Terjerat Cinta Berondong Kaya

Terjerat Cinta Berondong Kaya
Tante Aya ngambek


Hay para Reader


Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗


Selamat datang di TCBK.


Happy reading🥰


.....


...


..


.


“Apah....,” teriak Ken menggelegar.


Seketika Sukma Ken yang sedang bertamasya langusung pulang kampung ke asal nya.


“Istri apa yang kau bilang tadi?” Ken memastikan telinganya sehat dan tak mendapat gangguan apapun.


“Aku ingin sekali mengelus kepala botak para preman pasar!” ungkap Aya sedikit menciut mendengar teriakan-teriakan singa jantan tersebut.


Telinga Ken langsung berdegup mendengar sang istri ingin mengelus kepala orang lain. Dada Ken berdegup kencang seperti radio rusak sudah lama tak di ganti.


“Yak ... Tante , apakah kau ingin menyentuh pria lain?” tanpa sadar Ken semakin menaikan intonasi suara nya.


“Kau tak mau mengabulkannya?” tanya Aya dengan wajah sudah mendukung. Rupanya hujan air mata akan jatuh sebentar lagi


“Tidak Boleh. Enak saja mau pegang-pegang pria lain! Padahal ada pria tampan yang siap memberikan kepalanya terhadap mu, Jangan macem-macem deh,” protes Ken.


“Huhuhuh, Suami jahat. Ok kalog begitu,” Jawab Aya.


Gedebuk.... Aya melompat dari ranjang.


Mulut Ken menganga. Jika Aya keadaan biasa Ken mah tak akan kaget. Nah ini malah dalam keadaan hamil Aya melompat seperti Jaka tersingkir.


Apa kabar ya si dedek berudu di dalam sana. 🤭


“Sayang, kau melompat, apa si dedek tidak mabuk di dalam sana!” jerit Ken, pria itu mengurut hidungnya yang tiba-tiba sakit kepala.


“Up.. Sory, maafkan Mama yang sayang. Mama akan membawa mu untuk mencari seseorang yang mau mengabulkan permintaan mu.” gumam Aya meninggalkan suaminya dengan mulut menganga.


Piyengggg.... Telinga Ken seakan di tusuk jarum mendengar sang istri mau mencari orang lain dengan terburu-buru Ken turun menyusul wanitanya. Akan tetapi Aya telah memasuki lift dan sengaja menutup lift sebelum Ken masuk kedalam kotak besi tersebut.


Durr ... Durrr... Durr...


“Aya, Aya, jangan seperti itu sayang, buka pintu lift nya!” teriak Ken menggedor lift yang sedari tadi sudah berjalan.


“Sial...,” umpat Ken, lalu pria itu menuri tangga untuk menyusul sang istri ke bawah.


Teplak... Teplak ... Teplak... Bunyi sendal jepit dedek Kem menggema di tangga darurat.


.....


.....


[Ruang keluarga]


“Huhuhu... Mommy hanya meminta hal kecil suami ku berani membentak ku...,” Aya menangis mengadu sama ibu mertuanya seperti sang suami tengah selingkuh. Para mertuanya memandang iba pada ibu hamil itu.


“Biar Mommy marahin nanti!” Mommy Qiana memeluk Aya seperti memperlakukan putrinya sendiri.


“Aya...,” panggilan Ken menggema di seisi ruangan bawah di vila itu. Kegaduhan yang di ciptakan oleh pria itu mengundang perhatian banyak pasang mata yang sia memangsa pria itu hidup-hidup.


Mereka semua sengaja tidak pulang tadi karena tengah membahas kejadian yang menimpa trio genteng tersebut. Siapa sangka mereka menyaksikan adegan suami istri itu.


“Yak, Ken!” teriak ayah Dion sigap menutup mata istrinya. Pria itu begitu kaget melihat penampilan yang Ken suguhkan.


Bayangkan saat ini keringat Ken bercucuran serta bagian bawahnya begitu tercetak serta tubuhnya begitu sempurna karena otot-otot yang tercetak jelas jelas sehingga membuat seluruh otot pria itu bercampur keringat hingga kilatan mengandung aura seksi begitu memukau dari pria itu.


Bukan hanya ayah Dion yang kaget, Aya yang lagi mengadu terhadap mommy Qiana hampir jantungan melihat penampakan sang suami, apalagi dadar gulung si dedek Ken meleyot ke samping terlihat jelas jika gondal gandul tak karuan.


“Omo... Omo... Aigo...,” Mommy Alana tanpa sengaja menuangkan jus jeruk yang di minta oleh sang suami di atas kepala milik suaminya. Appa mulin yang tengah meradang atas apa yang menimpa putranya tadi siang pun seketika merasakan dingin di kepalanya.


“Alana...” Appa Mulin menekan sedikit into nasinya.


“Maaf, Oppa, itu si Ken!” Omma Alana langsung mengelap wajah suaminya dengan tisu tak lupa menyebutkan nama Ken.


Prang ... Gelas, camilan serta kawan-kawannya yang tengah tertata rapi di atas meja jatuh berhamburan kelantai sedangkan si pembuat kekacauan berdiri langusung melangkah ke arah sang suami.


“Ini, devinisi menantu kagak ada akhlak!” gumam emak otor.


