
Hay para Reader
Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗
Selamat datang di TCBK.
Happy reading🥰
.....
...
..
.
“Ken, aku adalah Manusia berwujud Monster!” jawab Aya.
“Aku tak peduli, sayang, mau kau Monster, demit sekalipun asalkan itu kamu aku akan slalu ada di sisimu, tidak akan pergi meninggalkan mu meski dunia meninggalkan mu.”
“Aku tau apa yang kau lakukan di kamar itu, dan aku tak masalah, malah aku bangga kau memiliki kelebihan itu, setidaknya kau adakan menjadi pelindung keluarga besar kita.”
“Benarkan kau tak menganggap ku menakutkan?" tanya Aya lagi memastikan di dalam kamar mandi.
“Kau menerima kelebihan ku maka aku menerima kelebihan mu. Berbeda jika wujud mu berubah seperti Monster maka kita akan akan mencari obat untuk menyembuhkan mu! Istri ku.... Kau akan menjadi manusi super yang akan menjadi pelindung keluaga nya kenapa kau tak berpikir kesana sayang.”
“ Aku bisa membaca pikiran orang dan itu aneh di dunia ini, malah mustahil akan tetapi semua itu ada dan Istriku wanita hebat yang mampu melindungi keluarga nya dengan tangannya sendiri, semua keluarga kita begitu terpesona dengan kekuatan mu, maka keluarlah, kita akan bahas kekuatan itu berdua Mommy telah masak, kau harus syuting siang ini,”
Suami ku benar, jika aku kuat dan ini berkah dari Tuhan, kenapa aku harus takut? Suami ku benar. Batin Aya sudah jernih.
Ceklek... Pintu di buka...
Gedebuk.... Ken yang bersandar di pintu langsung terjungkal ke dalam.
“Up, sory suami,” Aya membantu membangunkan suaminya.
“Gak papa sayang, sekarang ayo cuci muka dulu lalu makan, pasti dedek bayi berudu lapar,” Ken membawa sang istri dari gendongan nya.
....
....
“Sejak kapan makanan di kamar?” tanya Aya.
“Pasti Mommy meletakkan disini, kita harus cepat makan agar kau cepat bersiap ke lokasi syuting sayang!”
Ken menarik tubuh sang istri agar mendekat lalu menyiapkan makanannya dengan sang Istri.
“Aku bisa makan sendiri, Ken!” ungkap Aya.
“Panggil, siapa?” Ken.
“Upp, maaf Suami,” Aya memukul pelan mulutnya.
“Aku ingin menyuapi si dedek bayi, sekarang makanlah sayang ku," Ken menyodorkan sesendok nasi goreng ke depan mulut Aya. Mau tak mau Aya menerima suapan itu.
Pria itu dengan telaten menyuapi sang istri dan Aya menyuapi sang suami. Bikin baper aja pasangan ini pemirsa.
Setelah bersih-bersih Aya berangkat melalu lift yang semalam di gunakan sang suami.
....
....
....
Meski dalam keadaan hati tak baik-baik saja, pria itu tetap bekerja, memang dari dulu ia jarang kekantor tapi pria itu selalu memantau segala sesuatu yang terjadi, bahkan semenjak Ken memimpin WU internasional begitu berada di atas kejayaan nya.
Berjam-jam pria itu berkutat dengan kertas akan tetapi pikirannya tengah bercabang.
“Huh,” lenguh Ken, pria itu berjalan ke arah balkon kamarnya, semenjak mengetahui sang istri tidak baik-baik saja. Sang Deddy mengantikan nya ke kantor, dan pria itu bekerja dari Rumah saja. Sedangkan si Sean tengah serius dengan kelulusan nya.
Ken POV.
Janji bagi seorang pria adalah sebuah kewajiban.
Entah sampai kapan aku menahan janji ini.
Melihat belahan jiwa ku berada di titik terendah kehidupan, sungguh aku ingin membungkam dunia yang begitu kejam ini.
Coba kalian renungkan, apa yang harus aku katakan pada nya. Apakah aku harus mengatakan kedua orang tua istriku telah tiada dan ada hormon di tubuhnya?
Tidak aku tak punya wewenang itu. Karena sosok keluarganya yang memiliki hak itu.
