu menyumbat hidung nya agar darah tak mengalir lagi.


....


....


....


Sudah 30 menit pria itu membujuk istrinya akan tetapi pintu itu tak kunjung di buka oleh wanita nya.


“Sayang, Maya ku yang cantik buka dong pintunya Pake ingin intip dedek Berudu yang mungkin saat ini tubuh nya pegal perlu pijatan dari Pakenya yang ganteng ini!”


Pria mengeluarkan jurus rayuan maut, rayuan demit serta rayuan berkokok pun Ken keluarkan, akan tetapi sang wanita tak kunjung tersihir seakan wanita nya melepaskan telinganya dari tempatnya.


Sungguh Ken ingin sekali mencari


“Sayang kau tak tak takut aku di comot sama Tante-tante penghuni WAG anu, serem tau di sana, bisa-bisa habis aku. Tolong aku honey, sayang...,”


Ceklek... Pintu di buka dari dalam.


“Kau boleh masuk asal janji dulu bahwa kau akan membawa membawa para orang botak besok!” kata Aya.


“Ok, promise!” kata Ken girang.


“Loh, kenapa lampunya mati sayang?” tanya Ken bingung.


“Sengaja aku ingin gelap-gelapan, jika protein silahkan pintu masih terbuka lebar!” kata Aya. Jantung nya semakin berdegup kencang, wanita itu takut suaminya menghidupkan lampu dan seketika wajah pucat nya akan di lihat oleh sang suami.


“Jangan gitu dong, ayo kita tidur ini sudah malam, tak baik ibu hamil begadang!” Ken mengangkat tubuh kecil milik sang istri.


Ken meletakkan tubuh sang istri di atas tempat tidur, “Aku ke kamar mandi dulu sayang!” Ken mencium kening sang Istri.


Ceklek... Pintu kamar mandi tertutup rapat.


“Astaga, kira-kira aku membuang semua tisu ke dalam keloset tidak ya?” cicit Aya rendah.


“Satu, dua, tiga.. Ya tiga gulung aku sudah buang. Astaga bukan nya aku aku memakai empat gulung tadi. Astaga Aya kau buang dimana segulung lagi? Kenapa kau bodoh sekali sih Aya.


Wanita itu turun dari singgasana nya!


Tok.. Tok... Tok... Aya menggedor pintu kamar mandi.


Sedangkan Ken di dalam yang saat ini tubuh nya dipenuhi dengan busa kaget.


Ceklek... Pria itu membuka kamar mandi lalu bertanya, “Ada apa sayang, kau ingin bergabung dengan ku mandi ya?” tanya pria itu menampilkan seringai mesumnya.


Mata Aya terbelalak ketika melihat gulungan tisu yang kotor berada di samping kaki Suaminya.


Sedangkan dedek Ken mengira sang istri terpesona dengan Jeck yang masih bobok ganteng meski dalam keadaan meleyot, karena selama ini Aya selalu bersilaturahmi dengan Jeck dalam keadaan bobok ganteng.


wajah Ken begitu sumringah ketika tangan Aya menarik lengannya hingga Ken keluar kamar dalam keadaan berbusa-busa.


“Maaf sayang, perut ku melilit!”


Brak....Pintu kamar mandi di tutup tepat di wajah Ken.


Sedangkan suami Aya itu begitu syok karena apa yang dia bayangkan tak terjadi malah sebaliknya sang istri merampas kamar mandi yang tengah ia pakai.


Busa di atas kepala pria itu perlahan lenyap.


Colek.... Aya membuka pintu dengan wajah berseri-seri.


“Terimakasih atas peminjaman kamar mandinya sayang, cepet bilaslah tubuh mu, aku menunggu di atas kasur.”


Mendengar ucapan sang istri yang tengah memberikan kode menunggu di atas kasur, mood Ken seketika langsung membaik, pria itu cepat-cepat menyelesaikan rituan mandinya yang di jeda oleh iklan.


.....


Sepuluh menit kemudian Ken telah bersih, ngencling, dengan semangat ia keluar kamar dengan menggunakan selembar handuk kecil melilit pinggang nya. Karena lampu gelap Ken tak bisa melihat sang istri, “Pasti Aya tengah menggunakan baju dinas peranjangan,” gumam Ken, dalam hatinya bersorak.


Pria itu melemparkan handuknya ke seberang arah, “Gak usah pakek apa-apa ah, toh nanti di buka lagi juga!” gumam Ken pad dirinya.


Pria itu berjalan tanpa sehelai benang pun di tubuhnya. Ken berjalan di antara kegelapan mendekati dimana sang istri bergelung dalam selimut.


“Sayang, aku sudah selesai!” bisik Ken di sebelah sang istri.


“Sini cium suami tampan mu sayang!” Ken bergabung dalam selimut.


Ken mengerutkan keningnya, lalu menghidupkan lampu tidurnya.


Seketika pria itu lemas ketika melihat sang istri sudah tidur.


“Kau pasti lelah ya sayang!” bisik Ken


“Selamat tidur istriku sayang, aku berharap mau sehat selalu.”


Ken memasukan tangan kedalam selimut, lalu mengelus perut datar yang mulai mengembung meski hanya terlihat sedikit buncit seperti perut orang tengah kenyang sehabis makan.


“Selamat tidur jagoan atau bidadari Pake, papa berharap kau kuat dan selalu melindungi Maya dari segala macam bahaya. Jangan nakal di dalam sana, agar Mommy mu bisa bertahan sayang!” air mata Ken tak mampu ia bendung lagi.


Setelah puas menangis sendiri Ken mengambil posisi ternyaman untuk mengejar sang istri dalam mimpi. Mungkin karena terlalu lelah serta capek menangis Ken langusung tertidur.


Tak lama kemudian Aya terbangun dari tidurnya, wanita itu terbangun ketika sang suami menaiki Ranjang.


“Aku tau ada sesuatu yang besar yang tak ku ketahui, jika kau tak mengatakan nya padaku maka akan ku cari tau apa yang kau sembunyikan, Ken”


^^^~To be continued.^^^


Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,


Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku kesayang nyai😘😂🤣


...----------------...


...----------------...


...WARNING ❗❗❗...


...----------------...


Sebelumnya nyai mohon maaf pada Reader kesayangan nyai jika di bawah eps selalu di tempel Rekomendasi karya orang lain...


Sejujurnya nyai hanya ingin kawan sahabat juga di intip karyanya, mohon maaf untuk yang komplain selalu ada cerita lain di karya receh nyai🙈.


Rekomendasi kawan Author:


Karya autor: Ria Aisyah


judul : kultivasi dewi



DIMAWAH INI CONTOH BABNYA GESS......!!


Suara gemuruh terdengar dari dalam goa tempat di mana Fang Yin dan Da Xia berada. Getaran energi dari Jurus Badai Es-lah yang membuat suara gaduh itu. Hingga tengah malam mereka berlatih hingga Fang Yin benar-benar menguasainya. Da Xia menjelaskan apa saja yang harus dilakukan oleh Fang Yin agar jurus ini bisa bekerja dengan baik.


Untuk mengakhiri latihan itu, Da Xia meminta Fang Yin mempraktekkan jurus itu di dalam goa. Jurus Badai Es termasuk jurus yang tidak mudah dipelajari. Oleh karena itu, Da Xia tidak ingin Fang Yin melakukan kesalahan yang akan mengancam jiwanya. Qi Awan Salju dan Teknik Putaran Energi Bolak Balik akan menentukan tingkat keberhasilan jurus ini.


"Perhatikan langkah-langkah yang sudah aku ajarkan padamu, ingat baik-baik dan jangan sampai ada yang terlewat. Setelah kamu mengingat semuanya, lakukan satu tahap demi tahap hingga benar-benar terlewati dengan sempurna. Jangan terburu-buru untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya sebelum Teknik Energi Bolak Balik tertanam sempurna!" jelas Da Xia memberikan teori dengan sangat jelas.


"Aku mengerti." Fang Yin mengangguk mantap.


Da Xia mengatur posisi untuk mempraktekkan Jurus Badai Es dengan tingkat yang paling rendah. Jika dia mengeluarkan jurus ini dengan tingkat merusak menengah atau tinggi maka bisa dipastikan jika goa ini akan menjadi hancur berantakan. Mungkin juga sebagian bukit di mana goa itu berada juga akan hancur.


"Perhatikan baik-baik, Xiao Yin! Kita lakukan jurus paling rendah saja untuk menjaga goa ini tetap baik-baik saja setelah latihan ini usai." Da Xia mulai bersiap untuk menyingkat waktu karena hari sudah semakin larut.


"Bolehkah aku mengikuti apa yang kamu lakukan, Kakak?" tanya Fang Yin yang tidak sabar ingin mempraktekkan jurus itu.


"Boleh! Tapi ingat, pakai Qi tingkat rendah saja! Kita bisa meningkatkan kekuatan jurus ini jika sedang melawan musuh," ucap Da Xia kembali mengingatkan.


"Baiklah, Kak!" Fang Yin menurut.


Jurus Badai Es termasuk jurus yang paling ditakuti di dunia kultivasi mengingat kemampuan membunuhnya yang dahsyat. Itulah mengapa kultivator dari suku es banyak diburu karena keberadaannya bisa mengancam kultivator lain jika terus berkembang. Hanya tersisa beberapa gelintir orang saja yang mampu bertahan hingga saat ini dan salah satunya adalah Da Xia.


"Jurus ini adalah jurus yang cukup diperhitungkan di dalam dunia kultivasi. Jika tidak perlu jangan menggunakan jurus ini sebelum kamu berada setidaknya di ranah langit meskipun kamu telah menguasainya dengan baik. Kamu akan mengalami banyak kesulitan jika sampai ada yang tahu, menghadapi seorang kultivator pemburu akan lebih sulit ketimbang bertarung melawan seratus orang pembunuh bayaran."


Fang Yin terbelalak mendengar penjelasan Da Xia.


"Aku akan lebih berhati-hati setelah ini, Kak Da Xia!" janji Fang Yin untuk dirinya sendiri.


"Bagus! Sekarang perhatikan baik-baik!"


Da Xia melakukan gerakan-gerakan sesuai tahapan seperti ketika melakukan Jurus Perisai Es, hanya saja ini lebih singkat karena Fang Yin sudah mampu mengendalikan Qi pada tahap inti. Hawa dingin menyelimuti goa itu dan membuat bunga-bunga es bermunculan di dinding dan langit-langit goa sebagai efek dari energi bolak-balik yang berhasil dilakukan.


Fang Yin merasakan ada gelombang yang berputar di antara bahu kanan dan bahu kirinya. Di dalam alam bawah sadarnya dia melihat lautan Qi Awan Salju yang terus berputar semakin lama semakin besar dan menguasai seluruh alat geraknya. Qi Awan Salju yang telah diolah menjadi kumparan es pembeku itu siap untuk dilepaskan sesuai dengan kontrol si pemilik jurus.


Di depan Fang Yin, Da Xia pun juga telah siap dengan jurusnya jauh sebelum Fang Yin siap.


Kedua tangan Da Xia digerakkan ke samping dengan posisi telapak tangan yang terbuka.


Kesepuluh jari-jari tangannya berubah menjadi es yang berkilauan, di kepala Da Xia muncul mahkota yang terbuat dari energi es karena dia telah menguasai Jurus Badai Es tingkat paling sempurna.


'Menakjubkan! Kak Da Xia sudah menguasai jurus ini pada tingkat sempurna. Aku tidak menyangka orang yang berpembawaan tenang sepertinya memiliki kemampuan yang luar biasa. Andai kami memiliki tujuan yang sama setelah ini, aku akan sangat senang mengikutinya dan belajar banyak hal darinya. Sayang sekali, kami memiliki tujuan yang berbeda. Aku berharap suatu hari nanti bisa bertemu dengannya lagi.' Fang Yin begitu mengagumi Da Xia.


Sebelum terlalu jauh tertinggal, Fang Yin kembali mengikuti gerakan yang dilakukan oleh Da Xia.


Kedua tangannya dia bentangkan ke samping dan mengontrol Qi-nya seperti yang dilakukan oleh Da Xia. Perlahan jari-jarinya berubah menjadi kristal es, tetapi Fang Yin belum memiliki mahkota es seperti Da Xia karena dia baru menguasai jurus ini di tingkat pemula. Namun keanehan terjadi dengan jurus yang dikeluarkan oleh Fang Yin.


Da Xia mengeluarkan bongkahan-bongkahan es berwarna kristal bening yang terus bermunculan dan siap untuk diluncurkan. Sedangkan bongkahan kristal es milik Fang Yin dilapisi oleh energi listrik yang berkilatan hingga menerangi ruangan goa itu.


Da Xia memutar tubuhnya perlahan menghadap ke arah Fang Yin untuk memeriksa apa yang sebenarnya terjadi.


Betapa terkejutnya dia ketika mendapati tubuh Fang Yin dikelilingi oleh energi aneh ketika melepaskan jurus ini.


****


Bersambung ....