Sedangkan Ken di dekati oleh sang istri hatinya langsung berbunga-bunga, “Aku tau sayang kau tak bisa kan lama-lama marahan sama suami tampan macem diriku ini,” gumam Ken yang hanya di dengar di dirinya sendiri.


Ken merentang kan tangannya tak lupa senyum memukau yang mampu membius kaum hawa ia sunggingan kan. Bayangan Aya langsung memeluknya menjadi angan nyata di benak pria itu.


Greppp... Bukan pelukan melainkan taplak meja di lilitkan di pinggang calon Deddy itu.


“Asataga Ken .... Kau sengaja mau tebar pesona sama siapa?” Aya memberikan pertanyaan sambil tersungut-sungut.


“Liat si Jeck Daniel miring ke sebelah mata ku empet melihatnya!” lanjut Aya.


Jeng ... Jeng... Pria itu baru sadar dengan penampilan nya yang super duper sekseh..


Glek.... Kenapa perasaan ku gak enak ya? Batin Ken menelan air liurnya.


Pria itu mengedarkan pandangannya. Betapa kaget pria itu melihat banyak singa jantan dan betina yang siap-siap memangsanya.


“Kau ingin memamerkan hormon mu Ken!” Tekan Ayah Dion yang masih menutup mata sang istri.


“Menantu! Seperti nya suamimu lagi mau tebar pesona tuh,” ujar Papa Abraham yang menyembunyikan wajah istrinya Yumna ke dalam dada bidangnya. Jiwa kompor meleduk nya meronta-ronta.


“Kau, apakan menantu ku, Ken!” tekan Mommy Qiana.


“Ia, kau ingin tebar pesona sama siapa Ken! Apakah mentang-mentang aku lagi hamil bayi berudu kau sudah membuka lowongan baru!” Aya celingak-celinguk memandang area sekitar siapa tau ada maid atau pekerja di Vila ini lewat.


Setelah memastikan tidak ada maid atau pekerja lain. Aya langsung mengelus dadanya.


“Malam ini Suami tidur di luar!” tekan Aya dingin.


Wanita itu berbalik badan berjalan meningkatkan tempat itu.


“Yank... Istri...,” Ken berusaha menangkap tangan sang istri.


“Angkat tangan!” Aya membalikkan badannya seketika.


Ken seperti buronan tertangkap basah, mau tak mau ia mengangkat tangannya. Sedangkan para orang tua hanya menjadi penonton di tempat itu. Sayangnya camilan telah raib berhamburan di lantai.


“Jangan lupa, aku ingin mengelus kepala botak besok pagi jika tidak aku buat postingan untuk mencari suami baru, Titik.”


Gedebuk.... Ken duduk di lantai, saat ini pria itu seperti korban putus cinta sepihak.


Klotak... sebuah sandal jepit melayang kearah kepala Ken.


“Siapa yang berani berani memukul ku!” suara Ken merendah.


“Aku ibumu! Kau mau apa, mau adu panco atau mau komplain terhadap ku, Hah!” Mommy Qiana mendekati putranya.


Buk... “Ini pukulan tanda kau tak peka menjadi suami!”


“Aduh, ampun Mom!” mohon Ken.


“Wanita hamil itu sangat sensitif karena perubahan hormon di tubuhnya. Istrimu saat ini dalam fase mengidam dan kau sebagai suami tak memiliki rasa peka! Astaga Ken dulu mommy melahirkan mu itu di hutan tidak ada jeritan hanya muka triple yang aku perlihatkan. Jika hasilnya akan ngeselin seperti kamu ini. Aku menyesal melahirkan mu dengan wajah bengis, kenapa dulu aku tak tertawa atau menjadi manusia pecicilan ketika melahirkan mu ke dunia agar kau menjadi anak yang pecicilan juga!” kata Mommy Qiana.


“Hajar terus sayang, dia ini harus kita didik. Jangan asal tau nyoblos aja ketika anak nya sudah jadi malah lalai dalam tanggung jawab.” Deddy Taksa.


“Tapi Mom, Aya meminta hal aneh-aneh , tadi pagi dia meminta mangga di depan rumah PSK sehingga membuat mata si Sean yang polos ternodai, bayangkan Sean di bawah menunjukkan buah yang mana yang istriku inginkan sedangkan si PSK itu yang memanjat, Mau tak mau Sean harus melihat donat meses hitam milik PSK!” adu Ken.


Uhuuuukkkk.... Appa Mulin langsung tersedak mendengar putra nya melihat pemandangan surga dunia. Sedangkan Istrinya Omma Alana syok hampir pingsan.


Dasar bos lucnut... Suka membocorkan rahasia. Batin Sean tak karuan, apalagi melihat tatapan tajam dari kedua orang tuanya membuat jiwa Sean meleyot seperti pelastin.


Kena lagi kenak lagi Oppa Sean kita🙈.


“Jika kau tak ingin istrimu melihat pria lain tinggal kau gundul saja rambutmu, bukannya kau juga termasuk preman!” kata Mommy Qiana gamblang.


Iklan dulu ya, Tante Aya ngambek nih🙈


Kira-kira dedek Ken gundul rambut atau mengumpulkan preman pasar yang di inginkan sang istri?


^^^~To be continued.^^^


Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,


Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang semakin Uwu 😘😂🤣