Yang bisa kulakukan adalah menjadi obat penguat dikala ia rapuh, dan biarlah aku tersiksa sendiri daripada istriku yang malang.
Ken POV End.
“Kau ada di sini sayang?” sebuah tangan melingkar di pinggang Ken membuyarkan lamunan pria itu.
“Kau sudah pulang cintaku?” Ken mengelus lengan mungil sang istri.
“Ini sudah sore suami," bisik Aya.
“Ia sayang, apakah kau sudah makan?” tanya pria itu.
“Sudah sayang, seperti nya kita butuh mandi,” Aya meraba dimana Jeck Daniel bertapa.
Ken bukanlah pria polos, dan mengerti dengan kode peranjangan apalagi ada yang menggeliat tapi bukan bayi.
hayoo apa itu???
“Sebenarnya aku sudah mandi sayang ku, tapi mandi ini tak mampu ku tolak,” Ken membalikkan badannya sehingga saat ini mereka berhadapan.
Satu ciuman berlabuh di bibir Aya, dan bibir itu beradu satu sama lain. Dengan sekali gerakan Ken telah mengangkat Aya dalam gendongan nya.
Secara reflek Aya menyilang kan kakinya agar tak jatuh. Dengan bibir bertautan bibir itu menyatu dan saling menikmati rasa Saliva.
.....
.....
[Kamar mandi]
Uh,,, rintih Aya ketika suaminya menyesap biji jagung miliknya. Tangan satunya memijat adonan burger agar semakin bulat dan membesar.
Uhhh.... Rintihan pasangan itu saling bersahutan, entak sejak kapan mereka telah toples.
“Aku datang sayang ku,” Ken menancapkan Jeck Daniel dari belakang.
Sedangkan Aya posisi berpegangan ke kaca, terlihat jelas bayangan penyatuan pasangan suami-istri itu.
Pipi Aya memerah melihat eskpresi nya yang menganga dan merem melek merasakan sundulan di dalam Jackpotnya.
“Kau masih sempit sayang...,” Ken mengeram merasakan di jepit oleh lubang sumur buk Aya.
Dua buah pepaya gantung itu semakin terguncang ke kanan dan ke kiri. Krena Aya pemain aktif gadis itu berdiri melepaskan penyatuan itu.
Ken yang sebenar lagi menyambut pelepasan sedikit kecewa, “Aku juga ingin bergerak sayang ku...,” bisik Aya.
Wanita itu menarik tubuh sang suami lalu mendudukkan di atas kloset.
Setelah itu Aya melesetkan si Jeck Daniel lalu bergerak dengan irama syahdu.
Aya menyalakan air di atas shower yang ada di atas kloset, seketika air membasahi pasangan suami-istri tersebut. Air tak mampu memadamkan api gairah, bahkan air membuat sensasi nikmat yang tiada tara.
Saling menyabuni satu sama lain meski di bawah sana tetap memompa dengan seirama. Bunyi kecipak air dan perduan kulit bawah membuat keduanya melayang.
Membuat si wanita merem melek hingg tubuh mu membusung. Karena insting gairah sang wanita mengguncang tubuh nya hingga bunyi tepuk tangan begitu dahsyat nyaring di kamar mandi mereka.
“Sayang aku mau sampai,” Ken merintih pria itu harus menarik si Jeck agar bisa lepas hingga menyembur di luar.
“Sayang kenapa tidak bisa di tarik?” tanya Ken panik.
“Kau jangan ngada-ngada suami. Mana ada gak bisa terlepas?” karena syok si Jeck langusung pingsan tanpa muntah.
Si Jeck sudah terkulai lemas di tengah, Aya berusaha menarik tubuh nya akan tetapi si sumur dan si Jeck tak mau terlepas bak romeo dan juliet tak terpisahkan.
“Gak bisa kan?” Ken memastikan.
“Apakah ini yang namanya kegencet? Huaaaaaaaaaa” Aya menangis kencang.
Apa ini yang di namakan karma? Karena aku mentertawakan mayat yang masuk trending topik kemari. Apa yang harus kami lakukan?
Apakah aku harus pergi ke dokter agar memisahkan si Jeck dengan lubang sumur ku. Mau di taruk dimana wajah ini. Batin Aya menangis.
^^^~To be continued.^^^
Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,
Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣
Rekomendasi Author: