
Hay para Reader
Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗
Selamat datang di TCBK.
Happy reading🥰
.....
...
..
.
“Oh kalian sungguh imut sekali sih. Aku semakin gemas mengelus kulit hijau ini, bagaimana rasanya ya? Tubuh keduanya montok menggiurkan untuk ku rujak!”
Mood wanita itu sungguh membaik ketika memegang dua buah mangga yang berada di pangkuan. sebab mangga itu sebesar dua buah bola Voli miliknya.
Aya terus mengelus dua buah mangga tersebut. Sesekali ia mencium aroma mangga segar yang baru di petik.
Wajah Ken memerah. Rupanya pria itu cemburu pada dua buah mangga dalam pelukan sang istri.
Jika mangga ini menjadi yang ke tiga dan ke empat antara aku dan istriku! Tak akan aku suruh si Sean membeli mangga ke rumah itu. Batin Ken menggerutu.
“Kenapa wajahmu memerah seperti Alergi, Sean?” tanya Ken tanpa bersalah.
“Tidak apa-apa tuan muda!” jawab Sean gugup.
“Kau, hanya ku tugaskan untuk
mengambil buah mangga saja, sudah lebay begini!” ejek Sean .
Dalam hati asisten Sean. Jika disuruh membuat sebuah perusahaan bangkrut hanya dalam hitungan menit saya sanggup, ini saya disuruh membeli mangga di rumah PSK. Mana mataku ternodai lagi, aduh donat meses hitam.
(Kasian sekali nasib Dedek Sean kita ya selalu apes kenak getahnya😂)
....
....
Flashback ON
Bruummmm.... Bruuummmm.... Bunyi mobil membelah jalan membawa pasangan itu.
Didalam mobil. Aya menghabiskan satu mangkuk asinan yang di suapi dengan penuh rasa cinta oleh suaminya. Sehabis acara suap menyuap ala pasangan baru saat ini mereka tengah bermesraan di dalam mobil.
Seakan keberadaan asisten Sean itu tak di anggap bahkan seperti pria itu tak kasat mata bagi pasangan itu. Sungguh Ken tega sekali dengan sang asisten yang masih jomblo hingga saat ini. Mohon di maklumi si dedek Sean kita masih jomblo hingga saat ini, hatinya masih tak bisa melupakan si Sevia anaknya buk thatya 0316 itu istrinya si Dev. Mohon Tante Reader Carikan dedek Ken jodoh ya😁.
Jeritan Hati Sean.
*Apalah diriku! hanya patung transparan yang selalu di lupakan oleh mereka.
Appa apakah kau juga menjadi nyamuk tak di anggap seperti ini dulu pada saat Deddy Taksa bermesraan dengan mommy Qiana di dalam mobil?.
Tidak ... Tidak... Deddy Taksa tak segila tuan ku saat ini, Deddy Taksa pasti bermesraan jika tidak aka orang di sampingnya.
Appa ... Kemesraan mereka* membuat aku pengen berkencan. Aku butuh berlibur buk bos dan pak bos! .Batin Sean ngelantur, ia jadi ingin menangis dalam ketiak Appa Mulin ayahnya.
Sedangkan dedek Ken tidak peduli dengan jeritan batin Sean, ia menganggap curahan hati sean seperti bunyi nyamuk yang numpang lewat. Sebab ada yang lebih menari yaitu istrinya.
“Stop!” teriak Aya.
Cekiittttt... Bunyi empat roda bundar itu mengerem mendadak. Sehingga membuat penumpang di dalam mobil itu terjatuh tumpang tindih.
“Kau ingin mati Sean!!!” teriak Ken menggelegar.
“Maaf tuan muda sayang hanya kaget ketika Nona muda menyuruh saya berhenti!” ucap si Sean..
“Ada, apa sayang?” tanya Ken dengan nada lembut Es krim.
“Aku menginginkan buah mangga di rumah yang ada tulisannya OPEN BO tadi itu sayang.” Kata Aya dengan wajah memelas.
“Lihat seperti nya rumah itu tak berpenghuni, pagarnya saja di tumbuhi rumput liar yang amat mengerikan!” kata Ken memandang pagar dari kaca belakang mobil.
Mata Aya MA memerah tak lama air matanya berderai hingga sesugukan.
“Katanya kau akan memberikan apa yang aku minta, ini hanya mangga loh suami, bukan emas atau kekayaan yang berlimpah! Akan tetapi,” kata Aya mulai merajuk.
“Baiklah, baiklah biar Sean yang membeli mangga di tempat itu, akan tetapi kau tak boleh keluar dari mobil. Kita diam aja di dalam mobil.” kata Aya MA.
“Benarkah?” mata Aya berbinar mendengar suaminya mengatakan kata BAIKLAH seketika binar kebahagiaan Aya MA memancar bahkan tidak ada sisa air mata yang meluncur dari mata Aya MA.
Kenapa perasaan ku tak enak ya?. Batin Sean.
“Aku mau mangga satu tangkai isinya hanya dua buah. Lihat sayang itu di ranting ke lima yang merunduk ke jalan sangat menggiurkan jika di lihat dari kaca mobil ini pasti terlihat, aku mau mangga itu tidak lepas dari tangkainya hingga berada di tanganku,” pinta Aya, wanita itu bersandar di lengan kokoh Suaminya.
“Sean kau turunlah, belilah dua mangga itu, kau dengar apa yang istirku bilang kan, mangga itu tidak boleh lepas dari tangkainya.” perintah Ken.
“Baik tuan muda, saya akan majukan dulu mobilnya agar tidak kejatuhan ranting atau buah mangga nya sebab mangga yang di inginkan Nona muda ada di atas jalan ini.”
“Hem!” jawab Ken, lagi-lagi pasangan itu berciuman tanpa ada rasa bersalah pada pria muda di depannya.
.....
Saat Sean berdiri gagah di depan rumah yang memiliki plang OPEN BO, pria itu kebingungan,“Apa rumah ini berpenghuni? kenapa pagar rumah ini begitu angker sekali sehingga aku begitu merinding! Sudah jika tida ada penghuninya aku ijin sama si Mbah penghuni dulu,” gumam Sean.
“Embah... Mohon ijin membeli buah mangga nya!”
Plak ... Seseorang menepuk punggung si sean, “Setan!!!” teriak Sean..
“Masak cantik-cantik gini tuan teriaki setan. Taun dorong saja pagarnya, di dalam banyak orang, anda pasti bingung kenapa dari luar rumah ini seperti rumah kosong, jawabannya si Mami orangnya tengah menghindari pajak dagang yang semakin mahal, makanya dari itu di sengaja membuat markasnya seperti rumah kosong. Masuklah didalam isinya begitu indah serta dagangannya mulus-mulus yang paling menarik beragam macam bentuk dan model telah tersedia. Ada yang donat polosan Ada juga yang donat bermeses tebal ada juga donat bermotif karena bulunya sudah di pangkas.” ucap seorang ibu-ibu seperti seorang pengemis yang tadi di kira setan oleh si Sean.
Sebenarnya wanita itu adalah penjaga gerbang yang merangkap menjadi marketin di tempat itu.
“Terimaksih! buk atas informasi.” jawab si Sean salah tingkah.
Kaki sean melangkah maju lalu mendorong pagar kayu dan benar kata si bibik jika di dalam begitu bagus dan banyak penghuni di dalamnya.
Glek.... Dedek Sean merinding disko. Pria itu bukan nya takut melainkan syok melihat penampakan beberapa wanita seksi hanya menggunakan baju model Plastik Kiloan yang transparan hingga apa yang ada di dalam terlihat jelas sejelas-jelasnya.
....
....
“Hay... Adek ganteng!” sapa para PSK mengelilingi Sean.
Bulu kuduk Sean semakin merinding, “Siapa pemilik rumah ini?" tanya Sean datar.
“Oh kau mencari Mami ya?” kata salah satu PSK yang memiliki Pepaya gantung paling besar siapa mencolek wajah Sean akan tetapi pria itu dengan sigap menghindar.
“Wah, transaksi nih...!” kata semua wanita itu girang.
“Mami... Pelanggan!!!” teriak seorang wanita yang menggunakan gincu merah merekah seperti bodinya yang merekah dimana mana.
“Im coming ladies!!!” seorang wanita bertubuh sedikit bongsor dengan gincu merah, rambut model sarang burung alias keriting tak lupa sebatang rokok di tangannya.
“Selamat datang di Penginapan PUKEYNA MERONA.. Moto kami Pelanggan puas kami siap turun mesin. Misi kami memberikan sentuhan selembut sutra hingga melupakan istri di rumah.”
“Cepat katakan! Aku sudah tak sabar, waktuku begitu berharga!” kata Sean yang masih polos dengan urusan peranjangan.
Seperti nya rumah ini tidak beres. Orang-orang yang berbicara tadi begitu ane. mana penampilan nya menyeramkan membuat ku merinding hingga bangun semua. Batin Sean menggerutu.
“Oh, ok... Tuan kaya, anda mau model yang matang, yang muda atau setengah matang?” tawar si Mami.
“Mana ku tahu, cepat kau ambil tangga aku mau dua buah ini di pinggir jalan!” Perintah Sean sudah mulai tak sabar.
“Oh, anda mau dua sekaligus ya tuan, disini ada kamar VIP kok, ngapain di pinggir jalan nantik masuk angin. Tapi jiwa muda seperti tuan muda ini juga masih liar-liarnya bikin Tante Mami bereaksi. Tapi Tante akan memberikan yang matang untuk melayani anda yang masih baru dalam merasakan kehangatan lembah sumur wanita.”
“Mona. Moni...,” panggil si Mami.
“Ia Tante!!!” dua wanita satu spesies para wanita yang baru Sean temui ketika kakinya menjejakkan kakinya di tempat itu. Karena terlihat dari Baju Plastik Kiloan melekat di tubuh dua wanita itu.
“Silahkan tuan, mereka akan melayani anda, rasanya nano nano kok tak akan mengecewakan.” Wanita yang di sebut Mami itu menyentuh dada kokoh dedek Sean.
Wajah pria itu memerah, ia baru ngerti tentang semua ini. Dengan sigap Sean mengambil tangan itu lalu memelintirnya.
“Auuuhhhh... Lepaskan tanganku berengsekk...,” jerit si Mami.
“Jangan berani-berani kau menyentuh tubuh ku dengan tangan kotor mu jika tidak maka kepalamu akan aku ledakkan.”
Dorrr... Sean menebak Vas bunga di samping dua wanita yang siap melayani pria muda itu.
Akibat tembakan itu dua wanita itu berlari kedalam rumah begitupun rekan-rekannya. Saat ini tinggal Mami PSK yang masih menjadi tahanan si dedek Sean.
“Ampuni saya, saya mohon lepaskan saya!” pinta wanita itu sambil menangis ketakutan.
Sean melepaskan tangan wanita itu hingga terperanjat di lantai, lalu pria itu memperlihatkan token yang organisasi gelapnya kepada wanita itu. Seketika tubuh wanita itu, seperti Jelly..
“Ampuni kami yang tak mengenal anda tuan muda!" wanita itu merujud di kaki Sean.
“Aku datang ingin membeli dua buah Mangga mu! Tetapi yang aku inginkan ialah mangga di cabang ke dua tepat di atas jalan. Kau tau apa yang harus kau lakukan kan nyonya!” Ucap Sean dengan nada mengancam.
“Saya mengerti.” jawab Orang itu.
Dengan kaki gemetar wanita itu memanjat pohon Mangga seperti Tarsan tanpa memperhatikan penampilan nya yang menerawang seperti layangan putus.
Ini PSK apa Tarsan ya?. Tanya Sean dalam hati.
“Yang mana tuan?” tanya wanita itu.
“Yang kiri!” teriak Sean.
Wanita itu berjalan ke kiri tetapi salam jalan.
“Kanan... Kanan... Putar ... sedikit, bukan , disitu!” Sean mulai geregetan.
Sean berjalan keluar pagar, pria itu berdiri di bawah ranting nya ia maksud.
“Lihat di mana aku berdiri!” teriak Sean. Pria itu menengadah kepalanya ke atas.
Astaga Ferguson, Donat meses hitam!!! Teriak Ken dalam hati.
“Yang mana tuan?" teriak si Mami PSK.
“Di depanmu, ambil itu, jangan sampai lecet cepat turun!” teriak Sean. Tenggorokan pria itu kering sebab matanya ternodai oleh donat meses hitam milik si Mami.
Gedebuk.... Suara lompatan si Mami menyadarkan Sean.
“Ini Tuan!” si Mami menyodorkan dua buah yang membuat pria itu rugi banyak hal.
Sean mengambil mangga itu lalu melempar Cek 100 juta ke arah si Mami. Wanita itu memungut cek tanpa melihat nominal nya sebab si Mami ketakutan.
Siapa sih yang tidak mengenal lambang organisasi milik sang ratu mafia.
....
BRAK... Sean membuka pintu mobil lalu tanpa bicara langsung menyerahkan buah mangga keramat itu pada Aya MA.
“Terimakasih, Sean!” Aya MA.
“Sama-sama kakak ipar," Sean merogoh dasbor mobil untuk mencari sebotol air mineral lalu melaju mobilnya.
Flashback off.
Tililit.. Tililit.... Ponsel Sean berbunyi. Pria muda itu menjawab telpon tersebut.
“Katakan!” Sean.
^^^~To be continued.^^^
Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,
Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣
Rekomendasi Author:
Blub:
Ningtiyas Paramitha adalah gadis 18 tahun baru lulus SMK jurusan tata busana. Dia harus menerima takdir dinikahkan siri dengan paksa oleh ayahnya dengan lelaki dewasa berumur 30 tahun dan telah memiliki istri bernama Alfarizi Zulkarnain. Kontrak nikah selama lima bulan, tetapi Neng selalu mengalami kekerasan baik lahir maupun batin. Perlakuan suami sirinya selalu melampiaskan kekesalannya akibat kesalahan istri sahnya.
Setelah empat bulan berlalu Al meninggalkan Neng begitu saja, tanpa disadari Al meninggalakan benih janin di kandungan Neng. Akhirnya Neng meninggalkan desanya yang selama ini menjadi kebanggaannya, pergi ke Jakarta untuk merubah nasib dan menyongsong masa depan yang lebih baik bersama janin yang dalam kandungan.
Sayangnya takdir mempertemukan mereka kembali setelah delapan tahun berlalu. Dengan situasi yang berbeda, apakah mereka akan bersatu kembali setelah Al mengetahui memiliki keturunan. Apakah Neng menerima cinta Al?